CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 58-CALON ISTRIKU


__ADS_3

Aleta pun menangis sejadi jadinya karna ia tidak menemukan Haykal, pikirannya pun kacau karna yongki telah tega menyerangnya tanpa tahu apa alasannya.


Sedangkan didalam kelas yongki tersenyum puas karna aksi balas dendamnya itu mengenai sasaran, dirinya tidak memedulikan jika kini semua siswa menggunjingnya.


Bagi dia semua itu hanya lelucon hingga ia kembali duduk dibangku dan salah satu temannya bertepuk tangan atas aksinya.


"Gila loe berani banget".


"Apaan sih gue kan gak sengaja"


"Gak sengaja gimana, loh gak lihat tuh anak baru sampai pingsan".


"palingan juga caper”. Jawabnya santai diiringi galengan kepala dari teman temannya


Tak berselang lama saat teman-teman yongki meledeknya dari arah luar nampak ketua osis juga wakilnya memasuki kelas dua belas dan menghampiri kerumunan itu.


"Kembali ke bangku masing-masing”. Bentak Imelda


Suara perintah dari Imelda membuat orang-orang yang berkerumun itu menoleh kearahnya, sesaat yongki terkejut melihat Haykal berada dikelasnya dengan tatapan yang penuh kemarahan seakan ingin menerkam dirinya diikuti bubarnya kerumunan itu.


Tanpa basa basi Haykal mendekati bangku milik yongki sembari bertanya apa maksud dari semua ini dan menuduh yongki sebagai pengecut jika ini adalah aksi balas dendam karna kejadian semalam, namun lagi-lagi yongki menjawab jika dirinya tidak sengaja melakukan hal itu hingga Haykal tidak mampu lagi menahan emosinya dan menendang bangku milik yongki


BRUUUKKKkkkkkkk


"Jika kau dendam padaku hadapi aku buka membalas dendam pada orang lain,PENGECUT".maki Haykal sembari memegang kerah baju milik yongki


Emosi yongki pun mulai tak tertahankan lagi dikala Haykal terus menerus mengatainya pengecut dan lekas membalas ucapan wakil ketua osis itu


"Jika aku pengecut apa bedanya denganmu, kau juga mengikuti mantan kekasihmu dan itu bertanda  kau belum bisa MOVE ON darinya, lalu jika aku melukai aleta mengapa kau sangat marah”. Seru yongki dengan lantang dan menepis tangan Haykal dari bajunya.


"Aku ingatkan padamu sedikit pun aku tidak peduli denganmu ataukah Aurel lagi terserah apa yang ingin kau lakukan sekarang, tetapi jangan mencoreng nama baik sekolah dan satu hal lagi jangan sekali kali kau melukai bahkan menyentuh aleta PAHAM".


yongki yang tidak suka dengan ucapan Haykal itu langsung melayangkan pukulan namun Haykal berhasil menghindarinya dan terjadilah perkelahian disana hingga kehebohan pun terjadi.


Seluruh siswa pun berhamburan melihat kejadian dimana Haykal dan yongki berkelahi pasalnya Haykal bukanlah tipe cowok yang suka dengan perkelahian kalau tidak merasa terusik.


Aurel, cika dan teman-teman yang lain pun berlari mendekati pertengkaran itu terlihat Imelda kualahan melerai keduanya karna masing-masing sedang terbawa emosi yang cukup dalam.


Disisi lain tiba-tiba bunga mendatangi UKS dan mengatakan pada mereka yang berada disana jika Haykal dan yongki bertengkar sontak saja membuat semuanya terkejut dan berlari ke kelas dua belas.


"Ale kau disini saja, tubuhmu masih lemas”. Seru Diandra


"Mana bisa aku tenang di, aku khawatir dengan Haykal”. Serunya sembari mencoba berjalan pelan-pelan menuju kehebohan itu dan akhirnya dibantu oleh Diandra.

__ADS_1


Sesampainya disana aleta kesulitan masuk ke dalam karna padat siswa yang ingin melihat pertengkaran itu namun dengan hati-hati ia mampu menerobos kerumunan itu dan mendekati Haykal.


"Haykal. Haykal dengarkan aku, cukup kal hentikan”. Seru aleta lirih sembari memegangi lengan Haykal untuk melerai


Mendengar suara kekasihnya membuat Haykal tersadar dari emosinya dan ia lekas menoleh kearah sumber suara itu, melihat aleta berada disana sedikit menenangkan hatinya segeralah ia meraih tubuh aleta dan memeluknya namun saat Haykal lengah yongki segera melayangkan pukulan kearah punggung Haykal dengan cepat Lendra menepisnya.


"Apa kau belum puas dihajar tadi malam hingga kau ingin aku menghajarmu lagi disini ha?”. Maki Lendra dengan tatapan kesal


Guru pun datang melerai mereka hingga keduanya dibawa keruang guru dan beberapa pertanyaan pun dilontarkan oleh guru BK namun keduanya hanya terdiam tak memberi penjelasan yang membuat guru itu merasa geram.


"Ibu sangat heran pada kalian berdua jika memang kalian tidak bisa menjelaskan mengapa ada perkelahian, apalagi kamu yongki sebagai siswa kelas  dua belas seharusnya kamu fokus dengan ujianmu bukan melakukan hal kriminal seperti ini dan juga kamu kal sebagai wakil ketua osis harusnya kamu memberikan contoh yang baik pada siswa yang lain”. Nasehat sang guru BK pada keduanya


Haykal pun tetap dalam diam karna dia tidak tega mengatakan hal yang sebenarnya, membiarkan mereka tahu dengan sendirinya perbuatan yongki dan Aurel, tangannya menggenggam jari jemari aleta dengan sangat kuat seakan tidak mau untuk dipisahkan hingga para guru melihatnya dan menegur keduanya.


"Kalian tahu ini ruang BK, jadi tolong yang tidak berkepentingan silakan keluar”. Sindir salah satu guru


Mendengar perintah dari sang guru beberapa siswa yang tidak memiliki kepentingan disana pun mulai beranjak dan meninggalkan ruangan itu termasuk aleta namun Haykal menahan tangan kekasihnya


"Jangan pergi temani aku disini".


"Apa yang kau lakukan kal?” hardik salah satu guru itu


"Aku ingin aleta berada disini, jika dia pergi aku juga akan meninggalkan ruangan ini”. Seru Haykal lantang


Tanpa sepatah kata Haykal beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan itu sembari menarik aleta untuk ikut bersamanya dirinya tidak peduli dengan statusnya lagi sebagai wakil ketua osis.


Mereka berdua berjalan memasuki kelas dan Haykal mengemas buku aleta yang ada diatas meja seraya membawa tas kekasihnya itu diikuti tatapan bingung dari semua murid yang ada dikelas tersebut hingga mereka  berlalu pergi.


"Kita mau ke mana kal?".


"Kau mencintaiku bukan?, ikut saja denganku”. Serunya datar diiringi langkah kaki meninggalkan sekolah tersebut.


Haykal pun membawa kekasihnya itu menuju kantor perkebunan milik keluarganya dan sesampainya disana aleta merasa terkejut dengan apa yang ada di hadapannya.


"astaga, besar banget perkebunan milik keluarga kamu ini".


"Hemm, apa kau ingin masuk ke dalam?".


Aleta pun menganggukkan kepala tanda ia setuju dirinya tidak sabar melihat ke dalam perkebunan itu.


Haykal mengajak aleta menyusuri setiap ruangan hingga membuat wanita cantik itu merasa kagum dan tidak sengaja ia bertemu paman andi dilorong kaca.


"Tuan muda siapa yang kau bawa".

__ADS_1


"ada apa, apakah aku harus memberitahumu siapa dia?".


"Maaf tuan tidak seharusnya tuan muda membawa orang asing masuk kesini, ini terlalu privasi".


"Dia bukanlah orang asing, melainkan calon istriku”. Seru Haykal dengan lantang seketika membuat paman andi terdiam diiringi tatapan terkejut dari aleta


Segeralah Haykal membawa aleta masuk ke dalam ruang pribadinya sembari duduk diatas sofa mewah di ruangan itu.


"Sayang".


"Hemm”. Jawab aleta manja


"Duduklah".


Aletapun lekas menuruti perintah dari kekasihnya dan duduk di samping lelaki tampan itu, ale juga bertanya mengapa tiba-tiba Haykal ada disekolah dan ternyata Imelda menghubunginya untuk memberi tahu jika kekasihnya itu sedang pingsan karna ulah yongki segeralah Haykal meninggalkan kantornya dan menuju kesekolah.


Haykal membelai lembut pipi putih aleta namun kegiatan itu dihentikan ketika ia melihat pelipis mata aleta yang membiru bekas benturan keras bola yongki.


Dirinya merasa sangat bersalah karna tidak dapat menjaga aleta dengan baik hingga ia mengatakan maaf untuk ke sekian kali kepada aleta namun wanita cantik itu justru membalasnya dengan senyuman dan mengatakan jika ini bukan salahnya hingga ia tidak perlu meminta maaf kepadanya.


*


 


*


 


*


 


*


*


 


*BERSAMBUNG.


 


 

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNG AUHOR YA DENGAN CARA VOTE,LIKE DAN TINGGALKAN KOMENTAR😍😍😍😍


__ADS_2