Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Mendapat Restu


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter...


...BAB 70 : Mendapat Restu ...


...****************...


Ibu Santi yang melihat perdebatan antara Dimas dan Raka pun mencoba untuk melerai.


" Dimas, sudah cukup!!, Apa yang kau cari dengan memupuk dendam di hatimu?, Apakah semua akan membaik dengan dendam yang kau miliki?" Pekik Ibu Santi bertanya kepada Dimas.


Dimas manatap ke arah ibunya," Mama!, Papa meninggal gara-gara merasa bersalah kepada Santi!!, Namun Santi tak kunjung pulang , Bahkan ia malah menghilang begitu saja," Sahut Dimas.


" Abang, mohon maaf jika aku menyela. Kenapa abang membuatku menjadi serba salah?, Oh iya!!, Karna aku bukanlah tepung Sasa serba guna. Maka dari itu, abang menyalahkanku atas kematian papa karna ulahku?" sanggah Santi.


" Yah!!, Jika kau tidak Hamil saat itu, mungkin hingga sekarang Papa masih sehat," Sahut Dimas.


" Kau seperti tidak punya Tuhan Dimas, Mana ada takdir Tuhan kau limpahkan kesalahan kepada Santi?" Ucap Raka.


" He!!, Orang bule. Kamu siapa ?, berani-beraninya kau ikut campur dalam urusan keluarga kami?" Tanya Dimas menatap Raka dengan sinis.


Raka menghampiri Dimas," jelas aku punya andil dalam masalah Santi, Karna aku ini Calon suaminya Santi. Dan aku ke sini ingin meminta Restu kepada kalian, Tapi apa yang kami terima?, hinaan?" Ucap Raka.


Mata Dimas seketika membesar, " Kau mau menikahi Santi yang jelas-jelas sudah pernah hamil?" Tanya Dimas .


" Dan kau mau tahu siapa orang yang menghamili Santi?, Itu adalah aku. Dan anak yang berada dalam gendonganku adalah anak yang kau usir saat ia masih di dalam kandungan ibunya. Yang tidak lain adalah keponakanmu sendiri,"


Ucap Raka seraya menendang dada Dimas dengan kuat.


" Sekali lagi kau menyentuh Santi dan membuatnya menangis, kau akan aku bunuh!!, Peduli setan kau adalah Kakaknya atau apapun itu, tidak ada yang bisa menyakiti Santi dan anakku tanpa se'izinku. Kau mengerti!!" pekik Raka emosi dengan terus menendang Dimas.


" Hentikan!!, Siapa pun kamu, tolong jangan terus memukuli Dimas," Teriak Ibu Santi memohon.


Raka yang mendengar, Dengan seketika menghentikan tendengannya. Kemudian menoleh ke arah ibunya Santi.


Raka membalikkan badannya, lalu berjalan ke Arah ibu Santi," Ibu, Saya mohon maaf atas apa yang sudah saya lakukan kepada Santi yang telah menyebabkan kekacauan di keluarga ibu . Saat itu, Saya benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa," Ucap Raka seraya membungkuk di hadapan Ibu Santi.


" Sudah- sudah, Ayo masuk dulu" Ajak Ibu Santi .


Santi dan Raka pun mengekori dari belakang.


" Amira!, Urus dulu Suamimu. Mama mau bicara dengan mereka dulu," Ucap Ibunya Santi kepada menantunya.


" Baik ma!!" Ucap Amira istri Dimas yang sedari tadi mematung.


Setelah di dalam rumah, di ruang tamu. Santi , Raka dan Yana yang masih di dalam gedongan Raka pun duduk.


" Mama," panggil Santi


" Ya Santi, katakan pada mama, sebenarnya apa yang terjadi selama ini?" Tanya ibu'nya.


Santi melirik ke arah Raka, Dan Raka menganggukan kepalanya. Tanda ia setuju jika Santi berbicara dengan jujur kepada ibu'nya.


Santi mengambil nafas dalam-dalam. Dan mulai bercerita tentang, awal ia berjumpa dengan Raka, sampai ia hamil dan menetap di Jogja, hingga akhirnya ia bertemu kembali dengan Raka.


Ibunya Santi yang mendengar cerita putrinya memandang ke arah Raka dan Santi secara bergantian, ternyata Anak gadisnya selama ini berhubungan dengan bangsa Di alam lain.

__ADS_1


" Yah ibu, Saya penghuni danau biru yang di keramatkan," Ucap Raka


Ibu Santi terpaku mendengar ucapan Raka, ia tidak dapat berkata-kata setelah mendengar penuturan anaknya.


" Mama, Santi mohon restunya. Jika Santi sudah tidak kembali, Santi minta tolong untuk selalu mengirimkan doa untuk Santi. Anggap Saja Santi telah mati, karna Santi akan hidup di dunia yang berbeda," Pinta Santi


Ibu'nya Santi langsung berdiri dari duduknya. Santi yang melihat, Langsung menghampiri ibunya. Kemudian memeluk ibunya.


" Jika itu kebahagianmu dan pilihanmu, Maka pergilah Santi. Ibu akan selalu mendoakan kebahagiaan untukmu," ucap Ibu Santi dalam pelukkan anaknya.


" Terima kasih mama, Mama selalu baik-baik di sini Ya!" Lirih Santi yang masih memeluk erat tubuh ibu'nya.


Ibu Santi menatap ke arah Raka," Nak Raka, ibu titip Santi. Jaga dia dan jangan sakiti dia ya!" Pinta ibunya Santi.


Raka membaringkan Yana di atas kursi Sofa, lalu berjalan menghampiri Santi dan ibu'nya.


" Selalu kok, akan aku usahakan Yang terbaik Untuk Santi. Saya mohon doa restunya," ucap Raka sembari mencium punggung tangan ibunya Santi.


"Bisakah!!, Aku melihat cucuku?" Pinta Ibunya Santi. Ketika Raka Mendengar permintaan calon ibu mertuanya, Raka dengan cepat menghampiri Yana lalu mengusap telapak tangannya ke wajah Yana.


Dan Yana pun membuka kedua matanya.


" Ayah!!" Panggil Yana dengan suara Serak.


" Nenek mau berbicara denganmu," ucap Raka.


Yana menatap ke arah Neneknya. Lalu turun beranjak dari sofa kemudian mengahampiri neneknya.


" Ya ampun!!, Kamu sungguh manis. Siapa namamu?" Tanya neneknya.


Ibunya Santi langsung memeluknya cucunya," kau jaga ibumu ya!!, Jangan nakal seperti ibumu," ucap neneknya.


" Baik Nek, nenek juga Baik-baik di sini. Nanti aku akan sering berkunjung ke sini," ucap Yana


Setelah mendapatkan Restu, Raka dan Santi beranjak ke makam Ayah Santi untuk meminta Restu ke Makam Ayahnya Santi. Setelah selesai menuntaskan niat mereka, Kini mereka kembali ke rumah Santi untuk berpamitan.


Setelah Santi dan Raka berpamitan, mereka pun kembali ke Blue Lake. Walau pun Santi masih ingin berlama-lama. Namun Santi sadar, Bahwa Raka tidak bisa terlalu lama di dunia manusia. Selain Raka menggunakan mode yang tak terlihat.


Kini Raka, Santi dan Yana telah dalam perjalanan menuju ke Blue Lake.


" Sayang!!, Nanti ajak ibumu, Jika kita menikah. Sepertinya, ibumu sangat kesepian," ucap Raka di saat Ia sedang menyetir.


Santi yang menatap jendela, membalikkan kepalanya lalu menoleh ke arah Raka," jika kamu tidak keberatan," Sahut Santi.


" Tentu tidak sayang!!, Kasihan ibumu sudah renta. Jadi biarkan kamu mengurusnya sebagai permintaan maaf kita kepada ibumu," ucap Raka .


Santi menggenggam tangan Raka," makasih ya!, Karna selalu baik terhadapku," ucap Santi


Raka tersenyum," untuk orang yang aku cintai, Apa pun akan aku lakukan demi melihatnya tersenyum," sahut Raka.


Santi yang mendengar jawaban Raka, Membuat hatinya seketika berbunga-bunga.


hingga akhirnya, mereka pun tiba di kediaman Saputra.


Saat mereka masuk ke dalam rumah, Ternyata mereka sudah di sambut oleh Andre,Kevin, Tuan Saputra dan Nyonya Maria yang menunggu kedatang Raka dan Santi.

__ADS_1


" Nenek, Kakek. Yana pulang!!"


Teriak Yana yang berlari ke arah Kakek dan Neneknya lalu mencium pipi kakeknya dan juga Neneknya.


" Mm.. cucu Kakek yang manis ini!!, Kok cuma kakek sama nenek saja yang di cium?, Dokternya tidak?" Tanya Tuan Saputra menggoda.


Seketika raut wajah Yana memerah," kakek ah!!, Selalu begitu untuk menggodaku,"


Sahut Yana yang sesekali melirik ke arah Andre dengan Wajah memerah. Karna malu, Yana akhirnya meninggalkan perkumpulan tersebut . Karna merasa kikuk di tengah orang-orang yang selalu menggodannya.


" Ada acara apa?, Kok semua sudah berkumpul di sini?" Tanya Raka.


" Kami sedang menunggumu," ucap Kevin


" Menunggu?" Tanya Raka binggung.


" Yah, Kami sedang membahas acara pernikahan kalian. Makanya kami menunggumu," sahut Tuan Saputra.


" Mami punya kenalan fashion Disegn handal, dan mami sudah meminta ia datang ke sini, dan masalah gedung dan sebagainya. Urusan kalian para laki-laki," Timpa Nyonya Maria


" Oh Jadi, semua urusam pernikahanku, kalian yang mengatur?" Tanya Raka.


" Yah!!, papi sudah menyiarkan pernikahan Kalian dan segeralah urus masalah undangan dan keperluan Lainnya, jangan menungulur waktu lagi," ucap Tuan Saputra


Raka dan Santi saling berpandangan," bukankah ini terlalu cepat?"


Tanya Raka yang merasa heran karna melihat Antusias Sahabat dan orang tuannya terlihat sangat terburu-buru dan bersemangat dalam mengatur pernikahannya dengan Santi.


" Cepat?, Kamu mau menunggu Santi Tua, baru lau nikahi?" Pekik Andre


" Aku yang menikah Ndre, kenapa kalian yang sibuk?" Tanya Raka.


" Yah!, Jika kami tidak sibuk, Apa kau akan segera menikahi kakak ipar?" Sahut Kevin


" Hhhaaa!!, iya..iya.., Baiklah!!, Terserah kalian Saja. Sekarang, aku dan Santi ingin berbicara. Kalian Atur saja , aku hanya ingin terima beras saja dari kalian,"


Ucap Raka yang kemudian menarik tangan Santi menuju ke arah kamarnya.


" Anak itu, di bantu malah ngamuk-ngamuk," guman Nyonya Maria ketika melihat Raka yang berlalu .


...****************...


Di dalam Kamar,.


Raka menatap Santi ketika Raka tiba di dalam kamarnya.


" Apa kamu tidak keberatan jika mereka yang mengatur pernikahan kita?" Tanya Raka kepada Santi.


" Tidak masalah, Kita jadi tidak begitu kelelahan jika mereka mau membantu dan mengurusi pernikahan kita," jawab Santi.


" baiklah, Besok aku akan mengadakan jumpa pers. Untuk mengumumkan pernikahan kita," Ucap Raka


Santi mengangguk lalu tersenyum," Yah, aku tidak tahu harus berbuat apa di alammu ini. Yang aku tahu, Apa yang kalian lakukan, adalah yang terbaik," ucap santi .


Raka memeluk tubuh Santi dengan erat," akhirnya, Setelah mengikuti sungokong mencari kitab suci, Kamu akan seutuhnya menjadi milikku," ucap Raka yang terlihat bersemangat seraya mendekap tubuh Santi dengan erat .

__ADS_1


__ADS_2