
Mentari pagi mulai menunjukkan sinarnya, cahayanya mulai menyinari indahnya bumi, sapa an hangat datang darinya ditambah hembusan angin menyapu udara.
Susana yang indah itu seakan membangkitkan energi seluruh siswa untuk berangkat kesekolah. Dari arah gerbang tampak satu persatu siswa mulai memasuki area sekolah dengan semangat.
"Lendra?". Sapa Diandra
"Eh kalian". Jawabnya sembari melihat keempat wanita cantik menghampiri mereka.
"Kamu sudah sembuh len?". Seru Aleta
"Alhamdulillah sudah Al!!!, ini juga karna doa dari mu kan". Goda Lendra pada Aleta.
"Bisa aja kamu". Seru Aleta
Perhatian demi perhatian terus Lendra lontarkan untuk mendapat respons baik dari wanita incarannya itu namun sayang, Diandra menghentikan percakapan mereka dengan berdehem.
Aleta sendiri menyadari jika wanita mungil di samping nya itu tengah cemburu dengannya sehingga ia memilih untuk menghentikan percakapan dengan Lendra namun ketika dirinya ingin melangkah kan kaki dari arah belakang ia mendengar suara motor memasuki area sekolah yang ternyata Haykal dan Bara sehingga ia menghentikan langkahnya.
"Wah kalian pada ngapain kumpul disini?". Seru Bara
"Yang pasti tidak nunggu kamu ya". Seru Tasya mengejek
"Ada kok yang nungguin aku". Timpal Haykal tiba-tiba yang membuat Aleta membulatkan matanya dengan sempurna.
"Siapa?". Jawab mereka penasaran
"Pada Kepo banget sih, yang pasti bidadari yang telah mencium gue semalam”. Seru Haykal sembari tersenyum penuh arti namun disambut tatapan bingung dari semua orang.
"Sadar, jangan ngaco mana ada bidadari nyosoran”. Seru Diandra
"Iya, pasti loh mimpi”. Sindir mereka
Tawa mereka pun pecah saat mengolok olok Haykal karna baru dicium bidadari di malam hari namun Aleta yang mengetahui maksud dari ucapan Haykal hanya tersenyum melihat tingkah Haykal seperti anak kecil yang baru saja mendapat permen.
Sejak saat kejadian itu sahabat Haykal dan sahabat Aleta yang awalnya tidak saling tegur sapa kini mereka menjadi akrab dan bersama sama melanjutkan langkahnya menuju kelas yang bersebelahan itu diiringi tatapan mata seluruh siswa yang merasa heran mengapa mereka menjadi akrab layaknya seorang besti.
Kriiinggg...kriiinggg. Kriiinggg
Jam istirahat pun telah tiba dimana seluruh siswa diperbolehkan keluar kelas untuk bersantai sebelum kembali melanjutkan kegiatan belajar.
Di kantin sekolah tampak Haykal, bara dan Lendra sedang asyik menikmati makanannya. Dari ujung pintu ada Aleta dan tiga sahabatnya melangkah memasuki kantin tersebut namun ketika mereka masih kebingungan mencari tempat duduk Lendra menawarkan agar merek bergabung dimejanya.
"Memangnya tidak papa kita duduk disini". Seru Diandra
"Enggak papa kok, duduklah". Seru Lendra
Mereka semua telah duduk dibangku masing-masing nampak Lendra sedikit kecewa karna tidak bisa duduk disebalah aleta melainkan Diandra lah yang sangat antusias duduk disebalah dirinya.
__ADS_1
Di tengah mereka asyik bercanda dan melempar tawa ada 2 sahabat Aurel menghebohkan kantin dengan ucapannya sembari menghampiri cika yang duduk di meja disebelah meja Haykal.
"Cika apakah benar jika Aurel masuk rumah sakit?”. Seru Fany
"Tanyakan saja pada pacarnya mengapa bisa Aurel masuk ke rumah sakit”. Ucap cika tersenyum getir dengan suara lantang diiringi tatapan mata semua orang yang ada di kantin kearah Haykal duduk.
"Bukannya kau sepupunya, mengapa harus aku yang menjelaskan”. Seru Haykal tanpa memandang cika namun dirinya lebih memilih memandangi Aleta
"Kau yang semalam bertemu dengannya bukan dan setelah bertemu dengan mu dia masuk rumah sakit. Apa yang sebenarnya kau lakukan, apa kau ingin membunuhnya demi..!!!!". Belum sempat cika melanjutkan ucapannya, Haykal yang tadinya tengah menyantap makanannya tiba-tiba menghentikan suapannya dan membanting sendok ke atas meja yang membuat semua orang terkejut.
Prriiiaaannggggg...!!!!
Suara itu membuat semua orang mengarahkan pandangan ke Haykal namun lelaki itu tampak memasang mata merah tanda ia sangat marah dengan ucapan cika, dengan cepat aleta mengalihkan perhatian Haykal agar laki-laki itu tidak membuat kekacauan di kantin sekolah.
"Oh iya kal aku baru ingat kalau kamu janjikan mau tunjukkan buku novel yang bagus buat aku, coba kita cari saja sekarang mumpung belum masuk”. Seru aleta sembari beranjak dari duduknya dan menarik tangan Haykal untuk pergi menjauh dari kantin itu.
Semua yang ada di kantin melogo melihat aksi Aleta yang membuat orang salah paham lagi terhadapnya namun Aleta berpikir yang terpenting saat ini adalah mengendalikan emosi lelaki tampan yang tengah berjalan mengikuti dirinya hingga mereka berhenti di taman sekolah.
"Sudah ya jangan marah lagi, aku gak mau kamu terpancing omongan cika”. Seru aleta sembari menggenggam tangan Haykal
"iya, maaf jika membuat mu khawatir lain kali aku akan lebih mengontrol emosiku agar tidak terpancing dengan wanita licik itu”. Seru Haykal menurut diiringi anggukan dari aleta.
"Hari ini kau bisa temani aku tidak?”. Tanya Haykal
"Kamana?".
Emmm. Tapi gimana kalau dimarah melihatku datang bersama mu".
"Tak usah khawatir, kan ada aku".
"Ya sudah nanti aku temani kamu”. Jawab aleta sembari tersenyum manis kearah Haykal.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Semarang, Jawa tengah
Raisa sedang menangis tersedu sedu diatas kasurnya meratapi nasibnya yang pilu. Wanita yang memiliki paras cantik ini sedang dirundung gelisah tak kala kedua orang tuanya ingin segera melihatnya menikah sedangkan dirinya tidak memiliki kekasih. Satu satunya harapan dirinya adalah Aditya, agar dia tidak dinikahkan oleh lelaki pilihan kedua orang tuanya.
Malam itu Adit sudah menunggunya di sebuah taman, Raisa mengatakan ingin bertemu dengan dirinya dan tak berselang lama Raisa menghampiri Adit yang duduk dikurusi taman.
"Hay dit". Sapa Raisa
"Raisa duduklah!!!ada hal apa tiba-tiba kau ingin bertemu denganku".
"Aku ingin jujur padamu sekarang".
__ADS_1
"Maksudnya".
"kau tahu selama ini aku tersiksa dengan perasaanku karna aku mencintaimu".
Deg..
Nafas Adit seakan berhenti sejenak saat mendengar pernyataan itu, tidak biasa Raisa seperti itu namun kali ini wanita itu mengungkapkan perasaannya kepada dirinya.
Jauh didalam hati Aditya dirinya mungkin lebih dulu menyukai Raisa tetapi tidak berani mengatakan kepadanya takut jika wanita cantik itu menolaknya.
"Tolong jangan bercanda!!!".seru Adit masih tidak percaya
Ucapan Adit barusan membuat Raisa marah kepadanya bagaimana tidak dirinya yang sudah memberanikan diri mengungkapkan perasaannya namun dianggap bercanda oleh lelaki tersebut hingga ia menceritakan mengapa ia bisa berbicara seperti itu padanya.
"Apa? Kamu mau dijodohkan”. Seru Aditya namun dibalas tangisan oleh Raisa.
Hatinya sangat sakit jika harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karna dia tidak memiliki pilihan lain.
Melihat Raisa terpuruk seperti itu membuat Adit juga merasakan sesak dihati. Baru pertama kalinya ia melihat Raisa hancur seperti itu, gadis yang biasanya ceria dan penuh energi kali ini lemah tak berdaya dan hanya air mata yang tersisa.
"Jauh sebelum engkau mengatakannya, aku lebih dulu mencintai mu Raisa”. Seru Aditya lembut sembari memeluk wanita yang tengah menangis itu.
Mendengar ucapan Adit barusan membuat Raisa berhenti menangis, ia merasa ada harapan untuk tidak menerima perjodohan ini.
"Benarkah, lalu mengapa kau menyembunyikannya dariku? Mengapa kau tidak mengatakannya. Kau tahu aku sangat menunggu ungkapan dari hatimu itu".
"Bukan hal mudah untuk ku meminang seorang putri sepertimu, kau begitu sempurna dimataku dan itu membuat diriku minder".
"Kau salah, bukan kekayaan atau pangkat yang aku cari tetapi laki-laki yang tulus dan bertanggung jawab sepertimu yang aku nanti".
Namun Aditya diam tidak membalas pertanyaan Raisa hingga wanita cantik itu mengatakan sesuatu yang membuat Aditya melongo,
*
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG.....!!!!