CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 95-BENDERA KUNING


__ADS_3

Titik terlemah suatu hamba terdapat ketika ia tidak mampu lagi berbuat apa pun saat bertubi tubi masalah menghampirinya dan satu hal yang harus mereka ketahui disitulah Allah SWT merindukan hambanya untuk bersujud dan melihatnya meminta pertolongan.


***


Pagi itu semua siswa kembali kesekolah dan para guru memberi pengumuman jika semua siswa kelas 12 dinyatakan lulus juga  kelas 11 dan 10  dinyatakan naik kelas, kabar itu membuat semua siswa bahagia hingga sang kepala sekolah mengumumkan juara favorit disekolah adalah Haykal azza perwira.


Wakil ketua osis yang mendengar namanya disebut itu tersenyum simpul pasalnya dirinya masih mampu mempertahankan peringkatnya di tengah masalah yang bertubi tubi menimpa dirinya  meskipun ia hanya mengikuti ujian susulan nyatanya ia mampu mengalahkan teman-temannya hingga lelaki tampan itu melirik sang kekasih yang berbaris disebrang nya.


Melihat Haykal memandang kearahnya aleta lekas mengangkat dua jempol untuk sang kekasih sembari tersenyum menandakan Haykal memang hebat, tetapi disisi lain lelaki tampan itu mendapat gunjingan dari beberapa siswa karna merasa risih dengan keberadaannya pasca mendengar kehebohan kemarin.


"Kok dia masih diizinkan masuk sekolah sih?".


"Iya, harusnya dia udah di keluarkan".


"Perbuatannya itu sudah mencoreng nama baik sekolah".


"Aku gak sudi memiliki osis seperti itu".


Seruan itu didengar oleh Imelda yang berdiri di barisan paling belakang hingga ia berdehem untuk menghentikan percakapan mereka. Jujur dalam hati Imelda ia juga merasa kasihan pada Haykal pasalnya ia tahu tentang kebenaran yang sesungguhnya hingga ia memutuskan untuk mengirim pesan pada aleta.


*Ale kita perlu bicara!!!!*.


Pesan pun telah terkirim kepada wanita cantik itu hingga ia mengatakan jika akan menunggu Imelda di balkon sekolah setelah acara selesai dan tak lama kemudian kepala sekolah pun membubarkan acara tersebut tanda semua telah selesai dan diiringi langkah kaki para murid meninggalkan  lapangan.


"Ale kamu mau ke mana?”. Tanya Diandra yang melihat aleta tidak menuju kelas.


"Aku mau ketemu Imelda sebentar. Apa kamu mau ikut?".


Diandra pun menganggukkan kepala tanda ia setuju dan mereka berdua berjalan menuju balkon, disana ia mendapati Imelda sudah berdiri bersama Lendra dan bara mereka sudah lebih dulu sampai.


"Apa yang ingin kau bicarakan?".


"Aku ingin membicarakan tentang masalah yang menimpa Haykal?".


"Apa kau mengetahui tentang kesalah pahaman ini?".

__ADS_1


"Iya aku tahu, maka dari itu aku juga merasa kasihan saat semua orang menghina Haykal. Kita tidak bisa seperti ini terus, kita harus membantu Haykal mengungkapkan kebenaran tentang kehamilan Aurel".


"wanita itu sangat menyebalkan, dia selalu mencari kambing hitam untuk menutupi kesalahannya”. Protes Diandra sembari memanyunkan bibirnya


"Yang terpenting sekarang ini adalah  kesaksian yongki karna dia ayah dari bayi itu". Seru aleta


"Tapi Al!!!! yongki tidak mungkin mau mengakuinya". Jawab Imelda


"Bagaimana pun caranya kita harus bisa mendesak yongki". Sahut aleta


"Jangan terburu-buru Al takutnya yongki akan berbuat nekat". Nasehat bara


"Lalu aku harus bagaimana, cepat atau lambat Haykal akan menikahi Aurel dan aku tidak mau itu. Haykal tidak boleh mengorbankan dirinya."


Semua orang yang ada disana pun menenangkan aleta karna ia mulai menangis ketika mengingat tuduhan yang menimpa sang kekasih hingga Imelda menepuk punggung aleta dan berkata kita semua disini untuk membela Haykal, kamu jangan khawatir.


Aleta pun kembali menangis karna ucapan itu hingga ia mengatakan Haykal adalah orang baik dan dikelilingi oleh orang-orang yang baik juga dan ia menyenderkan kepala dipundak Imelda. Lendra yang melihat aleta terpuruk pun kini berjongkok di hadapan wanita cantik itu sembari menggenggam tangan aleta dan mengatakan jika jangan menangis kamu harus kuat untuk Haykal.


Pemandangan itu membuat Diandra dirundung rasa cemburu tetapi buru-buru ia menepis perasaan itu karna situasi saat ini memang aleta membutuhkan dukungan dan membiarkan Lendra terus menggenggam tangannya. Dari kejauhan cika telah menguping pembicaraan mereka karna dari awal ia sangat mencurigai gerak gerik aleta dan benar saja wanita cantik itu juga beberapa temannya tengah merencanakan sesuatu.


Selesai membahas tentang rencana selanjutnya mereka kembali ke kelas masing-masing namun di tengah jalan aleta mendengar gunjingan dari beberapa siswa yang menyudutkan ia dan Haykal lagi.


"Apa jangan-jangan dia juga sudah diembat?".


“Atau bahkah aleta telah diguna guna?”.


Sontak saja membuat aleta membalikkan badan dan menghampiri kerumunan beberapa siswa itu sembari mengatakan jika tidak usah ikut campur dalam masalah orang lain namun aleta justru didorong oleh salah satu dari mereka karna merasa kesal pada wanita cantik itu hingga membuatnya jatuh, Beruntung Haykal datang tepat waktu hingga ia menangkap tubuh aleta yang nyaris jatuh ke lantai.


"Apa kau baik-baik saja?” tanya nya apa aleta dan dibalas anggukan dari sang kekasih.


"Apa yang telah kalian lakukan, jika aleta terluka apa kalian mau tanggung jawab. Perbuatan kalian ini sungguh tidak menunjukkan jika kalian itu berpendidikan". Bentak Haykal


"Lalu apa yang kau lakukan itu berpendidikan?". Protes salah satu siswa itu pada Haykal


"dasar kau ya”. Maki aleta sembari menjambak wanita yang telah mendorongnya tadi karna terus menyudutkan Haykal hingga kehebohan pun terjadi lagi.

__ADS_1


Haykal dan Diandra yang berada disana pun sangat kebingungan memisahkan keduanya karna dikuasai oleh emosi dalam diri masing-masing hingga Haykal menarik tubuh aleta untuk menjauhi kerumunan wanita itu dan membawanya ke dalam kelas.


"Sayang!!!! Apa yang kau lakukan, jangan seperti itu. Kau hanya akan melukai dirimu sendiri".


"Bagaimana aku bisa mendiamkan orang yang terus menghinamu".


"pantas mereka melakukan hal itu, sedang mereka tidak mengetahui kebenarannya dan kita juga belum memiliki bukti yang kuat untuk menyangkalnya kan??? jadi biarkan mereka berbicara sesuka hati mereka. Kamu jangan khawatir, aku baik-baik saja selama kamu ada disamping-Ku".


Bukan hanya aleta, Diandra yang berada disana pun ikut tersenyum dengan seruan Haykal yang menenangkan jiwa Pasalnya lelaki tampan itu mengatakannya untuk membuat sang kekasih merasa tenang dan tidak terlalu stres memikirkan masalahnya hingga wanita cantik itu membalas genggaman Haykal dan menganggukkan kepala.


Kriiinggg...kringggggg...kriiinggg


Suara bel tanda sokalah telah usai pun berbunyi dan diiringi langkah siswa meninggalkan sekolah. Haykal meminta izin pada aleta untuk menemui keluarga  setelah ini hingga ucapan itu membuat kekasihnya sedikit tidak rela.


"Apa aku boleh ikut?” serunya dengan nada memelas namun Haykal hanya menggelengkan kepala.


"Jangan!!!! Percayalah aku tidak akan pernah meninggalkanmu".


"Baiklah!!!  Jaga dirimu, jangan sampai kau berpaling dariku. Janji?".


"Janji!!!”. Serunya sembari mengusap pucuk kepala aleta hingga mereka melajukan motor meninggalkan sekolah dan kembali ke rumah masing-masing.


........................


Disisi lain Aurel baru saja sampai di kediamannya namun ia terkejut ketika melihat rumahnya sudah dipenuhi banyak orang dan bendera kuning telah berkibar diteras rumah. Sontak saja membuat hatinya gelisah sekaligus bingung, ia berlari dan melihat banyak orang sudah menangisi seseorang yang terbujur kaku tertutup kain.


"Enggak.. enggak mungkin. Paapaaaa!!!!". Teriak Aurel sembari menjatuhkan butiran bening dari sudut matanya


Wanita manis itu tidak menyangka jika sang papa begitu cepat meninggalkan dirinya sendiri di tengah ia sangat membutuhkan support dari kedua orang tuanya namun kini justru ia kehilangan sang papa. Air mata pun tak dapat terbendung lagi ketika sudah berhadapan dengan tubuh yang terbujur kaku itu dan ia menangis sejadi jadinya karna disitulah kehancuran hati seorang anak perempuan yang sesungguhnya.


*


*


*

__ADS_1


*


**BERSAMBUNG


__ADS_2