
"Itu salah mu mengapa kau berbuat seperti penjahat aku jadi takut dan refleks menggigitmu”. Seru aleta sembari meraih tangan Haykal dan lekas mengusap usap di bagian yang sakit.
"Kamu ngapain sih dekat-dekat dengan pak Virgo? Suka ya”. Tebak Haykal sembari menyembunyikan rasa cemburunya
"Jangan asal nuduh,mana coba buktinya kalau aku suka sama pak Virgo?".
"Tadi diatas panggung aku lihat kalian berdua melempar senyuman, ngapain coba?”. Protes Haykal
Aleta pun merasa heran kenapa Haykal bisa melihat dirinya sedangkan dia mencari keberadaan Haykal namun tidak menemukannya. Keheningan yang terjadi diantara keduanya hingga Haykal melambai lambaikan tangan didepan wajah aleta.
"Hay, kamu melamun".
"enggak tuh".
"Sedang memikirkan apa? Jangan bilang mikirin pak Virgo”. Tebak Haykal
"Kenapa kamu yang marah-marah, harusnya itu aku yang marah sama kamu”. Seru aleta dengan nada sedikit meninggi
"Kenapa begitu”. Tanya Haykal polos
"Kamu gak lihat ponsel?".
"Lihat, kamu menelefonku dan mengirim pesan kan”. Jawabnya datar namun dibalas tatapan kesal tampak di wajah aleta mendengar ucapan Haykal barusan.
Dirinya yang sudah tak kuat menahan kekesalannya terhadap lelaki tampan itu pun memilih melangkah pergi tanpa membalas ucapan Haykal namun lelaki tampan itu menghentikan langkah aleta dengan memeluknya dari arah belakang.
"Tunggu”. Ucap Haykal
"Kamu bilang padaku jika melihatku tapi tahukah kamu aku mencarimu dan tidak menemukanmu, kau ke mana?”. Seru Aleta dengan nada lembut karna sedang menahan air matanya.
"Aku tadi keluar sebentar”. Jawabnya datar
"Ke mana?bertemu Aurel atau Aurel memintamu datang untuk menemuinya”. Seru Aleta dengan nafas terbata bata namun dengan cepat Haykal membalikkan badan aleta untuk saling berhadapan.
Haykal menundukkan kepala dan menyatukan dahinya ke dahi aleta sembari kedua tangannya memegang pipi putih wanita cantik itu.
"Mengapa kau berpikiran seperti itu”. Tanya Haykal lembut
"Tasya melihat mu menerima telefon dan setelah itu kau terburu-buru meninggalkan sekolah”. Jelas aleta dengan menitikkan air matanya tanda ia tidak bisa lagi menyembunyikan kecemburuannya.
"Dengar, aku menerima telefon dari rombongan pak Virgo mereka mengatakan jika tersesat dan aku segera menyusulnya”. Jelas Haykal dengan lembut sembari mengusap air mata aleta
"Lalu mengapa kau tidak menjawab panggilanku bahkan tidak membalas pesan dariku, kau membuatku khawatir huuuhhuuh..huuu.huu".seru aleta dengan menangis tersedu sedu mengingat kegelisahannya tadi memikirkan Haykal sembari memeluk lelaki tampan itu dan dibalas pelukan hangat dari Haykal.
"Aku tahu kamu berkali kali mencoba menghubungiku namun aku sedang berada dijalan, tetapi setelah aku sampai disekolah aku langsung mencarimu".
perdebatan mereka pun tidak berselang lama setelah Haykal mampu meluluhkan hati wanita cantik itu ale pun lekas memahami situasi yang terjadi.
"Cemburu ya”. Seru Haykal menggoda
"Enggak, siapa bilang”. Jawab cepat aleta sembari melepas pelukannya dan memalingkan wajahnya karna pipinya memerah tanda dirinya salah tingkah.
Namun Haykal terus saja menggoda wanita cantik itu, sedangkan aleta hanya tertawa melihat tingkah lucu Haykal yang mengemaskan saat menggoda dirinya hingga lelaki tampan itu menarik tangan ale dan memasukkan ke dalam pelukannya lagi.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Disisi lain Airin yang sedang menemani Reno memancing itu sudah mulai bosan, dirinya beranjak dari duduk nya dan lekas melangkah pergi.
"Kamu mau ke mana?”. Tanya Reno
__ADS_1
"Aku bosan mas Reno, aku mau keliling dulu boleh kan?”. Seru Airin
"Tiiiddaakk".
"Apaan sih, sok melarang aku segala Emang kamu siapanya aku?”. Protes Airin
"Rin kamu itu tanggung jawab aku jadi kamu harus nurut sama aku oke".
Namun Airin yang keras kepala itu menghiraukan ucapan Reno dirinya melangkah pergi meninggalkan Reno sendiri dan berlari menjauh dari tempat itu sembari mengomel.
"Kakak bukan, saudara bukan, pacar juga bukan sok-sokan mengatur hidup gue”. Gumam Airin
Dirinya terus melangkahkan kaki mengikuti jalan setapak, padahal tadi dirinya hanya ingin berkeliling sekitar pemancingan namun karna Reno sudah membuatnya jengkel maka ia keluar dari tempat pemancingan.
Perutnya mulai berbunyi tanda dirinya sedang lapar namun Airin lupa tidak membawa uang dan hanya membawa HP disakunya.
"Aduuhhh gimana ini aku Lapar”. Seru Airin sembari memegangi perutnya.
Melihat sekeliling banyak yang menjual makanan membuatnya semakin merasa lapar, tanpa berpikir panjang dia pun segera mendekat kesalah satu warung diujung jalan dan memesan berbagai makanan.
"Silakan neng".
"Terima kasih Bu".
makanannya pun datang dan ia segera melahapnya tanpa tersisa, perutnya yang sudah lapar itu menyambar berbagai makanan tanpa memedulikan orang sekitar yang menggunjingnya.
"Gila itu cewek rakus banget".
"Berapa tahun gak makan sampai segitunya".
Berbagai kata-kata gunjingan ia terima namun tidak dibalasnya sedikit pun yang terpenting saat ini adalah perutnya kenyang hingga tiba saatnya ia membayar apa yang telah dimakannya.
Airin kebingungan bagaimana cara membayar makanannya sedangkan ia tidak membawa uang, akhirnya ibu warung pun menghampirinya karna merasa ada yang aneh dengan tingkah wanita manis itu.
"Ada apa neng, apa masih butuh sesuatu?".
"Tidak terima kasih".
"Kalau begitu ini tagihannya neng semua 200rb".
"Mahal amat buk, biasanya nih makan gini doang hanya 30 sampai 50rb aja, ibu jangan coba-coba memeras saya ya".
"Loh siapa yang mencoba memeras eneng, lihat berapa banyak yang eneng makan".
Semua orang yang tadinya diam kini berlarian kemeja Airin, mereka juga mencaci maki Airin dengan kata-kata kotor.
"Bilang aja gak mampu bayar".
"Sok-sokan memfitnah lagi"
Berbagai gunjingan terus saja terlontarkan hingga pengunjung yang lain ingin segera membawa Airin ke kantor polisi namun Airin terus saja memberontaknya dan mengatakan jika dia akan membayar.
Kehebohan yang terjadi didalam warung pun menyita perhatian warga setempat mereka berlarian ingin melihat ada kejadian apa disana,
"Sttoooppp". Teriakan seseorang menghentikan kericuhan tersebut.
Airin yang mengetahui jika Reno yang menghentikan mereka semua segera berlari kearah Reno dan mengumpet dibelakan Reno.
"Mas kenal dengan mbak ini?". Tanya salah satu warga
__ADS_1
"Iya adik teman saya, ada apa ya pak?".
"Adik teman mas sudah makan disini tetapi tidak mau bayar".
"Haa? Benarkah”. Seru Reno menatap Airin
"Jadi gimana ini mas?".
"Kita bawa saja ke kantor polisi”. Seru warga yang lain
"Jangan-jangan biar saya yang bayar,berapa?".jawab Reno
"200rb mas"
"Iya sudah ini Bu uangnya, saya mewakili dia minta maaf atas kejadian ini dan tidak perlu dibesar besarkan lagi”. Seru Reno sembari berpamitan pergi dan menarik kasar tangan Airin sampai didalam mobil.
"Sakit tahu gak”. Protes Airin
"Lagian aku heran sama kamu, Bisa-bisa nya kamu makan tanpa membayar”. Maki Reno
"Ya maaf aku gak bawa dompet soalnya”. Jawabnya polos
"Makanya kamu harus nurut sama aku".
"Idihh ogah banget Emang kamu siapanya aku?".
"Kamu mau aku turunin disini?” ucap Reno sembari meminggirkan mobilnya.
Perdebatan itu pun tak berlangsung lama setelah Airin menyerah dan memilih diam hingga ia tertidur di mobil karna kekenyangan. Tak sadar kepala Airin jatuh menyender kebahu Reno sehingga lelaki itu membetulkan duduk wanita manis kembali seperti semula dan menyenderkan kepalanya di jendela sembari menatap wajah manis Airin.
"Kau itu sebenarnya cantik, tetapi sangat menyebalkan jika bukan karna kakak mu aku tidak mungkin mau menjaga mu”. Gumam Reno dalam hati
Dirinya masih tidak mengerti sikap Airin yang berbanding terbalik dengan sikap sang kakak, namun kecantikannya tidak kalah dengan sang kakak.
Usia mereka terpaut cukup jauh sekitar 5 tahun, namun Reno mampu mengimbangi sikap Airin yang ke kanak kanakan itu hingga ia melajukan mobilnya pulang ke rumah.
*
*
*
*
*
*BERSAMBUNG.
__ADS_1
JANGAN LUPA DUNGUNG AUTHOR DENGAN CARA LIKE, VOTE DAN TINGGALKAN KOMENTAR YA BESTI AGAR AUTHOR DAPAT MENGERTI PERASAAN KALIAN SETELAH MEMBACA KARYA AUTHOR INI😍😍😍