
Semarang, Jawa tengah
Mama Helena yang suda tiba di bandara Ahmad Yani itu pun lekas menuju Travel dan meluncur ke rumah dinas suaminya.
Tiba disana mama Helena disambut hangat oleh suami namun dirinya memandang penuh tanda tanya kearah anak sulungnya.
"Sayang ayo duduklah”. Seru pak adam diiringi anggukan dari sang istri.
"Adit kemarilah”. Seru mama Helena menepuk sofa disamping-Nya tanda Adit harus duduk di samping dirinya dan diiringi wajah cemas dari Adit karna mama Helena tidak biasa bersikap dingin seperti itu.
"Iya mah”. Jawabnya singkat
"Katakan pada mama siapa RAISA?".
Adit pun tanpa basa basi menjelaskan siapa diri Raisa sebenarnya bahkan dia juga mengungkapkan isi hatinya kepada sang mama.
"Lalu mengapa kau tiba-tiba ingin melamarnya? Apa terjadi sesuatu diantara kalian”. Seru mama Helena disambut ekspresi terkejut dari dua lelaki yang sedang duduk disamping-Nya.
"Tidak mah bukan seperti itu aku dan Raisa tidak mungkin melakukan hal sehina itu kami tahu batasan”. Jelas Adit
Mamah Helena pun mulai menanyakan pokok permasalahan mengapa adat begitu cepat melamar Raisa padahal keluarga belum mengenal dokter muda itu sebelumnya.
"Jadi bagaimana mah?".
"Baiklah mari kita berangkat".
Keluarga pak adam pun bersiap siap untuk melamar gadis pujaan anak sulungnya itu tak lupa mama Helena membawa bingkisan untuk calon besannya.
Tiba dirumah Raisa perasaan Adit sangat tidak karuan, hatinya berdebar dan tangan nya gemetar dirinya merasa gugup bertemu calon keluarga barunya itu namun kedua orang tua Adit meyakinkannya jika semuanya akan baik-baik saja.
Tokk. Tokkk.tookk
"Assalamualaikum”. Seru keluarga Adit
"Walaikum salam sebentar”. Suara pembantu membuka pintu
"Raisa nya ada bi?".
"Ada den silakan masuk".
Bibi pun mengantar mereka menuju ruang tamu dan lekas memanggil majikannya untuk memberitahunya.Tak lama kemudian pemilik rumah turun dari tangga dan menuju ruang tamu.
"Saya adam papanya Adit".
"Sanjaya, silakan duduk”. Seru papa Raisa menyebutkan nama
Pak Sanjaya pun mulai menanyakan perihal maksud kedatangan mereka dan alangkah terkejutnya saat Adit menyatakan niatnya untuk meminang anak gadisnya.
"Kamu ingin meminang putri saya?".
"Maaf sebelumnya, Adit ini menyukai anak pak Sanjaya sejak lama dan baru hari ini dia berani menyatakannya”. Seru pak adam
"Sebelumnya kamu tidak pernah datang kemari bukan?”. Seru mamah Sonya
"Belum tante".
"Lalu bagaimana kami mempercayai mu untuk menyerahkan anak gadis kami”. Seru mama Sonya
"Insyahlah anak saya ini lelaki yang bertanggung jawab”. Seru mama Helena membela Adit
"Pekerjaannya apa?”. Tanya mama Sonya
Adit pun memandang sang papa dirinya bingung harus menjawab apa di hadapan mereka semua namun pak adam meyakinkan Adit untuk mengatakan terus terang.
"Saya masih sekolah AKPOL tante dan belum memiliki pekerjaan".
"Apa? Lalu jika anak saya menikah denganmu bagaimana nasibnya?” maki mama Sonya
"Mah jangan seperti itu, Raisa yakin rezeki itu sudah ada yang mengatur tinggal kita yang berusaha, lagi pula kita bisa mencari sama-sama kan”. Seru Raisa membela Adit
"Mah tenang dulu, biar papa yang berbicara, nak Adit niat baik kamu sungguh om hargai apalagi kamu datang kemari dengan keluarga secara baik-baik tetapi bagaimana kau bisa yakin untuk menikahi Raisa jika kehidupanmu sendiri saja belum terjamin".
__ADS_1
Mama Helena mencoba membela anak sulungnya namun makian dari mama Sonya yang ia dapatkan, keluarga Raisa menolak lamaran dari Aditya karna dirinya belum memiliki perkerjaan hingga mereka pulang dengan tangan kosong.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Kediri, Jawa timur
Airin yang baru saja tiba dirumah disambut hangat oleh sang kakak, tak lupa aleta juga berterima kasih dengan mas Reno karna telah menjaga adik perempuannya.
"Dik sudah makan belum?".
"Sudah tadi".
"Seru gak main sama mas Reno?".
"Apanya yang seru, kak Reno itu menyebalkan”. Seru Airin gemas mengingat kejadian tadi.
Aleta pun yang tidak mengerti apa maksud dari sang adik lekas menanyakannya dan alangkah terkejutnya ketika aleta mendengar cerita dari sang adik mengenai kejadian di pemancingan tadi.
"Astaga dik, jangan buat mas Reno khawatir".
"Itu salah mas Reno bukan salahku”. Jawabnya ketus
"Besok kamu meminta maaf pada mas Reno ya, kasihan dia sudah kamu repot in kayak gitu dan ganti uangnya oke".
"Hemm, aku mau ke kamar dulu istirahat".
"Kamu suah meminum obat belum?".
"Suudaaahh”. Teriaknya sembari masuk kamarnya diiringi galengan kepala dari Aleta karna tingkah sang adik hingga seseorang mengetuk pintu rumah,
Tokkk.tookk...tokk
"Assalamualaikum".
"Walaikum salam,siapa".seru aleta sembari membuka pintu.
"Hay Al".
"Lagi sibuk gak?".
"Enggak, ada apa?".
"Aku bawa in kamu makanan”. Seru Lendra sembari menyodorkan sebungkus martabak manis.
Aleta pun menerima bingkisan makanan dari Lendra dan menyuruhnya duduk dibangku teras karna sangat tidak mungkin jika Lendra masuk ke dalam rumah.
"Kamu dari mana len?".
"Gak dari mana-mana aku sengaja kerumahmu,boleh".
Bukannya kamu sudah disini ya".
"Hehehehe iya juga ya".
Mereka pun melempar canda tawa di setiap pembicaraannya, hati Lendra pun merasa bahagia melihat senyum dari wajah aleta.
Entah dari kapan Lendra menyukai wanita berparas cantik itu. Berada dekat dengan gadis itu membuat Lendra merasa nyaman apalagi bisa tertawa bersama.
Tiba-tiba terlintas dibena Lendra ingin menanyakan sesuatu terhadap wanita cantik itu, dengan perasaan deg degan ia pun mengucapkannya.
"Aleta".
"Iya".
"Jika tidak keberatan Aku boleh menanyakan sesuatu padamu?".
"Boleh apa?".
"Sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan sahabatku Haykal?” seru Lendra sembari menatap mata aleta namun dibalas tatapan bingung dari wanita cantik itu.
Keheningan yang terjadi Aletapun tidak menjawab pertanyaan dari Lendra karna dirinya juga tidak mengetahui status dari hubungannya bersama Haykal.
__ADS_1
"Mengapa diam? Kamu ada main dengan Haykal di belakang Aurel”. Tanya Lendra serasa memojokkan Aleta
Sedangkan wanita cantik itu terlihat bingung karna Lendra belum mengetahui status hubungan Haykal yang sudah putus dengan Aurel.
"Katanya kalian ini bersahabat mengapa masih tidak mengerti masalah sahabatnya sendiri".
"Maksud kamu?".
"Antara Haykal dan Aurel".
"Ada apa dengan mereka?".
"Sudahlah tanyakan saja pada sahabatmu aku tidak pantas menjawabnya".
"Seberapa dekat kamu dengannya sehingga Haykal menceritakan masalahnya padumu?".
Aleta pun kehabisan kata-kata dirinya tidak bisa menjawab pertanyaan Lendra untuk yang kedua kalinya hingga teriakan Airin pun tidak ia dengar.
Berkali kali Airin berteriak memanggil nama kakaknya namun sang kakak tidak menjawab karna melamun hingga akhirnya Airin lari ke teras untuk memberitahu sesuatu.
"Kakak gak dengar aku teriak-teriak".
"Haa ada apa?”. Seru aleta tersadar dari lamunannya
"Ponsel kakak tidak berhenti berdering dari tadi, aku yang tidak bisa tidur karna bunyinya".
"Dari siapa?".
"Entahlah, dilayar tertera nama HAYKAL”. Jawabnya polos
Deg
Hatinya merasa tidak enak kepada Lendra karna baru saja ia membahas tentang dia dan kini dirinya tengah dihubungi lelaki tampan itu seakan ada magnet yang kuat menyatukan keduanya.
"Aku pulang dulu".
"Lendra kamu mau ke mana, aku belum membuatkanmu minum".
"Tidak usah, jawab saja panggilanmu kukira itu lebih penting”. Seru Lendra meninggalkan tempat ale dan diiringi tatapan melongo dari Airin.
"Aku sungguh tidak mengerti masalah orang dewasa”. Seru Airin dan beranjak pergi.
Sedangkan aleta yang merasa tidak enak hati itu pun merasa gelisah, bukan maksudnya membuat luka hati Lendra tetapi ia hanya bingung harus bersikap bagaimana hingga panggilan Haykal pun tidak dia jawab dan membiarkan ponsel miliknya terus berbunyi.
*
*
*
*
*
*BERSAMBUNG.
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR YA BESTI😍😍😍😍