
Ditempat lain, sepasang suami istri itu pun sudah berada di dalam rumah hingga aurel mulai melampiaskan amarahnya yang sedari tadi ia tahan. Aurel merasa sangat marah dengan sikap reno yang sangat perhatian pada aleta, entah sengaja atau tidak yang pasti sikap reno berhasil membuat istrinya merasa cemburu hingga beberapa kali reno memanggilnya pun tak mendapat jawaban dari sang istri.
"Kamu kenapa? Sepertinya tadi sangat gembira aku pulang tapi sekarang tiba tiba diam aja kayak patung". Seru reno menatap sang istri namun hanya dibalas dengan memanyunkan bibirnya hingga reno merasa kebingungan.
Bruuukkkkkkk...
Sebuah tas pun aurel jatuhkan dengan keras hingga menimbulkan suara seperti pukulan yang membuat reno terkejut.
"Ada apa?".
"Kamu masih tanya ada apa? Aku tau mas reno, keluarga aletta itu memang sangat baik dan kamu pun membalasnya dengan kebaikan pula tapi satu hal yang tidak ku mengerti, caramu memberikan kado kepada aletta tadi itu sangat tidak biasa. Perhatian yang kamu berikan itu melebihi dari seorang teman hingga tatapanmu pada aleta itu sangat dalam. Sebenarnya apa yang dahulu terjadi di antara kalian berdua".
"Astaga rel mengapa kamu berasumsi seperti itu. Aku memberinya kado karna hari ini dia sedang berulang tahun dan untuk tatapanku aku rasa biasa saja".
Kemarahan aurel pun mulai meledak karena sang suami masih tidak menyadari jika istrinya sedang dirundung rasa cemburu hingga menceritakan penuturan nenek tadi yang mengatakan pada semua orang jika dulu reno sangat menyukai aletta, ucapan sang istri itu membuat reno gelagapan sembari membulatkan mata dengan sempurna tanda dia sangat shock.
"Astaga mengapa nenek membahasnya lagi". Batin reno dalam keheningan namun lelaki itu tidak ingin jika sang istri menaruh pikiran buruk padanya hingga mencoba menenangkan dengan memberikan sebuah bingkisan istimewa dari balik saku celananya.
"Mungkin ini saat yang tepat kau mengetahui semuanya. Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu dan kumohon cobalah untuk memahaminya. Ku akui dulu memang aku sangat menyukai aletta bahkan tersirat rasa cinta padanya namun setelah ku tau hatinya bukan untukku disana lah aku mencoba melupakan dirinya. Cinta sejati itu tidak memaksa seseorang untuk bersamanya tetapi melihatnya tersenyum bahagia adalah suatu pembuktian dalam cinta meskipun tidak bersama kita. Tapi dari itu semua membuatku bertemu kamu, orang yang saat ini mengusik ketenanganku". Seru Reno sembari mendekati aurel dan meraih tangannya hingga meletakan kota kecil di atas tangan lembut itu yang membuat sang istri bertanya ada apa didalam kotak kecil ini.
"Bukan cuma aleta, aku juga membelikan mu kado dan ini jauh lebih istimewa darinya".
Mendengar ucapan sang suami membuat hati aurel meradang hingga tangannya gemetar dan mulai membuka kotak kecil itu yang ternyata berisi dua buah cincin emas.
"Mas reno?".
"Aurel, mulai sekarang jangan pernah berpikir jika aku dan leta memiliki hubungan diluar kata teman karena itu sangat tidak mungkin. Aku sudah memiliki kamu dan aletta sudah memiliki haykal. Melalui cincin ini aku sampaikan bahwa aku mencintaimu".
Ungkapan hati reno itu membuat aurel merasa terkejut karena baru pertama kali ia mendengar kalimat itu keluar dari mulut suaminya hingga keheningan sesaat yang terjadi, aurel tersenyum untuk memecah keheningan sembari mengatakan jika perlahan hatinya luluh akan sikap reno yang lembut dan mulai memberanikan diri mengutarakan juga perasaannya disana.
__ADS_1
"Dulunya aku memang sangat mencintai haykal tapi karena kesibukannya membuat dia jarang ada waktu untuk kita bersama, hingga datanglah kak yongki yang mengisi kesepian di setiap hariku. Aku tidak munafik aku merasa senang hingga melupakan akal sehatku dan disitulah kebodohanku bermula hingga kini aku masih sangat menyesalinya. tapi dari kejadian itu semua aku menemukan orang orang baik seperti mas reno, mama helena, nenek, dan semua keluarga aleta yang mau menerima aku apa adanya hingga Tanpa sadar perlahan rasa sesal itu pun hilang, aku sangat berterimakasih padamu mas reno".serunya sembari berkaca kaca membuat reno merasa iba dan reflek memeluk sang istri.
Terlihat dari sudut pandang reno jika aurel sudah banyak berubah dan mulai menyadari kesalahannya sehingga ia memecah keheningan dengan memakaikan cincin dijari manismu aurel dan sebaliknya.
Setelah memakaikan cincin di tangan reno, aurel pun tersenyum sembari mencium pipi suaminya yang membuat reno menjadi salah tingkah akan aksi sang istri.
"Malu ya". Ejek aurel
"Kamu yang terlalu bar bar". Potes sang suami diiringi tawa dari aurel hingga reno melanjutkan ucapannya dengan mengatakan apakah kita bisa tidur bersama?.
Dengan tegas aurel menggelengkan kepala tanda ia tidak setuju hingga membalas ucapannya dengan mengatakan meskipun sudah mengetahui perasaan masing masing tetapi hatinya masih belum siap dengan permintaan sang suami hingga reno membalasnya dengan mengatakan akan selalu menunggu sampai aurel siap menjadi istri sepenuhnya untuk dirinya.
Malam itu pun ditutup dengan rasa lega dari sepasang suami istri yang baru saja jujur akan perasaan masing masing di tengah dinginnya malam yang mencengkram hingga mereka terlelap di ruang yang berbeda.
***
mentari pagi pun menyapa dengan kehangatan membuat semua makhluk di bumi kembali melakukan aktivitas rutin seperti sebelumnya.
"Mah aku berangkat dulu ya".
"Hati hati dijalan".
Motor aletta pun melaju meninggalkan rumah hingga beberapa saat telah sampai di parkiran sekolah. Matanya celingak celinguk memandang sekitar tampak mencari seseorang tetapi ia tidak menemukan sang kekasih di sana hingga kedatangan lendra mengagetkannya.
"Ale".
"Astaga, lendra ngagetin aja".
"Kamu ngelamun ya".
__ADS_1
"Enggak kok. Eh iya len tahu haykal dimana gak?".
"Tadi sih aku mampir ke rumahnya tapi dia sudah berangkat".
"Terus? Ko belum sampai".
"Tau deh mampir kemana, aku duluannya".
Penuturan lendra itu pun menimbulkan tanda tanya besar dalam pikiran aletta sembari melangkahkan kaki menuju kelas hingga ia menebak nebak kemana perginya sang kekasih.
kring..kring..kring..
Bel tanda masuk pun telah berbunyi namun dengan sengaja anggota osis datang ke kelas 12 ips.2 dengan alasan mencari siswa yang terlambat.
Semua siswa pun terdiam karna mereka semua tidak merasa terlambat, namun bara menyebutkan jika mana aletta tercatat sebagai siswa yang terlambat hari ini dan menyuruhnya untuk keluar kelas.
"Tapi aku gak telat kok".
" Tapi di dalam kertas ini tertulis kamu. Cepat ale keluarlah jangan mengulur ngulur waktu". Seru bara dengan tegas namun dengan kekeh aleta tetap menolak hingga menimbulkan perdebatan yang membuat wanita cantik itu menjadi kesal.
"Ale tolong kerjasamanya". Seru imelda dengan lantang dan tiba tiba membuat semua yang berada disana merasa terkejut.
Aletta pun tak habis pikir mengapa hari ini menjadi hari yang paling buruk untuknya dimana ia harus mengakui sebuah kesalahan yang tidak pernah ia lakukan, tetapi apa boleh buat semua orang terus saja memojokkannya hingga ia mengikuti perintah sang ketua osis.
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG..