
...BAB 45: Bertolak Dari Merapi...
...****************...
Yana dengan cepat menutup wajahnya, ketika melihat Andre yang duduk di hadapannya, dengan posenya yang terlihat sangat sexy.
" Ada apa denganmu Yana?, Kenapa kau terlihat sangat gugup?"
Tanya kevin yang melihat tingkah Yana yang terlihat aneh .
" Tidak paman, demi menjaga kesehatan dan kestabilan hati dan mataku . Aku pikir aku tidak jadi mandi bersama "
Sahut Yana yang kemudian membalikkan tubuhnya, karna merasakan getaran jantungnya yang tak mampuh lagi di kontrol oleh Yana.
" Mmmmm...Ndre!!, sepertinya kamu harus memakai baju mu ketika kau mandi, apa kau tidak melihat , Yana sudah seperti kepeting rebus yang baru di angkat dari kuali?"
Ucap Kevin menatap ke arah Andre yang sedari tadi hanya tersenyum menatap ke arah Yana.
" Biarkan saja, sepertinya aku suka melihat ekspresi Yana yang sedang tersipu malu"
Jawab Andre dengan mata yang terus tertuju kepada Yana.
Kevin yang menatap senyum Andre pun mulai merasa kesal," lihatlah tampangmu itu Andre, kau Sudah seperti kuda yang sedang tersenyum"
Cibir Kevin, kemudian beranjak dari air lalu mencipratkan air ke wajah Andre.
" Ah!!, Paman Kevin dan paman Andre, Yana pamit ya!!, Sepertinya aku risih jika mandi bersama kalian "
Tutur Yana yang sudah membelakangin Andre dan Kevin , yang kini Andre dan Kevin terlihat sedang asyik bermain ciprat-cipratan air.
Yana yang merasa ucapannya tidak di respon, dengan cepat melangkahkan kakinya menjauh.
" hei!!, Kamu mau kemana?. Aku akan memakai bajuku jika kamu malu"
Andre menahan tangan yana yang hendak beranjak.
Yana menoleh ke arah Andre, dengan seketika membuat aliran darah di sekujur tubuh Yana naik lalu berkumpul ke pipinya , sehingga pipi Yana kini nampak memerah.
Yana dengan cepat mendorong tubuh Andre agar menjauh. Karena Yana tidak sanggup, jika melihat otot Andre yang terpampang dengan jelas di depan wajahnya .
Kevin yang melihat tingkah Andre dan Yana pun mengelus-ngelus dadanya.
" Kevin ingatlah untuk dirimu sendiri, Romeo mati karna Juliet, Jack mati karna Rose , dan Raka tertidur karena Santi. Jika kamu ingin hidup, maka janganlah coba-coba jatuh cinta" tutur Kevin memotivasi untuk dirinya sendiri
__ADS_1
Andre yang yang mendengar ucapan Kevin, langsung menoleh ke arah Kevin," jadi kau mendoakanku agar aku cepat mati Vin?"
Pekik Andre , kemudian berlari menghampiri Kevin lalu merangkul leher Kevin pada lengannya dengan kuat.
" Hei-hei!!, Kalimat yang aku ucapkan barusan itu, untuk diriku sendiri. Namun, semoga saja kau tidak menyusul mereka. Yah!!, seperti mati karna cinta" ucap kevin seraya tertawa.
Andre dan Kevin pun saling bercanda di dalam air. Sesekali mereka saling memukul dan adu jotos.
Yana yang melihat tingkah Andre dan Kevin, hanya bisa mendengus.
" Yah sudahlah, aku pergi saja. Bukankah tidak baik jika mandi bersama laki-laki?" gumana Yana beranjak .
Andre yang melihat Yana yang tengah berjalan , langsung berdiri dan ingin mengejar. Namun Kevin menahan pergelangan Andre, Andre dengan cepat menoleh ke arah kevin, ketika tangannya di tahan.
" Apakah kau sudah menjadi tua bangka yang bejat?, Yana malu dan risih mandi bersama kita. apalagi dia seorang anak perempuan , Untuk apa kau memaksanya agar tetap di sini?" Ucap Kevin.
Andre pun terdiam ketika mendengar perkataan kevin," yah!! aku terlalu egois ,nkarna ingin selalu dekat dengan Yana. Apa yang di katakan oleh Kevin memang benar. Yana terlihat sangat tidak nyaman saat di sini " batin Andre
...****************...
Setelah meninggalkan Andre dan Kevin, Yana kembali mengganti pakaiannya.
" Yana!!, Kamu tidak mandi?" Tanya Nyai Gadung ketika melihat Yana yang sudah Rapih .
" Oh begitu, tapi ngomong-ngomon. Bibi mau tanya, Itu yang yang namanya Andre, apa sudah menikah?" Tanya nyai Gadung
Yana mengangkat wajahnya," belum bi, memangnya kenapa?" Tanya Yana
" Oh tidak apa-apa!!, Bibi hanya bertanya. tapi, Spertinya paman Andremu itu menyukai dirimu" ucap Nyai Gadung
" Oh!!, Mungkin saya keponakannnya jadi wajar Bi dia menyukai saya yang menggemaskan ini " tutur Yana kikuk
" Hehehe..Tidak apa-apa, toh umur kalian nanti akan setera, apalagi kamu yang berdarah campuran tidak bisa di samakan dengan umur para mahluk gaib yang murni sejak lahir " jelas Nyai Gadung
Yana tersipu mendengar penjelasan Nyai Gadung.
" Nah!!, Itu wajahmu sudah merah, apa jangan-jangan kamu juga menyukai pamanmu?" Tanya Nyai Gadung menggoda.
Yana dengan spontan menggeleng kepalanya ," tidak Bi, umur kita sangat Jauh . Bagimana bisa kita bisa bersatu" ucap Yana
" Pura-pura lupa ya!!, Sama penjelasan Bibi barusan?, Kamu itu akan lebih cepat dewasa ketimbang paman-pamanmu. Karna kamu separuh manusia" jelas Nyai Gadung kembali
" Mmm... Masalah hati, aku juga belum tahu Bi. Apakah aku hanya sekedar suka atau mencintai" ungkap Yana
__ADS_1
" Bibi doakan yang terbaik buat kalian, oh iya. Ini ada giok, Bibi berikan kepadamu. Jika nanti paman Andre bertingkah seperti kemarin, kamu tinggal menempelkan giok ini ke dahi pamanmu, maka energi negatifnya akan hilang" ucap Nyai Gadung sembari memberikan sebuh batu giok berwarna Hijau
" Oh!!, Ini cantik sekali. Terima kasih Bibi, jika aku di beri kesempatan. Aku akan kembali memberikan hadiah kepada Bibi" tutur Yana dengan gembira menerima giok pemberian Nyai Gadung
" Tidak perlu sungkan dengan Bibi. Ayo!!, Kita keluar. Sepertinya pamanmu sudah menunggu kehadiranmu" ajak Nyai Gadung
Yana mengangguk, kemudian Yana dan Nyai Gadung pun berjalan menuju ke tempat Andre dan Kevin yang telah menunggu Yana di gerbang.
Kini Yana telah bertemu dengan Andre dan Kevin.
"Nyi kami pamit ya!!, Terima kasih karna telah melayani kami. Jika ada waktu, Nyai bisa berkunjung ke kediaman kami" ucap Andre
" Yah!!, Nanti kapan-kapan. Oh itu, apakah kalin mau langsung ke tempat kalian apa mau menelusuri tanah jawa terlebih dulu?" tanya Nyai Gadung
Andre menatap ke arah Yana," apa kamu masih ada urusan di sini sebelum kita kembali ke Blue Lake?" Tanya Andre kepada Yana
" Mmm!!, Hitungan hari gaib dengan hari manusia itu seperti apa paman?" Tanya Yana polos
" 1 hari di dunia gaib artinya 1 bulan di dunia manusia" jawab Andre
" Haaa??, Haaa!!, Yang benar saja?, Bararti aku sudah tidak masuk sekolah selama 4 bulan?" Kaget Yana
Yana terlihat bingung, karna ia takut jika di keluarkan dari sekolah. Karna akan sulit jika ia harus pindah sekolah tanpa ada surat kepindahannya.
Yana menatap ke arah Andre dan Kevin, " Paman, bisakah kalian mengurus surat kepindahanku?, Agar aku tidak di drop out dari sekolah" pinta Yana
" Baiklah, nanti kita akan urus" jawab Andre
Andre menatap ke arah Nyai Gadung, yang masih setia berdiri, " sepertinya kami akan ke sekolah Yana terlebih dahulu, baru kami akan kembali ke tempat asal kami" ucap Andre kepada Nyai Gadung .
" Oh!!,baiklah. Karna di sini terdapat portal gaib, jika kalian ingin langsung kembali. Bisa menggunakan portal gaib di gunung ini" ucap Nyai Gadung
" terima kasih atas kepedulian Nyai, Namun kami harus selesaikan masalah Yana terlebih dahulu" ucap Andre
" Baiklah!!, Hati-hati saat di perjalanan. Dan jagalah calon istrimu dengan baik" ucap Nyai gadung kecoplosan
Yana yang mendengar sontak membuat hatinya meronta-ronta tak nyaman, begitu juga dengan Andre yang membuat pipinya sudah merona.
" Nyia!!!, mereka hanya terlihat seperti ayah dan anak, dan belum tentu , jika ayahnya sadar kemudian setuju sama orang tua macam Andre ini" sahut Kevin
Nyai Gadung pun terkekeh mendengar ucapan Kevin," yah!! Aku hanya bercanda. Pergilah dan hati-hati" ucap Nyai Gadung
Andre, Yana dan Kevin pun bertolak dari Merapi, dan menuju ke arah parkiran mobil yang sebelumnya Kevin memakirkan mobilnya di dekat lereng Merapi.
__ADS_1
Setelah tiba di tempat mobil mereka berada, kini mereka melanjutkan perjalanan ke arah sekolah Yana.