CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 133-KEMARAHAN AIRIN


__ADS_3

"Sial, kita kehilangan mereka".


"Aku akan minta bantuan pada yang lain".


Adit pun mengambil ponsel dan melaporkan semuanya kepada kepala polisi, mereka pun menunggu kedatangan bantuan itu sembari kembali keruangan mama helena.


"Sayang apa kau terluka?".


Aletta hanya bisa menggelengkan kepala tanda wanita cantik itu masih shock dan wajah yang memucat menandakan jika dirinya sedang tidak baik baik saja. Haikal duduk disebelah aleta dan langsung memeluknya hingga beberapa orang satpam berlarian kerah mereka sembari bertanya.


"Apa yang terjadi, saya mendengar jika ada sebuah tembakan dari sini".


"Dari mana saja kalian, dan apa tugas kalian disini? Hal semacam itu sampai lolos dari penjagaan kalian semua. Saya pasti akan bilang pada pimpinan rumah sakit ini agar kalian pecat".


Wajah kelima satpam itu memucat, adit benar benar marah dengan mereka. Untuk kedua kalinya mereka lalai dalam bertugas.


"Maafkan saya pak, saya benar benar tidak tahu".


"Ya, itu kebodohan kalian".


Kelima satpam itu pun berusaha meminta maaf kepada keluarga adit dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi hingga beberapa orang polisi pun menghampiri mereka.


"Siap, komandan adit".


"Maaf mengganggu tugas kalian tapi aku sangat membutuhkan bantuan. Adikku baru saja mendapat serangan dari beberapa orang misterius, aku ingin kalian membantu saya mencari dimana keberadaannya. Saya rasa dia tidak jauh dari sini".


"Dengan senang hati, itu sudah menjadi tugas kami".


"Kak adit aku pamit ke toilet dulu ya".


"Perlu diantar gak airin?".


"Nggak usah".


Airin pun menjauhi kerumunan itu dan berlari menuju ruang cctv, ia curiga ada hal yang tidak beres disini.


Tokk..tok..tok..


"Ada apa dek?".


"Aku lupa menaruh tas saat berada di toilet, apakah bisa saya melihat cctv di sini untuk mencari barangku?".


"Tentu, mari".


"Biar saya cari sendiri, kamu tidak mungkin mengintipku ditoikit kan pak?".

__ADS_1


"Oh sorry sorry. Baiklah saya akan keluar".


Petugas itu pun keluar dan airin mencari sesuatu yang membebani pikirannya, dan alangkah terkejutnya saat ia menemukan yongki sedang berbicara dengan beberapa orang misterius itu di dalam cctv. Mendadak hatinya sangat sakit dan shock karena ternyata dia adalah salah satu dari beberapa orang itu. Airin tidak menyangka jika yongki sekejam ini pada keluarganya.


Sejenak gadis remaja itu meneteskan air mata namun ia berusaha tidak histeris meskipun api kemarahan sudah berada di ubun ubun. Sesaat ia mengingat dimana lelaki itu membuatnya tersenyum, dan lebih semangat menjalani kehidupannya tapi itu semua hanya semu. Airin sangat kecewa pada yongki. 


Perasaan yang tak karuan itu membuatnya sangat pusing dan menutup  laptop milik menjaga sembari berjalan keluar ruangan.


"Nona apakah sudah selesai".


"Iya. Tasku ternyata jatuh di dekat toilet. Terimakasih pak".


"Sama sama".


Dengan langkah sempoyongan airin kembali keruangan sang mama dan disana terlihat beberapa orang sedang berjaga.


"Kal. Kamu temani airin dan aleta ya. Kakak pergi sebentar".


Adit dan beberapa temannya pun pergi menuju ruang cctv. Mereka mencari tahu lewat rekaman itu hingga petugas yang berjaga pun mengikuti perintahnya.


Terlihat dalam cctv jika beberapa orang itu mengikuti setiap gerak gerik keluarga adit dan terekam jelas beberapa orang berbaju hitam sudah mengintai mereka dari lama.


Saat yang ditunggu tiba, ketika mereka semua dengan seksama melihat kejadian dimana aletta hampir saja tertembak tiba tiba cctv itu menghilang hingga membuat semua orang bingung.


"Ada apa ini, pak?"


"Bagaimana bisa?".


"Saya juga tidak tahu".


"Maaf komandan, sepertinya ini sudah direkayasa. Mereka pasti masuk keruangan ini secara diam diam untuk menghapusnya".


Adit pun menghela nafas panjang, ia merasa jika usahanya terlambat. Untuk yang kedua kalinya lelaki itu gagal menangkap seseorang misterius yang mengancam keselamatan keluarganya.


"Apa sebelumnya ada seseorang yang masuk keruangan ini?".


"Saya rasa tidak karena saya terus berjaga disini".


"Apa kau yakin?".


"Iya. Tapi tadi ada seorang gadis yang datang kesini untuk mencari tasnya yang hilang".


"Siapa dia".


"Tidak tahu".

__ADS_1


"Aku yakin itu adalah orang yang menghapus cctv itu".


Adit pun kembali dengan perasaan sedih karena tak dapat menemukan petunjuk hingga ia meminta beberapa temannya untuk mengawal kepulangan keluarganya dari rumah sakit.


"Baik. Komandan".


Diperjalanan mama helena menyandarkan kepala di bahu adit seakan ia tumpahkan rasa rindunya pada sang suami. Wanita paruh baya itu juga tak henti meneteskan air matanya dikala mengingat kenangan bersama sang suami.


Adit yang menyadari jika sang mama sangat hancur membuatnya menggenggam tangan dingin itu seperti apa yang biasa papanya lakukan jika nama helena merasa sedih.


"Mah, setelah ini adit akan mengajak mama jalan jalan. Kita cari suasana baru dan mencari hal hal yang membuat mama senang".


mama helena pun hanya tersenyum karena tidak ingin anak anaknya merasa khawatir. Sedangkan aletta menyandarkan kepala di bahu haykal sembari memeluknya. Wanita cantik itu masih sangat shock dengan semua yang terjadi.


Airin masih tampak diam seribu bahasa karan terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat. Ingin sekali rasanya bertemu dengan yongki dan melupakan semua amrahanya, namun ia sadar waktu tidaklah tepat. Hingga ia membiarkan lelaki itu bersembunyi.


Ternyata, rasa cinta airin mampu menutupi yongki dari kesalahan. Gadis itulah yang telah menghapus lanjutan cctv itu. Ia masih belum siap jika harus menerima kenyataan pahit itu hingga ia menyimpan sendiri apa yang telah dirinya ketahui.


Sesampainya dirumah mereka terkejut ketika melihat bunda kariin dan papa wira berada di rumah mereka. Haykal pun nampak sangat kaget dengan kedatangan orang tuanya.


"Ayah, bunda?".


Mereka pun berpelukan tanda sangat merindukan satu sama lain hingga haykal bertanya apa yang membuat kedua orang tuanya kemari.


"Bunda sangat mengkhawatirkanmu. Hari hari tanpa mu membuat bunda merasa tidak tenang".


"Maaf ya tante, karena musibah keluarga kami harus merepotkan haykal".


Adit pun meminta maaf kepada kedua orang tua haikal karena harus merepotkan lelaki tampan itu namun tidak disangka bunda justru tersenyum.


"Tidak masalah. bunda hanya rindu dengan haykal. Oh iya, anda ini siapa?".


"Saya adit, kakaknya aleta. Dan ini mama saya. Itu adik bungsu saya".


Bunda karin pun tersenyum dengan penuturan adit, ia juga mengatakan turut berduka cita atas kepergian pak adam hingga wanita paruh baya itu bertanya mengapa banyak sekali anggota polisi yang mengawal mereka.


Haykal pun menceritakan semua yang terjadi di rumah sakit pada kedua orang tuanya hingga membuat mereka sangat terkejut. Bunda memandang ke arah aleta yang masih nampak terdiam pucat hingga menghampiri wanita cantik itu.


"Ale, apa kau baik baik saja".


Aleta pun hanya bisa mengangguk tanpa berkata, namun bunda justru memeluknya untuk menenangkan wanita cantik itu. Dan tak disangka aletta justru menangis histeris yang membuat semua orang hanyut dalam kesedihan itu.


*


*

__ADS_1


*


*BERSAMBUNG.


__ADS_2