
"mas Reno tolong”. Seru aleta lirih hingga membuat Reno melepaskan preman itu dan berlari kearah aleta yang hendak pingsan.
"Ale"
"ale"
"Ale apa kau baik-baik saja".
Reno terus memanggil nama wanita cantik itu namun tidak ada jawaban darinya meskipun kesadarannya masih ada tetapi perlahan tubuhnya melemas diiringi mata terpejam. Reno segera membawanya pulang dengan menggunakan taxi Online.
..................
Dirumah sakit Haykal sudah ditangani oleh dokter dan terlihat sang bunda sangat mencemaskan keadaan Haykal. Bunda terus saja menangis dan berdoa untuk sang anak yang masih berada diruang UGD.
"Bunda yang tenang ya Haykal pasti baik-baik saja”. Bujuk Lendra
"Apa yang terjadi padanya huhuhuhuhuuhuh" tanya bunda sembari menangis.
"Kami juga kurang tahu bun, yang pasti kami menemukan Haykal tergeletak dijalan dengan luka parah".
"Astagfirullah".
Bara dan Lendra tengah sibuk menenangkan bunda dan tak lama kemudian pintu UGD terbuka, terlihat dokter memanggil beberapa suster untuk membawakan PACEMAKER (alat pacu detak jantung).
Bunda yang melihatnya pun sangat terkejut dan berlari menghampiri beberapa suster yang ingin masuk ke dalam ruangan.
"Sus tunggu, apa yang terjadi?".
"Maaf, ibu ini siapa ya?"
"Saya ibu dari pasien ini sus".
"Oh saya mohon maaf Bu, pasien mengalami kritis dan biarkan dokter bertindak dulu ibu tunggu saja diluar".
Deg
Seketika kaki bunda merasa tidak kuat lagi berdiri mendengar Haykal kritis seraya tubuhnya melemas dan terjatuh. Bara yang berada di belakang bunda pun dengan sigap menangkap tubuh wanita paruh baya itu dan mengendongnya ke kursi, diiringi teriakan Lendra memanggil suster untuk menangani bunda Karin yang tak sadarkan diri.
Sedangkan didalam UGD dokter terus memompa jantung Haykal untuk menyelamatkannya namun tubuh Haykal tidak menandakan ada perubahan hingga membuat dokter itu menyerah dan menyatakan Haykal tidak selamat.
..............
Di kediaman aleta, semua orang merasa panik karna aleta belum juga sadarkan diri. Mama Helena dan juga pak adam berusaha keras untuk menyadarkan anaknya hingga wanita cantik itu perlahan membuka mata.
"Aleta ya Allah terima kasih”. Seru sang mama sembari memeluk anak perempuannya.
"Mama, bagaimana keadaan Haykal?". Seru aleta lirih
__ADS_1
"Kamu tidak usah memikirkan hal lain fokus pada kesehatanmu dulu".
"Enggak pah, aku khawatir dengan Haykal aku takut terjadi apa-apa dengannya”. Seru nya dengan lirih hingga tak terasa air matanya pun jatuh
"Sayang dengarkan mama kamu baru saja sadar dari pingsan mu jadi istirahatlah dulu atau makan sesuatu ya biar kamu cepat sembuh".
"Enggak mah huuhuuuhuuu aku kawatir dengan Haykal huuuhhuuh".
Tangisan aleta pun tak dapat tertahan lagi kini wanita cantik itu menangis sejadi jadinya karna mengingat kejadian disiang tadi hingga mas Reno mengatakan jika Haykal sudah dibawa ke rumah sakit oleh teman-temanya.
"Bagaimana mas Reno tahu kalau kita diserang?".
"Aku tahu karna tak sengaja melewati jalan itu dan aku melihat Haykal tergeletak dijalan, lalu aku memberitahu Lendra untuk membawanya ke rumah sakit".
Semua orang meyakinkan aleta untuk tidak terlalu menghawatirkan Haykal hingga aleta menganggukkan kepala tanda setuju, meski perasaannya tidak bisa berdamai dengan keadaan ia memilih untuk berbohong.
Didalam kamar hati aleta semakin tak karuan pasalnya ia melihat cukup banyak darah yang keluar dari tubuh Haykal dan luka lembam di area wajah hingga ia terjatuh dan tak berdaya. Hal itu membuat aleta kembali menangis sedih.
"Haykal bagaimana keadaanmu, apa kau baik-baik saja??? Jangan tinggalkan aku ku mohon”. Batin aleta dalam tangisannya.
Hati yang tak kunjung tenang itu membuat aleta gelisah dan tak bisa tidur hingga wanita cantik itu memilih berwudu dan melaksanakan sholat sembari mendoakan Haykal.
"Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Tiada tuhan selain engkau. Tiada pertolongan melainkan engkau. Hamba mohon ya Allah selamatkanlah Haykal. Amiin”. Doanya
Bahkan tanpa sadar aleta tertidur diatas sajadahnya dan masih menggunakan mukena.
"Hallo ada apa len?".
"Haykal mas"
"Ada apa dengan Haykal len, dia baik-baik saja kan”. Serunya dengan nada panik
"dokter menyerah mas".
"Apa maksud mu?".
"Haykal meninggal"
Kabar itu seakan membuat mata Reno membulat sempurna dan tak percaya jika lelaki yang sudah dianggap sebagai adiknya itu pun pergi meninggalkannya untuk selamanya. Hati Reno dirundung rasa bersalah karna telat menyelamatkan Haykal dan ia seperti orang bodoh yang diam dan tiba-tiba menitikkan air mata.
"Haykal”. Serunya lirih tanda ia sangat lemah saat mengingat kenangan yang lelaki tampan itu tinggalkan.
Sedangkan aleta tiba-tiba bermimpi jika Haykal datang menghampirinya dan membangunkan ia dari tidurnya.
"Sayang!!!sayang!!!sayang!!!"
Mendengar suara seseorang dirinya terperanjat bangun dan terkejut mendapati Haykal berada didepanya, tanpa basa basi ia memeluk lelaki tampan itu sembari menumpahkan tangisannya.
__ADS_1
"Kau jahat sekali mengapa kau tidak memberiku kabar aku sangat menghawatirkanmu huuuhhuuh"
"Kamu tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja. Dan setelah ini ku mohon padamu untuk terus menjaga senyummu dan melanjutkan hidupmu. Pertemuan kita adalah takdir yang paling indah untuk ku. Mencintaimu adalah anugerah yang tidak dapat terganti oleh apa pun. Aku sayang padamu tapi kita harus pisah".
"Apa maksudmu? Aku tidak mau berpisah denganmu". Seru aleta sembari menatap tajam kearah Haykal namun lelaki tampan itu membalasnya dengan senyuman dan lekas beranjak.
Haykal berjalan meninggalkan aleta meskipun wanita cantik itu terus memohon untuk berhenti tetapi Haykal melambaikan tangan pada aleta.
"Sampai bertemu direncana Allah selanjutnya. terima kasih aleta".
"Haayyyyykkkkkkkkaaalllllll”. Teriak aleta sekencang mungkin hingga seisi rumah terbangun karna teriakannya.
Papa dan mama segera berlari menghampiri aleta dan menanyakan apa yang terjadi namun wanita cantik itu hanya bisa menangis dan memanggil nama Haykal dengan terbata-bata.
Hatinya merasa hancur karna mimpi berpisah dengan kekasihnya itu dan meminta izin pada kedua orang tuanya untuk menemui Haykal namun mereka menyarankan untuk setelah pulang sekolah hingga aleta menganggukkan kepala.
Disekolah aleta tak mengeluarkan suaranya, ia juga tak melihat Lendra dam bara berada disekolah hingga membuat aleta merasa gelisah. Guru pun telah membagi soal ujian namun aleta tetap tidak fokus pada ujiannya ia justru ke pikiran oleh kekasihnya hingga ia meninta izin untuk pergi ke toilet sekolah.
Sebenarnya aleta hanya berbohong ia sama sekali tidak bermaksud membohongi guru tetapi dia tidak punya pilihan lain dan segera ia mengendap-endap untuk keluar dari sekolah menuju rumah sakit dimana Haykal dirawat.
Dengan masih menggunakan seragam sekolah ia berkeliling didalam rumah sakit untuk mencari keberadaan Haykal namun ia sangat terkejut saat bunda menangis dipelukan suaminya dan diikuti Reno, Lendra juga bara ikut memasang wajah sendu.
*apa yang terjadi, mengapa semua ada diluar Haykal dimana. Bagaimana keadaannya sekarang*. Batinya sembari melangkah mendekati mereka
"Aleta”. Seru Reno terkejut melihat aleta datang.
"Gimana keadaan Haykal mas??apa dia baik-baik saja”. Tanya aleta
*
*
*
*
*BERSAMBUNG.
HAY GAIS GIMANA NIH PERASAAN KALIAN SAAT DITINGGAL HAYKAL???? TULIS DIKOLOM KOMENTR YA. KALAU AUTHOR SIH SAD BERAT 😢😢😢😢😢
__ADS_1