CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 125 - BERTEMU SANG MAMA


__ADS_3

Naluri seorang ibu yang hampir 5 bulan terakhir tidak bertemu sang buah hati pun tak dapat monica sembunyikan hingga saat melihat anaknya berlari ke arahnya dengan spontan ia memeluknya dan membuat dirinya menitikkan air mata.


"Mama".


"A a aurel".


Tangisan pun pecah menyelimuti suasana tersebut membuat kedua wanita itu hanyut dalam perasaan sendu. Monica pun membelai rambut panjang aurel yang terurai lembut menambah kecantikan tersendiri untuk wanita yang tengah hamil tua itu dan perut buncit yang membuat monika kembali menangis meratapi sebentar lagi ia akan menjadi nenek.


"Mah ayo masuk".


Aurel pun mengajak sang mama duduk di sofa ruang tamu dan menunjukan betapa bahagianya dirinya bertemu sang mama. Bukan hanya itu monika pun mengungkapkan jika dirinya juga menahan rindu yang amat dalam pada sang anak hingga memeluknya berulang kali.


"Sayang. Apa kabarmu?".


"Baik".


"Apakah reno memperlakukanmu dengan baik?".


"Tidak perlu khawatir tentang itu, suami ku adalah seorang malaikat tak bersayap dia memperlakukanku bak putri kerajaan yang sesungguhnya. Aku sangat beruntung memilikinya walau semua itu terlambat".


Satu persatu pujian terhadap perlakuan reno selama ini pun ia lontarkan di hadapan sang mama membuat hati monika sedikit sakit mendengarnya ditambah monika melihat jika kehidupan anaknya sekarang lebih dari cukup dan lebih bahagia dari sebelumnya


Monica pun tersenyum dan menanyakan berapa bulan usia kandungannya hingga jenis kelamin calon cucunya itu.


"Laki laki mah".


"Selamat ya nak. Maafin mama belum bisa bahagiain kamu dan selama ini kamu mungkin membenci mama".


"Mah, seburuk apa pun perilaku mama selama ini tidak akan menutupi kenyataan jika dirimu adalah ibu kandungku dan kebohongan yang selama ini mungkin mama tutupi aku ikhlas menerima. Dari sini aku menemukan banyak sekali pelajaran hidup. Orang orang yang tulus menyayangiku dan memaafkan semua kesalahanku dulu membuat aku mampu merubah diriku menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aletta salah satunya.  Dulu kau tahu mah aku sangat membencinya bukan tapi sekarang dia adalah sahabatku".


Mendengar nama aleta membuat monika membulatkan mata dengan sempurna karena mengingat ucapan clara untuk menuntut sebuah keadilan.


"Sayang, dengarkan mama ya. Kamu harus jauhin aletta. Kamu tidak boleh dekat dekat dengannya".


"Maksudnya mah?".


"Berada didekat aleta adalah kesalahan dan berada disampingnya sama saja menyerahkan nyawa apa lagi membelanya, kebodohan terbesar".


"Mah ada apa denganmu? Aletta baik dia bukan orang jahat. Mengapa mama bicara seperti itu? Aku tahu selama ini mama gak suka sama dia tapi jangan menyuruhku menjauhinya karena sekarang aku dan dia sudah seperti seorang saudara".


"Kenapa kamu keras kepala sekali. Bahaya sedang mengintai wanita itu tinggal menunggu waktu yang tepat".

__ADS_1


"Aku harap mama tidak berbuat macam macam dengannya atau aku akan sangat membenci mama".


Mata aurel pun memerah mendengar pernyataan yang diungkapkan sang mama dan menyuruh wanita paruh baya itu meninggalkan rumahnya. Dalam hati aurel, dirinya sangat cemas karena ucapan itu namun apa boleh buat dia tidak bisa melakukan sesuatu hingga ia berbaring di kasur miliknya dan beristirahat.


Sedangkan di semarang nampak airin tengah membeli makanan di sebuah rumah makan di dekat rumah sakit. Lama ia menunggu akhirnya makanannya selesai dibuat hingga ia membayar dan terkejut melihat kasirnya karena dia adalah orang yang pernah menyelamatkan dirinya tempo hari.


"Kamu?".


"Ngapain kamu disini?".


"Seharusnya aku yang tanya. Kamu bekerja disini?".


"Bukan urusanmu".


Senyum airin pun mengenbang karna bisa bertemu lagi dengan lelaki yang pernah menyelamatkan dirinya itu. Dengan sengaja setelah airin membayar makanannya ia menunggu hingga seseorang itu selesai bekerja.


"Mengapa kau masih disini?".


"Aku ingin berbicara denganmu".


"Tidak". Sahut seseorang itu sambil berlalu.


Sontak saja membuat penyelamat airin membalikan badan dan terkejut melihat airin berada ditengah jalan hingga ia berlari untuk menyelamatkannya lagi.


"Apa kau sudah gila?"


"bagaimana jika kau tertabrak?".


"Mengapa kau bodoh sekali"


Omelan demi omelan terus seseorang itu ucapkan pada airin namun wanita itu justru tak menghiraukannya, tubuhnya lemas, dirinya ketakutan dan jantung nya berdegup kencang.


Menyadari jika airin tidak baik baik saja seseorang itu menurunkan nada suaranya dan membawanya duduk disebuah bangku di trotoar.


"Maafkan aku, apa kau baik baik saja? Aku hanya khawatir".


Ucapan itu pun akhirnya menyadarkan airin dan dirinya mengangguk tanda ia baik baik saja. Mulai saat itu hubungan keduanya semakin menunjukan keakraban dan akhirnya penyelamat airin mengungkapkan siapa namanya.


"Yongki".


"Airin. terima kasih kak yongki kau beberapa kali menyelamatku".

__ADS_1


Yongki pun tersenyum dan menawarkan diri untuk mengantarkan airin kembali ke rumah sakit, hingga tawaran itu disambut anggukan darinya.


Disepanjang jalan yongki bertanya apakah airin tidak bersekolah namun wanita itu mengatakan jika dia belajar dengan guru yang khusus.


"Mengapa? Bukannya lebih indah belajar disekolah umum? Menambah wawasan bahkan memiliki banyak teman".


"Itu adalah impianku sejak dulu tapi nyatanya kebebasan itu adalah khayalan untukku".


Sesaat yongki tidak mengerti apa yang airin sampaikan namun wanita itu menceritakan semua tentang masa lalunya hingga membuat dirinya terperangga.


"Sebentar, kau bilang pernah terjatuh ke danau saat bermain dengan seseorang?".


Aliran jantung yongki pun seakan terhenti mendengar ucapan yang airin sampaikan hingga wanita itu menganggukan kepala.


"Apa kau dulu sangat takut dengan air dan kamu memaksa seseorang itu untuk menemanimu menaiki perahu?".


"Iya. Bukan hanya itu aku juga meyakinkanku teman masa laluku jika tidak akan terjadi sesuatu pada kita, tapi nyatanya ketakutanku membuat perahu yang kita tumpangi terombang ambing dan jatuh".


"Apa kau masih ingat siapa teman mu itu".


Airin pun mengingat ingat kembali wajah lelaki yang pernah menyelamatkan dirinya itu, namun kejadian itu sudah sangat lama dan membuatnya sedikit lupa dengan wajah teman masa lalunya tapi airin tidak melupakan satu hal, hingga ia menyebutkan nama leon yang membuat yongki terkejut. Dirinya gemetar mendengar penuturan airin hingga tak terasa mereka tiba di depan rumah sakit.


"Terima kasih ya kak yongki kamu telah mengantarkanku".


Tak ada jawaban dari lelaki itu hingga airin membalikan badan dan melangkah memasuki halaman rumah sakit, namun tiba tiba yongki memanggil nama airin dengan keras dan wanita imut itu spontan membalikan badan.


Entah perasaan apa yang menghampiri hati yongki kala itu, tiba tiba dirinya berlari kearah airin dan memeluknya dengan sangat erat. Wajah gadis imut itu nampak terkejut dengan perbuatan yongki namun ia hanya bisa mengedipkan kedua matanya tanpa mengatakan sesuatu.


"Maafkan aku airin".


Hanya sebuah kalimat maaf yang mampu yongki ucapkan pada airin meskipun wanita itu tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan yongki tetapi dirinya berusaha menetralkan perasaannya.


pemandangan itu membuat mata semua orang yang melintas mengarahkan pandangan kepada mereka, hingga keduanya menyadari jika banyak pasang mata yang memperhatikan dan yongki melepaskan pelukannya.


*


*


*


*BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2