CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 82- NOMBER ONE


__ADS_3

Jam begitu cepat berlalu hingga hari yang aleta benci pun datang. Dimana ia harus bekerja sama dengan perusahaan pak Virgo. Mau tidak mau aleta harus menerima kontrak kerja itu karna ia perwakilan dari sekolah.


Sambutan meriah pun ditunjukkan oleh pak Virgo ketika aleta tiba dikantor. Berbagai rangkaian bunga bertuliskan selamat datang pun telah terpasang disudut ruangan hingga lelaki pebisnis itu rela menunggunya didepan lobby. Semua karyawan pun merasa heran pasalnya hanya demi seorang gadis bosnya mampu mempertaruhkan harga dirinya.


Sedangkan aleta merasa tak enak hati dengan yang lain pasalnya mereka menatap aleta dengan begitu tajam dan terpancar dimatanya jika mereka tidak menyukai dirinya.


Pak Virgo pun mulai mengenalkan aleta pada semua karyawan dan dibalas anggukan juga senyuman dari mereka hingga ia membawa aleta keruang kerjanya.


"disini tempat kamu kerja".


"Terima kasih, tetapi apa yang harus saya kerjakan ya pak".


Pak Virgo pun memberitahu aleta kerja samanya mengenai produk baru yang ia tawarkan di pasaran. Ia juga meminta pendapat aleta tentang produk kecantikan yang mayoritas para gadis remaja yang menjadi sasarannya dan dengan profesional aleta mengungkapkan dari sisi kebanyakan remaja tentang masalah pada kulitnya.


"Kamu pandai sekali ya ternyata".


"Saya hanya menyampaikan tentang apa yang saya ketahui. kebanyakan remaja sangat menghawatirkan masalah penampilan dan menurut saya, peluang ini sangat cocok untuk menghasilkan produk baru agar para remaja mampu mengatasi kecemasan para kulitnya".


"Langkah pertama yang harus kita ambil apa?".


"Survei, hal ini sangat penting dalam  sebuah perusahaan pasalnya setiap orang itu memiliki jenis kulit yang berbeda tetapi sama dalam tujuannya. Mayoritas anak remaja ingin penampilannya itu perfect dan Good looking hal itulah yang memicu kepercayaan diri mereka".


Meeting kali itu pun membuahkan hasil pasalnya aleta mampu membantu pak Virgo memecahkan sedikit masalah  di perusahaannya hingga pak Virgo meminta aleta untuk melihat data perusahaan.


"tidak pak saya tidak bisa melakukan hal ini. Saya tidak mungkin selancang itu. Saya tidak pantas untuk mengetahui data rahasia perusahaan bapak".


"Mengapa kamu berpikiran sependek itu. Saya hanya menyuruh kamu memeriksa data".


Dengan menghela nafas aleta terpaksa menuruti pak Virgo membuka berkas penting perusahaannya dan mulai membaca satu persatu berkas itu hingga ia menemukan nama PT.PERWIRA INDONESIA.


"Mengapa berhenti, apa sudah selesai?".


"Belum pak, bapak bekerja sama dengan PT.PERWIRA INDONESIA?".


"Iya benar, saya memang bekerja sama dengan perkebunan milik pak wira. Mengapa?".


“sejak kapan?”


“10 tahun terakhir. Ada apa?”


Aleta pun menggelengkan kepala tanda tidak ada apa-apa dan pak Virgo mengatakan jika akan berhenti bekerja sama dengannya hingga membuat aleta terkejut.


"Apa terjadi sesuatu?".


"Iya. Perusahaan pak wira mengalami penurunan akhir-akhir ini jadi jika diteruskan akan membuat perusahaan kita rugi".

__ADS_1


"Ada apa dengan perkebunan pak wira?".


"Entahlah. yang saya dengar setelah kematian pak andi, terbongkar fakta baru jika dia telah menyabotase sebagian aset milik pak wira dan diatas namakan anak nya ".


Dalam hati aleta pun bertanya tanya tentang siapa anak pak andi, setahu aleta pak andi belum pernah menikah dan bagaimana bisa ia memiliki anak.  Kelamaunan aleta itu dibuyarkan oleh seruan pak Virgo dengan mengajaknya makan namun aleta menolak ia memilih untuk bersantai saja di ruangannya hingga pak Virgo menganggukkan kepala tanda mengerti.


"Beritahu OB disini, jika kau ingin sesuatu".


"Siap pak".


Aleta pun menyenderkan kepalanya  dan memikirkan tentang rumitnya dunia bisnis, ia juga merasa bersalah karna telah membunuh paman andi. Rasa itu tiba-tiba muncul ketika ia mengingat tentang kejadian tempo hari hingga ia baru teringat tentang Monika.


"Dimana wanita itu sekarang ya?".


Pertanyaan itu terlintas dipikirkannya pasalnya ia tidak mendapati Monika disana setelah Reno tertembak. Dan aleta berpikir jika Monika pasti melarikan diri dari sana saat suasana genting.


Bukan hanya rasa bersalah tetapi rasa rindu pada kekasihnya pun tiba-tiba menguasai hatinya. Dirinya menghela nafas panjang sembari membuka galeri ponsel miliknya. Terlihat sangat mesra salah satu foto dirinya dan Haykal hingga membuatnya semakin merasa rindu.


"Kau jahat tapi aku rindu”. Serunya sembari mengusap usap layar ponsel miliknya


Tokk...tok.. tokk


Pintu ruang kerja aleta pun terbuka dan terlihat pak Virgo membawakan makanan untuknya hingga buru-buru aleta memasukkan lagi ponsel miliknya.


"Kau sama sekali tidak memesan apa pun pada OB, itu membuat ku sangat khawatir. Jadi aku bawakan makanan".


Sikap pak Virgo yang sangat berlebihan ini membuat aleta sangat tak nyaman pasalnya perhatian semua orang tertuju pada mereka berdua.


"terima kasih sebelumnya pak tetapi ini sangat berlebihan saya tidak pantas mendapat fasilitas sebaik ini".


"Apa maksudmu, suatu kehormatan bagi saya karna kamu mau bergabung diperusahaan ini dan sudah sebagai kewajiban saya untuk menjaga kamu".


"Mengapa harus saya sih pak, kan siswa yang lebih pandai dari saya banyak".


"Saya tahu, banyak diluar sana yang mungkin lebih pandai dari kamu tapi apa boleh buat jika hati saya memilih kamu”. Serunya sembari tersenyum


Aleta yang gelagapan dengan seruan pak Virgo itu pun lekas mengalihkan pandangannya. Bukan tanpa alasan lelaki pebisnis itu masih muda, hartanya berlimpah dan sangat tampan hingga membuat para wanita diluar sana berlomba lomba mendapatkan cintanya. Mungkin jika aleta tidak memiliki hubungan dengan Haykal ia akan jatuh hati padanya. Tetapi komitmen aleta sangat kuat hingga ia tidak berpengaruh meskipun lelaki itu tidak kalah tampan dengan kekasihnya, bagi aleta Haykal Number One.


"Bisa gak bapak pergi dari sini?".


"Ini kantorku!!! mengapa kau mengusirku?".


"Jika begitu aku yang akan pergi".


Buru-buru pak Virgo menghadang pintu agar aleta tidak dapat keluar dari sana dan ia juga mengatakan dirinya menyerah seraya keluar dari ruangan itu sembari memanyunkan bibirnya tanda ia kesal hingga membuat aleta tersenyum simpul melihat sikap ke kanak kanakan pak Virgo.

__ADS_1


Tak terasa jam demi jam pun berganti dengan cepat diiringi senja mulai menghilang. Malam itu aleta diantar pulang oleh pak Virgo namun saat mobil pak Virgo berhenti didepan rumah ia melihat Haykal berada didepan digerbang rumahnya.


Aleta sempat terkejut melihat Haykal menunggunya digerbang namun saat ia ingin turun pak Virgo tiba-tiba membuka kan aleta pintu mobilnya hingga membuat Haykal merasa kesal melihatnya. Lelaki tampan itu beranjak dari sana dan melajukan motornya meninggalkan tempat aleta begitu saja. Dan wanita cantik itu sangat kebingungan apa yang harus ia lakukan hingga pak Virgo menanyakan apakah aleta baik-baik saja.


"Baik kok pak, aleta masuk dulu ya pak. Terima kasih atas tumpangannya.


"Iya. Selamat malam".


Aleta pun lekas berlari menuju rumah dan mengaktifkan ponselnya sembari menghubungi sang kekasih namun lama ia menunggu Haykal tak kunjung menjawabnya.  Beberapa kali aleta mencoba menghubunginya  tetap tak dijawab oleh kekasihnya hingga aleta pasrah dengan semua keadaan ini.


Tok..tokk..tokk


"Kak??".


"Iya mah, ada apa?".


"Bisa minta tolong gak?".


"Apa mah?".


"Tolong kamu jemput Airin ya, sejak tadi sore dia belum pulang dari rumah sakit. Takutnya ia tidak berani pulang kalau kemalaman".


Aleta pun menganggukkan kelapa tanda menyetujuinya dan ia bergagas segera pergi menuju rumah sakit. Setelah sampai disana ia mengajak adiknya pulang namun saat mereka berjalan di lobby ia bertemu dengan Aurel disana.


"Aleta tunggu".


Mendengar Aurel memanggilnya aleta pun berhenti dan berbalik badan.


"Ada apa?".


"Mulai saat ini kau jauhi Haykal".


"Apa hakmu mengatakan hal itu, Haykal itu pacarku mana mungkin aku menjauhinya".


"Aku memperingatkanmu sebelum kau terluka”. Serunya sembari berlalu pergi.


Pernyataan Aurel membuat aleta semakin dipenuhi tanda tanya. Apa yang sebenarnya terjadi hingga Aurel mengatakan hal itu dan apa yang telah ia lewatkan hingga jauh sekali dirinya tertinggal informasi.


*


*


*


*BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2