
...BAB 32 : Laporan Ke Raja...
Yana dan Santi sedang di urus oleh para pelayan Andre, setelah beberapa jam berlalu akhirnya Yana dan Santi pun turun menghampiri Andre dan Kevin yang telah menunggu.
Tap..tap..tap... ( Langkah kaki )
ket model : Angelina p.
Andre dan Kevin pun menoleh ke arah suara...
Hal tersebut membuat Andre tak berkedip menatap Yana yang turun dari arah tangga.
" Awas!!, Jatuh tuh mata, jika terlalu lama melotot" ujar Kevin dengan menyenggol Andre menggunakan bahunya.
Andre ter'enyak dari fokusnya menatap Yana," ehemm... Ayo cepat!!, Kita harus segera ke kerajaan," gugup Andre yang kemudian mencoba menetralisir sikapnya sendiri.
Note: cara Andre mengusir nerfes pada dirinya, yaitu dengan cara berdehem.
Yana dan Santi sudah kini sudah berkumpul dengan Andre dan Kevin.
" Ndre, kamu dengan Yana. Biarkan aku dengan kakak ipar" saran Kevin tiba-tiba.
Andre pun kaget dengan saran yang di berikan oleh kevin," aku yang bersama Santi" tepis Andre keberatan jika satu mobil dengan Yana
Santi dan Yana menatap bingung dengan ke 2 pria di hadapan mereka.
Kavin pun acuh dengan apa yang di ucapkan oleh Andre, Kevin kemudian meraih tangan Santi dan membawa Santi bersamanya.
Setelah melewati Andre, Kevin sempat menghentikan langkahnya di hadapan Andre dan kemudian Kevin mengedipkan satu matanya kepada Andre.
Andre yang melihat cara Kevin membuat matanya melotot ketika berkontak mata dengan Kevin.
"Ayo kakak ipar kita jalan" ucap Kevin mengajak Santi menaiki mobilnya.
Andre menghindari kontak mata secara langsung dengan Yana.
" Ayo jalan!!" Ajak Andre yang langsung berjalan tanpa mau melihat ke arah Yana.
Yana mengekori punggung Andre dari belakang, ( ada apa sebenarnya dengan pria kaku ini?, Kenapa Akhir-akhir ini dia menjadi sangat canggung ketika bertatap denganku?) Batin Yana mencoba menerka.
Kini Andre dan Yana telah berada di dalam mobil. Kali ini, Andre yang menyetir dan Yana telah duduk di samping Andre.
Tanpa berucap, Andre melajukan mobilnya menuju ke kerajaan.
__ADS_1
" Paman!!, Kenapa kamu mencoba menghindariku?" Tanya Yana membuka pembicaraan.
"Hanya perasaanmu saja," ucap Andre datar, dengan pandangan yang tetap fokus ke jalan.
"Aku merasa tidak begitu, paman sengajakan tidak mau berbicara atau bertatap wajah denganku?" Tutur Yana yang kemudian mendekatkan Wajahnya ke arah Andre .
Andre yang merasakan hembusan Nafas Yana pada wajahnya, membuat ia menoleh ke Arah Yana.
Degh!!, membuat jantung Andre berhenti seketika, ketika wajahnya sangat dekat dengan wajah Yana yang tepat berada di depan wajahnya.
Ciiiitttt..( Andre dengan spontan menginjak rem dengan kuat )
" Sial!!, Rubah kecil. Apa yang ingin kau lakukan cara seperti itu?, Hampir saja kita akan mati " Pekik Andre dengan wajah yang telah bersemu akibat tatapan mendadaknya kepada Yana.
Yana memegang ke dua pipi Andre, dengan ke 2 telapak tangannya," paman, jika kau di tatap seperti ini , wajah paman terlihat cukup tampan," ucap yana dengan menatap lekat wajah pria kaku di hadapannya.
" Lepaskan tanganmu dari wajahku!!" Pekik Andre yang sedari tadi menahan detak jantungnya yang ingin meloncat dari dalam dadanya.
Yana menggelengkan kepalanya," tidak!!, aku suka menatap wajah paman seperti ini" ungkap Yana yang masih memegang pipi Andre dengan menatap lekat.
Andre menutup matanya, kemudian menarik nafas dengan kasar, Dengan tiba-tiba Andre mendorong tubuh Yana, Yana yang melihat reaksi Andre pun, membuat Yana salah tingkah.
Andre menatap tajam ke arah Yana, seraya tubuh Andre bergerak maju mendekat ke arah tubuh Yana, dengan salah satu tangan Andre mencoba melonggarkan kerah kemeja pada lehernya.
Andre mendekatkan wajahnya ke arah wajah Yana, kini nafas Andre dan Yana terasa saling menerpa di wajah mereka berdua.
Yana menatap Andre dengan takut, " paman, apa yang sedang ingin kau lakukan?" Tanya Yana canggung
Andre menopang satu tanganya pada kaca mobil yang berada di belakang Yana , kemudian Andre menatap lekat kepada gadis yang sedang berada di bawah tubuhnya tersebut.
" Kenapa?, Kenapa kau menghidar?, Bukankah kau suka ?, jika aku ini menjadi mainanmu?, Bukankah itu terlihat sangat menyenangkan bagimu?" Ucap Andre dengan tatapan tajam ke arah Yana yang sedang gugup.
" Paman aku hanya bercanda, kenapa kau menganggapnya serius?" ucap Yana merasa bersalah
Andre mengangkat wajah Yana dengan telunjuknya, yang berada di dagu yana. Andre memaksa Yana untuk menatap ke dalam wajahnya.
" Rubah kecil, aku ini lelaki normal. Jadi, berhentilah kau menggodaku. Jika kau tidak ingin aku memangsamu," ucap Andre dingin menatap Yana yang sedang berada di bawah tubuhnya.
Yana yang mendengar ucapan Andre pun terdiam, bersama dengan keringat dingin yang telah bermunculan di dahinya.
" Satu lagi, peduli setan!!, Jika kau anak dari sabahatku atau , kau masih sangat belia . Jika kau berani mengodaku lagi, aku tidak akan menjamin jika aku tidak memangsamu, " ucap Andre yang kemudian beranjak dari tubuh Yana.
Kini Andre telah duduk di kursi kemudinya kembali. Dan kini Andre mencoba mangatur nafasnya yang terdengar gusar , kemudian Andre menyalakan mesin mobilnya.
Yana terdiam , kini Yana mencoba mengatur bunyi detak jantungnya yang terdengar tak beraturan, Akibat ulah pria kaku di sampingnya.
__ADS_1
Yana melirik ke arah Andre yang telah fokus untuk menyetir dengan wajahnya yang terlihat bersemu,( sial!!, Niatku mengerjai pria kaku ini, namun kenapa aku yang malah di kerjai oleh paman ini) batin Yana geram .
Andre menatap lurus ke depan jalananan, ( apa yang aku lakukan?, Pria tolol. Jika seandainya kau lose control bagaimana Andre?, Dasar tolol !!) batin Andre menyalahkan dirinya sendiri.
dalam perjalanan, mereka saling diam. Kini di dalam mobil hanya terdengar deru mesin yang sedang melaju membelah jalanan.
Dan akhirnya mobil Andre telah tiba di kerajaan.
Yana langsung turun dari mobil Andre tanpa berucap. Andre yang melihat Yana yang berlalu, hanya dapat membuang nafasnya dengan kasar karena merasa bersalah.
Kini Andre pun turun dari mobilnya . Kemudian berjalan ke arah Santi dan Kevin yang telah menunggu.
" Lama sekali kau Ndre, aku dan kakak ipar sampai kering menunggu kalian" ucap Kevin ketika Andre menghampirinya
" Maaf , sedikit ada masalah " jawab Andre lesu
" Kita masuk terlebih dahulu, tentang masalahmu, nanti kita bicarakan, " ucap Kevin ketika melihat raut Wajah sahabatnya.
" Ayo Yana, kakak ipar kita masuk" Ajak kevin kemudian .
Mereka berempat berjalan beriringan menuju ke dalam kerajaan. Saat berjalan menuju ke dalam kerajaan, sikap Yana dan Andre tampak berubah karna mereka hanya saling diam.
Saat tiba di dalam kerajaan,.
"Hormat kami yang mulia!!" Ucap Andre dan Kevin
Tidak dengan Yana dan Santi yang tidak tahu harus berbuat apa .
" Angkat kepala kalian, tidak perlu sungkan" ucap sang Raja
Andre dan Kevin menganggat tubuhnya, Dan Baginda terlihat menghampiri Santi dan Yana.
Raja tersenyum," kau sungguh mirip dengan ayahmu" tutur Raja ketika menatap wajah Yana
" terima kasih paman" ucap Yana
" Kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan?" Tanya Raja
Yana menatap," mencari mustika paman" jawab Yana
" Yah!!, Hadirmu adalah wadah. Aku menaruh beban pada pundakmu, untuk dapat menyembuhkan ayahmu" ucap Raja
Yana mengangguk,." Baik paman, aku akan berusaha untuk menyembuhkan ayahku" ucap Yana penuh keyakinan.
Raja menatap ke arah Santi," maafkan aku, karna harus memisahkan kamu dan Raka. Saat ini di tubuhmu masih ada kutukan. Mendekatlah" tutur Raja meminta
__ADS_1
Santi mendekat ke arah Raja, kemudian sebuah trisula menempel pada dahi Santi, kini terlihat dengan jelas. Kutukan apa yang di dapatkan oleh Santi.
Saat Santi melihat kutukannya sendiri, Santi meneteskan Air matanya.