
Apa yang sedang kalian lakukan?".
Sontak saja pertanyaan itu membuat mata kedua orang yang sedang berpelukan membulat sempurna sembari menoleh ke arah sumber suara.
"Kak ale". Seru airin
"Yongki. Apa itu kau?".
Airin pun tidak mengerti mengapa kedua orang itu saling mengenal tetapi ia berusaha bertanya dari mana mereka saling kenal, namun sang kakak justru menyuruhnya untuk pergi karena papa sudah sadarkan diri.
Tanpa basa basi airin pun menganggukan kepala tanpa berkata suatu apapun pada yongki dan meninggalkan tempat itu dengan perasaan sendu.
Sedangkan aletta mempertegas pertanyaannya dengan mengatakan mengapa dia bersama airin. Yongki pun mengungkapkan jika jangan menaruh salah paham disini, bertemu airin adalah ketidaksengajaan.
"Apa kau yang telah menyelamatkan airin?".
"Hmm".
Mengetahui kenyataan jika benar yongki yang telah menyelamatkan sang adik aletta pun mulai mengatakan kata terimakasih pada yongki, meskipun dirinya tidak menyangka akan bertemu lagi dengan lelaki yang pernah memfitnahnya itu. Tak hanya sampai disana yongki pun juga bertanya mengenai aurel yang membuat aletta tersenyum getir kearahnya.
"Ada apa?".
"jangan mengkhawatirkannya lagi, karena sekarang wanita itu sudah menemukan kebahagiaannya".
"Maksud kamu?".
Aleta pun mulai menceritakan tentang semua yang terjadi setelah kepergian yongki beberapa bulan lalu, hingga membuat lelaki itu tersenyum meskipun menyimpan penyesalan yang amat dalam dihatinya.
"Syukurlah. Semoga suami aurel menerima anakku seperti anak kandungnya sendiri".
"Itu sudah pasti, mas reno adalah lelaki paling baik".
Pujian pun terus aletta ucapkan hingga tak terasa malam pun mengakhiri perbincangan mereka.
__ADS_1
Tuttt...tuttt..tutt
Suara panggilan pun masuk kedalam sambungan ponsel milik yongki dan tertera nama clara disana hingga ia buru buru mengangkatnya.
"Hallo".
"Apa kau sedang mempermainkanku? kebaikan yang selama ini kuberikan padamu tak berarti kah?".
"Apa maksudmu".
"Aku menyuruhmu membunuhnya bukan membuatnya celaka dan sekarang kau justru tertawa lepas bersama anaknya? Apa yang ada dipikiranmu. Luka ini serius dan jangan kau permainkan. Apa kau tidak peduli dengan keselamatan ibumu ha?".
"Ku mohon clara, jangan sakiti ibuku. Dia adalah satu satunya orang yang ku miliki".
Permohonan yang yongki sampaikan pun tak membuat clara melembut justru ia memaki maki yongki dan memutuskan sambungan panggilannya dengan rasa kesal. Bagaimana tidak rencana yang dari dulu ia susun kini hampir saja gagal karena keraguan yongki.
Sedangkan yongki merasa tidak tega melukai ayah dari sahabat masa kecilnya. Malam itu hati yongki sangat tak nyaman, tubuhnya panas dingin karena ia harus menuntaskan misinya. Ternyata yongki selama ini mengenal clara dan karna bantuan wanita itu lah ia mampu membawa ibunya pergi berobat. Tapi sayang bantuan itu tidaklah gratis, yongki harus membayarnya dengan membantu wanita itu untuk menuntut keadilan atas kematian pak andi dan ia merasa setiap gerak geriknya ada seseorang yang mengawasi.
Kedatangan yongki ke semarang tak lain adalah permintaan clara untuk membunuh pak adam karena dianggap lelaki itu telah membebaskan anaknya dari jeratan hukum, namun tuhan masih menyelamatkan lelaki paruh baya itu dari maut.
Sedangkan di rumah sakit pak adam memanggil aleta untuk membicarakan suatu hal yang penting dan dengan anggukan wanita cantik itu menurut.
"Apa yang ingin papa sampaikan ?".
"Aleta. Anak papa yang sangat papa sayangi. Kondisi papa tidak memungkinkan untuk bisa menjaga kalian, papa harap kamu bisa menjaga diri dan menjaga adikmu. kejahatan mungkin ada disekitar kita tanpa kita sadari. Kamu harus berhati hati".
Keheningan pun yang terjadi dan wanita cantik itu hanya bisa terdiam mencerna apa yang papanya sampaikan hingga menanyakan bagaimana papanya mendapat musibah seperti ini. Pak adam pun menjelaskan jika dirinya sedang lembur di kantor hanya seorang diri, mengingat berkas penting yang harus diserahkan esok membuatnya menuntaskan proposal malam itu juga, namun ada beberapa orang yang sengaja mengganggunya diluar ruangan. Pak adam pikir orang itu hanya iseng tetapi semakin dibiarkan beberapa orang itu semakin nekat hingga memaksa pak adam menggunakan senjata untuk memperingatkan mereka.
Tak hanya sampai disana justru pak adam diserang oleh beberapa orang dari arah belakang hingga memukulnya sampai babak belur setelah sekuat tenaga ia mencoba melawan tetapi lawannya tidak seimbang dan mereka semakin bertambah hingga pada akhirnya lelaki paruh baya itu tak sadarkan diri.
Setelah merasa jika tak ada perlawanan dari pak adam mereka pun membawa lelaki paruh baya itu dan menerjunkan ke dalam jurang bersama mobilnya. Semua itu mereka lakukan untuk menghilangkan jejak namun sayang mereka tidak melihat jika ada kamera pengawas di halaman hingga para polisi yang bertugas pagi melacak keberadaan pak adam.
Pernyataan itu membuat aletta menangis di pelukan sang papa membayangkan betapa kejamnya orang yang berusaha membunuh papanya, namun pak adam meyakinkan jika ini semua hanya musibah dan mewanti wanti aleta untuk terus waspada.
__ADS_1
Aleta pun menganggukan kepala tanda ia mengerti namun pak adam juga menyampaikan jika ada satu orang yang mengatakan jika dirinya dibayar untuk menuntut keadilan yang membuat mata aletta membulat sempurna.
"Keadilan, apa maksudnya pah?".
"Tidak tahu sayang, tapi yang pasti kakakmu dan anggota polisi lainnya sedang menyelidiki kasus ini".
Aletta pun dapat bernafas lega setelah mendengar jika keganjilan ini sudah ditangani oleh orang yang tetap dan tiba tiba ponsel miliknya berbunyi tanda ada panggilan masuk. Tertera nama haikal disana namun wanita cantik itu enggan untuk mengangkatnya. Sudah satu minggu ia berada di semarang dan beberapa hari terakhir aleta tidak menghubungi sang kekasih meskipun panggilan dari haykal terus bergema di telinga.
"Sayang kenapa gak kamu angkat? Memangnya dari siapa".
"Tidak pah, gak pp kok".
"Haykal ya".
Aleta pun terdiam mendengar ucapan sang papa dan mengatakan nanti akan menghubunginya kembali sembari berpamitan untuk meninggalkan ruangan. Ponsel milik aletta pun tiba tiba bergetar kembali tanda menerima pesan masuk hingga ia melihat dan membacanya.
*sayang ada apa denganmu. Mengapa kau tidak menjawab panggilanku. Apa salahku?*.
*sayang*
*Aku merindukanmu*.
Pesan demi pesan pun terus masuk ke dalam ponsel aletta namun lagi lagi wanita cantik itu tidak merespon pertanyaan haykal, baginya hanya akan memberi harapan palsu jika ia membalas pesan dari sang kekasih karena ia juga tidak tahu kapan dirinya akan kembali. Diam dan perlahan menghilang adalah cara yang tepat untuknya pergi dari kehidupan haykal mengingat banyak sekali rintangan untuk dapat hidup berdampingan.
Air mata aletta pun tak dapat ia bendung lagi, kini butiran air itu mengalir membasahi pipi putih aleta. Jujur dalam hati ia juga memendam rindu padanya namun apa daya jarak terlalu jauh untuk bertemu dan malam sepi tanpa bintang yang kini menemani aleta dalam perasaan sendu.
Perlahan wanita cantik itu membuka galeri ponsel miliknya dan menatap fotonya bersama sang kekasih hingga bergumam jika dirinya belum siap melepaskan cintanya. Tangannya gemetar karena rasa rindu menyiksa batin. Kini ia hanya bisa berharap semoga ada keajaiban untuknya bisa kembali menemui sang kekasih meskipun itu sangat sulit didapat.
*.
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG . ...