CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 49-DITRAKTIR HAYKAL


__ADS_3

"Maaf saya keberatan”. Seru Aditya tiba-tiba hingga membuat yang lainya terkejut.


"Adit”. Seru Raisa dengan mata berbinar dan segera menghampiri lelaki itu namun ditahan oleh mamanya.


"Untuk apa kau kemari”. Tanya pak Sanjaya


"Bapak sendiri yang mengatakan jika akan memikirkan ini dahulu ketika keluarga saya datang kemari secara baik-baik, tetapi apa sekarang bapak sendiri tidak menepati janji menunggu saya mendapat pekerjaan".


"saya berhak menentukan anak saya menikah dengan siapa dan saya tidak merelakan jika Raisa menikah dengan mu yang masih berstatus sekolah".


"Tetapi saya sudah berusaha melamar pekerjaan di perusahaan dan hari ini saya mendapat panggilan untuk besok interviu".


Pak Sanjaya pun mulai memaki Adit dengan kata-kata yang menyakiti hati lelaki itu hingga Raisa menangis agar sang papa menghentikan ucapannya.


Tetapi justru pak Sanjaya membanding bandingkan Aditya dengan lelaki pilihan pak Sanjaya itu yang membuat Adit menoleh ke arah lelaki pilihan pak Sanjaya.


"Reno?".


Aditya merasa terkejut ketika melihat lelaki itu yang ternyata teman kuliahnya dulu ketika dimalang yaitu RENO.


Adit pun mulai terpancing emosinya ketika mengetahui Reno lah yang akan meminang wanita pujaannya hingga dirinya mengepalkan tangan dan ingin segera memukul Reno.


Brrruuuuuukkkkkk


Reno yang tidak siap itu menjadi terjatuh ketika Adit memukul dirinya hingga kehebohan pun terjadi dirumah Raisa. Bukan cuma Raisa tetapi seluruh tamu yang ada pun ikut terkejut karna perbuatan Adit dan dengan cepat pak Sanjaya memanggil satpam untuk membawa Adit keluar dari rumahnya.


Adit terus meronta ingin melepaskan diri dari dekapan satpam itu namun beberapa orang datang untuk menyeretnya keluar dari sana, tangisan Raisa pun semakin pecah ketika melihat Adit diperlakukan serendah itu oleh keluarganya dan memilih berlari ke kamar untuk mengurung dirinya.


Sedangkan Reno yang baru saja terkena pukulan itu pun dibantu mamahnya untuk duduk dikursi kembali, dirinya sungguh tidak menyangka jika teman lamanya itu akan memukulnya.


"Kau tidak papa nak Reno". Tanya pak Sanjaya


"Tidak om, saya baik-baik saja".


"Tenang saja, om akan kasih pelajaran bocah itu, katanya sekolah di AKPOL tapi kelakuannya kriminal".


"Om saya mengenal Adit sudah begitu lama, Adit bukanlah orang yang seperti itu mungkin karna dia tidak bisa menahan emosinya jadi berbuat seperti ini".


Reno terus saja membela teman lamanya itu karna dia memang mengenal betul siapa Aditya tetapi pak Sanjaya justru memuji Reno karna tidak berprasangka buruk kepada orang lain hingga dirinya yakin akan menikahkan anak semata wayangnya dengan Reno.


Keluarga Reno pun berpamitan untuk pulang ke Kediri walau pun keluarga pak Sanjaya menyuruhnya untuk menginap tetapi kondisi ini sungguh tidak memungkinkan maka dari itu mereka memutuskan untuk pulang.


Adit yang tegah terduduk dilantai kamarnya itu merasa malu dengan apa yang telah ia lakukan tadi, dirinya memukul mukul lututnya sendiri karna merasa bodoh melakukan hal itu.


Dalam hatinya ada tanda tanya besar mengapa Reno yang menjadi calon suami Raisa dan bagaimana mereka bisa bertemu sebelumnya.


Tak sadar hari pun semakin larut dan dirinya tertidur dilantai itu hingga pagi pun tiba.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Kediri, Jawa timur


Haykal yang baru saja tiba disekolah itu pun segera berlari mencari keberadaan bara, karna bara lah yang kemungkinan mengetahui ada apa dengan Lendra.


"Bara”. Teriak Haykal sembari melambaikan tangan kearah bara, namun bara yang tengah asyik menggombali kerumunan adik kelasnya itu hanya menengok Haykal tanpa membalas ucapannya hingga Haykal datang dan menariknya menjauhi kerumunan cewek-cewek adik kelas mereka.

__ADS_1


"Ada apa sih kal, gak tahu apa lagi seru juga".


"Mengapa dipikirkanmu selalu saja cewek-cewek dan cewek apa tidak ada hal lain ?” maki Haykal


"Ngaca, loh kan juga gitu".


"Setidaknya gue cukup dengan satu wanita gak kayak elo”. Seru Haykal sembari tersenyum menyindir


"Bagi gue hidup tanpa cinta itu bagai taman tak berbunga apa lagi bunganya itu bercabang aduuhhh surga dunia”. Sahut bara sembari membayangkan alangkah indahnya memiliki seribu wanita cantik namun dibalas galengan kepala dari Haykal tanda menyerah dengan sikap play Boy nya bara.


Disana bara pun mulai menanyakan hal apa yang ingin dia tanyakan hingga menariknya tadi dan Haykal pun menceritakan kegelisahannya karna memikirkan sikap Lendra yang dingin kepadanya.


"Bukannya sudah menjadi sifatnya Lendra itu dingin".


"Ya sih tetapi dia tidak pernah sedingin ini padaku dan telefonku dari semalam juga tidak diangkat"


"Positive thingking aja lah kal mungkin dia sedang sibuk".


"Apa dia mengabarimu".


Pertanyaan Haykal barusan seakan mencekik leher bara karna sesungguhnya dia mengetahui alasan mengapa Lendra bersikap seperti itu pada Haykal hingga keempat wanita membuyarkan keheningan mereka.


"Aahheemmm. Cie yang baru saja resmi jadian ngadain pesta gak nih?” seru Diandra menyindir Haykal


"Maksud loh apaan sih". Tanya bara pura-pura tak mengerti


"Itu”. Seru Diandra sembari melirik kearah Haykal


"Apa?”. Seru Haykal dengan tatapan tajam membalas lirikan Diandra hingga membuat aleta tersenyum melihat tingkah mereka.


"Nanti istirahat aku tunggu kamu di kantin dan bawa tiga temanmu ini”. Seru Haykal dengan suara yang agak keras sehingga sahabat aleta pun dapat mendengar ucapan Haykal barusan.


Setelah itu Haykal menarik Lendra dan berjalan mendahului keempat wanita itu, sedangkan aleta hanya tersenyum menatap kepergian Haykal.


"aduuhhh baper nih".


"Pengen deh punya pacar".


"Aku sangat iri padamu".


Seruan ketiga sahabat ale melihat keromantisan yang Haykal ciptakan tadi membuat ketiganya meledek aleta hingga tiba dikelas mereka.


Bel tanda pelajaran pun dimulai semua murid duduk dibangku masing-masing dan guru mulai menjelaskan mengenai pelajaran hari itu.


Nampak tiga siswa tidak menghadiri kegiatan belajar tersebut karna sedang diskors oleh pihak sekolah karna ulahnya itu dan kini kegiatan belajar itu pun dibubarkan saat mendengar bel tanda istirahat berbunyi.


Kriiinggg...kriiinggg...kriiinggg


Haykal dan bara pun berjalan ke kantin sekolah, mereka mencari bangku disebelah taman untuk  menikmati makanannya tak lama kemudian aleta dan ketiga sahabatnya datang menghampiri meja mereka.


"Bar elo pindah bangku gihh”. Perintah Haykal


"Rese banget loh”. Jawab bara kesal


Aleta pun kini duduk disebelah Haykal diikuti ketiga sahabatnya duduk berseberangan.

__ADS_1


"Ini kita ditraktirkan". Seru Diandra


“Gimana menurutmu?”. Tanya aleta sembari memandang wajah Haykal dan tersenyum kearahnya


"Makanlah sepuas kalian aku yang akan bayar”. Sahut Haykal


"Serius”. Seru ketiga sahabat aleta juga bara berbarengan dan mereka segera berlari ke ibu kantin untuk memesan berbagai makanan meninggalkan Haykal dan aleta.


"Kamu tidak memesan makanan?".


"Enggak, aku gak makan banyak kalau nanti aku gendutan gimana?".


"Walaupun pipi kamu ini makin cabi aku akan tetap mencintaimu”. Seru Haykal sembari mencubit pipi putih aleta.


"Sakit tahu”. Protes aleta sembari memengi pipinya


"Ihh gemas banget sih ngambeknya".


Pemandangan itu membuat Aurel merasa sakit mata melihat mereka dan terlintas dibenanya untuk mengerjai mereka.


 


 


*


 


*


 


 


 


*


 


 


*


 


 


 


*


 


 

__ADS_1


*BERSAMBUNG.


__ADS_2