
...I Love Paman Dokter...
...BAB 115...
...********...
2 Tahun kemudian,.
Setelah belajar bersama Elvina untuk menjadi seorang Ilmuwan, Zean kini telah kembali ke Blue Lake dan membuka praktek perdukunan. Lah kok? Dari Ilmuwan ke Dukun? Biarkan saja. Itu adalah jalan Ninja Zean Abraham.
Elvina membantu Andre di Hospital Blue Sea. Setelah kasus Raja, Rumah Sakit yang Andre bangun kini beroperasi kembali. Dan keadaan kembali seperti sedia kala.
Kevin, sekarang sedang mengikuti Biksu Tong Sam Chong pergi ke barat, untuk mencari kitab Suci Paduan Cinta.
Raka dan Santi telah memiliki Anak ke-2 berusia 1 setengah Tahun yang di beri Nama Cakra Buana Saputra. Dan kini mereka telah menetap di kastil di dalam hutan yang pernah di bangun oleh Raka. Dan Raka memimpin 2 perusahaan sekaligus.
Aditya Prasetyo, memiliki seorang Anak laki-laki yang sudah berusia 10 Tahun. Yang hidup berbahagia bersama Nilam.
Dhika Mahendra, sekarang telah menjadi seorang Dokter Spesialis Reparasi Hati yang hancur. Di karenakan, di dunia manusia waktu berjalan begitu cepat.
Adelia, kini sudah menjadi seorang Desainer terkenal.
Semua tokoh yang di sebutkan, kini sedang berkumpul di sebuah pesta yang di gelar di Aula kediaman Willson yang sudah di hias dengan indah. Karena hari ini Adalah hari berbahagia untuk Yana dan Andre yang akan melangsungkan Pernikahan.
Setelah kasus Raja tempo hari, keadaan Andre di ambang kebangkrutan. Namun, Raka dan Kevin yang selalu membantu hingga akhirnya Hospital Blue Sea dapat beroperasi kembali.
Setelah Yana lulus sekolah, Raka telah berjanji. Akan menikahkan Andre dengan Yana. Tanpa berpikir, Andre langsung menyetujui permintaan Raka.
Di mana 2 tahun Lalu , Raka mengetahui Santi hamil anak ke-2 di usia kandung pada waktu itu berjalan 2 bulan. Kebahagian keluarga Saputru bertambah ketika Santi melahirkan seorang Anak Laki-laki sebagai penurus.
Dan di saat ini, semua telah hadir di acara pernihakan Andre dan Yana.
"Cakra, lihatlah kakak mu, dia begitu Cantikkan?" Ucap Santi kepada Putranya ketika melihat Yana yang menggunakan Gaun putih.
Yana menatap ke arah Santi, "Bunda, aku takut." Ucap Yana yang merasa gerogi.
"Takut apa?" Tanya Santi.
"Takut malam pertama," ucap Yana sembari menutup wajah dengan kedua telapak tangannya ketika Yana memikirkan Hal yang tidak-tidak.
"Mm.. kamu tu ya, belum juga Sah. Sudah mikir'nya ke situ." Ucap Santi.
"Tata...cantit.,," Ucap Cakra bocah 1 tahun yang belum lancar berbicara.
"Ih..Cakra, kalo gede jadi jadi seperti paman Kevin ya!" Ucap Yana sembari menyubit pipi Adik'nya gemes.
"Tentu saja tidak ya sayang, Cakra kan mau jadi seperti Ayah ya," ucap Santi yang mengajak ngobrol Cakra.
Klek!
Santi dan Yana menoleh ke arah pintu ketika pintu terbuka.
"Adel!" Panggil Yana.
"Oh Nak Adel, kamu sudah datanga?" Tanya Santi ketika yang membuka pintu tersebut adalah Adel.
"E..Iya Tante, tadi ada orang yang mengantar saja kesini. Maaf saya tidak mengetuk pintunya terlebih dahulu." Ucap Adel.
"Tidak perlu sungkan. Silahkan," Santi mempersilahkan Adel yang masih berdiri di ambang pintu.
"Ah iya Tante," sahut Adel yang kemudian berjalan masung ke dalam kamar.
"Yana, Adel. Bunda tinggal ya, kayanya Cakra sudah gerah," ucap Santi.
__ADS_1
"Ya bunda!" Sahut Yana.
Santi pun beranjak dari kamar Yana, dan membiarkan Yana dan Adel melepas rindu. Karena sudah beberapa tahun mereka tidak bertemu.
"Ya ampun! Yana, kamu cantik sekali. Aku tidak menyangka kau akan menikah secepat ini. Aku sampai syok ketika beberapa orang menjemputku, setelah menerima undanganmu. Aku baru bisa percaya." Jelas Adel menggebu-gebu karena terlalu semangat.
Yana berdiri lalu memeluk sahabatnya itu. Di peluk dengan lama, "terima kasih sudah datang." Ucap Yana.
Adel mengelus punggung Yana dengan lembut, "aku baru tahu kau hidup di alam seperti ini. Namun aku sangat bersyukur masih bisa berjumpa denganmu," ucap Adel.
Yana melepaskan pelukan'nya, lalu duduk di samping Adel. Mereka mulai berbagi cerita tentang kehidupan yang mereka lalui selama ini. Ada haru yang terlihat jelas.
"Eh.. kamu tahu ga Yan? Kak Dhika juga kesini. Soalnya kami di angkut dalam satu pesawat," tutur Adel.
"Oh..benar kah?" Syukurlah kalian semua hadir di acara bahagiaku.
Klek!
Yana dan Adel pun menoleh ke arah Pintu. Adel yang melihat siapa yang berada di balik pintu pun langsung menganga.
"Oh.. Yana, paman ini yang waktu itu?" Tanya Adel sembari menatap ke arah yana.
Yana tersenyum lalu mengangguk, "yah, dia calon Suamiku," jawab Yana.
"Ayo gadis kecil, kita harus turun." Ucap Andre.
Andre melirik ke arah Adel," terima kasih telah datang," ucap Adel.
Adel hanya mengangguk menanggapi.
"Del aku tinggal ya. Nanti akan aku suruh para pelayan mengantarmu ke bawah," ucap Yana.
Setelah mendapat anggukan dari Adel, Yana dan Andre bergandenga tangan lalu berjalan menuju ke arah tempat untuk di adakan akad Nikah.
"Benarkah kau akan menikah? Secepat ini kah kalian berumah tangga?" Ucap Kevin.
"Makanya, kau juga harus menemukan wanita. Jika kami semua telah menikah, bagimana denganmu hah?" Ucap Andre.
"Mm... Nanti ku pikirkan, namun yang jelas. Saat ini aku belum memikirkan hal tersebut," ucap Kevin.
Andre kemudian berjalan ke arah Raka, "Calon Ayah mertua. Jangan galak dengan Anak menantumu ini," ucap Andre.
"Ha.. cepatlah ijab, aku yang akan menjadi menjadi wali'nya Yana. Maka berhati-hatilah," sahut Raka.
Andre pun duduk di susul oleh Yana yang duduk di samping Andre, setelah semuanya berkumpul. Andre mengulurkan tangannya, ke arah Raka. Dan Raka menyambut uluran tangan Andre.
"SAH!" Teriak Para saksi.
Andre mengadahkan wajah'nya ke arah langit-langit di dalam ruangan, "Mak..Anak'mu sold out Mak!" Teriak Andre lantang.
Andre menatap Yana yang duduk sambil menundukan wajahnya. Andre memeluk tubuh Yana.
"Nak, cium punggung tangan suamimu," titah Santi kepada Yana.
Yana dengan malu-malu meraih tangan Andre. Kemudian mencium punggung tangan Andre. Andre kemudian mengecup dahi Yana.
"Yana! Selamat ya. Semoga kamu bahagia," ucap seorang Pria.
Yana mengangkat Wajahnya,"Papa Adit!" Teriak Yana.
Adit tersenyum,"makin cantik saja Anak Papa yang satu ini." Ucap Adit.
Raka yang melihat pun tersenyum,"terima kasih ya Dit, sudah mau datang." Ucap Raka.
__ADS_1
"Sama-sama Bro! Bagimana keadaanmu?" Tanya Adit.
"Baik, Dan bagaimana dengan keluargamu?" Tanya Raka.
Adit menoleh ke seorang Wanita,"baik, Istriku juga ikut." Sambut Adit.
Raka tersenyum,"Nikmati harimu di sini ya." Ucap Raka.
"Iya terimah kasih!" Sahut Adit.
Andre dan Yana telah duduk di kursi singgasana sehari menjadi Raja dan Ratu, yaitu pelamanin. Dari raut wajah mereka nampak terlihat bahagia.
"Yana, selamat. Kamu cantik, seandainya kamu yang menikah denganku," ucap seorang Pria yang kini sedang bersalaman dengan Yana.
Andre yang melihat, langsung menggertakan giginya,"Lepaskan tangan kotormu dari tangan Istriku sialan," pekik Andre yang menarik tangan Yana.
"Ho..ho! Om selamat yah. Jangan marah-marah, nanti Yana aku ambil loh!" Ucap Dhika mengejek.
"Sialan!" Umpat Andre.
Dhika pun beranjak dari hadapan Yana dan Andre. Dari kejahuan terlihat seorang pemuda tampan yang berjalan ke arah Andre dan Yana. Andre yang melihat, membuang nafasnya kasar.
"Baru satu yang pergi, sekarang datang pemuda tampan lainnya," guman Andre ketikan melihat Zean.
"Yana, Paman Willson selamat! Semoga rumah tangga kalian hancur dengan pelet yang akan aku kirim," Ucap Zean.
Plak!
Andre menampar Zean,"sialan kau. Apa maksud dari doamu itu hah!" Pekik Andre.
Zean terkekeh,begitu pun dengan Yana,"Paman Willson selamat Ya, semoga selalu bahagia," ucap Zean yang kemudian memeluk tubuh Andre.
"Paman, bisakah aku memeluk Istrimu untuk yang terakhir kali?" Sambung Zean di balik tubuh Andre.
Andre yang mendengar, langsung mendorong tubuh Zean menjauh. "pergi dari hadapanku. Bedebah!" Teriak Andre.
Zean yang berjalan meninggalkan Andre dan Yana hanya bisa tertawa.
Andre melihat Yana sedang tertawa dengan lepas,"sesenang itu kah kamu melihatku cemburu?" Tanya Andre.
Yana terdiam kemudian menoleh ke arah Andre,"Paman sudah menjadi pemenang'nya. Untuk apa Paman cemburu?" Ucap Yana.
Andre menatap lekat wajah Istrinya,"cantik."guman Andre pelan.
Yana pun tersipu,"gombal!" Sahut Yana.
Andre tersenyum kemudian mendekat'kan bibirnya ke arah Yana. Dan Yana pun menyambut bibir itu dengan perasaan yang bahagia.
Yana telah membuktikan kepada ke dua orang tuanya, bahwa dia bukan Anak remaja yang labil yang bisa saja jatuh hati ke Pria mana saja. Karna Yana, ingin mempertanggung jawabkan perasaan'nya kepada Andrean Willson. Bahwa cinta kasih yang di miliki oleh Yana adalah ketulusan.
Dan semuanya berakhir bahagia, setelah Raja di singkirkan. Yang Awalnya demi misi, berubah demi Cinta. Kadang kalau bicara masalah Hati, kita tidak akan pernah tahu. Kepada siapa kita akan jatuh cinta. Umur, tidak menjadi halangan untuk Yana dan Andre. Selama mereka saling berjuang.
...TAMAT...
******
Terima kasih thor ucap'kan kepada para pembaca setia "My Man Is A Bunian" yang mengikutinya dari awal hingga Akhir. Thor ga bisa ngasih apa-apa untuk kalian. Doa Thor, selalu yang terbaik untuk kalian semua. Tanpa kalian, Thor ga mungkin nyelesain cerita ini. Itu karena, suport dan dukungan yang selalu ngalir buat Thor. Terima kasih banyak.
Setiap Membaca, jangan lupa. Ambil baik'nya dan buang buruk'nya. Semoga kalian semua menjadi orang yang bijak.
Terima kasih banyak dan Sehat selalu
__ADS_1
🙏🙏
____________________