
...BAB 35 : Jawaban Rindu 16 Tahun...
...****************...
Andre membuka pintu laboratorium yang berada di hadapannya,.
Kreeeeekkk ( pintu terbuka )
Mereka pun masuk ke dalam ruangan tersebut,.
Santi berjalan dengan pelan, Ia dapat melihat sebuah cangkang berbentuk telur di hadapannya, dengan tatapan perih melihat lelaki yang berada di dalam cangkang tersebut.
Dengan tangan yang gemetar , Santi menyentuh Cangkang tersebut dengan hati yang hancur, " Raka...." Panggilnya lirih .
Santi tak dapat lagi membendung air mata yang sedari tadi ia tahan, air itu tumpah ruah mengalir di pipi Santi dengan deras.
Santi memeluk Cangkang di hadapannya,.
" jadi kau harus ingat!!!, kau sekarang hanya jadi milikku, Hingga kelak aku akan musnah"
" Karna kau wanita pertama yang menyentuh relung hatiku"
" Itu yang membuat aku jatuh cinta padamu"
" Selagi tidak ada aku di sisimu ,kau harus selalu hati-hati dan jangan ceroboh yah!!"
" Jadilah Ratu di istanaku, dan lahirkanlah anak yang banyak untukku"
" Apa pun yang terjadi ku mohon jangan pernah tinggalkan aku"
Santi terduduk dengan tangis, ia menutup matanya meresapi setiap kalimat yang pernah di ucapkan oleh Raka kepadanya, " mungkin takdir ini, terlanjur menuntun diriku yang tak dapat pergi darimu. Walau pun seribu luka yang ku terima, aku tidak dapat membencimu" lirih santi dengan bayangan senyum Raka, tangis Raka dan Raut perih wajah Raka. Yang kini berada di dalam ingatan Santi.
Santi kembali menatap cangkang dengan tatapan sendu bersama sembabnya mata, kini di hatinya terasa di sayat-sayat dengan ribuan silet pada dadanya, ketika melihat orang yang paling berarti , hanya dapat terlelap di sebuah cangkang yang sempit, ( duhai Cinta, tataplah aku di sini. Aku datang!!, Walau perih karna harus menunggumu, namun aku masih setia dengan janji yang pernah ku ucapkan padamu. Buka matamu Raka!!, Ku mohon buka. Lihatlah aku dan anakmu yang datang untuk menemuimu) batin santi teriris dengan tangis yang tak bisa ia kontrol .
" Raka!!!!, Tolong Bangun!!!, Ku mohon!!!, 16 tahun tanpamu. Selama itu Aku tidak pernah membencimu atau pun melupakanmu, karna Aku selalu mengharapkan kehadiranmu " teriak Santi histeris dengan memukul-mukul kaca cangkang yang ada di hadapannya.
Kevin berjalan ke arah Santi," kakak ipar, tolong!!, jangan seperti ini. Ku mohon, yakinlah Raka pasti akan bangun" Kevin memeluk Santi yang menangis Histeris dengan negelus-ngelus punggung Santi.
__ADS_1
Andre menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya. " Wanita bodoh cukup!!, Raka akan sedih jika melihatmu seperti ini. Tolong kuatkan dirimu" ucap Andre menghampiri Santi.
Yana berjalan ke arah cangkang," Ayah!!, Apakah kau ayahku?, ayah, Yana datang bersama bunda yah , Ayah bangun!!. Lihatlah aku dan bunda yang sudah lama menunggu Ayah, lihatlah bunda yang begitu sedih melihat Ayah seperti ini, " ucap Yana dengan mata yang berkaca-kaca seraya menyentuh cangkang yang ada di hadapannya.
Kilauan cahaya muncul dari cangkang...
Terlihat sebuah layar yang muncul di hadapan Yana seperti layar bioskop.
...POV RAKA SAPUTRA...
...****************...
Aku terlelap, semuanya terasa begitu gelap. Tidak ada cahaya, tidak ada kehangatan. Suasana ini seperti kehampaan yang tak berujung, sepi dan dingin.
"Santi!!, Kau dimana?" Teriakku mencari
"Oh!!, Sepertinya aku sudah musnah" ucapku dengan pandagan yang tak nampak apapun.
Tiba-tiba ku lihat ada seberkas cahaya yang menghampiriku. Saat aku membuka mata, aku terkurung di dalam cangkang dan tak bisa berbuat apa-apa.
"Andre!!, Keluarkan aku dari sini!" Pintaku berteriak
Begitu juga dengan Kevin, mereka seperti tidak melihatku.
Aku menatap kedua telapak tangannku," Apakah aku sudah menjadi Arwah?" Pikirku bertanya.
Dan Aku hanya dapat melihat kegiatan Andre dan Kevin di balik cangkang ini, hingga suatu ketika ada sesuatu yang manarikku. sesaat, aku merasakan adanya kehangatan, Namun aku tidak tahu itu apa?. Saat sukmaku ingin menyatu dengan jasadku, ternyata jasadku menolak, setelah itu aku mendengar teriakan Kevin yang mengatakan bahwa cangkang ku bercahaya.
Setelah itu , aku pun terkurung dan menunggu bertahun-tahun dengan terpenjara di cangkang ini.
" Santi!!, Kau di mana?. Aku merindukanmu" kalimat tersebut yang selalu ku ucapkan ketika aku terpenjara dan tak tahu harus kemana.
"Dan Kala aku terjaga dari lamunan, bayangan masa lalu antara aku dan Santi selalu bermain di dalam mataku . Sejenak ku biarkan, ku ingatkan gunda yang selalu menemaniku di dalam kehampaan, di sisi ruang batinku selalu bertanya, apakah kau baik-baik saja?, Apakah kau aman?" Dalam kesepian , kesendirian dan kehampaan hal tersebut yang selalu terbesit
" Maafkan aku yang telah ingkar, karna tidak dapat selalu menemanimu dan menjagamu. Aku tidak dapat berbuat apa-apa di dalam cangkang ini dan aku hanya bisa menunggu. kau di mana santi?. Sedang apa?, Apakah kau merasakannya?, Bahwa aku di sini merindukanmu? " Hanya pikiran Rindu dan hampa yang Raka rasakan saat itu.
...POV END...
Sebuah asap keluar dari cangkang berbentuk seorang pria "Kalian datang?" Suara tersebut terdengar lirih
__ADS_1
"Raka!!" Teriak Santi seraya berlari ke arah gumpalan asap yang muncul.
"Ayah!!" Teriak Yana yang mencoba memeluk ayahnya namun tak bisa ia gapai.
Raka menatap dengan mata yang berair," maafkan ayah, karna tidak bisa melihat dirimu tumbuh dewasa" ucap Raka yang berbentuk transparan dengan mata sendu menatap putrinya.
"Santi!!, Terima kasih, karna telah melahirkan anak yang begitu cantik untukku, Terima kasih karna selalu menjaga hatimu untukku. maafkan aku telah memberikan begitu banyak kesulitan di dalam hidupmu. Janjiku telah ku ingkar, karna aku tak bisa menjaga dan melindungmu " ucap Raka dengan bibir yang bergetar ketika menatap Santi yang sedang terisak .
Santi menggelengkan kepalanya dengan kuat," aku yang harus minta maaf, seharunya aku menemanimu di sini, bukannya melarikan diri. Maafkan aku yang tidak tahu keadaanmu, aku benar-benar minta maaf" ucap Santi ketika menatap Raka dengan matanya yang sudah tergenang.
" Sssttt... Jangan menagis, kamu terlihat jelek kalau menangis" ucap Raka manatap lirih ke arah Santi yang sedang sedih, karna ia tak dapat mengusap air mata santi dari pipinya .
Raka menatap ke arah Yana," Yana, jaga ibumu. Ayah minta maaf jika tidak bisa membelaimu . kalian berdua para bidadariku. melihat kalian seperti ini, sudah dapat membuatku sungguh bahagia" ungkap Raka dengan mata yang berkaca-kaca.
" Ayah!!, Secepatnya Yana akan mencarikan obat untuk ayah. Ayah tahu, betapa bunda sungguh menderita tanpa ayah? , Ayah tahu?, Sakitnya Yana saat di ejek?, Ayah tahu? , Dengan wujud yana, teman-teman Yana meninggalkan Yana?. Hu..hu..hu.. Ayah harus segera bangun, Yana butuh Ayah " Yana mencurahkan keluh kesahnya kepada ayahnya, seraya berteriak meluapkan emosinya dengan menangis .
" Sssttt ... Jangan menangis Nak, ayah mohon!!, Ayah tidak dapat menghapus air matamu atau sekedar memelukmu untuk menghibur. Dayana Eka Ranti, Sudah 16 Tahun ya?, Maafkan Ayah, karna sudah merepotkan mu dan memberikan tanggung jawab yang besar untukmu, " lirih Raka ketika menatap ke 2 wanita yang ia cintai, namun tak dapat ia sentuh.
Raka mendekatkan wajahnya ke arah santi, memegang pipi Santi yang tak bisa ia sentuh lalu mengecup bibir Santi " aku sayang padamu " ucap Raka yang mulai memudar.
" Raka!!, Jangan pergi!!. Tetap lah kau di sini, jangan biarkan diriku sendiri yang larut dalam sepi . Aku janji, untuk melahirkan anak yang banyak untukmu, jangan pergi dulu!!" ucap Santi perih ketika melihat Raka yang mulai menghilang dari pandangannya.
" Ayah!!, Yana belum selesai bicara. Yana masih rindu dengan ayah, ada banyak hal yang ingin Yana ceritakan," teriak Yana mengapai asap yang mulai memudar di hadapannya.
" waktu ayah sudah habis!!, Santi kau harus selalu hati-hati dan jangan ceroboh ya!!. Andre, Kevin jaga Yana dan Santi " ucap Raka yang mulai menghilang
" Raka!!, Raka!!, aku ..aku selalu mencintaimu... " ucap Santi yang melihat Raka yang telah menghilang dari pandangannya.
Santi dan Yana kini saling berpelukan dan saling menguatkan dengan isak, dari mereka yang masih terdengar.
" Bunda!!, Sepertinya kita harus cepat kembali untuk menemukan obat untuk ayah" ucap Yana di balik tubuh ibunya
Santi mengangguk, " yah!!, Lebih cepat lebih baik" jawab Santi.
Andre yang mendengar ucapan Raka pun tersenyum ," yah!!, Aku tidak sabar untuk menunggu dirimu bangun, karna aku juga tidak sabar untuk meminta restu darimu" guman Andre pelan
Kevin yang mendengar seketika menatap ke arah Andre," ucapanmu itu!!, membuat terharu'ku menjadi hilang seketika. Dasar orang tua segantang kurang se liter kamu Ndre, bocah mau kamu embat juga??" pekik Kevin Gemes ingin menyetil usus sahabatnya tersebut.
Andre yang mendengar hanya Acuh dengan ucapan Kevin.
__ADS_1