CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 43-MANJA


__ADS_3

"Sttoooppp”. Seru kepala sekolah berteriak.


Kini mereka yang tadinya heboh diruang BK menjadi hening, karna teriakan kepala sekolah hingga yongki berdiri dan menceritakan awal mula kejadian itu dengan menuduh Lendra penyebab dari semuanya.


"Mengapa kau menuduhku”. Protes Lendra


"Kau yang  memukul ku hingga Aleta terjatuh”. Ucap yongki


"Kau yang menyakiti ale bukan aku, aku hanya ingin menolongnya dan tidak ada sedikit pun niat untuk menyelakai dia”. Jawabnya membela diri


"Tetapi kau yang menyebabkan aleta terjatuh, berarti ini semua salahmu”. Maki Aurel terhadap Lendra


"Jika saja kau tidak memukul kak yongki mana mungkin dia terpental”. Timpal Nindi sahabat Aurel


"Heh jangan asal nuduh kalian, Lendra melakukan itu karna ingin menyelamatkan aleta dari kak yongki”. Bela Diandra


"Jangan sok tahu kamu”. Hardik cika


Sebagian besar mereka menyalahkan Lendra namun tidak sedikit orang juga membela Lendra termasuk bara dan Diandra.


Kini keputusan pun telah dibuat oleh kepala sekolah dan hukuman yang akan diberikan adalah mengeluarkan Lendra, yongki dan cika dari sekolah namun tiba-tiba aleta mendatangi ruang BK tersebut.


"Pak saya ingin menyampaikan sesuatu,boleh?".seru Aleta


"Silakan apa yang ingin kamu sampaikan”. Ucap kepala sekolah


"Maaf sebelumnya, apa tidak sebaiknya masalah ini diselesaikan baik-baik tanpa harus ada yang keluar?”. Protes Aleta


"Ale apa maksudmu, kejadian ini hampir membuatmu kehilangan nyawa dan ini masalah serius”. Seru Imelda yang marah pada aleta


"Aku tahu tetapi lihat aku sudah selamat, sebentar lagi kita akan menghadapi ujian jadi bagaimana nasib mereka yang dikeluarkan dari sekolah pasti mereka kesulitan mencari sekolah baru dan dipastikan mereka akan tinggal kelas,kasihankan mereka”. Seru Aleta memohon


"tapi Al..".belum sempat Haykal melanjutkan bicaranya namun aleta memotong ucapannya.


"Tidak kal ini keputusanku".


"baiklah, apa yang kamu sampaikan memang benar tetapi mereka tidak memikirkan efek dari perbuatan mereka sendiri. Lihat lah Aleta masih memikirkan masa depan kalian, apa kalian tidak merasa malu?”. Seru kepala sekolah diiringi keheningan di ruangan itu


"Imelda".


"Iya pak?".


"Tiga nama siswa yang saya sebutkan tadi pastikan tidak masuk sekolah selama satu minggu”. Seru kepala sekolah sembari melangkah pergi diikuti para guru juga meninggalkan tempat tersebut.


"Imelda aku keberatan dengan keputusan kepala sekolah mengapa aku harus diskors juga, aku kan tidak bersalah?”. Protes cika


Haykal yang mendengar ucapan dari cika itu pun langsung melangkah mendekati tempat cika berdiri.


"Apa katamu kau tidak bersalah? Kau menginjak tangan aleta sehingga ia melepaskan pegangannya dan nyaris terjatuh itu yang kau sebut tidak bersalah”. Maki Haykal dengan suara keras dan menunjuk wajah cika


"Haykal cukup tahan emosimu”. Seru Imelda menahan Haykal agar tidak menyerang cika


"Imel aku ingin dia keluar dari anggota osis kita, karna aku tidak mau nama baik osis kita tercoreng karna perlakuan dia yang tidak mempunyai hati nurani”. Maki Haykal namun dibalas tatapan penuh kebencian dari cika


"Jangan khawatir kita akan membahasnya nanti, sekarang kalian semua boleh keluar”. Seru Imelda diiringi semua siswa yang berada diruang BK melangkah keluar dan berjalan ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan belajar.


Kring...kriiinggg...kriiinggg

__ADS_1


Suara bel berbunyi tanda pulang sekolah dan diiringi langkah semua siswa berhamburan meninggalkan sekolah tersebut.


Haykal mengantar aleta pulang ke rumah hingga mereka berdua tiba dirumah aleta.


"Mau mampir".


"boleh".


Haykal pun duduk dikursi teras rumah aleta dan tak lama kemudian wanita cantik itu datang menghampiri Haykal dengan membawa segelas minuman dingin.


"Mengapa kau begitu baik membiarkan mereka yang menyakitimu lolos dari hukuman".


"aku hanya memikirkan nasib mereka kedepannya,aku juga gak tega melihat mereka kesusahan mencari sekolah baru, lagi pula aku gak mau Lendra dikeluarkan dari sekolah hanya karna aku dia tidak bersalah".


"Kau menyukai Lendra ya?”. Tebak Haykal diiringi tatapan tajam kearah aleta


"Jangan cemburu, dia telah membelaku”. Membalas tatapan Haykal


"Aku juga membela mu tetapi tidak pernah kau bangga padaku”. Seru Haykal dengan nada kesal


Melihat sikap Haykal yang cemburu terhadap Lendra membuat aleta gemas padanya dan menggeser tempat duduknya agar lebih dekat dengan lelaki tampan itu dan berbisik ditelinganya.


"Aku juga cemburu melihat Aurel mencium mu tadi tetapi apa hak ku!!!! aku bukan siapa-siapa dirimu”. Bisik Aleta


Seketika Haykal menatap wajah aleta dan menyuruhnya mencium pipi tepat dibekas Aurel menciumnya tadi namun aleta menggelengkan kepala tanda tidak setuju hingga haykalah yang mendekatkan wajahnya dan lekas mencium pipi putih aleta.


Eeeemuuuaahh


"Apa yang kau lakukan”. Seru ale pada Haykal dengan nada sedikit meninggi namun manja.


"Heemmm".


"Apa kau tahu jika aku menyukaimu".


"Ya Aku tahu”. Jawabnya singkat


Bahkan aku juga sangat mencintaimu".


"Aku juga tahu itu”. Jawab datar ale yang membuat Haykal melirik kearahnya dan mendapati wanita itu sedang tersenyum meledek.


Tingkah lucu aleta membuat Haykal sangat gemas padanya hingga ia mendekatkan lagi wajahnya kearah ale dan ingin segera mencium bibir wanita cantik itu.


Wajah keduanya pun semakin berdekatan diiringi mata Haykal yang perlahan terpejam  hingga bibir Haykal akan segera menyentuh bibir lembut aleta namun dengan cepat ale menghalanginya dengan telapak tangan yang membuat Haykal membuka mata dan menghentikan niatnya.


"Jangan”. Seru aleta lembut


Haykal pun menuruti ucapan wanita cantik itu hingga dirinya menjauhkan wajahnya, akan tetapi dia justru menarik tubuh aleta untuk masuk ke dalam pelukannya.


"Kau sangat mengemaskan hingga aku tidak bisa menahannya, mencium mu adalah candu untuk ku”. Seru Haykal lembut sembari membelai rambut panjang aleta


"Kau tahu, aku yang lebih dulu menyukaimu tetapi aku sadar posisi ku ini salah dan aku memilih untuk diam”. Seru aleta manja dalam pelukan Haykal


"Oh iya, mengapa kau tidak memberitahuku".


"Aku tidak bisa mengatakannya karna menjaga perasaan Aurel, kita berdua sama-sama perempuan jadi aku tidak ingin menyakitinya".


"Kau tahu sejak pertama kali kita bertemu aku mulai gelisah memikirkanmu hingga saat ini aku selalu ingin dekat denganmu”. Ucap Haykal

__ADS_1


"Berarti kau tidak setia dengan pasanganmu?". Hardik aleta


"Setia dong, walau pun aku gelisah memikirkanmu tetapi aku masih menggunakan pikiran dan hatiku untuk tidak menyakiti Aurel, aku juga mencoba menepis perasaan itu hingga kini aku mengetahui siapa Aurel sebenarnya”. Seru Haykal sembari memeluk wanita cantik itu


"Hemm".


"Ale”. Seru Haykal lembut


"Iya”. Jawabnya manja


"Maukah kau menjadi kekasihku?".


Pertanyaan Haykal itu membuat aleta melepas pelukannya dan menatap erat ke wajah lelaki tampan itu dan dibalas tatapan bingung dari wajah Haykal.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Semarang, Jawa tengah


"Mama tidak usah khawatir Adit baik-baik saja".


"mama yakin kamu bisa melewati ujian ini jika memang Raisa itu jodohmu kalian akan bersatu".


"Amiin”. Seru Aditya sembari memeluk mama Helena


"Mah hati-hati dijalan, titip salam buat Airin dan aleta”. Seru Aditya melanjutkan ucapannya.


Kini mama Helena pun sudah memasuki pesawat dan akan segera lepas landas meninggalkan kota Semarang diiringi langkah Aditya meninggalkan bandara Ahmad Yani.


 


 


*


 


 


*


 


 


*


 


 


*


 


 


*BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2