
Tawa yongki sangat puas dengan situasi saat itu hingga membuatnya merasa sangat bahagia. Dalam hatinya ia berkata ini resiko yang harus Haykal tanggung karna telah berani mengancamnya.
Disisi lain Haykal dan kedua temannya itu mulai memasuki hutan hingga memanggil nama ketujuh siswa itu namun tidak ada jawaban. Ketiga pria itu pun melangkah lebih jauh lagi memasuki hutan hingga terdengar suara hewan buas yang mengerikan membuat mereka menjadi sangat panik.
"Suara apa itu kal?"
"Entahlah, yang pasti kita harus waspada".
Haykal berusaha meyakinkan kedua sahabatnya untuk terus mengawasi sekitar hingga tiba-tiba mereka dikejutkan oleh seekor singa yang muncul dibalik semak-semak.
Bak berendam didalam air es berjam jam seperti itulah wajah pucat ketiganya saat berhadapan dengan raja rimba itu seolah sang singa protes karna wilayahnya telah diusik.
Haykal memerintahkan untuk mereka berpencar agar bisa mengalihkan perhatian si raja rimba namun perintah itu ditolak mentah-mentah oleh bara.
"enggak, aku takut banget kal".
"Bar ayolah, kita gak mungkin mati konyol disini".
Lama mereka berdiskusi dan akhirnya bara menyetujuinya hingga hitungan ketiga mereka berlari kearah yang berbeda dan sontak saja pergerakan ketiganya itu membuat sang raja rimba harus memilih siapa yang akan menjadi mangsanya dan hewan itu memilih mengejar Haykal.
Lelaki tampan itu semakin panik saat langkahnya tak jauh dari sang raja rimba hingga ia putuskan untuk memanjat pohon yang berada di depannya. Sesekali ia juga melempar i seekor singa itu menggunakan ranting pohon yang berada di sekitarnya namun sia-sia justru sang raja hutan itu menjadi lebih marah pada Haykal.
Bruukkk
Seseorang melempar batu berukuran sedang tepat mengenai kepala raja rimba itu hingga membuat seekor singa itu menoleh dan berlari menghampirinya.
"Alhamdulillah, masih aman”. Seru Haykal sembari mengelus dadanya
Lelaki tampan itu pun lekas menjatuhkan tubuhnya ke tanah dan mulai mencari keberadaan kekasihnya lagi namun saat masih beberapa langkah dirinya menginjak sesuatu yang menganjal sepatunya hingga membuatnya menengok ke bawah.
"Gelang???".
Haykal mendapati sebuah gelang berada di bawah sepatu dan ia lekas mengambilnya. Lelaki tampan itu terus mengamati gelang tersebut hingga ia baru teringat jika itu milik aleta.
Ya memang benar, aleta menjatuhkan gelangnya saat ia terjatuh ketanah karna didorong oleh cika hingga membuat Haykal menemukan petunjuk.
Ditempat lain aleta baru tersadar dari pingsannya dan mendapati ia tergeletak di tanah hingga wanita cantik itu membetulkan posisinya.
__ADS_1
"Awww...!!! Sakit”. Rintihnya sembari melirik kakinya yang ternyata luka.
Aleta mencoba mengingat kejadian sebelum ia berada disana dan teringat jika cika tidak sengaja menyenggolnya hingga membuat dirinya terjatuh. Wanita cantik itu mulai mengumpulkan sejuta kekuatan untuk berdiri dan berusaha kembali ke atas meski dengan kaki yang terluka.
Berkali kali ia berusaha mencoba namun tetap saja aleta tidak sanggup memanjat hingga ia hanya bisa berteriak meminta tolong.
................
Dilain tempat Lendra dan bara saling membantu menyelamatkan diri dari jeratan sang raja rimba hingga saat mereka berlari karna ketakutan tak sengaja keduanya menabrak regu yang tengah mereka cari .
Bruukkk
"Aduuhhh. Sakit”. Bentak cika
"Lendra???". Seru Diandra bahagia hingga tiba-tiba berlari memeluk lelaki dingin itu.
Lendra yang sejak dari tadi juga menghawatirkan kondisi Diandra kini tidak menepis pelukannya namun justru memeluknya erat dan menanyakan keadaannya. Lampu hijau pun telah Diandra genggam dan wanita imut itu segera menjelaskan semua yang terjadi hingga yang lain merasa iba pada aleta.
Saat tengah mereka ingin melanjutkan langkah mencari aleta babi hutan itu muncul kembali di hadapan kedelapan siswa itu hingga membuat mereka lari terbirit birit.
Lendra yang dengan spontan menggandeng tangan Diandra dan lekas berlari kencang untuk menyelamatkan diri diikuti yang lain juga berusaha menghindar dari cengkeraman si hewan buas itu. Saat mendapati babi hutan tidak lagi mengejar mereka kini semuanya berhenti dan beristirahat namun tiba-tiba saat cika tengah duduk di tanah kakinya tergigit ular yang bersarang disamping-Nya hingga membuat pendamping regu itu teriak kesakitan.
"Cika bertahan ya, secepatnya kita akan keluar dari sini". Seru bara
Bara meyakinkan cika jika tidak usah panik mereka akan menyelamatkan hidupnya namun bersikaplah tenang dan jangan menangis. Mereka segera beranjak dan melanjutkan jalannya lagi namun cika tidak mampu lagi berjalan hingga akhirnya bara mengendongnya.
Satu persatu jalan mulai mereka telusuri dengan susah paya karna badan sudah lemas dan capek. Jam menunjukkan pukul 20:00 namun mereka semua belum juga kembali membuat hati Imelda merasa cemas.
Dirinya ingin melaporkan kejadian ini pada wali murid karna sudah merasa takut namun dari kejauhan ada beberapa anak berteriak jika mereka sudah kembali hingga sang ketua osis yang tadinya panik kini mendapat angin segar.
Imelda merasa lega namun perasaan itu hanya terlewat saja saat ia menyadari Haykal dan aleta tidak berada di barisan mereka.
"Dimana Haykal dan aleta?” tanya Imelda pada bara dan Lendra
"Entahlah, kami berpisah saat seekor singa mengejar kita".
"Dan aleta terjatuh ke jarang". Sahut Diandra
__ADS_1
"Apaaaaaaaa”. Teriak Imelda terkejut
Suasana genting seperti ini tidak berpengaruh pada yongki, justru ia sangat bahagia mendengarnya hingga ia mengatakan (sekali dayung dua pulau terlampaui), rencananya ingin mengerjai aleta namun Haykal justru ikut terjerat ke dalam perangkapnya hingga tawanya menunjukkan sikap kejamnya.
Aurel yang menyadari Haykal belum kembali itu pun mulai menangis sejadi jadinya namun Imelda berusaha menenangkannya, dan dari kejauhan yongki berjalan menghampirinya.
"Apa kau baik-baik saja”. Tanya yongki seolah tidak mengerti dengan semua yang terjadi dan ia mengusap punggung wanita itu.
"Jangan menangis, Haykal pasti akan selamat". Sahutnya lagi
"Bagaimana mungkin aku tenang jika Haykal belum juga kembali".
"Iya tahu. tapi kasihan bayimu, dia akan ikut menangis jika kau bersedih seperti ini".
"Sejak kapan kau peduli denganku dan bayiku haa?” bentak Aurel
Namun kakak kelas itu berusaha menenangkan Aurel dan menghiburnya agar kesedihannya tak berlarut-larut.
Sedangkan cika dibawa ke tenda UKS untuk mendapatkan pertolongan selanjutnya karna tiba-tiba badan cika melemas dan tak sadarkan diri hingga membuat semuanya menjadi panik.
.................
Disisi lain Haykal terus saja berjalan mengikuti jejak kaki yang terlihat disana hingga ia tiba didekat jurang. Haykal tidak melihat aleta tengah berjuang melawan hidupnya di bawah sana namun saat lelaki tampan itu melangkah lagi-lagi kakinya menemukan petunjuk. Kali ini ia mendapati sebotol minuman dan bungkus roti yang tergeletak disana hingga membuat Haykal yakin jika mereka tadi beristirahat disini.
"Kemungkinan mereka tidak jauh dari sini”. Batin Haykal sembari melangkah namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara.
"Tolong...!!!!".
"Tolong...!!!siapa pun tolooonggg".
"Tolooonggg aku!!!!! huhuhuhuhu".
*
*
__ADS_1
*
*BERSAMBUNG..