CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 21-SANGAT KEJAM


__ADS_3

"Airin bagaimana keadaanmu?” tanya kak Adit


"Alhamdulillah sudah membaik”. Seru Airin


"Alhamdulillah, ya sudah sekarang kamu istirahat, nanti sore kakak ajak kamu jalan-jalan ke taman kota gimana? Mau,”. Seru Adit


"Asssiiikkkk,maauu".


Airin pun dibawa ke kamar tamu dan beristirahat perjalanan jauh membuat mereka takut Airin terlalu lelah. Setelah mengantar Airin Adit pun segera menamui sang papa dan mama.


"Pa bagaimana kondisi Airin?".


"asma Airin semakin parah dit, ternyata selama ini adik tidak meminum obatnya.” jelas papa


"Apa???kenapa begitu Pa”. Ucap Adit


"Iya nak, mama kira adik meminum obat tapi ternyata dia membuangnya".


"Astagfirullah".


"Maka dari itu, untuk sekarang biar bisa refresing dulu disini, kamu temani dia main ya".


"Iya Pa pasti".


"Papa dan mama mau istirahat dulu”. Ucap sang papa beranjak pergi


"Iya".


Adit pun mengambil ponsel milik nya dan segera menghubungi seseorang,


Tuuuttuuuuuuu..Tuuuuttttt..tuuuuuut


"Hallo,Assalamualaikum".


"Walaikum salam dit,"


"Maaf Raisa. Aku tidak bisa menemuimu sekarang".


"Ada apa??apa kamu marah denganku."


"Tidak!!!!bukan itu, mama dan adikku sedang berkunjung kesini jadi gak enak kalau aku tinggal pergi."


"Ohh,boleh aku bertemu mereka?".


Mata Adit pun langsung melotot mendengar wanita cantik itu mengucapkan ingin bertemu dengan keluarganya, dirinya takut sang mama menganggap hubungan mereka sudah menuju tahap serius jika sudah dipertemukan oleh keluarga.


"Jangan sekarang yaa,adikku sedang sakit".


"Sakit apa?".


"Udah dulu ya Assalamualaikum”. Ucap Adit mengakhiri sambungan telefon. Dirinya tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada orang lain karena ini menyangkut masa depan dan rahasia sang adik.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Disisi lain ada aleta yang merasa salah tingkah dengan perlakuan manis Haykal kepadanya, dia merasa perhatian Haykal ini membuatnya semakin jatuh hati pada laki-laki tampan itu hingga seseorang membuyarkan lamunannya.


"Hay sayang!!!".


"Aurel!!!".jawab Haykal


"Selamat ya, atas kemenangannya".


"Hemmmb,iya".

__ADS_1


"Oh iya, aku bawa in minum untuk kamu”. Seru Aurel sembari menyodorkan  sebotol minuman dingin


"Hanya satu?”. Tanya Haykal


"Ya iya lah, buat siapa lagi Emang?” tanya Aurel


"Ale kan juga pasti haus".


"Punya tangan dan punya kaki kan, biar beli sendiri”. Ucap Aurel sinis sambil melirik ale


"Aku beli sendiri aja kal”. Timpal ale


"Ini buat kamu aja”. Seru Haykal sembari menyodorkan minuman miliknya


"Apa-apaan sih kamu kal, itu kan buat kamu!!!".


"Ga papa rel, aku lagi gak haus kok".


"Jangan!!!!,eh Fany sini”. Hardik Aurel sembari menoleh kearah Fany


"Apa?”. Seru Fany


Tiba-tiba Aurel merebut minuman Fany yang baru saja dibeli dan belum diminum itu tetapi ada niat licik yang tersimpan dibena Aurel, ternyata ini semua adalah rekayasa Aurel untuk mengerjai aleta, ia mencampurkan obat pencuci perut ke dalam minuman yang Fany pegang. Minuman itu sengaja Fany pegang untuk mengalihkan perhatian mereka seolah olah tidak ada hal yang direncanakan.


Setelah Aurel meyakinkan ale untuk meminum-minuman itu akhirnya aleta pun meneguk nya karena memang merasa sangat haus. Aurel pun merasa senang karena rencananya berjalan mulus dan beranjak meninggalkan tempat itu.


"Ya udah sayang aku pulang dulu ya!!!".


"Hemmb,hati-hati dijalan".


Setelah Aurel pergi, tiba-tiba saja Aleta merasa perutnya sakit dan segera berlari ke toilet siswa, namun semua toilet itu sudah diberi tanda rusak oleh Cika hingga menyisakan satu toilet di belakang sekolah. Tidak ada pilihan lain Aleta pun masuk ke toilet itu karena perutnya sudah tak tertahan lagi. Setelah selesai Aleta segera keluar namun ia terkejut melihat keempat wanita sedang berada didepan toilet tersebut.


"Apa yang kalian lakukan disini?” tanya aleta


Perasaan aleta pun semakin tidak karuan melihat senyum licik Aurel terlihat sangat jelas. Perlahan keempat wanita itu berjalan mendekati aleta namun ia yang kalah jumlah itu sedikit demi sedikit melangkah mundur.


"Jangan mendekat”. Seru aleta


"Kenapa??santai saja, aku hanya ingin bermain main denganmu”. Seru Aurel tersenyum


Setelah tubuh aleta terpentuk ke dinding dengan cepat Fany dan Nindi meraih tangan aleta dan memegangnya.


"Lepaskan!!!!apa yang kau mau ha”. Hardik Aleta


"Kau itu memang keras kepala ya, berapa kali aku bilang untuk menjauhi Haykal tetapi kamu tidak mendengarkanku”. Seru Aurel


"Oohhh!!!jadi semua ini karena Haykal”. Seru aleta


"Diam kau, Haykal itu miliki”. Hardik Aurel


"Aku tahu,dan aku merebutnya darimu”. Jawabnya datar


"Dasar wanita murahan”. Hardik Aurel


"Murahan katamu, yang pantas disebut wanita murahan itu kamu, Apa kau lupa kejadian dikelas kosong tempo hari”. Hardik Aleta dengan nada tinggi yang membuat Aurel membalikkan badannya dan lekas menampar Aleta.


Plllaaaaaaakkkkkkkkk...


Darah segar mengalir dari sudut bibir aleta, dirinya tidak bisa membalas perbuatan Aurel karena tangannya dipegang oleh Fany dan Nindi, ia hanya bisa meringis kesakitan.


Diam kau”. Seru Aurel sembari menjambak rambut Aleta yang panjang. Sontak saja membuat aleta tak bisa menahan rasa sakitnya.


Cika yang melihatnya pun merasa heran pada Aurel, hal apa yang Aleta tahu hingga membuatnya marah seperti itu. Dirinya juga tidak menyangka mengapa sifat Aurel sama persis dengan mamanya, sangat kejam.

__ADS_1


"Mama dan anak sama-sama kejam”. Batin cika


"ku peringatkan padamu untuk menutup mulut mu”. Hardik Aurel berbisik dikuping Aleta sembari menjambak rambut panjangnya lagi.


"Kau pikir, aku akan tunduk padamu????Tiiddddaaaakkk akan”. Seru Aleta sambil menahan sakitnya.


"Apppaaaaaaa,kau sangat keras kepala, aku muak denganmu”. Hardik Aurel memperkuat jambakannya


"Awwwwww!!!sakitt,tolooonggg".seru Aleta


Cika yang masih berdiri disana pun segera berlari menuju Aurel dan Aleta, dia melepaskan tangan Aurel dari rambut Aleta.


"Sudah rel lepaskan dia”. Seru cika


"Minggir, apa urusanmu”. Hardik Aurel masih tetap menjambak aleta.


"Apa kau ingin dia mati ditanganmu ha?”. Hardik cika menarik tubuh Aurel


"Jangan halangi aku”. Seru Aurel ingin menghampiri Aleta kembali


"Sadar rel, lihatlah dia sudah tak berdaya, kau bisa masuk penjara jika dia mati”. Nasehat cika. Aurel yang mulai tenang pun berpikir jernih, ia tidak mungkin membunuh aleta dengan tangannya sendiri karena bisa-bisa dirinya dipenjara. Sedangkan Aleta yang terkapar lemas dilantai hanya bisa menahan rasa sakit yang baru saja diciptakan oleh Aurel. Sesekali ia meringis kesakitan dan mengusap darah dari ujung bibirnya.


"Terus kita apakan wanita ini”. Seru Fany


"Aku tidak mau melepaskan wanita ini begitu saja”. Hardik Aurel


"Dengarkan aku, sekarang ayo bawa dia”. Seru cika


Mereka pun segera membawa aleta yang masih lemah itu ke gudang belakang sekolah, mengikat ale dan menguncinya disana setelahnya mereka pergi meninggalkan gudang itu. Kondisi aleta memang sedang tak berdaya dirinya terkapar lemah dengan tangan diikat.


Mencoba teriak minta tolong tetapi tak ada seorang pun yang mendengar karena gudang sekolah itu berada di belakang sekolah. Aleta hanya bisa berharap dan berdoa semoga ia bisa selamat dari situ tak terasa Air mata ale pun terjatuh batinnya sangat sakit dengan perlakuan kejam Aurel terhadapnya, ia benar benar tidak menyangka Aurel mampu melakukan hal seburuk itu padahal dirinya tidak mungkin menyebarkan aib Aurel ke orang lain, ale mengatakan hal itu pada Aurel agar dia sadar perbuatannya itu salah namun Aurel menyimpulkan perkataan aleta tadi adalah ancaman untuk menghancurkan dirinya.


Aleta yang tidak bisa menahan lagi rasa haus, lapar dan sakit pada perutnya itu pun terjatuh pingsan sembari memanggil satu nama.


"Haayyyykkaaaaalllll".


 


*


 


*


 


*


 


*


 


*


 


Bersambung....


 


(Hallo maaf ya, Author upnya telat karena tadi Author sedang menemani ibu Author, beliau sedang sakit🙏🙏🙏).

__ADS_1


__ADS_2