
"Pelan-pelan ya dok, soalnya sakit banget".
Tanpa aleta sadari dari kejauhan Haykal dan beberapa teman temannya pun menatap kearah mereka sembari menggunjingnya.
"Itu ngapain sih pak Virgo?".
"Pakek manggil dokter segala, lebay banget".
"Modus pasti".
"Iya kal, gimana kalau kita kerja in???".
Teman-teman Haykal pun terus memprovokasi untuk mengerjai pak Virgo dan akhirnya mereka pun bergagas menjalankan misinya hingga berjalan mendekati kearah aleta.
"Kamu sedang apa?" Tanya Haykal pada aleta sembari duduk disamping-Nya
"Eh kamu, ini lagi diperiksa kakinya".
"Ngapain kalian ke seni?”. Tanya pak Virgo ketus
"Sewot banget sih pak”. Jawab yang lain
"Bukan apa-apa kalian ini hanya mengganggu. Ini dokter pribadi saya yang jauh-jauh saya panggil untuk memeriksa kaki aleta yang terluka".
"Idiihh gila dokter pribadi gais". Jawab yang lain
Teman-teman Haykal pun mengejek pak Virgo habis-habisan, mereka juga menyindir jika pak Virgo disini pasti memiliki tujuan lain hingga membuat lelaki itu menjadi diam karna ulah teman-teman Haykal, namun pak Virgo mengelak jika dokter itu sebenarnya untuk semua.
Mendengar alasan pak Virgo membuat lelaki tampan itu tersenyum simpul dan meminta jika memang ia mendatangkan dokter untuk membantu semuanya maka Haykal menawarkan diri untuk diperiksa karna dirinya juga sedang terluka. Jujur dalam hati pak Virgo merasa tidak nyaman dengan perlakuan Haykal dan juga beberapa temannya namun ia tidak punya pilihan lain selain mengiyakannya.
Situasi saat itu membuat aleta tersenyum simpul pasalnya dirinya tahu jika Haykal dan teman temannya hanya ingin mengerjai pak Virgo. Mata aleta beradu pandang dengan sang kekasih, mereka seakan berbicara melalui pandangan.
Melihat ekspresi pak Virgo yang kesal membuat mereka semua tertawa setelah dokter itu meninggalkan tempat dan kembali ke posko penginapan terdekat.
“kalian liat gak ekspresinya, sumpah ngakak banget”. Seru yang lain
“kesel tuh pasti”.
“sumpah ya kalo aku jadi pak Virgo sih, gue bantai kalian semua”. Ejek Imelda
Hahhahhahhahahahhahaha
__ADS_1
Keakraban mereka semua kini membuat Aurel iri, dirinya hanya bisa menyaksikan dari kejauhan tanpa bisa bergabung dengan mereka karna terlalu tinggi rasa gengsinya. Tiba-tiba cika yang sudah membaik itu datang menghampiri sepupunya berdiri.
"Kau pasti irikan melihat mereka?".
"Jangan sok tahu kamu!!!". Seru Aurel tanpa membalikkan badan
"sudah tergambar jelas di wajahmu, dan harusnya kau yang berada disana bukan aleta."
"Apa kau berusaha mempengaruhiku lagi?". Tanya Aurel sembari memandang cika
"Tidak, aku hanya mengatakan mungkin kita satu pemikiran".
"Maksudmu?".
"Aku sengat membenci aleta sama sepertimu kan. Kau juga membenci wanita itu".
Aurel pun terdiam karna ia merasa apa yang cika ucapkan itu semuanya benar hingga cika merasa memiliki cela untuk mulai menghasut sepupunya lagi. Cika memberi Aurel ide untuk memisahkan aleta dan Haykal, wanita licik itu memanfaatkan kehamilan Aurel untuk menjebak wakil ketua osis namun tiba-tiba Aurel menangis kala mengingat sang mama.
"Dimana mama?".
"Tenang saja, mamamu sudah mengetahui ini semua dan dia juga sudah menyiapkan rencana bagus untuk mu. Bersenang senanglah malam ini besok kita kan mulai menjalankan rencana”. Seru cika sembari berlalu
Malam itu ditutup dengan keheningan di sekitar perkemahan karna hari sudah semakin larut ditambah hembusan angin membuat malam itu semakin dingin.
Keesokan pagi semua murid pun mulai berkemas kemas diiringi sang surya yang mulai memancarkan sinarnya. Imelda memerintahkan anggotanya untuk membantu mengemasi barang-barang siswa dan perintah itu segera mereka lakukan.
Haykal yang sudah selesai mengemasi barangnya pun kini berjalan menuju tenda aleta dan melihat kekasihnya susah paya mengemas barangnya karna kakinya sedang terluka.
"Sayang!!! Apa kau butuh bantuan?".
"Sejak kapan kamu disitu?” tanya balik aleta namun tak dijawab oleh kekasihnya ia justru mengambil alih tas wanita cantik itu dan mulai membantu sang kekasih mengemas barangnya.
“duh, pagi-pagi udah ngebucin. Apalah daya kaum jomblo”.
Sindiran Diandra itu mengarah pada sahabatnya kebetulan dirinya berada didekat mereka, hingga berkhayal mangkinkah jika Lendra akan bersikap lembut seperti itu pada dirinya namun lamunannya dihentikan oleh teman-temannya karna kepergok senyum-senyum sendiri.
“ayo ngaku, pasti lagi ngebayang in Lendra?. Iya kan”. Sahut yang lain
"Apaan sih kalian, lagi seru juga".
"jangan mikirin Lendra mulu napa belum tentu dia juga mikirin kamu". Nasehat temannya
__ADS_1
Mendengar Diandra melamun karna memikirkan sahabatnya, membuat Haykal berinisiatif untuk manggil Lendra hingga Diandra yang salah tinggal itu tiba-tiba gelagapan saat mendapati lelaki dingin menghampiri mereka.
"Ada apa kau memanggilku kal".
"Ini Diandra lagi butuh bantuan len tolong ya”. Seru Haykal sembari melirik kearah Lendra dan lelaki dingin itu langsung menoleh kearah Diandra.
"Apa yang harus ku bantu”. Seru Lendra sembari mendekati Diandra.
Dengan tersipu malu wanita itu pun mulai membuka suara, dalam hatinya merasa senang sekaligus menahan malu yang tampak nyata karna tergambar jelas merah dipipinya. Setelah semua murid selesai mengemasi barang mereka diarahkan untuk menuju bus yang sudah disediakan.
pak Virgo meminta aleta untuk ikut bersama mobilnya karna takut jika wanita cantik itu ikut bersama rombongan akan membahayakan kakinya hingga aleta menyetujuinya dengan satu syarat.
"Apa?"
"Kalau bapak tidak setuju, saya tidak mau ikut dengan mobil bapak".
"Baiklah".
Pak Virgo terpaksa menyetujui permintaan aleta pasalnya jika ia tak mau menuruti syarat dari wanita idamannya itu, dia tidak bersedia ikut bersama dirinya dan walaupun sebenarnya permintaan aleta itu sangat memberati hati pak Virgo dimana Haykal harus ikut bersamanya.
Aleta dan Haykal pun sudah duduk dikursi belakang sedangkan pak Virgo duduk dikursi depan samping sopir. Rasa kesalnya pun tidak dapat tertahan lagi dikala melihat Haykal menunjukkan posisinya sebagai kekasih aleta di hadapannya.
"Ehemmm. Bisa gak kalian gak usah sok romantis-romantisan di mobil saya".
"Kita biasa aja kok pak, bapak aja kali yang baperan". Sindir Haykal
"Emangnya saya gak lihat!!! kamu ngapain pegang tangan aleta?".
"Emangnya kenapa pak?, kalau bapak mau kayak kita ya sok atuh cari pasangan”. Ejek Haykal pada pak Virgo pasalnya ia juga cemburu karna lelaki itu selalu mencari kesempatan untuk mendekati kekasihnya.
Dua lelaki itu saling sindir menyindir dan keduanya berada dalam perasaan cemburu saat salah satu dari mereka menunjukkan sikap perhatiannya pada aleta, hingga wanita cantik itu hanya menggelengkan kepala melihat sikap ke kanak kanakan keduanya.
Perjalanan jauh pun kini mereka tempuh hingga aleta tertidur dibahu Haykal sedangkan rombongan yang lain juga ikut tertidur didalam bus yang melaju didepan mobil pak Virgo.
Jam demi jam pun telah berlalu hingga sang surya menunjukkan teriknya di tengah-tengah langit menandakan hari pun berganti siang dan mereka semua telah sampai disekolah.
*
*
*
__ADS_1
**BERSAMBUNG...