Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Kehadiran Tante Nilam


__ADS_3

...BAB 13 : Kehadiran Tante Nilam...


...****************...


Yana merebahakan tubuhnya di sebuah sofa di ruang tamu. Karna ini adalah hari Minggu, tidak banyak yang di lakukan oleh Yana selain push Rank di sebuah Game di ponselnya.


Berhubung Yana di minta untuk menjaga rumah. Karna hari ini, ibunya sedang pergi keluar untuk membeli bahan untuk usahanya.


" Turet..haduh jangan ngejungle Mulu"


" Lord woi!!. Udah maju. T*l*l "


Terlihat Yana menatap layar ponselnya , dengan tak henti-hentinya mulutnya bercuit, hingga kata-katah tong sampah pun keluar dari mulutnya.


"Argghhh... Defeat!!" Raut wajah Yana seketika menjadi masam ketika suara di ponselnya mengeluarkan suara "DEAFEAT" itu artinya Yana kalah dalam bermain game.


Yana tiba-tiba menfokuskan telinganya, ketika mendengar suara mobil yang berhenti tepat di depan rumahnya.


Tap...tap...tap....( Terdengar langkah ,yang sangat terburu-buru)


Seorang wanita tiba-tiba masuk ke dalam rumah," Adit!!. Kau di mana?. Aku tahu kau di dalam" teriak wanita tersebut


Yana mengerutkan alisnya ketika melihat wanita tersebut yang menyelonong masuk tanpa permisi.


" woi!!. Kau manusiakan?. Kalau masuk pake adab dong!! " Teriak Yana yang masih duduk di sofa dengan menatap tingkah wanita yang ada di hadapannya.


Langkah wanita tersebut terhenti ketika mendengar suara Yana, " terserah aku, kok situ ngatur. Ga usah bicara adab kalau situ cuma anak kecil." Seraya menoleh dengan melipat kedua tangannya di dada


" Masih mending aku anak kecil. dari pada situ!!. tua tapi tol*l. Masa masuk rumah orang main nyelononga aja tanpa permisi atau salam?" cerca Yana


" Apa??. Kamu bilang apa tadi?. Coba ulangi" dengan mata yang melotot menatap Yana.


" T*lol !!. Tante t*lol ,masa cara masuk ke rumah orang saja harus anak kecil yang ngajarin?. Kan lucu!!" ledek Yana menatap wanita glamor di hadapannya


" Hiiiiii...begini ya cara ibumu ngajarin?. Bisa songong sama yang lebih tua?. Mana Adit?" Ucap wanita dengan tatapan yang masih sama kepada Yana


Yana mengangkat ke dua bahunya," mana ku tahu papa Adit Dimana?. Lagian di sini bukan penitipan om-om" jawab Yana asal


" He.. sejak kapan Adit punya anak sepertimu?. Lagian kamu kan anak haram yang ayahnya ga jelas" ucap wanita di hadapan Yana.


Yana yang mendengar hal tersebut seketika menggertakan giginya," Tante Nilam!!, coba ulangi kata-kata barusan" pinta Yana dengan rahang terlihat mengeras

__ADS_1


" Kamu itu anak haram yang....-" ucapan Nilam terhenti


PLAAKKKK ( sebuah tamparan tepat mengenai pipi Nilam )


"Awwww!!!." Ringgis Nilam seraya memegang pipinya


"Bunda!!" Guman Yana ketika melihat ibunya yang tiba-tiba muncul


" Yana masuk kamar!!" Titah Santi kepada anaknya, dengan tatapan tajam.


Yana kemudian beranjak dan menuju ke arah kamarnya.


Nilam menatap Santi dengan mata menyala," perempuan sial!!. Apa maksudnya kau menamparku?" Dengan memegang pipinya, seraya menatap Santi


" Siapa yang kau bilang anak haram ah?" Santi mendekat ke arah Nilam dengan tatapan membunuh .


" Kenyataannya, anakmu tidak ada bapaknya. Jadi kenapa kau marah?" Nilam menatap Santi dengan tatapan mengejek


" Jika dia tidak punya ayah, bagaimana dia bisa hadir ke dunia?." Ucap Santi


" Iya ayah dari hasil zinah tanpa di nikahi ya?. Makanya kamu selalu membawa Adit ke sini kan?. biar Adit jadi bapak sambung dari anak harammu!!" sahut Nilam dengan tatapan merendahkan Santi.


" Apa yang kau lakukan di sini Nilam?" Adit yang muncul dari arah pintu


" Mas Adit!!. Tu perempuan tua sialan, dia menamparku." seraya berlari ke arah Adit dengan rengek manjanya


Santi menatap jijik," Dit, bawa perempuanmu keluar dari rumahku. Sebelum ku cabik-cabik mulutnya" ucap Santi menatap kepada Adit dan Nilam


" Apa yang dia katakan?" Tanya Adit menghampiri Santi


" Tanyakan sendiri kepada calon istrimu"


Adit menoleh kepada Nilam," apa yang sebenarnya terjadi?. Apa yang kau katakan kepada Santi?" Adit kembali berjalan ke arah Nilam yang sedang berdiri di daun pintu.


" Aku datang mencarimu, kemudian anak angkatmu memakiku. Dan tiba-tiba Santi datang dan langsung menamparku" adu Nilam dengan wajah memelas menatap Adit


Sontak membuat Santi berjalan menghampiri Nilam dengan tanduk yang telah tumbuh di kepalanya," he... Iblis betina, drama apa yang sedang kamu mainkan sekarang ha??" pekik Santi hendak menjambak rambut Nilam


Melihat hal tersebut, Nilam langsung bersembunyi di balik badan Adit," nah kan mas, perempuan tua itu ngamuk lagi" dengan mengintip di balik badan Adit


"Sudah!!. Sudah , aku tidak tahu apa yang terjadi. Ayo Nilam kita pergi dari sini" teriak Adit dengan menggengam tangan Nilam dan mebawanya keluar.

__ADS_1


Di balik pintu kamar, Yana sedang mengintip adegan ibunya." Kelemahan bunda, luluh dengan orang yang ia sayangi. Tapi akan menjadi Hilda ketika ada orang yang mencoba menyakiti orang yang ia sayangi" catatan pribadi Yana.


Yana keluar dari kamarnya, kemudian menghampiri ibunya Yang duduk di sofa seraya memegang pelipisnya.


" Bunda!!" Panggil Yana pelan


Seketika Santi menoleh ketika mendengar buah hatinya memanggilnya, " sini sayang, berat ya jadi kamu?. Maafin bunda ya!!" dengan kedua tangannya memeluk erat anaknya


Yana membalas pelukan ibunya," seharusnya Yana yang berkata demikian, bunda capek ya?. menjadi orang tua tunggal?. Maafin Yana,Karna selalu membuat bunda susah" ucap Yana di balik badan ibunya


"Sstttt!!!. Hadir dirimu yang membuat bunda bisa bertahan sampai detik ini. I " dengan lembut, Santi mengusap rambut anaknya


Yana hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya ...


Santi mendorong pelan tubuh anaknya," sini lihat bunda, jangan muda percaya sama orang lain ya!. Karna kadang kita juga sering membohongi diri kita sendiri. Selalu hati-hati di luar sana" dengan kedua telapak tangannya memegang pipi Yana .


Yana mengangguk,,,


" Sudah sore. Sana mandi, habis itu bantuin bunda packing pesanan orang" ucap Santi


" Siap bunda!!" dengan menghormat Yana beranjak dari duduknya. Kemudian berlari menuju kamarnya.


Santi melihat punggung anaknya ketika berlari menuju ke arah kamarnya, " maafin bunda ya!!. nanti jika sudah saatnya, bunda akan beri tahu siapa ayahmu yang sebenarnya. Saat ini, bunda masih takut. Takut jika nanti, kau pergi meninggalkan bunda untuk mencari ayahmu" guman Santi dengan mata yang berkaca-kaca .


...****************...


Di tempat Andre,.


Di dalam mobil, terlihat seorang tuan muda dengan tatapan dingin duduk di kursi belakang. Dengan kaki di lipat dan kedua tangannya di lipat di atas perut.


" Marko?. Apakah kita masih belum sampai?. Sepertinya aku telah salah membawamu ke sini. Bagaimana mana bisa kau buta arah?" Andre yang dari semalam, merasa perjalanannya hanya menghabiskan bahan bakar yang tak kunjung sampai.


" Maaf tuan, aku mengikuti GPS. Namun kita malah muncul ke pematang sawah" jawab marko


" Jika kita tak kunjung sampai, aku pastikan. aku akan melemparmu keluar dari mobil" ucap Andre dengan tatapan tajam melihat ke arah spion dashbroad


Marko yang melihat tatapan tuannya hanya bisa pasrah , jika hal tersebut akan terjadi kepada dirinya. Karna wilayah saat ini, sangatlah asing bagi Marko.


" Ba..baik tuan, saya usahankan agar tuan segera sampai. Tapi tuan, jika bahan bakar habis. POM bensin ke'ghaiban di daerah sini di mana tuan?" Tanya Marko dengan keringat dingin sudah bercucuran di wajahnya.


" Itu tugasmu untuk mencari tahu!!. jika tidak ada Pertamina di daerah sini, kau bisa mengisi tangkinya menggunakan air kencingmu!!" pekik Andre

__ADS_1


" Ya salam!!." Guman Marko dengan menelan savilanya.


__ADS_2