Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
CANGKANG


__ADS_3

...BAB 6 : CANGKANG...


Selesai makan, Yana menuju ke ruang pengrajin ibunya, " bunda, mana paket yang harus Yana kirim" tanya Yana dari arah pintu


Santi menoleh," itu, udah bunda siapain" jawab Santi dengan menujuk paket yang sudah ia taruh di dalam kersek hitam


" haaa .. sebanyak ini?. Ya sudah Yana ambil ransel dulu" ucap Yana


Tak lama, Yana datang dengan sebuah ransel. Ia kemudian memasukan semua paket ke dalam ranselnya.


" Yana berangkat ya" ucap yana


" iya hati-hati di jalan. Selesai ngirim paket, langsung pulang. Jangan kluyuran" ucap Santi


" Siap bunda" ucap Yana seraya beranjak dari ruangan menuju ke teras.


Sesampainya di teras, Yana memakai sepatu rodanya. Kemudian beranjak dari rumahnya.


Sesampainya di tempat ekspedisi, " pak mau ngirim" ucap Yana seraya menaruh ransel di atas meja petugas.


Pria di hadapan Yana menatap ransel yang di taruh di atas meja" kita tidak menerima paketan berupa ransel dek" ucap pria tersebut


" Is... Siapa yang mau ngirim ransel?. Ketahuan kakak orang baru ya?. Makanya ga kenal sama saya " Ucap Yana seraya membuka ranselnya lalu mengeluarkan isi ransel dengan sekali tuang.


" Tu.. hitungin berapa paket. Nah ini ID'nya. Untuk ongkir bulanan" lanjut Yana kemudian memberika ID langganan sebuah ekspedisi


" Ok...segera di proses. Tunggu sebentar" ucap petugas ekspedisi


Yana menuju ke kursi tunggu. sembari ia menunggu nomor resi, Yana kemudian membuka game di ponselnya.


" dek!!. Ini sudah selesai" ucap petugas


Yana beranjak, lalu menuju ke petugas" ok.. terima kasih" ucap Yana


Yana kemudian meraih ranselnya, kemudian berlalu.


" Hehe... 10 juta, ke indom*rt ah, buat masukin uang ke dompet digital." Guman Yana seraya menuju ke Indom*rt


Sesampainya di tempat yang Yana tuju, Yana kemudian melakukan top-up. Setelah berhasil, Yana kemudian beranjak dari Indom*rt .


Sesampainya di rumah, Yana memberikan kertas resi kepada ibunya.


Setelah itu, yana pergi ke kamarnya. Kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.


" Haaa.... Ayah, sebenarnya kau di mana?. Bunda menunggumu. Sampai-sampai ia sudah tidak ingin menikah lagi, gara-gara menunggu ayah" guman Yana dengan mata menatap langit-langit kamarnya.


Setelah lelah berpikir tentang keberadaan ayahnya, memaksa mata Yana untuk terlelap.


...******...


Yana membuka matanya, dengan pandangan yang masih buram Karna menyesuaikan bias yang masuk.


" Laboratorium?. Kenapa aku ada di sini?" Guman Yana dengan pandangannya menelusuri.


Kini mata Yana tertuju ke sebuah cangkang transparan dengan ukurin emas yang berada cukup jauh dari pandangannya.


Yana seakan-akan tertarik, ia kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah cangkang tersebut.


Sesampainya di depan cangkang, Yana terkejut ketika ia melihat ada seorang pria di hadapannya.


" ada orang?. Kenapa orang ini di buat seperti embrio?. Apakah dia adalah hasil eksperimen?." Pikir Yana bertanya pada dirinya sendiri .

__ADS_1


Yana mengelilingi cangkang tersebut ," kenapa ada banyak kabel yang menghalang?. Aku tidak dapat melihat wajah pria yang ada di dalam cangkang ini" guman Yana kesal.


" Woii... Bapak-bapak yang di dalam cangkang, apa kau tidak kedinginan dengan cairan yang merendam tubuhmu?" Teriak Yana


" Yah... Sepertinya ko'it tu bapak-bapak yang di dalam" guman Yana.


...*******...


Yana membuka matanya, kemudian menatap kesekeliling " oh .. ternyata cuma mimpi" guman Yana yang terbangun dari tidurnya.


Yana beranjak dari tidurnya, ia kemudian menyenderkan punggungnya di kepala tempat tidur.


" Ah... Aku terlalu banyak bermain game di dunia fantasi. Makanya aku sampai bermimpi menemukan telur manusia" pikir Yana


Yana turun dari tempat tidurnya, kemudian beranjak dari kamarnya.


Di luar kamar, ia mencari ibunya. " Bunda.. bunda!!" Teriak Yana dengan langkah menelusuri setiap ruangan.


Yana akhirnya pergi ke teras belakang rumah. Ternyata bunda sedang mengobrol dengan papa Adit.


"Nah.. itu princesmu" ucap Santi seraya menujuk ke arah Yana yang berjalan menghampirinya.


Adit menoleh, lalu beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Yana.


" Nah...anak papa, gimana hari pertama di sekolah baru ah?" Tanya Adit seraya berjongkok


" Kentut dia dit , pas di beri hukuman" sahut Santi dari belakang.


Adit melebarkan matanya" ih...anak papa jorok ih... Masa gadis se imut ini kentut sembarangan sih" ucap Adit kepada Yana


" Ya.. mau gimana lagi papa, kan itu penyakit. Masa ku tahan. Tau ga pa,?. Mana suaranya mengalun merdu lagi" ucap Yana menjelaskan kepada Adit.


Adit dan Yana kemudian berjalan menuju ke tempat Santi. Kini mereka duduk di kursi yang ada di taman belakang.


" si Nilam gimana dit?. Kapan kau akan melamarnya?. Bukankah kalian sudah cukup lama berpacaran? " Tanya Santi ketika melihat Adit yang duduk di hadapannya.


" Ga tau dah san, sepertinya aku ragu buat nikahin dia" jawab Adit


" Makanya pa, jangan dekat-dekat sama bunda. Kan Tante Nilam kaya Mak lampir kalau ngamuk" sahut Yana menyela.


" Hus... kamu tu ya, ga baik nimbrung sama orang yang dewasa. Dan ga sopan motong ucapan orang" tegur Santi ke anaknya


Yana terdiam, Karna ia tahu ia salah. " ya sudah Bun. Kalau begitu Yana main aja ya" ucap Yana tiba-tiba


" Kamu mau kemana?. Papa baru datang loh. Masa langsung di tinggal?" Ucap Adit ke Yana


" Kan papa kesini buat ketemu bunda, bukan ketemu aku" ucap Yana manyun.


" Yah ... Ngambek, ya sudah papa temanin kamu saja. Emang mau main apa?" ucap Adit


Yana tersenyum...


" Main PS aja pa. Kita tanding, kalah traktir beli Skin epic gimana?" Ucap Yana.


" Ok.. siapa takut" sahut Adit


...*******...


Papa Adit, dia adalah temen bunda. Biarpun dia bukan ayahku, entah mengapa kehadiran papa Adit begitu membuatku bahagia. Walaupun papa Adit jarang main ke rumah. Namun setiap kali ibuku membutuhkannya, papa Adit selalu ada.


Kata bunda, papa Adit yang selama ini nemanin bunda. Saat bunda sudah tidak punya siapa-siapa yang bisa di jadikan tempat bernaung.

__ADS_1


Aku sangat berterima kasih ke papa Adit, aku sangat ingin papa Adit menajdi ayahku. Namun kata bunda, ayahku masih ada dan akan segera menjemput aku dan bunda. Namun dari aku kecil hingga sebesar ini, aku tidak pernah melihat bentuk ayahku seperti apa.


Bunda bahkan tidak pernah menunjukan foto ayahku. Kata bunda, belum waktunya aku mengetahui semua. Namun aku penasaran.


Demi menjaga perasaan bunda, aku akan menurut dan menjadi anak yang patuh. Jika bukan aku yang menyanyangi bundaku, siapalagi yang menyayangi bunda.


...*******...


Adit dan Yana terlihat serius ketika Meraka sedang bermain game di ruang televisi sambil berteriak.


Yana yang melihat hal tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Papa, janji ya... Kalau Yana dapat ranking, papa Beliin Yana PC ASUS ROG STRIX ya!!" ucap Yana di sela mereka bermain


" Ya... Harus rangking dulu dong, baru papa beliin. Kalau ga rangkin dan ga patuh sama bunda, papa ga akan beliin" jawab Adit


Santi berjalan ke arah Yana dan Adit yang terlihat asyik.


" Dit.. kamu kebiasaan, jangan terlalu manjain Yana ah. Aku ga suka, ntar setiap dia ngelakuin sesuatu pasti bakal minta imbalan" ucap Santi menegur Adit.


" Ya... Mau gimana san?. Orang anakmu dari brojol udah sama aku, jadi sayangku sudah mendarah daging " sahut Adit.


" Papa Adit, kalau bunda ga mau sama papa. Papa jadi sugar Dady aku aja gimana?" Ucap Yana


" Yaannnaaa!!!. Siapa yang ngajarin kamu begitu sih?. Sugar Dady-sugar Dady, emang itu pantas?" Ucap Santi dengan suara meninggi kepada Yana.


Seketika Yana terdiam....


Adit langsung menatap Santi," kamu ya, Yana kan hanya becanda san, kenapa kamu nanggapi serius sih" tegur Adit


" Kamu mending pulang dit" ucap Santi dingin


" Yah baiklah... Aku pulang" jawab Adit seraya beranjak dari duduknya


Adit melirik ke arah Yana," yan, papa balik ya. Sudah di usir nih sama bunda" ucap Adit seraya berjalan menuju ruang Tamu.


Santi yang melihat Adit yang telah berlalu, kini menatap Yana yang tertunduk, " Yana, becanda jangan kaya gitu lagi ya!!. Jika candaan yang kamu lontarkan kepada orang lain, kemudian nanggapinnya serius gimana? . Apa kamu mau di jadiin peliharaan om-om?. Apa kurang bunda ngasih kamu uang?. Apa saking butuhnya kamu seorang ayah, kamu berlaku seperti itu?" Cerca Santi kepada anaknya


Yana mengangkat wajahnya," maafin Yana Bun." Ucap Yana seraya menghampiri ibunya kemudian memeluk ibunya.


Santi yang mendapat pelukan dari anaknya, seraya mengusap kepala anaknya," jangan seperti itu lagi. Bunda ga suka" ucap Santi


Yana mengangguk...


" sudah malam, besokkan harus bangun pagi . Alat dan bahan untuk MOS udah di siapin?" Tanya Santi


" Sudah bunda" jawab Yana


" Ya sudah, sekarang kamu makan terus tidur. Bunda juga minta maaf, Karna sudah membentakmu" ucap Santi


Yana melepaskan pelukannya, kemudian beranjak dari duduknya.


Yana kini hendak melangkah, sebelum melangkah Yana menoleh ke arah ibunya " bunda!!" Panggil Yana


Santi menoleh ke arah anaknya...


"I love u " ucap Yana seraya tersenyum.


Santi yang melihat seketika tersenyum, " Love you more " ucap Santi


Yana kemudian beranjak dari ruangan tersebut .

__ADS_1


__ADS_2