Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Menuju ke Merapi


__ADS_3

...BAB 37 : Menuju ke Merapi...


Setelah keluar dari ruang Laboratorium, 3 sekawan yang terdiri dari 1 wanita kini mereka menuju ke arah lepas landas.


Setelah menaiki pesawat, dalam perjalan waktu yang tidak bisa di perkirakan. Akhirnya mereka tiba di KONOHA oh, tidak-tidak maksudnya di Tanah Jawa.



Mereka bertiga pun turun dari pesawat, dan Kevin kembali ke dalam pesawat karna ia lupa mengeluarkan mobil dari bagasi.


" paman kita kemana dulu?" Tanya Yana kepada Andre


" menurutmu, yang paling dekat dari sini di mana?, Kata ibu Ratu mustika itu terdapat di gunung Merapi dan Bukit Tidar" jawab Andre


"Mmm... Sepertinya kita ke arah merapi dulu. Baru kita ke bukit tidar." Saran Yana setelah berpikir.


Kini Mobil telah terparkir di hadapan Yana dan Andre , Andre dan Yana kemudian memasuki mobil.


Kevin menoleh ke arah belakang," Ndre kamu ngapain ikut Yana ke belakan?, Sini!!, Di depan" pekik Kevin.


" Aku ingin di belakang, lebih nyaman" ucap Andre


" Kamu pikir aku Marko? supir pribadimu ha, cepat ke depan!!" Pinta Kevin


Andre memutar bola matanya," baiklah" jawab Andre yang langsung melangkah ke arah depan.


" Sialan!!, Kamu pikir aku ini patung apa?" Cetus Kevin dengan Raut wajah kesal


Andre menatap Kevin," kenapa masih saja kau mengomel?.kan Aku sudah di depan" ucap Andre


Yana yang melihat hanya mendengus dengan kelakuan paman-pamannya yang berada di depan.


" Kapan kita mau jalan jika paman terus bertengkar ?" Tanya Yana


Andre dan Kevin menoleh ke belakang," kamu tidak ke sekolah dulu?" Tany Kevin


" haa.. sekolah??, Tidak perlu. Aku harus segera mendapatkan mustika tersebut untuk ayahku terlebih dahulu. sebelum orang lain mendapatkannya" ucap Yana .


" Baik!!, Kita segera meluncur ke TKP" jawab kevin dangan menginjak pedal gas


Kini mobil Kevin melaju membelah jalan dunia gaib.


Setelah mereka melakukan perjalanan dengan waktu 30 menit, akhirnya mereka tiba di lereng gunung merapi.


g



ket foto ; Gunung Merapi Yogyakarta


" Yana!!, Gunakan kekuatanmu dan rubahlah dirimu menjadi kaguya . Kita akan menuju ke puncak gunung, jika menunggumu berjalan Kaki, kita tidak akan pernah sampai" pinta Kevin


" Tidak perlu!!, Aku akan menggendong Yana" sela Andre


Kevin menoleh ke arah Andre dengan mata melotot," jangan sok ngedarkor. Kita sedang melakukan misi" ucap Kevin


" Ciiihh... Bilang saja kau juga ingin kan menggendong Yana " ucap Andre


" Astaga!!, Otakmu itu. Sepertinya pas mengenal Yana ,otakmu makin geser deh Ndre" ucap Kevin seraya menggelengkan kepalanya.


" Biarkan ku pakai kekuatanku saja. Meski aku tidak seperti paman, karna sudah pasti wujudku akan terlihat" ucap Yana tiba-tiba.


" Nah!!, Kan, Yana tidak bisa menggunakan kekuatannya, jika ada yang melihat bagaimana?. Pasti Yana di kira hantu " ucap Andre dengan wajah bersemangat .


" oh...Lord!!, Cabut saja nyawaku Tuhan!!!, Kenapa aku selalu dalam posisi seperti ini?" teriak Kevin dengan memukul-mukul kemudi stir di hadapannya.

__ADS_1


" Paman Kevin saja yang menggendongku!!, jangan Paman Andre" pinta Yana .


Andre sontak menoleh ke arah Yana," tidak bisa!!, Tenaga Kevin itu tidak sebanding denganku" Ucap Andre keberatan.


" Kenapa kamu yang ngatur Ndre?" Sahut Kevin


" Mau saingan?" Pekik Andre


" Ayo suit" ajak Kevin


" Ayo!!" Terima Andre


" Harus terima kekalahan yah!!" Ucap Kevin


" Ya..ayo mulai" Sahut Andre


" Gai bai go!" Ucap mereka berdua bersamaan


"Kau kalah Ndre, aku batu kau gunting!!" ucap Kevin kegirangan


Kevin menatap ke arah Yana," ayo!!, Anak manis, Paman gendong. Biarkan pamanmu yang satu itu mengerluarkan asap dari tubuhnya" ejek Kevin.


Yana hanya terkekeh melihat tingkah pamannya, yang melebihi anak kecil.


Kevin, Andre dan Yana keluar dari mobil. Setelah itu, Kevin menggendong Yana pada punggungnya.


Andre yang menatap ke arah Kevin dan Yana membuat tatapannya seperti ia sedang melihat buruan yang ingin Ia mangsa.


Wuusss.....


Terbang....


" Ndre jangan menatapku ku seperti itu" ucap Kevin, di tengah mereka sedang terbang meloncat ke arah pohon demin pohon.


Hening......


" Sudah paman, jangan seperti anak kecil. Malu sama anak kecil seperti aku yang melihat tingkah kalian" ucap Yana di belakang Kevin.


" Iya!!, namun nanti jika pulang. Yana!!, kau harus ku gendong" ucap Andre datar


Yana memutar bola matanya, " yah sudah, sepertinya aku seperti mainan" ucap Yana.


Setelah melakukan perjalanan, akhirnya mereka tiba di bagian gunung merapi.


Hutan pinus dan beberapa pepohonan menyambut kedatangan mereka bertiga.


Kevin menurunkan Yana dari punggungnya , " bagaimana kita harus mencari Eyang Sapu Jagad?" Tanya Kevin binggung.


" Siapa Di sana??" Tiba-tiba ada suara wanita yang berteriak ke arah mereka bertiga.


Mereka bertiga pun dengan sigap memasang kuda-kuda, ketika mendengar teriakan wanita tersebut.


" Siapa yang berbicara?" Teriak Kevin


Wussss..... ( angin yang datang )


Tiba-tiba ada angin yang menghampiri seraya berputar-putar di hadapan mereka mereka bertiga.


Saat angin tersebut berhenti, dapat di lihat seorang wanita Cantik berkebaya emas yang muncul.


" kalian bukan manusia?, Apa yang kalian cari di sini?" Tanya wanita itu


Andre dengan spontan membungkuk, " mohon maaf, jika kami mengusik. Kami ingin bertemu dengan Eyang Sapu Jagad " tutur Andre


Wanita itu mengerutkan alisnya," hendak apa kalian ingin bertemu dengan Eyang?" Tanya wanita itu

__ADS_1


" sekali mohon maaf, kami kesini untuk menanyakan mustika batu lahar yang berada di gunung ini" jawab Andre


Yana dan Kevin terdiam, hanya saja sikap mereka sedang berjaga-jaga untuk sesuatu yang tidak di inginkan.


" Lancang!!!, Berani sekali kalian menanyakan pusaka kerajaan kami" pekik wanita tersebut


Hiaaakkkk .....


Wanita itu langsung menyerang ke arah Andre. Andre seketika merubah ke mode setan, begitu pun dengan Yana dan Kevin.


Hosshh... Wushh... Hiaakkk ( saling serang dan saling menangkis )


" Paman!!" Teriak Yana Khawatir


" Tidak apa-apa" jawab Andre di tengah beradu ilumu.


" Bangsa dedemit sialan!!" Pekik wanita tersebut


Hiaaakkk...duar...duar.. ( bunyi adu mekanik )


Flash ....flash ...( Kilatan cahaya )


Andre menangkis serangan wanita itu, Andre mulai menyerang dengan dengan beberapa pukulan dan tendangan.


" Nyi Gandung Melati!!. Cukup!!" teriak seorang pria yang datang menghampiri mereka berempat.


Teriakan tersebut membuat Andre dengan Nyi Gandung pun berhenti saling menyerang dengan tiba-tiba. kemudian, semua mata tertuju ke arah suara tersebut.


" Salam kyai Sapu Angin!!, hormat hamba" ucap Nyi gadung kepada seorang pria bersorban di hadapannya.


" Apa yang kau lakukan Gadung?" Tanya pria tersebut


" Mereka mencoba mencuri pusaka batu lahar kyai" tutur Nyi Gadung


" Bohong!!, Kami hanya bertanya. Ingin bertemu dengan Eyang Sapu jagad" timpa Yana tiba-tiba .


Andre dan Kevin mengangguk,


"Nyi!!, Mereka adalah Tamu yang di utus dari pantai selatan" ucap kyai Sapu Angin


Dengan mata melotot," tolong ampuni saya , karna telah menyerang dengan Lancang " ucap Nyi Gandung seraya mebungkuk memberi hormat


" Ini salah paham, jadi tidak perlu sungkan" ucap Kevin


" Mari!!, Saya antar ke kediaman" Ajak Nyi Kadung mempersilahkan


Mereka bertiga pun mengikuti Nyi Kadung dari belakang mengekori.


Sesampainya di halaman Istana, mereka di sambut oleh berbagai bau kembang, bau kemenyan dan dupa.


" wah!!, Ternyata di atas gunung seperti ini ada bangunan yang megah yah!!" ucap Yana dengan mata berbinar melihat ke arah sekeliling.


" ini adalah kerajaan Jin bagian merapi. Kita masih satu jalur dan terhubung dengan pantai selatan " jelas kyai Sapu Angin kepada Yana seraya tersenyum .


" Mari silahkan!!, Duduk di pendopo dan Nikmatilah apa yang tersaji" tawar Nyi kadung yang menyuruh beberapa abdi untuk menyediakan makanan.


Yana yang melihat membuat perutnya


keroncongan, ketika melihat ayam bakar utuh, ikan bakar dan beberapa buah-buahan yang segar yang telah tersaji di hadapannya.


Yana mengulurkan tangannya , ingin mengambil ayam bakar di hadapannya, " PLAAKK!!" Andre menepuk tangan Yana dengan keras.


Yana dengan cepat menatap ke arah Andre dengan Wajah yang manyun. Seraya mengosok-gosok tangannya dari bekas pukulan Andre.


"Apaan sih!!, Orang lapar juga" guman Yana berbisik

__ADS_1


" Jangan ceroboh!!, Kita belum mengetahui situasi di sini" jawab Andre berbisik


__ADS_2