CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 53-BELANJA BULANAN


__ADS_3

Aleta pun menganggukkan kepala tanda ia mengerti dan melanjutkan jalannya sembari membalas genggaman dari haykal.mereka terus berjalan menyusuri indahnya kota itu hingga malam semakin larut dan Haykal mengajak aleta pulang.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Disisi lain Lendra yang baru saja selesai bekerja itu pun lekas membersihkan diri dan bersantai namun ia baru teringat jika kebutuhannya untuk hidup sehari-hari sudah menipis akhirnya ia beranjak dari duduknya dan lekas melajukan motornya untuk pergi ke minimarket.


Sesampainya di minimarket ia langsung membeli semua kebutuhan itu namun tanpa sengaja ia bertemu teman sekolahnya yang juga sedang berbelanja.


"Lendra?".


"Eh Diandra?".


"Kamu sedang apa?".


"Ini lagi belanja".


"Sendiri?".


"Ya sama siapa lagi".


Diandra pun menawarkan diri untuk menemani Lendra berbelanja dan Lendra pun menyetujuinya karna tidak enak hati pada wanita imut itu.


Dengan antusias Diandra pun memilih-milih barang sesuai petunjuk Lendra bak seolah sedang menemani sang istri berbelanja kebutuhan bulanan.


Diandra pun menawarkan berbagai camilan yang direkomendasi darinya dan menjamin rasanya enak hingga Lendra menyetujuinya.


"Mau nak?”.tanya Diandra sembari mengangkat sebungkus camilan


"Boleh, oh iya kamu sudah selesai belum belanjanya?".


"Aku sih gak belanja cuma beli camilan sama es krim saja kok”. Jawab Diandra


Mereka pun sudah menyelesaikan belanjanya dan ia segera pergi ke kasir untuk membayar namun bukan cuma barang-barangnya yang ia bayar tetapi barang Diandra pun ia juga bayar hingga wanita imut merasa terkejut dengan pria dingin itu.


*ternyata benar kata aleta luarnya memang dingin tetapi dalamnya lembut dan penuh perhatian*. Batin Diandra sembari tersenyum menunduk.


"Terima kasih ya len kamu baik banget”. Seru Diandra lembut


"Iya, anggap saja ini imbalan karna kamu sudah menemaniku belanja".


"Kalau kamu gak keberatan aku mau nemenin kamu belanja lagi”. Seru Diandra penuh harap namun hanya dibalas senyum oleh Lendra.


Lendra pun lekas menanyakan Diandra pulang bersama dengan siapa namun Diandra mengatakan jika ia naik taksi Online sehingga Lendra menaruh rasa iba padanya.


Ia berinisiatif untuk menawari mengantarnya pulang dan disambut gembira oleh Diandra karna nampak berbinar di wajah diandar.


Di perjalanan pulang Diandra memeluk erat pinggang Lendra seakan tidak ingin melepaskannya, dalam halunya pun tidak akan mungkin ia dibonceng oleh Lendra namun kenyataan berkata lain ia justru mendapat kesempatan emas untuk berdekatan dengan Lendra tanpa sekat.

__ADS_1


Dalam hatinya ia ingin waktu berhenti satu jam saja untuknya menikmati perasaan ini, dimana ia sedang berdua dengan orang yang sangat ia cintai.


Sesampainya didepan rumah Diandra, mereka pun dibuat terkejut dengan pertengkaran seorang ayah dan anaknya yang membuat Diandra panik dan langsung berlari disusul oleh Lendra yang juga khawatir.


"Papa, abang cukup".


Lerai Diandra namun tak direspons oleh keduanya sehingga ia memilih untuk mendekati papa dan abangnya itu namun Lendra menghentikannya.


"Jangan nanti kamu terluka".


"Aku tidak bisa membiarkan mereka terus bertengkar”. Seru Diandra yang tiba-tiba menitikkan air matanya


Wanita itu terus melerai pertikaian keduanya hingga ayahnya menyerah dan melontarkan kata untuk mengusir anak lelakinya itu hingga membuat Diandra terkejut.


"Apa yang papa katakan”. Protesnya


"Biarkan saja dia pergi dari sini, dasar anak yang tidak berguna”. Maki sang papa


"PAPAH”. Maki Diandra


"baiklah aku akan angkat kaki dari sini dan tidak akan pernah kembali”. Seru abang Diandra dan melangkah pergi meninggalkan rumah itu namun disusul oleh Diandra.


"Abang...abang...abang tunggu”. Seru Diandra sembari lari mengejar abangnya diikuti Lendra yang berada di belakang Diandra


"Diandra tunggu, tidak usah kau kejar abangmu butuh waktu sendiri”. Teriak Lendra sembari berlari di belakang wanita imut itu.


Namun Lendra tidak berhenti mengikuti langkahnya sedangkan wanita imut itu tidak berhenti mengejar sang abang hingga abangnya itu berhenti dan membalikkan badan.


"Mengapa kau mengejarku".


"Abang jangan pergi, papa hanya sedang emosi”. Bujuk Diandra


"Papa itu tidak sayang denganku dia hanya sayang padamu".


"Abang aku mohon, Pulang lah”. Seru Diandra memohon kepada sang abang untuk kembali ke rumah sembari memegang tangan Diandra namun abangnya menepis tangan sang adik hingga tubuh Diandra nyaris terjatuh dengan cepat Lendra menangkap tubuhnya.


"Lendra”. Seru Diandra lirih sembari membetulkan berdirinya.


"Apa kau baik-baik saja”. Tanya Lendra


"Maaf aku merepotkanmu".


"Hay, aku tahu kau sedang emosi tetapi jangan sekali kali kau kasar dengan wanita apalagi dia ini adikmu sendiri”. Maki Lendra pada abangnya Diandra


"Jangan menasihatiku, memangnya kau ini siapa?” bentak Lendra


"Aku memang bukan siapa-siapa kalian tetapi melihat kau kasar seperti ini membuat ku sangat tidak nyaman, apa kau ini tidak punya perasaan ?".maki Lendra.

__ADS_1


mendengar ucapan Lendra barusan membuat abangnya Diandra semakin memuncakkan emosinya dan memukul perut serta wajah Lendra yang membuat ujung bibirnya mengeluarkan darah.


"Astaga...abang jangan ".seru Diandra panik


pukulan demi pukulan terus terlayangkan meski Lendra bisa menepisnya tetapi sesekali ia terkena pukulan itu hingga Diandra mengancam akan berteriak jika abangnya tidak menghentikan tindakannya.


Mendengar ucapan Diandra abangnya mulai panik karna takut dihakimi warga sekitar dan ia putuskan untuk berlari.


Melihat kondisi Lendra yang kesakitan membuatnya tidak memedulikan abangnya, entah pergi ke mana sang abang yang terpenting adalah keadaan Lendra.


"Biraku obati”. Seru Diandra sembari dibalas anggukan dari Lendra dan ia memapah lelaki dingin itu hingga ke teras rumah dan mengobatinya.


"jika saja kau tidak membelaku kau pasti tidak akan terluka”. Seru Diandra sembari mengobati ujung bibir Lendra namun tiba-tiba tangan Diandra dihentikan oleh lelaki dingin itu.


"Aku mungkin terkenal dingin kepada semua orang namun aku juga memiliki perasaan dan aku paling tidak suka melihat wanita diperlakukan secara kasar apa lagi didepan mataku”. Seru Lendra menjelaskan


Ucapan Lendra seakan membuat Diandra merasa terhipnotis dan tersenyum kearahnya namun ketika dibalas tatapan oleh Lendra,  wanita imut itu tiba-tiba menundukkan kepala tanda ia malu.


Lendra pun berpamitan kepada wanita imut itu, ia juga menasihatinya agar tidak terlalu memikirkan abangnya hingga membuat Diandra menitikkan air mata mengingat pertengkaran tadi.


"Kenapa kau cengeng sekali".


"Aku merasa sakit hati mengapa kakak ku bisa setega itu mendorongku padahal aku sangat menyayanginya".


"Terkadang emosi itu memang susah untuk dikendalikan dan aku yakin abangmu itu tidak bermaksud menyakitimu”. Seru Lendra sembari mengusap air mata Diandra dan ia lekas berpamitan pulang.


*


 


*


*


 


 


*


 


*BERSAMBUNG...


 


Mohon maaf sekali jika Author sering telat upnya tetapi Author berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian, Author harap kalian jangan kecewa ya ....Author sayang kalian😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2