Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Kebingungan


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter...


...BAB 100...


...****************...


Tap..Tap!


Langkah orang berlari dengan nafas yang tersengal di sertai tangan yang memang dada.


Krekk!!


Pintu terbuka, orang itu dengan peluh di sekujur tubuhnya menghampiri seseorang yang tengah duduk menatap Layar monitor.


" Baginda! Pertahanan telah di terobos. Dan sebagian mansion telah rusak parah!" Ucap salah satu pasukan.


" Siapa yang memberitahukan tempat ini?" Tanya Raja.


" Hamba tidak tahu yang Mulia. Mereka tiba-tiba saja datang dan meluluhlantahkan kediaman," sahut Bawahan Raja.


Raja menekan salah satu tombol di hadapannya," Abraham! Bawa Zean segera kesini." Titah Raja.


Tidak ada yang tahu tempat ini, selain orang-orang dalam kerajaan. Mengapa para cecunguk ini bisa tiba dengan cepat? Raja terlihat berpikir.


" lepas Ayah! Aku tidak ingin berskongkol dengan kalian," teriak Zean ketika di seret oleh Ayahnya.


Bruuk!!


Tuan Abraham melempar tubuh Zean di hadapan Raja. Membuat Zean tersungkur tepat di kaki Raja. Raja yang melihat, Langsung menundukkan badannya agar sejajar dengan Zean yang kini sedang tengkurap di atas lantai.


" Zean! Apa yang kau lakukan? Kau yang memeberitahu kepada 3 keluarga keparat itu ha?" Tanya Raja Sembari mencemgkram pipi Zean dengan kuat.


" Di mana Yana Kek? Katakan dimana Yannaa!" Teriak Zean.


Plak!


Zean menerima tamparan keras dari telapak tangan yang tebal milik Raja.


" Cucu sialan, kau tahu. Ini semua untuk Ibumu," pekik Raja.


Zean menatap lekat wajah Kakek'nya dengan murka, "aku lebih memilih Ibu mati Kek, daripada ia hidup tersiksa dan harus menanggung dosa demi kebang....-"


Bruk!!


Ucapan Zean terpotong , ketika Tuan Abraham menendang tubuh Zean dengan kuat. Membuat tubuh Zean terseret beberapa meter.


" Uhuk...," Zean mencoba bertahan dari rasa sakit, akibat di tendang oleh Ayahnya.


" Anak tidak sopan! Berani sekali kau berbicara seperti itu kepada Kakekmu," ucap Tuan Abraham.


" Cukup Abraham, antar Zean ke dalam ruangan bersegel." Titah Raja.


Tuan Abraham berjalan ke arah Zean yang masih terlihat kesakitan, Ia menyeret Zean dengan bengis. Lalu di bawanya Zean keluar dari ruangan yang di sertai teriakan Zean yang meronta.


*******


Setelah Raka membereskan beberapa pasukan yang menghadang jalannya untuk mencari Yana, Raka dengan tergesa-gesa menelusuri setiap ruangan. " Sial! Yana tidak bisa terlacak. Nak! Berteriak'lah biar Ayah tahu kau di mana!"

__ADS_1


Dengan kecemasan, Raka terus menelusuri Mainson Milik kerajaan itu.


*****


Andre Memasuki Mansion, Andre kemudian meletakan Anjing Zean di atas tanah. Sebelumnya, Andre memberikan penangkal kepada Anjing tersebut. Agar Anjing itu tetap aman jika bersentuhan dengan Andre.


Andre berjongkok," Anjing Panuan, bawa aku ke tempat Zean!" Titah Andre.


" Guk!"


Anjing itu mulai berlari, dengan ekor yang mengoyang. Andre mengikuti Pluto dari belakang.


Andre menetralkan Aura'nya. Berkat Yana, Andre dapat mengontrol emosi. Kini Andre telah masuk ke dalam Mansion kerajaan. Namun, Andre Nampak heran. Karena di dalam Mainson nampak sepi.


" Hei! Guguk sini!" Panggil Andre kepada Pluto.


Pluto menghentikan langkah kakinya. Kemudian menatap Andre dengan lidah yang menjulur, " apakah kau yakin dengan jalan yang kamu bawa?" Tanya Andre.


" Guk..guk..!"


" Ok baik. Sekarang lanjutkan!" Titah Andre.


Di saat sedang berjalan, Andre meraih ponselnya lalu menelfon Raka.


📞 [ Apakah kau sudah mengetahui keberadaan Yana?] Tanya Andre ketika sambungan telfonnya tersambung.


📞 [ Belum! Bagaimana denganmu?] Tanya Raka.


📞 [ Belum, tapi ada yang aneh. ] Sahut Andre.


📞 [ Aku tidak dapat merasakan Aura Yana dan di ruangan ini pun terlihat sangat sepi.]


📞 [ Kau juga tidak dapat melacak Yana? Di sini juga hanya beberapa pasukan ketika aku memasuki Mansion. ] Jelas Raka.


📞 [ Minta Ayahmu Ka, untuk sebagian bawahan untuk ke kerajaan istana. Aku takut kita di tipu.] Pinta Andre.


📞 [ Ok baik! Aku akan meminta Ayahku untuk ke kerajaan.] Sahut Raka yang kemudian mematikan Sambungan telfonnya.


" Guk ...guk...guk!" Teriak Pluto.


Mendengar teriakkan Pluto, Andre langsung menghampiri salah satu pintu yang terbuka. Di mana pintu tersebut , ada Pluto yang hanya berdiri terpaku sambil menggonggong.


Saat tiba di depan pintu ruangan, Andre begitu kecewa ketika mendapati ruangan yang pintunya terbuka itu, terlihat kosong.


Andre menatap tajam ke arah Pluto," anjing kutuan. Kau menipuku?" Bentak Andre.


Mata Pluto terlihat sendu, ketika Andre membentaknya. Ia kemudian berlari memasuki ruangan tersebut, kemudian menggonggong.


"Haaa... Awas! jika kali ini kau mengerjaiku lagi," ucap Andre berjalan ke arah Pluto.


Pluto menggigit kaki Andre kemudian melepas gigitannya, lalu mulutnya menujuk-nunjuk sesuatu.


Andre berjongkok, Saat Andre berjongkok. Andre melihat ada kertas yang sudah di r3mas tanpa bentuk terselip di sudut tembok. Andre kemudian membuka bulatan kertas itu.


Siapa saja yang menemukan kertas ini. Aku tahu, kalian pasti mencari Yana. Maafkan aku, jika tidak bisa melindungi Yana. tolong! Segera ke ruang bedah.


Membaca isi kertas tersebut. Membuat dada Andre seketika di hantam, sakit. Itu yang Andre rasakan.

__ADS_1


' apa yang sebenarnya terjadi? Ruang bedah? Ada apa dengan ruang bedah, mengapa Yana du bawa ke ruang bedah?' pikiran Andre kalut dengan seribu tanya di otaknya.


Kring!


Andre menggeser tombol layar dengan tangan gemetar.


📞 [ Ha..lo,] ucap Andre dengan getar di suaranya.


📞[ Kata Ayahku, di kerajaan kosong dan tanpa aktifita.] Ucap Raka.


📞 [ Ya.. ] suara Andre lemas.


📞 [ Ada apa denganmu? Kau sudah menemukan petunjuk?] Tanya Raka.


Andre tidak menjawab, ia seperti kehilangan tenaga untuk menggengam ponselnya.


📞 [ Halo... Andre! Ndre ,jawab]


Andre memutuskan sambungan telfonnya. Ia kemudian menatap ke arah Pluto," ruang bedah ada dimana?" Tanya Andre kepada Pluto.


Pluto terdiam, karena anjing itu juga tidak tahu.


" Dimanaa?" Teriak Andre dengan bentakkan.


Telinga Pluto merunduk karna ketakutan di bentak oleh Andre.


" Oh.. Sial!" Guman Andre yang beranjak. Dengan gusar, Andre berjalan setengah berlari keluar dari ruangan.


Andre terus menelusuri. Ia akui kelicikan Raja, sampai-sampai setiap ruangan di Mandion ini di pakaikan pelindung. Hingga Andre saja, tidak bisa melacak. Ini adalah kekurangan Andre.


"Yana! Bersuara'lah. Plis jangan main petak umpet begini Sayang!" Teriak Andre dengan kecemasan yang terus melangkah.


Di setiap ruangan yang Andre temui, Andre tidak melewatkan untuk memeriksa setiap ruangan di Mansion ini.


" Yana ku mohon, kau di mana Sayang," Lirih Andre yang sudah frustrasi mencari keberadaan Yana. Bahkan dering ponselnya saja tidak ia hiraukan.


Pluto mengekori Andre yang terlihat sedang panik. Pluto tahu, bahwa Andre saat ini sedang kebingungan.


" Guk...guk!" Gonggong Pluto.


Andre menatap ke arah Pluto," guk...guk!" Pluto berdiri dengan kaki depannya, lalu menunjuk-nunjuk saku celana Andre.


" Apa maksudmu?" Tanya Andre bingung.


" Guk...guk!" Pluto terus menujuk sembari menggigit saku celana Andre.


Andre menaruh tangannya ke dalam Saku, Ia mengeluarkan kantong jepit rambut milik Yana. " Ini yang kau maksud?" Tanya Andre sembari menujukan kantong itu kepada Pluto.


Pluto langsung menggigit kantong itu, Pluto meletakan kantong itu di atas lantai. Kemudian mengendus-ngendus dengan hidungnya.


Pluto langsung berlari. Andre yang bingung dengan tingkah Pluto, hanya bisa mengikuti arah Pluto berlari. Hinga Andre tiba di lorong bawah Tanah.


Pluto menggonggong di depan pintu besi dengan keras. Tiba-tiba Jantung Andre berdetak dengan kencang, Andre seakan tidak berani menuju ke arah pintu itu.


Melihat Andre mematung, Pluto menggigit kaki Andre dan menyeret Andre ke arah pintu ruangan.


Saat tiba di depan pintu Ruangan, Mata Andre membulat dengan sempurna di sertai kaki yang sepertinya tidak bisa lagi menopang berat tubuh Andre.

__ADS_1


__ADS_2