
Reno dan Lendra pun berpamitan dengan bunda juga bara untuk pulang dulu karna ada kepentingan. mereka segera melangkah menuju tempat yang aleta sebutkan.
"Tante Monika???".seru Lendra dan Reno.
Mereka berdua merasa terkejut ketika aleta mengatakan jika ia mencurigai tante Monika, tetapi aleta menceritakan mengapa ia menduga jika Monika lah yang menculik sang adik.
"Ya udah tunggu apa lagi kita ke rumahnya sekarang”. Seru Reno panik
Perasaannya sudah tak karuan karna ia sangat mengkhawatirkan Airin, entah itu perasaan cinta atau hanya sebatas iba namun kini Reno terlihat sangat panik dari yang lain. Di sepanjang jalan ia terus saja berdoa semoga Airin dalam keadaan baik-baik saja mengingat gadis remaja itu memiliki riwayat penyakit dalam.
Sesapainya dirumah Aurel, aleta terus mengetuk pintu namun tak kunjung dibukakan oleh pemilik rumah hingga wanita cantik itu teriak memanggil nama Monika.
"Tante Monika. Tante Monika keluarlah".
"Tante jangan jadi pengecut ya. Aku tahu tante yang menyembunyikan Airin".
"Tante keluarlah".
Brookk brooookk brookk
Sikap aleta sudah tak bisa dikendalikan lagi pasalnya emosi sudah menguasai dirinya, namun kini seseorang tiba-tiba membuka pintu itu dengan kasar dan memaki maki aleta juga Reno dan Lendra.
"Apa kau tidak punya sopan santun, teriak-teriak dirumah orang".
"Dimana tante Monika?".
"Untuk apa kau mencari mamaku".
"Bukan urusanmu. Katakan saja dimana tante Monika".
“pergi kalian dari sini".
Aurel dengan kasar mendorong aleta untuk keluar dari rumahnya namun aleta justru nekat untuk memasuki rumah itu dan mulai menggeledah seisi rumah sembari berteriak memanggil nama Monika.
"Kau benar-benar sudah tidak waras ya".
"Sekali lagi aku tanya padamu dimana tante Monika".
"Aku tidak tahu, sekarang keluar lah ".
"Tidak, aku yakin kalian pasti sudah merencanakan ini".
"Apa maksud mu, aku tidak tahu apa-apa".
Namun aleta tidak semudah itu percaya pada Aurel hingga kehebohan pun terjadi dirumah itu. Reno dan Lendra pun tak mampu melerai adu mulut diantara dua wanita itu hingga seseorang membuka pintu kamar dan berkata
"Aurel ada apa?".
"Papa, mengapa papa keluar. Papa masih sakit". Seru Aurel sembari menghampiri sang papa disambut tatapan bingung dari aleta melihat sikap lembut Aurel.
"Mereka siapa nak?".
__ADS_1
"Sudah pah gak usah peduli dengan mereka, mereka itu hanya orang gila yang membuat keributan dirumah orang”. Seru Aurel meledek aleta namun wanita cantik itu justru meminta maaf pada papa Aurel dan menanyakan keberadaan tante Monika secara baik-baik.
"Monika?. Dia sudah satu minggu ini tidak kembali ke rumah".
"Apa???". Seru aleta terkejut
"Sekarang kau puas kan, pergi dari rumahku". Bentak Aurel
"Maaf rel”. Seru ketiganya sembari berjalan keluar.
Dijalan, aleta sempat melamun memikirkan sikap Aurel yang lembut pada sang papa, tetapi mengapa ia bersikap angkuh pada yang lain jika ia mampu bersikap lembut di hadapan orang tuanya.
Lendra yang melihat aleta terdiam pun menawarkan makanan untuk nya namun wanita cantik itu menolak dan mengatakan jika ia sudah kenyang padahal sejak tadi sore ia belum memakan sesuatu.
"Sekarang kita ke mana Al?”. Tanya Reno
"Aku gak tahu mas, aku juga bingung Monika membawa Airin ke mana”. Seru aleta pasrah.
keheningan pun terjadi didalam mobil hingga suara ponsel milik aleta berdering dari nomor yang tak dikenal, namun karna ia penasaran dari siapa itu ia pun memutuskan untuk mengangkatnya.
"Hallo, siapa?".
"Jika kau ingin adik mu selamat datang ke rumah tua dipinggir hutan sekarang juga, sendiri".
Deg
Pernyataan orang misterius dalam ponsel itu pun terdengar menakutkan dan ia segera memberitahu Lendra juga Reno mengenai hal itu yang membuat kedua lelaki itu terkejut.
"Ayo kita ke sana”. Seru Reno antusias
"Kita akan membuat rencana”. Seru Reno dengan tatapan tajam.
...........................
Di kediaman aleta, mama Helena menceritakan jika putri bungsunya menghilang sejak tadi pagi pada suaminya hingga membuat pak adam merasa khawatir. Ia juga menanyakan keberadaan aleta namun sang istri menjawab jika aleta sedang mencari Airin hingga pak adam mencoba menghubunginya namun tak ada jawaban. Ia juga mencoba menghubungi Reno tetapi tak diangkat juga.
Rasa khawatir melanda dihati anggota polisi itu hingga ia memilih untuk mencari anak-anaknya dan melaporkan hal ini pada polisi.
Beberapa polisi pun bergerak untuk mencari kedua putri pak adam hingga mereka mendatangi tempat terakhir aleta kunjungi yaitu rumah sakit. Bunda nampak terkejut mendengar ucapan dari salah satu petugas polisi itu dan bara mengatakan jika kedua temannya juga pergi secara tiba-tiba setelah mendapat panggilan dari aleta.
"Siapa namanya?".
"Lendra dan Reno".
"Ke mana mereka pergi?".
"Saya kurang tahu pak, tetapi saya dengar mereka mencari Airin".
Seperti mendapat petunjuk, anggota polisi itu menebak jika mereka bertemu ditaman kota pasalnya disana adalah tempat strategis dari rumah sakit dan tak jauh juga dari rumah aleta.
Sesampainya ditaman kota mereka semua mencari cari keberadaan ketiga anak remaja ini namun tak kunjung menemukan, hingga ia bertanya pada salah satu penjual makanan disana dan mengatakan jika ia melihat ketiga remaja itu menumpangi mobil Inova berwarna hitam dan melaju kearah barat.
__ADS_1
"Oke kita ikuti petunjuk itu".
....................
Sedangkan dirumah tua itu andi baru saja tiba disana dan menunggu kedatangan aleta hingga Monika menghampirinya dan bertanya mengapa ia mencari wanita cantik itu.
"Aku rasa, aku suka padanya".
"Apa maksudmu, umurnya sepantaran dengan anakmu".
"Diamlah, aku tidak butuh nasehat darimu".
"Tapi kau ini menganggap ku apa? Dengan mudah kau membuangku demi anak ingusan itu ha?".
Mereka pun beradu mulut ditempat itu hingga kedatangan aleta pun tak mereka sadari dan Reno menyuruh aleta masuk ke dalam dengan membawa penyadap suara yang mereka sembunyikan dibalik baju aleta. Dengan mengumpulkan keberanian ia mulai menuruni mobil dan melangkah menuju rumah tua itu.
"Siapa kamu”. Tanya penjaga
"Aleta, aku ingin bertemu dengan Monika".
Penjaga pun mengarahkan aleta untuk menunggunya diluar dan penjaga memasuki rumah untuk melapor namun kabar kedatangan aleta justru disambut bahagia dengan andi.
"Suruh dia masuk, dan jangan coba-coba menyentuhnya”. Seru andi pada anak buahnya.
Aleta pun mulai memasuki ruangan tetapi ia tak mendapati Monika disana justru ia bertemu andi di ruangan itu.
"Dimana Airin?".
"Kau baru saja sampai cantik, lebih baik duduk dulu agar kamu merasa tenang". Serunya sembari melangkah mendekati aleta berdiri.
"Jangan mendekat kumohon".
"Mengapa? Sudah lama kita tidak bertemu. Apa kau tidak merasa rindu denganku".
Rasa takut semakin tak terkendalikan dihati aleta, ia memilih untuk berjalan mundur hingga terpentuk ke dinding. Sedangkan Reno yang menyadari jika aleta dalam bahaya segera menghubungi pak adam dan mulai bergerak mendekati rumah tua itu.
"Kita harus menolong aleta len, dia dalam bahaya".
"Iya mas Reno, ayo".
*
*
*
*
*BERSAMBUNG...
__ADS_1
GIMANA NIH BESTI PERASAAN KALIAN GEMETAR GAK? KALAU AUTHOR SIH DEG DEGAN YA TAKUT TERJADI SESUATU PADA ALETA.