CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 131-DENDAM HAYKAL


__ADS_3

Hari pun sudah berganti tetapi rasa duka itu tetap menyelimuti keluarga aleta. Haykal sengaja memesan makanan untuk mereka sarapan. Ia berjalan mendekati kak adit sembari memberikan sepiring nasi padang.


"Kak sarapan dulu, dari kemarin kak adit belum makan".


"Makasih ya kal. Tapi tidak usah kakak langsung berangkat saja. Titip orang rumah".


Adit pun langsung berpamitan pergi untuk mengabdi pada tugas negaranya. Sejenak ia melupakan kesedihan itu walaupun masih sangat membekas di dada.


Haykal beranjak dan mendekati kamar sang kekasih, nampak aletta masih sangat terpukul dengan kepergian sang ayah. 


"Sayang. Makan dulu yuk".


Aleta pun tidak menjawab apa yang haykal ucapkan tetapi ia hanya menggelengkan kepala tanda wanita cantik itu tidak ingin sarapan.


"Nanti kamu sakit. Aku tahu semua ini berat tapi aku yakin kamu wanita yang kuat. Papamu disana pun merasa sedih jika kamu seperti ini. Seharusnya kamu bisa lebih menguatkan tante helena dan airin".


Aletta membenarkan posisinya dan memandang haykal sembari meneteskan air mata. Wanita cantik itu menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya hingga duduk di hadapan sang kekasih.


"Aku benar benar hancur kal, Aku belum bisa menerima kenyataan ini".


Mendengar ucapan sang kekasih membuat haykal juga menghela nafas panjang. Lelaki tampan itu menggeser duduknya  dan menggenggam tangan aletta.


"Aku akan selalu ada untukmu, mendukungmu, memberimu semangat dan berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu".


"Maaf ya kal. Selama ini mungkin aku terlalu egois, aku tidak menyadari ketulusanmu. Aku memang bodoh".


"Sudah hentikan, jangan kau bahas lagi. Sekarang makan dulu ya".


Aleta pun mengangguk dan mereka berjalan menuju meja makan. Haykal dengan sabar menyuapi aletta hingga nasi padang yang berada di piring itu kosong.


"Kamu juga makan ya kal. Siapa nanti yang kasih aku semangat kalau kamu sakit".


Haikal pun tertawa kecil mendengar ucapan sang kekasih hingga menyentuh pucuk kepala aleta dengan sangat mesra tanda ia sangat gemas.


Selesai makan aletta pun melangkah memasuki kamar mama helena sembari membawakan sarapan, namun wanita paruh baya itu masih nampak shock dengan kepergian suaminya.


"Mah, makan dulu ya".


"Bawa keluar al, mama lagi gak nafsu makan".


"Sedikit saja".


Mama helena pun hanya menggelengkan kepala tanda ia menolaknya, hingga aletta keluar dan meninggalkan nampan berisi makanan itu di dekat tempat tidur sang mama.


"Bagaimana sayang. Tante helena mau makan?".


Aletta hanya bisa menggelengkan kepala untuk menjawab ucapan sang kekasih dan wanita cantik itu berjalan menuju kamar airin sembari membawakan makan.


"Dek, bangun dulu yuk. Sarapan".

__ADS_1


"Nggak kak, airin gak lapar".


"Kamu harus minum obat dek. Kamu harus kuat. Kita semua sayang sama kamu".


"Papa kak. Mengapa secepat ini papa pergi. Airin gak mau kehilangan papa".


"Dek. Kakak tau ini pasti sangat sulit. Rasanya masih tidak percaya dengan semua yang terjadi. Papa pasti sedih melihat kita selemah ini, papa selalu bilang jika kita harus selalu kuat menghadapi apapun. Kakak mohon kamu juga harus berusaha kuat ya, kita semua terluka sama sepertimu".


Sejenak airin mengingat kembali momen dimana dirinya bersama sang papa hingga membuat gadis itu kembali menangis. Aletta pun memeluk sang adik untuk menenangkannya dan haykal hanya melihat dari balik pintu betapa rapuhnya mereka.


Tok..tok..tok.


haykal mendengar jika ada seseorang mengetuk pintu hingga berjalan untuk membuka nya. Lelaki tampan itu terkejut melihat yongki berada didepan pintu.


"Yongki? Apa yang kau lakukan disini".


Mata marah haykal nampak terpancar jelas melihat lelaki yang pernah mengusik masa lalunya itu dan membuat haykal mengepalkan tangan mengingat kejadian dulu.


"Apa kabar kal?".


"Pertanyaan macam apa itu. Apa kau sudah kehilangan rasa malu? Berani sekali muncul dihadapanku".


"Aku minta maaf untuk kejadian satu tahun yang lalu. Aku sungguh sungguh menyesal".


Sontak saja mendengar ucapan yongki membuat haykal tersulut emosi hingga lelaki tampan itu memegang kerah yongki sembari memakinya.


"Menyesal katamu, semudah itu kau bilang menyesal. Karna Kau sahabatku harus menikahi aurel. Dan karena kau juga aurel kehilangan masa depannya. Sekarang kau muncul setelah meninggalkan berbagai luka. Pengecut".


"Kak haikal cukup".


Seketika haykal menoleh ke sumber suara yang ternyata itu adalah airin. Gadis polos itu menghentikan haykal berlaku kasar pada yongki, hal itulah yang membuat lelaki tampan itu bingung.


"Ada apa airin?".


"Tidak baik memperlakukan tamu seperti itu, masuklah kak yongki. Kau tak papa kan".


Sesaat haykal tidak mengizinkan lelaki itu masuk tetapi aletta meraih tangan haikal dan membawanya pergi menjauh. 


"Aku turut berduka cita airin atas kepergian pak adam. Kamu yang kuat ya".


"Kemarin kakak dimana, saat aku sangat membutuhkan kakak".


"Maaf rin, tapi kemarin aku benar benar tidak bisa datang".


Yongki pun meyakinkan gadis itu untuk mempercayai alasannya. Ia juga membawakan airin boneka serta coklat untuk sedikit menenangkannya.


"Kau bisa memeluk boneka teddy ini saat merindukanku".


"Apa kau tidak akan datang menemuiku dan membiarkan aku sendiri. Kau jahat, aku tidak mau boneka itu".

__ADS_1


Yongki pun mendekati airin dan menggenggam tangannya sembari tersenyum manis ke arah gadis itu.


"Kau tahu, aku sangat sedih jika kau menangis. Airin dengarlah, aku tidak mungkin berjanji untuk selalu ada didekatmu. Tapi aku bersumpah jika aku menyukaimu".


Mata airin membulat sempurna mendengar penjelasan dari yongki, seumur umur baru pertama kali ia mendengar kata sendindah itu. Gadis yang baru saja berusia 16 tahun itu menunduk malu dan mendadak salah tingkah karena ucapannya.  Hal itulah yang membuat suasana menjadi canggung dan sunyi.


Sedangkan di sisi lain, aletta membawa haykal masuk kedalam kamarnya dan mulai meredakan emosi sang kekasih.


"Aku tidak mengerti, apa yang sudah terjadi?".


"Sayang. selama ini yongki adalah teman airin. Dia selalu menemani airin dan membantunya lebih kuat dalam menghadapi segala hal".


"Apa? Mengapa kamu membiarkan yongki mendekati airin. Kamu sangat tahu kan masa depan Aurel hancur karena siapa".


Aletta pun meraih tangan sang kekasih sembari membawanya untuk duduk. Wanita cantik itu mulai menjelaskan semua yang terjadi di antara keduannya.


"Apa pun alasannya. Aku tetap tidak suka padanya. Dia bukanlah orang yang baik".


"Haykal. Semua orang punya cerita yang berbeda, masa lalu yang berbeda bahkan kehidupan yang berbeda. Mungkin saja yongki sudah berubah dari kesalahan masa lalunya, dan dia ingin memperbaiki hidup untuk masa depannya".


Haykal pun tak menanggapi ucapan wanita cantik itu, matanya masih memerah karena dendam di masa lalu hingga membuat aletta mendekati sang kekasih.


Wanita cantik itu beranjak dan duduk dipangkuan haykal, perlahan aletta melingkarkan tangannya pada leher sang kekasih sembari tersenyum manja. Tak sampai disana, aletta juga mendekatkan bibirnya hingga mencium bibir lembut lelaki tampan itu yang membuat haykal tersadar dari lamunannya.


"Apa yang kau lakukan? Hmm".


"Kau bilang aku harus kuat, tapi mengapa kau sangat lemah karena dendam?".


"Ini sangat berbeda, dia orang jahat".


Aleta pun tersenyum manis dan beranjak dari pangkuan haykal sembari mengatakan hal yang membuat lelaki tampan itu terkejut.


"Kau dendam karena aurel kehilangan masa depannya, itu berarti jika kau masih mencintainya. Karena yongki pula kau kehilangan aurel".


Seketika haykal beranjak dari duduknya dan mendekati sang kekasih sembari membalas ucapan aletta.


"Apa yang kau pikirkan, aku dendam dengan yongki karena perbuatannya bukan karena rasa cintaku pada aurel".


"Tapi itukan awal mulanya".


"Ale. Mengapa kau masih mempertanyakan hal itu. Setelah semua yang kulakukan untukmu, kau masih ragu denganku".


"Enggak, sama sekali. Tidak sedikitpun aku ragu dengan cintamu tapi aku dengar sendiri dari mulut kamu, jika dendam yang kau simpan pada yongki tak lain karena dia telah menghancurkan masa depan aurel. Dan itu namanya apa kalau bukan masih cinta kal".


Perdebatan diantara mereka pun kian memanas, aleta tidak terima jika haykal masih mencintai sang mantan kekasih sedangkan haykal berusaha keras meyakinkan aletta jika tidak ada rasa yang tertinggal.


*


*

__ADS_1


*


*BERSAMBUNG..


__ADS_2