
"Aduuhhh.."teriak ale karna terjatuh.
"eh maaf mbak gak sengaja”. Seru lelaki itu dan lekas membantu ale berdiri.
"Iya gapapa, saya juga salah". Seru ale pada laki-laki itu.
"Eh. Kamu adiknya Aditya kan?.
"Kok mas tahu”. Jawab ale sembari menoleh kearah laki-laki itu.
sontak saja membuat laki-laki itu terpanah dengan kecantikan seorang aleta puspa, laki-laki itu selalu mengawasi ale dari kejauhan dan sekarang wanita itu tepat ada didepanya.
"Masya Allah cantik banget dia”. Batin laki-laki itu
"Kenal in aku Reno, aku teman Aditya pas sekolah dimalang dulu sebelum dia pindah ke Jawa tengah, sekaligus tetangga baru mu”. Jawabnya ragu
"Tetangga?” ale pun terkejut
"Iya, mungkin kita belum pernah ketemu yaa,tapi aku sering melihat mu”. Mata Reno berbinar
"Oh iya?".
"Iya benar dan rumah kita bersebelahan loh, masa kamu gak tahu".
",aduuhhh.. maaf ya mas Reno aku gak tahu".
"Iya gak papa, nama kamu siapa?".
"Aleta".
DEGG..,,!!!!!!
nama itu seakan mengingatkan Reno tentang curhat an Haykal. Ia berpikir apa mungkin ale yang biasa diceritakan Haykal itu aleta yang ini.
"Kamu disini ngapain Al?".
"Adik ku sedang kurang enak badan mas".
"Oh, boleh aku jenguk?".
"Boleh aja sih"
Ale pun mengantar Reno ke kamar Airin.
Didalam ruangan, Airin dan mamah nampak terkejut dengan kedatangan Reno, tetapi ale menjelaskan bahwa mas Reno ini teman kak Aditya sekaligus tetangga barunya.
"Ya ampun tante baru tahu loh kalo punya tetangga seganteng kamu”. Canda mamah Helena memecah keheningan.
"Heemmm. Tante bisa aja,” ucap Reno malu
"Kapan-kapan main ke rumah ya nanti tante bikin in kue favorit keluarga kami”. Tawar mamah Helena
"Iya tan pasti, kalo nanti Airin sudah Pulang”. Seru Reno antusias
"Iya, Al kenapa kamu diam aja, mas Reno nya diajak bicara ".
"Iya mah, ale bingung aja mau ngomong apa”. Seru ale
"Lagian kan kita baru ketemu tan, masih canggung"
Setelah puas berbincang dengan keluarga aleta, mas Reno pun berpamitan dan keluar ruangan diantar oleh aleta.
"Habis ini mau ke mana mas?”. Tanya ale basa basi.
__ADS_1
"Mau jenguk ibunya teman mas, kebetulan dirawat dirumah sakit ini juga”. Jawab Reno dengan tersenyum bangga
"Oh ,siapa mas namanya barang kali aku kenal".
"Bunda Karin, teman mas namanya Haykal".
"Haykal?, apa anak yang sekolah di SMA bunga bangsa itu?".
"Iya, dia memang sekolah disitu,Kenapa? Kamu kenal sama Haykal?".
"Enggak..!!!!hanya tahu aja kan kita satu sekolah. ya udah, ale masuk dulu ya. Terima kasih udah mau jenguk adik aku".
"Iya sama-sama".
Mereka berpisah di koridor, Aleta yang kembali ke ruangan Airin sedangkan Reno melajukan langkahnya menuju ruangan bunda Karin.
Tokk. Tokkkk.tooooookkk
"Assalamualaikum”. Sapa Reno
"Walaikum salam”. Sahut mereka.
"Bunda bagaimana kondisinya?".
"Alhamdulillah sudah membaik ren".
"Alhamdulillah kalau begitu".
Mereka berbincang cukup lama, melempar tawa dan candaan hingga Malam semakin larut membuat keluarga Aurel harus berpamitan pulang, di susul mas Reno ya juga ikut pulang.
"bun aku nganterin mas Reno ke depan dulu ya".
"Iya sayang, makasih ya ren udah menyempatkan waktu jenguk bunda".
"Reno pamit, Assalamualaikum".
"Walaikum salam”. Jawab bunda.
Mereka berdua pun menuju parkiran, disana Reno bertanya pada Haykal tentang aleta.
"Kal apa aleta yang kamu maksud itu, aleta yang adiknya sedang dirawat dirumah sakit ini?".
"Kok mas tau,kalo adik aleta dirawat dirumah sakit".
"Haa jadi benar, ya tahu lah tadi aku gak sengaja ketemu dia dilorong, dan aku menjenguk adiknya juga” seru Reno bangga.
"Oohhh”. Jawab Haykal malas
"Dia itu ya kal tetangga baru ku yang pindahan dari malang itu”. Ucap Reno antusias
"iya tahu, aku pernah nganterin dia waktu itu". Jawanya datar
"Astaga kenapa selalu kau selangkah didepanku?” ucap mas Reno sambil menghela nafas.
"Emang mas Reno suka sama dia?”. Mata Haykal melirik Reno
"Ya gak gitu kal, kakaknya ale itu temannya mas dulu dimalang namanya Aditya, kau ini jangan macam-macam ya sama dia, papah nya itu seorang anggota polisi dan kakak nya itu calon anggota polisi”. Jelas Reno
"Iya memangnya kenapa kalau anggota polisi mas, paling juga gak bakalan menggigit”. Ucap Haykal sambil membuang muka
"Menggigit sih enggak tapi nembak ia".
"Hahahahahahaha. Takuuuut". Nada Haykal meledek
__ADS_1
"Aku peringatin ya sama kamu jangan dekat-dekat sama dia, apalagi kamu sudah punya Aurel, mas jamin tamat riwayatmu kalau mempermainkan dia".
"Idiihh, ngeri amat. Sudah sana pulang". Seru Haykal
Setelah mengantar mas Reno pulang Haykal segera berlari menuju ruangan Airin, tak memedulikan dengan nasehat Reno ia sudah tidak bisa menahan rasa gelisahnya berharap secepatnya bertemu gadis cantik yang ada didepan jendela tadi.
Didepan pintu ia melirik ke jendela menatap gadis cantik yang sedang duduk di sofa sembari membaca majalah, sudah sekitar 10 menit Haykal berdiri disana namun wanita cantik itu tidak juga menoleh kearahnya, setelah beberapa saat aleta yang telah merasa bosan itu segera menaruh majalahnya diatas meja, tak sengaja ia melirik kearah jendela nampak Haykal tengah melambaikan tangan padanya.
Ale melirik mamah Helena dan Airin yang tengah tertidur pulas memastikan kalau mereka tidak melihat Haykal dan ia pun segera beranjak keluar.
"Ada apa kal?".
"Bisa kita bicara sebentar".
"Maaf kal aku sudah mengantuk, besok aja bicaranya”. Jawab ale sembari melangkah masuk namun tangan ale ditahan oleh Haykal.
"Ya sudah, istirahatlah besok kita bicara Dan pakai ini". Ucap Haykal sambil menyodorkan sebuah jaket.
"Buat menghangatkan mu, malam ini cuaca sangat Dingin”. Lanjut Haykal sembari meninggalkan tempat itu. Ale hanya bisa menatapi kepergian Haykal dengan pilu dan tak sadar air matanya mengalir mengingat kejadian tadi, sebenarnya itu hanya alasan ale saja karna ia sedang tidak ingin bertemu dengannya. Namun Haykal terus saja mencari dirinya hingga susah untuknya menghindar.
Ale pun masuk ke dalam ruangan duduk di sofa sembari memakai jaket Haykal.
"Kau tahu kal, ini sangat hangat untuk ku tapi kehangatan ini cuma sementara hanya untuk mengakhiri malam yang dingin ini saja, dan saat sang surya terbit ia akan menghilangkan kehangatanmu dimalam ini,” seru ale dalam hati sembari memeluk jaket Haykal.
Disisi lain Haykal nampak kecewa dengan sikap ale, padahal saat itu hatinya sangat gelisah tetapi dibalas dengan sifat acuh padanya.
ia merebahkan tubuhnya dikursi tunggu tempat dimana ia dulu menghabis kan malam yang panjang itu dengannya, namun kini ia hanya sendiri.
"Kenapa sikap kamu seperti ini Al, aku sangat sedih melihat mu seperti itu". seru Haykal sembari memejamkan mata.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Semarang, Jawa tengah.
Nampak pak adam sedang merapikan beberapa baju, hatinya sangat gelisah dengan keadaan anak bungsunya itu. Pikirannya pun tidak menentu.
Sore tadi beliau sudah menghubungi pimpinan meminta izin untuk pulang beberapa hari karna anak bungsunya masuk rumah sakit hingga akhirnya pimpinan pun mengizinkannya.
"Pah apa aku boleh ikut?”. Seru Aditya
"Tidak, konsentrasilah pada tesmu".
"Tapi aku juga khawatir dengan Airin pah".
"Sudah dit, nanti papah yang akan mengabari kamu kalau terjadi apa-apa dengan Airin, kamu tenang aja berdoalah untuk Airin".
"Ya sudah, Adit antar ke bandara".
Adit pun mengantar papahnya kebandara,ia sengaja tidak diperbolehkan ikut karna lusa harus mengikuti tes calon anggota kepolisian.
sekitar pukul 01:20 dibandar udara internasional jendral Ahmad Yani Semarang pak adam lepas landas.
BERSAMBUNG...
(Buat kalian yang suka dengan novel ini, jangan lupa Like vote dan komen ya sayang.. supaya Author makin semangat nulisnya.
Hargailah karya orang lain, karna tidak mudah menjadi seorang penulis).
😍😍😍😍😍😍😍😍😍
__ADS_1