
Pernyataan Aurel membuat aleta semakin dipenuhi tanda tanya. Apa yang sebenarnya terjadi hingga Aurel mengatakan hal itu dan apa yang telah ia lewatkan hingga jauh sekali ia tertinggal informasi.
***
Pagi itu aleta meminta izin pada pak Virgo untuk datang kesekolah walau sebenarnya pak Virgo keberatan aleta kembali kesekolah tetapi ia tidak bisa mengecewakan wanita cantik itu seperti ini jika ia tak mau kehilangan dia, dan akhirnya dengan berat hati ia mengizinkan.
Dengan wajah gembira ia datang kembali kesekolah namun untuk ketiga kalinya ia melihat Haykal melewati dirinya tapi tidak menyapa. Haykal bersikap acuh dan cuek seakan tidak melihat aleta berada disana hingga Aurel datang dan berjalan sejajar di samping kekasihnya.
Melihat keakraban mereka berdua membuat hati aleta hancur dan tak mengerti dengan semua yang tengah terjadi, dirinya hanya bisa terdiam meratapi kepergian mereka hingga ia melanjutkan jalannya menuju kelas.
Didalam kelas ia melihat cika memandangnya dengan tatapan benci namun ia mengabaikannya dan duduk dibangku hingga bel tanda masuk berbunyi.
Semua siswa pun melakukan kegiatan belajar seperti biasanya dan bersantai sejenak saat mendengar bel tanda istirahat berbunyi diiring para guru meninggalkan kelas.
"Al mau ke kantin gak?” tanya Diandra
"Enggak di".
"Kau kenapa sih Al".
Wanita cantik itu hanya menggelengkan kepala tanda baik-baik saja namun tiba-tiba Aurel memasuki kelas mereka dan menghampiri cika yang tengah duduk santai.
"Dimana mamah".
"Mana ku tahu".
"Dimana kau sembunyikan mamaku".
Ucapan Monika yang sedikit meninggikan suara itu seakan menyita perhatian semua murid hingga mereka memandang kearah keduanya termasuk aleta.
"Ada apa dengan mereka?” bisik Diandra pada aleta
"Entahlah".
Keduanya pun menyimak perdebatan antara dua saudara sepupu itu hingga Cika membanting buku ke bangku.
"Aku tidak tahu dimana ibumu, lagi pula dia kan ibumu mengapa kau tanyakan padaku".
"Tidak usah berpura pura kau kan bersamanya, jika kau memang tidak ingin memberitahu keberadaannya tolong sampaikan papa butuh dia".
Pernyataan Aurel dibalas dengan senyuman mengejak dan ia mengatakan mengapa Aurel menyayangi orang yang bukan siapa-siapanya.
__ADS_1
"Apa maksudmu?. Dia itu papaku mana mungkin aku tidak peduli dengannya".
"Sejauh ini kah tante Monika membodohimu, dia bukanlah papamu. Papamu yang sesungguhnya sudah mati ditangan dia”. Serunya sembari menunjuk aleta.
Ekspresi kaget pun ditunjukkan semua orang atas seruan cika termasuk aleta, salah apa dirinya hingga ia dituduh seperti itu oleh cika dan aleta pun menggelengkan kepala tanda tidak mengerti.
"Ale kau tidak usah berpura pura!!!berapa banyak nyawa yang telah kau renggut".
Ucapan cika kali itu membuat gempar seisi kelas hingga mereka semua menatap aleta dengan sangat tajam, namun wanita cantik itu masih tidak mengerti dengan ucapan teman sekelasnya itu.
"Cika apa sebenarnya maksudmu, dan apa hubungannya papaku dengan aleta?” bentak Aurel
"Kau adalah anak haram, papamu yang saat ini sedang sakit itu bukanlah papa kandungmu. Dan aleta telah membunuh papa kandungmu yaitu paman andi".
Plaakkkkkk
Tamparan keras mendarat dipipi cika karna Aurel merasa shok atas ucapannya itu dan mengalir darah segar dari ujung bibirnya. Cika yang merasa kesal itu pun lekas mendorong tubuh Aurel hingga ia menabrak meja dan terjatuh ke lantai yang membuat perutnya merasa sakit.
Aurel pun meringis kesakitan saat dirinya terjatuh karna kondisi saat itu ia tengah hamil muda membuatnya rawan oleh kontraksi. Disisi lain Haykal yang mendengar pertengkaran Aurel dengan cika pun lekas berlari ke kelas aleta dan melihat Aurel tengah kesakitan dilantai hingga ia menghampirinya.
"Apa-apaan ini”. Bentak Haykal diiringi keheningan di ruangan itu
Melihat tidak ada jawaban dari mereka semua membuat Haykal semakin kesal dan bertanya pada Aurel tentang keadaan dirinya hingga mantan kekasihnya itu mengatakan jika perutnya sakit. Tanpa basa basi Haykal pun membopong Aurel dan membawanya ke ruang UKS agar Aurel dapat pertolongan pertama.
Status mereka masih dalam lingkup kupasang kekasih namun pada hari itu seakan mereka tidak saling mengenal padahal niat aleta datang kesekolah untuk berbaikan dengan lelaki tampan itu tetapi harapannya hancur dan ia menyesali telah datang kesekolah.
Sedangkan Haykal sedang menunggu Aurel diperiksa namun tiba-tiba petugas UKS menyadari jika Aurel tengah berbadan dua. Petugas itu sempat shok dan ingin memberitahu para guru namun Haykal melarang nya dan meminta sedikit waktu lagi agar dirinya mampu mengatasi masalah Aurel tanpa semua orang tahu.
"Apa kau ayah dari bayi yang dikandung Aurel?". Tanya Imelda yang berada disana juga
"Bukan aku, tapi yongki. Aku hanya tidak tega melihat dia dibully satu sekolah jika mereka mengetahuinya".
"Lalu apa rencanamu".
"Entahlah aku belum memikirkannya namun aku mohon beri aku waktu untuk memikirkan jalan keluarnya".
Imelda pun menganggukkan kepala tanda ia setuju dan tiba-tiba ia dipanggil oleh salah satu guru untuk ke ruangannya.
"Saya Bu?”. Tanya Imelda
"Bukan, tapi kalian berdua ikut saya".
__ADS_1
Deg.
Perasaan keduanya pun bercampur aduk pasalnya mereka takut jika guru itu mendengar ucapannya dan apa yang harus ia katakan nanti. Perasaan gundah itu pun menyelimuti hati Imelda dan Haykal namun saat ia tiba diruang guru sudah banyak guru menunggunya.
"Aduuhhh mampus”. Batin Imelda
Perasaan keduanya pun semakin tak karuan dan keringat dingin pun sudah membasahi tangan mereka hingga salah satu guru mulai membuka obrolan.
"Duduklah kami ingin bertanya".
"Beerrr..taannyaaa apppaaaa buu?".
Suara terbata-bata pun Imelda lontarkan karna merasa sedikit gugup tetapi anehnya semua guru itu berlaga santai.
"Bagaimana rencana kalian tentang kegiatan akhir sekolah?".
"Haa?” bentak keduanya yang terkejut akan pertanyaan para guru.
Ternyata mereka menanyakan kegiatan akhir sekolah yang biasa diselenggarakan setelah selesai ujian hingga pertanyaan itu membuat keduanya bernafas lega. Imelda mulai mengungkapkan jika ia akan mengadakan camping di sebuah gunung dan itu akan menambah wawasan bagi seluruh murid.
Mereka semua pun mulai membahas tentang kegiatan camping itu dan musyawarah itu membuahkan hasil jika tiga hari lagi akan dilaksanakan. Kabar itu pun telah guru sampaikan pada seluruh murid hingga mereka menyambutnya dengan penuh kegembiraan dan guru pun membubarkan mereka dengan membunyikan bel tanda pulang sekolah.
"Asikkk, kau ikutkan Al?".
"Entahlah di, aku harus meminta izin pada kedua orang tuaku dulu lagi pula aku juga kan harus bekerja diperusahaan pak Virgo".
"Oh iya, gimana seru gak kerja disana".
"Seru sih orangnya juga baik, kantornya besar banget di".
"Iri deh jadi kamu".
"Hahahahh, jangan. Berat jadi aku kamu tak akan kuat. Biar aku saja".
Tawa mereka pun terdengar nyaring namun sesungguhnya tawa aleta hanya semu untuk menutupi sejuta luka dihatinya yang tak mungkin ia tunjukan didepan sahabatnya. Aleta bukanlah tipe orang yang suka membebani seseorang dengan masalahnya justru ia memilih untuk memendamnya sendiri hingga mereka berpisah diujung jalan karna rumah mereka tidak searah.
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG..