
Setidaknya kita bisa bertemu karna di setiap jam aku merindukanmu”. Serunya sembari memejamkan mata diiringi senyum Haykal tanda ia sangat bahagia.
****
Satu minggu pun telah berlalu dimana kini hari yang sudah ditunggu pun datang. Ujian sudah berada didepan mata kini terlihat Haykal datang menghampiri ale.
"Sayang!!! Semangat ya kamu pasti bisa”. Serunya sembari menepuk bahu aleta
"Insya Allah".
Tak terasa bel pun telah berbunyi diiringi semua siswa mulai menerima kertas ujian dan guru menyuruh mereka untuk mengerjakannya dengan teliti. Tak disangka soal ujian yang diberikan sama persis seperti yang mereka pelajari saat kelompok.
"Haykal memang hebat”. Puji aleta
Dirinya tidak menyangka jika Haykal mampu menebak soal yang diberikan oleh guru, Diandra dan sahabat yang lain sama sekali tidak merasa kesulitan pasalnya ia juga satu kelompok dengan aleta. Menit demi menit pun berlalu dan sekarang berganti jam hingga suara bel berbunyi menandakan ujian telah usai. Guru pun memberi tahu jika semua murid harus mengumpulkan lembar jawaban sekarang dan perintah itu segera mereka lakukan.
Diluar kelas aleta dan ketiga sahabatnya telah menunggu Haykal keluar, mereka ingin mengucapkan banyak terima kasih pada lelaki itu dan tak berselang lama orang yang ditunggu pun datang.
"Kal makasih banyak ya, berkat kamu kita bisa dengan mudah mengerjakan". Seru Diandra
"Iya, gak nyanka gue soalnya sama persis seperti yang elo ajarkan". Sahut sahabat ale yang lain
"Kok loh pintar banget sih kal, apa loh sebelumnya sudah tahu".
"Gini ya gais kalian jangan salah paham dulu, aku cuma menepak poin-poin yang sering dibahas saja kok bukan karna aku sudah mengetahui". Jawab Haykal
"Habisnya persis banget”. Seru Diandra yang masih tak percaya
"Itu lah kelebihan Haykal”. Sahut bara tiba- tiba diiringi tawa dari mereka.
Kini mereka melangkah untuk meninggalkan sekolah, terlihat aleta pulang bersama Haykal namun di tengah jalan mereka seperti dibuntuti oleh seseorang hingga Haykal mempercepat lajunya.
Di pertigaan tiba-tiba Haykal menghentikan motornya karna ada beberapa orang menghadang mereka. keduanya merasa sangat bingung juga diikuti rasa khawatir. Haykal menyuruh aleta tetap berada di belakangnya dan tidak mengizinkan wanita cantik itu jauh-jauh darinya.
"ale, apa pun yang terjadi ikuti perintahku”. Seru Haykal meyakinkan sang kekasih yang sudah merasa cemas dibalas anggukan dari wanita cantik itu.
"Turun kalian”. Bentak preman itu
"Ada apa, mengapa aku harus turun”. Maki Haykal
"Banyak ngomong loh ya".
Preman itu merasa tidak sabar melayani pertanyaan Haykal dan segera menyeret lengan lelaki tampan itu untuk turun dari motornya, hingga membuat aleta terkejut namun Haykal tidak jatuh tetapi ia justru mengambil kesempatan untuk menendang kaki bagian kiri si preman itu.
Bruukkk
__ADS_1
"Awww,sialan". Bentak preman itu sembari berdiri dan menghajar Haykal
"Apa kalian beraninya cuma keroyokan?".
"Kenapa takut??".
"Tidak, hanya pecundang yang melakukan hal itu”. Teriaknya sembari menepis pukulan mereka
Mata preman itu memerah dan mulai menyerang Haykal lagi namun lelaki tampan itu dengan santai menepis pukulan mereka hingga membuat beberapa kali preman-preman itu terjatuh.
"Apa kau masih ingin melawanku?” seru Haykal yang melihat keempat preman itu tergeletak di tanah
"Aku akan mengalahkanmu bocah”. Teriak preman itu dan lekas berdiri untuk kembali menyerang, namun sayang Haykal tak semudah itu untuk dikalahkan.
Mereka hampir putus asa namun saat salah satu dari mereka mulai memancing Haykal untuk fokus kepadanya yang lainya mulai menyerang dari arah belakan dan menangkap tubuh Haykal seraya menghajarnya secara bersamaan hingga beberapa darah mengalir di wajah tampan Haykal.
Aleta yang melihatnya pun merasa takut pasalnya bukan cuma satu tetapi ada empat orang yang menghajar Haykal dan dirinya merasa bingung harus berbuat apa hingga Haykal terjatuh karna tidak mampu menahan serangan dari keempat preman itu secara bersamaan.
Namun Haykal tidak menyerah ia terus mencoba untuk berdiri dan melawannya lagi tetapi tetap saja ia kalah karna dirinya sudah merasa lemah dan disisi lain aleta terus saja berteriak meminta pertolongan hingga membuat salah satu preman itu merasa risih.
Ketika Haykal mendapati jika salah satu preman itu mencoba mendekati aleta, dengan sekuat tenaga ia segera menendang kaki preman itu hingga jatuh dan berteriak pada aleta untuk lari.
"Aku tidak mungkin meninggalkanmu".
"Jangan pikirkan aku, cepatlah lari ku mohon”. Teriak Haykal sembari menahan preman yang lekas mendekati ale namun sayang preman yang lainnya justru mengambil kesempatan untuk menghabisi lelaki tampan itu hingga tak sadarkan diri.
Dia sempat merasa ketakutan namun ia berpikir jika terus seperti ini bagaimana bisa ia menyelamatkan Haykal yang terkapar tak berdaya ditahan. Ia berhenti dan mengumpulkan keberanian untuk membalikkan badan agar bisa melawan beberapa preman itu.
"Apa kau sudah lelah berlari, aku masih sanggup mengejarmu”. Goda sang preman yang mendapati aleta berhenti
"Aku tidak ingin membuang waktuku hanya untuk bermain denganmu, jadi ayo kita selesaikan sekarang".
Hahahahahahahahahahahaha
Tawa keempat preman itu terdengar nyaring pasalnya mereka baru saja ditantang oleh seorang gadis.
"Ayo lah cantik jangan seperti itu kau membuatku takut hahahahahahaha".
"sayang sekali jika kulit putihmu itu tergores”. Goda yang lain
"Kemarilah sayang dan jangan takut kita bermain secara halus ya”. Bujuk salah satu preman itu sembari mencoba menyentuh tangan aleta namun dengan cepat wanita cantik itu menepisnya dan membalikkan tangan sang preman. Sontak saja membuat preman itu terkejut dan kesakitan.
"Aww Awww Awwwwww”. Rintih pria itu
Melihat temannya kesakitan membuat yang lain terkejut dan mulai menyerang aleta namun ia bisa menepisnya.
__ADS_1
Bruukkk
Bruukkk
Bruukkk
BRUUUKKKkkkkkkk
Aleta sempat beberapa kali mendapat pukulan karna kalah jumlah tetapi ia juga beberapa kali membalasnya hingga pertarungan itu sangat sulit untuk ditaklukkan. Wanita cantik itu tidak menyerah begitu saja namun salah satu preman itu berbuat licik.
"Sial, wanita ini cukup hebat bertarung”. Batin salah satu preman itu dan membuat rencana licik melempar pasir kearah aleta.
Mata aleta pun mendadak sakit hingga ia tidak fokus pada pertarungan itu dan segeralah ketika ale lengah salah satu preman itu melayangkan pukulan tepat dipunggung aleta.
Bruukkk
Namun justru preman itulah yang jatuh tersungkur ketanah karna ada seseorang yang menolong aleta dan menghajar ketiga preman itu.
Bruukkk
Bruukkk
Bruukkk
"Apuunnn bang ampun".
"Mengapa kalian menyerangnya?".Seru lelaki itu sembari memegangi kerah salah satu preman itu
"Tidak bang kami hanya disuruh".
"Apa?? Siapa yang menyuruh kalian".
"Mas Reno tolong”. Seru aleta lirih hingga membuat Reno melepaskan preman itu dan berlari kearah aleta yang hendak pingsan.
*
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG..