
"Bagaimana jika sekarang kita bicara kepada kedua orang tua ku”. Seru Raisa
"Untuk apa?".
"Untuk melamarku, tunggu apa lagi kita sama-sama sudah mengetahui isi hati masing-masing jadi untuk apa ditunda lagi".
"Jangan sekarang Raisa, tunggu esok hari ya lagi pula ini sudah hampir larut malam kamu istirahat dulu lihat mata kamu sudah bengkak seperti itu”. Seru Aditya sembari menyentuh pipi Raisa
"Iya aku mengerti, kalau begitu aku pulang dulu ya terima kasih hari ini sudah membuatku sangat bahagia”. Seru Raisa sembari beranjak dari duduknya dan lekas meninggalkan taman itu.
Disisi lain ada Aditya sang sedang gelisah, dirinya sangat kebingungan dengan hatinya buru-buru ia meninggalkan tempat itu dan lekas menemui sang papa.
"Assalamualaikum, pah papah pah papah”. Seru Aditya sembari mencari keberadaan sang papa
"Walaikum salam, ada apa dit mengapa kamu teriak-teriak seperti itu".
"Adit mau nikah pah".
"Haa? Jangan bercanda kamu”. Jawab pak adam terkejut mendengarnya
"iya pah Adit serius, besok papa antar Adit ke rumahnya ya pah untuk melamar".
"Astaga dit jangan main-main kamu, wanita mana yang ingin kamu lamar sedangkan kamu tidak pernah dekat dengan wanita mana pun setahu papa".
Adit pun berusaha menjelaskan kepada sang papa dan mulai jujur tentang wanita yang bernama Raisa, walau awalnya pak adam merasa masih bimbang namun perlahan mengerti tentang masalah yang menimpa anak sulungnya.
"Baiklah besok papa antar kamu tapi malam ini kamu sholat istiqoroh dulu ya, minta petunjuk apa benar dia adalah jodoh kamu”. Nasehat sang papa
"Iya pah tetapi bagaimana dengan mamah?".
"Nanti biar papa yang bicara dengan mama".
"Makasih pah”. Seru Adit
Setelah Adit kembali ke kamarnya segaralah pak adam juga memasuk i kamar pribadinya dirinya tiba-tiba merasakan sesak didadanya sembari mata berkaca kaca mengingat ucapan Adit ingin meminang wanita yang telah lama mencuri perhatiannya itu.
"Rasanya sulit dipercaya ternyata anakku sudah sedewasa ini, aku sangat tidak menyangka jika sebentar lagi akan menjadi seorang mertua”. Gumam pak adam sembari merebahkan tubuh diatas kasur miliknya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Ngancar,Kediri
Dirumah sakit Aurel yang masih terbaring lemah itu pun mulai merasa bosan. Kesepian dalam hatinya kini bertambah tak karuan ketika sosok pria tampan yang 7 bulan terakhir telah mengisi harinya kini pergi meninggalkannya hingga seseorang membuyarkan lamunannya.
"Aurel”. Seru yongki tiba-tiba
"Kak yongki?".
"Bagaimana keadaan kamu?".
"Sudah membaik, tapi bagaimana bisa kakak masuk sini kalau mamah tahu bagaimana?".
"Mamamu sedang keluar jadi dengan cepat aku masuk sini".
__ADS_1
Mereka pun mengobrol santai dan sesekali melempar canda tawa yang membuat suasana ruang itu terasa hangat namun di tengah candaan mereka seseorang mengetuk pintu dari luar.
Tokk. Tokk...tokk
"Assalamualaikum".
Sontak saja membuat dua orang yang tadinya sedang bercanda itu merasa terkejut dan membalikkan badan mengarah ke pintu.
"Haykal, ngapain kamu disini?” tanya yongki
"Aku ingin menjenguk Aurel”. Seru Haykal
"Aurel sedang tidak ingin menerima tamu".
"Lalu kau disini untuk apa jika bukan bertamu”. Sindir Haykal
Mata yongki membulat sempurna dengan memancarkan amaran yang kemarin belum sepenuhnya tersalurkan. Dirinya mendekati Haykal berdiri dan memegang kerah baju Haykal namun dibalas tatapan tajam dari Haykal.
"Kau dengar baik-baik, aku tidak mengizinkanmu melukai Aurel lagi".
"Kau tidak usah khawatir aku sudah tidak ada hubungan apa pun dengannya justru aku ingin memberitahunya jika aku mencintai Aleta”. Ucap Haykal lantang
Ungkapan isi hati Haykal itu membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut termasuk Aurel, dirinya tidak menyangka jika Haykal akan secepat itu mengatakannya dan kini kebencian terhadap Aleta kian bertambah besar.
"Berani sekali kau berbicara seperti itu dihadapkanku kal, kau tidak memikirkan perasaanku saat ini?"
"Aku hanya ingin berkata jujur padamu"
Ketika mata Aurel mengarah kearah Aleta dengan cepat dirinya mendorong tubuh Aleta hingga terjatuh yang membuat Haykal terkejut dan marah kepada Aurel
"Apa yang kamu lakukan? Mengapa kau melakukan itu”. Maki Haykal kepada Aurel namun dengan cepat yongki membela Aurel.
"Kau yang pengecut, beraninya kau **** seorang wanita". Hardik yongki
"Kau boleh sesuka hatimu membenciku rel tetapi jangan sekali kali kau melukai Aleta bahkan menyentuhnya”. Ucap Haykal sembari membantu aleta berdiri
Keributan yang terjadi didalam ruangan tersebut membuat Monika terusik dan akhirnya ia memasuki ruang rawat Aurel namun alangkah terkejutnya dirinya melihat banyak sekali orang didalam.
"Ada apa ini?”. Seru Monika
Tidak ada jawaban dari mereka namun Aurel yang merasa hancur itu berlari kearah sang mama dan menangis di pelukaannya.
"Aku benci mereka mah mereka jahat".
“Ada apa sayang siapa yang jahat?”. Tanya Monika bingung namun tidak ada jawaban dari anak sulungnya dan hanya tangisan yang tersisa.
"Haykal tante dia melukai hati Aurel lagi”. Seru yongki
"Diam kamu, mengapa kau bisa disini siapa yang mengizinkan kau datang kemari ha?”. Hardik Monika pada yongki
"Haykal tante ingin bicara dengan mu namun hanya bertiga, tante, kamu dan Aurel saja". Seru Monika
"Tidak tante, biarkan aleta...!!!!". Belum sempat Haykal melanjutkan ucapannya Aleta menarik tangan Haykal dan menganggukkan kepala tanda ia setuju memberikan waktu mereka untuk berbicara.
__ADS_1
"Tapi Al?”. Seru Haykal pada aleta
"Tak apa, aku tunggu diluar”. Seru Aleta meyakinkan Haykal dan melangkahkan kaki keluar ruangan disusul yongi mengikuti ale keluar ruang inap Aurel.
Diluar Aleta duduk dikursi tunggu tiba-tiba yongki datang menghampiri dirinya.
"Tante Monika pasti tidak akan membiarkan mereka putus, ada banyak cara yang akan dia lakukan untuk menyatukan mereka kembali aku yakin itu".
"Mungkin, tetapi aku sangat percaya dengan Haykal".
"Kau yakin?".
"Tolong jangan mencoba mempengaruhi diriku karna itu percuma".
"Kau benar-benar sangat keras kepala, kita lihat nanti siapa yang akan terluka”. Seru yongki
Sedangkan didalam ruangan Haykal mengambil kursi dan duduk berseberangan dengan kedua wanita itu.
"Mengapa kau seperti ini kepada Aurel kal? Apa salahnya”. Seru Monika
Haykal pun mulai menjelaskan semua yang terjadi dirinya juga menjelaskan diantara hubungan keduanya tidak tersirat sedikit pun kebahagiaan melainkan saling melukai satu sama lain namun Aurel yang merasa itu tidak adil baginya hanya bisa menangis sembari mendengar ungkapan hati mantan kekasihnya itu.
"Lalu bagaimana denganku kal, kau tega aku menjadi bahan omongan satu sekolah"
"Aurel dengarkan aku, aku berjanji akan tetap menjadi teman baikmu didalam maupun diluar sekolah kau tidak perlu khawatir mereka tidak akan berani macam-macam denganmu walau pun kita tidak bersama lagi"
"Untuk yang terakhir kali ya aku ingin kau berjanji padaku agar tidak memberitahukan kepada siapa pun tentang perpisahan kita ini hingga mereka mengetahuinya sendiri"
"Tolong lah kal, kasihan Aurel kondisinya masih belum stabil bagaimana mentalnya jika dirinya tertekan oleh keadaan"
"Baiklah tante aku setuju tetapi kamu rel juga harus berjanji untuk jauhi Aleta dan tidak melukainya lagi".
"Janji".
*
*
*
*
*BERSAMBUNG...
__ADS_1