
Hari dengan cepat berlalu hingga tak terasa kehamilan aurel pun sudah berusia 20 minggu. Pagi itu aurel meminta reno untuk mengantarnya memeriksa kandung dan permintaan itu mendapat anggukan dari sang suami hingga mereka berdua pergi bersama.
"Selamat pagi nyonya aurel, bagaimana kabarmu hari ini?".
"Kabar saya baik dok. Maaf bulan lalu aku tidak memeriksakan kandunganku karena sedang tidak berada di kota ini".
"Iya nyonya tak apa. Tapi lain waktu harus rutin sesuai jadwal".
Sang dokter pun mengatakan jika bayi dalam kandungan aurel itu sehat hingga tiba tiba reno memasuki ruangan untuk menemani aurel didalam.
"Mengapa kau masuk?".
"Aku hanya ingin melihat anakku!".
Ucapan reno itu membuat aurel tercengang namun ia bisa memahami jika reno melakukan itu karena mungkin untuk menutupinya dari semua orang. Jujur dalam hati aurel ia merasa sedih sudah seumur jagung tetapi reno masih belum mendapatkan haknya sebagai seorang suami, tetapi apa boleh buat hatinya masih belum bisa melakukannya dengan reno hingga ia berjanji pada dirinya sendiri untuk belajar menerima reno apa adanya.
"ha? Apakah dokter serius?".
"Iya tuan".
Reno tampak sangat bahagia karena mendengar jika bayi dalam kandungan aurel itu berjenis kelamain laki laki hingga ia tersenyum simpul dan spontan memeluk sang istri tanda ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
Dari dulu ia mendambakan seorang adik laki laki tetapi ia tak pernah mendapatkannya. maka dari itulah ia menganggap haykal seperti adiknya sendiri dan sekarang karena kebaikan hatinya tuhan menghadiahkan seorang bayi laki laki untuknya.
Setelah selesai memeriksakan kandungan ia mengajak aurel untuk berbelanja kebutuhan bayi dan dengan antusias keduanya melakukan beberapa transaksi.
Setelah puas berbelanja aurel mengajak reno untuk segera pulang karena rasa lelah yang menghampirinya membuat dirinya ingin merebahkan tubuh diatas kasur empuk miliknya.
"Apa kau senang hari ini sayang? Ibu dan ayah telah berbelanja berbagai macam baju dan mainan untukmu. Kapan kau akan keluar ayah tidak sabar ingin bermain ". Seru reno sembari mengusap perut aurel seakan ia sedang berbicara dengan bayi itu. Tetapi anehnya bayi laki laki yang berada dalam rahim aurel itu justru menendang saat tangan reno menyentuh perut aurel dan disanalah reno yakin jika calon bayinya itu mendengarkannya.
Aurel tersenyum memandang kearah reno dan mengatakan jika nanti setelah bayi ini lahir dia pasti sangat menyayangimu, karena kau juga tulus menyayanginya meskipun bayi ini tak memiliki hubungan darah denganmu.
"Aku akan menerima nya seperti anak kandungku sendiri, kau tak perlu khawatir". Seru reno sembari memeluk aurel untuk menenangkannya.
Disisi lain haykal membawa aletta pulang kerumah tetapi saat kedua remaja itu mengucap salam tak ada balasan dari tuan rumah hingga keduanya masuk dan menemukan sebuah surat disana.
*haykal jika kamu pulang dan tak menemukan ayah bunda kau jangan khawatir, kita sedang mengunjungi nenek di jawa tengah. Kau tidak perlu menunggu kami karena besok pagi kita akan kembali. Maaf tak sempat berpamitan padamu secara langsung.*
Pesan itupun disampaikan bunda agar haykal tidak khawatir, sedangkan aletta terus memandang sang kekasih dengan tatapan aneh karena terbayang hal yang mungkin terjadi saat seorang sepasang kekasih berada dalam rumah yang sepi.
__ADS_1
"Aleta? Aleta? Aleta?".
Beberapa kali haykal memanggil tetapi sang kekasih tak merespon sapaannya hingga tiba tiba ia terkejut dan mengatakan maaf.
"Apa yang sedang kamu pikirkan sehingga membuatmu melamun?".
"Tidak".
"Kamu tidak membayangkan sesuatu kan?".
Duuuooooorrrrrrrr...
"Aaaaaaa". Aletta berteriak karena sangat terkejut.
Diluar rumah nampak petir sedang menyambar ternyata dari tadi hujan telah membasahi bumi tanpa keduannya sadari hingga membuat lampu rumah menjadi padam.
"Astaga mengapa listriknya mati?".
"Haykal aku takut".
"Tenang ya sayang ini kan masih sore jadi biar ku cari lilin untuk penerangan petang nanti".
"Ternyata sudah dari kecil kamu pandai bermain basket ya??".
"Bukan cuma pandai bermain basket, tetapi dari kecil pun aku sudah tampan".
Seketika aletta memalingkan wajah mendengar seruan konyol yang haykal sampaikan hingga ia menemukan sebuah surat cinta dirak milik haykal.
"Surat cinta?".
Dengan spontan haykal merebutnya dari tangan aleta namun wanita cantik itu dengan cepat menemisnya hingga membuat keduanya saling berebut.
*Aku tidak mengerti tentang dunia ini begitu juga dengan perasaanku. Aku menemukanmu di setiap malamku dan aku mencarimu di setiap terangku....*
"Ale hentikan". Teriak haykal merasa malu karena sang kekasih memergoki surat cintanya hingga dengan sengaja membaca satu persatu bait puisi cinta masa lalu haykal sembari terus merebutnya.
*Kamu yang selalu terlintas dipikiranku. Kamu juga yang telah mengubah duniaku. Mungkin kau tak menyadarinya hingga kamu mengabaikanku..".
"Ale".
__ADS_1
*Tapi ketahuilah saat ini aku sungguh sungguh menyukaimu, ingin selalu ada disampingmu dan seterusnya mendampingi hidupmu*.
Bait terakhir isi dari surat itu membuat aletta terdiam hingga haykal dapat merebutnya dan membuangnya ke tempat sampah.
"Apa kau ingin hidup bersamanya seumur hidupmu? Siapa perempuan itu? Apa kau masih mencintainya?".
"Ale, apa kamu tidak melihat jika itu kenangan saat aku masih smp?. Bahkan jati diriku saja aku belum menemukannya mana mungkin saat itu aku berpikir jauh".
"Tapi jika itu menjadi kenyataan, bagaimana denganku?".
Ucapan aletta itu membuat haykal terdiam dirinya juga bingung harus menjawab apa hingga keheningan pun terjadi.
Duuuoooorrrrrrrr...
Kilat petir untuk yang kedua kalinya menyambar tetapi kali ini tak membuat aletta terkejut. Ia membaringkan tubuh di atas kasur milik haikal dan menutupi dirinya dengan selimut sampai ia tak terlihat. Wanita cantik itu menyembunyikan tangisannya dibalik selimut hingga berharap haykal tak melihatnya. Namun sayang suaranya terdengar jelas ditelinga sang kekasih hingga lelaki tampan itu menghampirinya.
Haykal juga membaringkan tubuh di belakang sang kekasih hingga mengatakan jika semuanya akan baik baik saja dan aku selamanya akan berada disampingmu seperti ini.
Seketika aletta membalikan badan, berhadapan dengan sang kekasih yang sudah menatapnya dengan tajam hingga keduanya saling beradu pandang.
Tangan haykal perlahan menyentuh pipi putih aleta dan menyapu sisa air matanya disana.
"Sayang, apa kamu tahu? Seberapa besar cinta yang kumiliki untukmu". Seru haykal diiringi gelengan kepala dari aleta.
"Sangat besar!!! Melebihi cinta untuk diriku sendiri. Kamu tak perlu mengkhawatirkan perasaanku karna seutuhnya hati ini hanya untuk mu. Kamu mampu melumpuhkan jiwa ini bahkan membuatku cinta mati padamu".
Setelah haykal melanjutkan ucapannya aleta nampak tersenyum bahagia hingga memberanikan diri mencium bibir lembut sang kekasih dan perlakuan itu membuat haykal terkejut.
Tak sampai disana setelah aletta melepaskan ciumannya justru haykal merasa ingin melakukannya lagi hingga ia menarik sang kekasih di dalam pelukannya dan mulai menciumnya kembali, namun kali ini haykal melakukannya dengan sangat dalam hingga hasrat keduanya merasa terpancing.
Aletta mulai menyadari jika ada semacam benda yang bergesekan dengan tubuhnya tetapi tidak mengetahui benda apakah itu justru ia menikmatinya. Suara hujan pun tak menghentikan ciuman haykal pada aleta justru menambah hangat saat cuaca sedang mengepakan sayap dinginnya.
*
*
*
*BERSAMBUNG...
__ADS_1