
Pemandangan itu membuat Aurel merasa sakit mata melihat mereka dan terlintas dibenanya untuk mengerjai mereka.
"Hay boleh kita gabung disini gak?"
Kehadiran Aurel beserta tiga temannya itu membuat Haykal juga aleta menoleh kearahnya dan disambut tatapan tajam dari keduanya.
*gak kapok-kapok juga nih orang, apa urat malunya sudah putus kali ya*.batin aleta
"Itu kan banyak bangku yang kosong, mengapa kalian harus gabung kemari”. Seru Haykal yang risih dengan kedatangan mereka
"aku dengar kamu mentraktir semuanya ya, ada acara apa nih siapa yang ulang tahun”. Seru Aurel
"Gak ada yang ulang tahun, sekarang tolong kamu pergi dari sini, sebelum aku....".belum sempat aleta melanjutkan ucapannya Aurel memotongnya
"Sebelum apa?”. Sahut Aurel memotong ucapan aleta hingga membuat wanita cantik itu diam dan tak melanjutkannya
"Hay gais sini-sini Dengerin aku yaa,hari ini aleta akan mentraktir kita semua jadi kalian boleh makan sepuasnya dan beritahu yang lain oke”. Seru Nindi sahabat Aurel sembari tersenyum licik
Aleta yang merasa geram dengan ucapan Nindi itu segera beranjak dari duduk nya dan menatap tajam kearahnya namun dengan cepat Haykal menggenggam tangan ale untuk mengendalikan emosinya.
"Panggil semua murid yang ada disekolah ini aku akan mentraktir mereka semua”. Sahut Haykal datar diiringi ekspresi terkejut dari Aurel dan tiga temannya, sedangkan ale menoleh kearahnya sembari menatap Haykal tanda tidak mengerti namun dibalas anggukan dari lelaki tampan itu.
Nindi dan Fany pun memanggil mereka semua untuk menyerbu kantin sekolah hingga tak tersisa satu makanan pun.
Ibu kantin pun berjalan mendekati meja Haykal dan teman-temannya terduduk sembari menyodorkan beberapa lembar tagihan kepada Haykal.
"Berapa nomor rekening ibu, saya akan mentransfernya"
Ibu kantin lekas menyebutkan nomor rekening dan Haykal segera mengambil ponsel untuk mentransfer sejumlah uang kepada ibu kantin itu namun anehnya Haykal tersenyum licik sembari memandangi ponselnya dan mulai berhitung.
1
2
3
Thinggggg...
Suara notif pesan pun berbunyi dari ponsel milik Aurel dan tertera dilayar ada pemberitahuan jika kartu kredit milik nya baru saja mentransfer sejumlah 24 juta ke rekening orang lain, melihat pesan itu Aurel langsung mengarahkan pandangannya ke arah haykal,dirinya baru menyadari jika Haykal masih menyimpan data kartu kredit miliknya.
Aurel pun segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri meja Haykal sembari membawa emosinya.
"Apa yang kau lakukan”. Maki Aurel kepada Haykal namun lelaki tampan itu merasa acuh dengan keberadaan Aurel yang sedang marah kepadanya.
"HAYKAL”. Bentak Aurel yang membuat aleta beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"Sebenarnya apa sih mau mu?” sekak aleta membalas bentakan Aurel namun dibalas tatapan emosi karna aleta mencampuri urusannya dan dengan cepat Haykal menghentikannya sebelum Aurel menyerang aleta.
"Ada apa?”. Seru Haykal sembari menggenggam tangan aleta
"Jangan kau pura-pura bodoh, kau baru saja mengesek kartuku bukan”. Hardik Aurel
"Aku hanya membayar tagihan dari ibu kantin apa itu salah?".
"Tetapi mengapa kau memakai kartu ku, kau sendiri yang bilang ingin mentraktir mereka semua bukan?".
"Aku memang mengatakan hal itu tetapi aku tidak mengatakan jika membayarnya dengan uangku, anggap saja ini konsekuen dari ulahmu itu”. Hardik Haykal sembari menggandeng aleta dan pergi meninggalkan kantin diikuti keempat sahabatnya.
Aurel yang merasa sangat emosi itu membanting gelas yang ada diatas meja, dirinya merasa dipermainkan oleh Haykal dan berjanji akan membalas perbuatan mereka.
"Awas kau aku akan membalasmu”. Teriak Aurel
Disisi lain Haykal dan teman-temannya merasa geli dengan ekspresi Aurel yang sangat kesal hingga membuat mereka tertawa mengingat kejadian di kantin tadi.
"Gak yangka kue ternyata loh pintar juga ya kal". Seru bara
"Hahahahahahaha. Loh lihat gak ekspresi Aurel tadi lucu banget”. Timpal Diandra
"Dia pasti sangat kesal".
"Kamu kenapa?”. Tanya Haykal yang menyadari dari tadi kekasihnya itu diam tak bersuara
"Aku merasa tidak enak hati, disisi lain aku mendukungmu karna perbuatan Aurel dan teman temannya memang sangat keterlaluan tetapi disisi lain aku juga kasihan dengannya uang sebanyak itu setara gaji tukang kebun selama 2 tahun disini”. Jelas aleta dengan nada rendah
"Percayalah aku tidak mungkin setega itu, nanti akan ku kembalikan separuh dari biaya itu dan separuhnya lagi bentuk dari hukuman untuk nya”. Seru Haykal menenangkan kekasihnya yang sedang gelisah itu
Mendengar ucapan Haykal yang bertanggung jawab itu membuat dirinya semakin percaya kepada lelaki tampan itu dan mengagumi sikap kedewasaannya itu.
Mereka semua pun melangkahkan kaki menuju kelas dan berpisah karna ruangan mereka berbeda hingga bel tanda masuk pun berbunyi diiringi semua murid memasuki kelas untuk melanjutkan kegiatan belajarnya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Disisi lain Lendra yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya itu pun lekas duduk beristirahat namun bos nya memanggil untuk memberinya pekerjaan tambahan.
"Mengapa kau hanya duduk saja, apa kau tidak lihat sangat ramai pembeli”. Seru bos Lendra
Semenjak kedua orang tua Lendra bercerai dia seakan kesulitan mencari kedamaian dalam hidupnya, dimana kedua orang tuannya sudah tidak mau tahu dengan keadaannya karna sudah bahagia dengan hidupnya masing-masing hingga melupakan Lendra yang menjadi korban percerai mereka.
Dari SMP ia harus merasakan pahitnya kehidupan dan setelah pulang sekolah iya harus bekerja menjadi karyawan paruh waktu di sebuah toko untuk memenuhi kebutuhannya.
Melihat sahabatnya hidup sebatang kara membuat Haykal dan bara merasa tidak tega melihatnya hingga tak jarang mereka berdua mengajak nya makan diluar bahkan jika SPP Lendra menunggak haykalah yang membantu Lendra untuk melunasinya.
__ADS_1
Hari ini di toko tempat Lendra bekerja sangat ramai pembeli dan dirinya tidak sempat beristirahat hingga ia tidak menyadari jika salah satu pembeli di toko tempat ia bekerja terdapat salah satu teman sekolahnya.
"Lendra??".panggil salah satu pembeli yang ternyata aleta puspa.
Mendengar namanya dipanggil dirinya pun segera menoleh kearah sumber suara itu dan alangkah terkejutnya melihat aleta yang telah memanggilnya.
"Ale apa yang kau lakukan disini?".
"Aku ingin membeli beberapa bahan untuk membuat kue, kau sendiri sedang apa disini?".
Ketika melihat pembeli sudah mulai sepi segeralah Lendra meminta izin untuk berbicara sebentar dengan temannya itu dan dia segera menarik tangan ale untuk membawanya menjauh dari toko itu.
Lendra pun mulai menceritakan semua hal yang ia alami selama ini hingga ia terpaksa bekerja di toko untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang membuat aleta menatap sendu kearahnya.
"Lendra kini aku tahu dibalik sikap dinginmu ini menyimpan seribu beban dipundakmu, kau jangan merasa sendiri ya dan kau juga jangan menyerah kita semua ada untuk mu".
Nasehat dari ale seakan membangkitkan semangat Lendra kembali hingga wanita cantik itu memberikan minuman yang ia beli saat pulang sekolah tadi.
Tanpa basa basi Lendra menyambar minuman yang masih tersegel rapat itu dan segera meminumnya karna ia sanggatlah haus dan mengucapkan terima kasih kepada wanita cantik itu.
"Bagaimana keadaan disekolah tadi?".
Mendengar ucapan Lendra, aleta pun teringat kejadian di kantin sekolah hingga ia menceritakan semua yang terjadi kepada Lendra.
"Kau tahu len, dari pertama kali aku bertemu dengan Haykal hingga kini aku sangat mengagumi sikap kedewasaan dari dirinya dan bukan cuma itu dia juga baik ke semua orang tanpa terkecuali”. Seru aleta tersenyum sembari membayangkan wajah Haykal
*
*
*
*BERSAMBUNG...!!!!
__ADS_1