Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Akibat Teburu-buru


__ADS_3

...BAB 62 : Akibat Teburu-buru...


Di Tempat Raka dan Santi,.


Setelah selesai menikmati dinner, Raka dan Santi, memutuskan untuk kembali ke kediaman Saputra.


Dalam perjalanan, Santi tidak henti-hentinya mengukir senyuman di bibirnya , sembari Santi menatap cincin yang telah melingakar pada jari manisnya.


Raka yang melihat, Hanya bisa berucap syukur di dalam hatinya. Karna beruntung, Ia dapat bertemu dengan wanita seperti Santi. Santi adalah kado terindah yang tuhan berikan kepadannya.


" Kamu mau pernikahan kita di adakan bulan apa dan tgl berapa?" Tanya Raka tiba-tiba.


Santi menoleh," terserah kamu, Aku akan selalu setuju dengan keputusanmu" Jawab Santi.


Raka mengelus kepala Santi dengan sayang," Sedang aku pikirkan. Karna Rumah yang ku bangun di bukit, sekarang pembangunannya sudah terhenti . Dan belum lagi ,perusahaan yang sudah tidak beroperasi " Ucap Raka


Santi menepuk punggung tangan Raka yang sedang berada di pahanya ," Jangan terburu-buru. Sesuatu yang terburu-buru hasilnya tidak akan baik, Aku akan menunggu semua urusanmu selesai" ucap Santi Dengan tersenyum.


Raka yang melirik ke arah Santi pun tersenyum," Beruntung!!, Aku mendapatkan wanita yang tidak banyak menuntut" Batin Raka


" Sabar ya sayang, aku akan wujudkan, impian kita satu persatu" ucap Raka


Santi mengangguk," selalu kok, aku akan terus mendukungmu dan selalu menemanimu ," jawab Santi.


Raka menanggapi dengan tersenyum, Seraya meraih tangan Santi kemudian ia mengecupnya," terima kasih" Ucap Raka


Santi hanya mengangguk menanggapi,.


Kini Raka Kembali fokus untuk mengemudi kembali ..


...****************...


Di tempat Andre dan Yana,.


Andre sudah tampak gerah , dan merasa tubuhnya telah lepek ,akibat sesi permotretan yang tak kunjung usai.


Dari wajah yang tadinya tampak bahagia, sekarang malah tampak gersang nan kemarau karna belum di siram.


" Hei!!, Mau sampai Kapan kita harus terus berpose?" tanya Andre dengan wajah yang sudah terlihat Tandus nan kekeringan.


" Satu sesi lagi Tuan, Tenang!!, Kami akan membayar dengan jumlah yang besar" ucap tukang foto


" He...kutang Mak lampir, kau pikir aku tertarik dengan bayaranmu?, Kalau bukan karena gadis di sampingku. Studiomu sudah aku bakar" pekik Andre.


" Sombong sekali kau!!, Apa kau Anak Saputra?, Jullyan?, Atau Willson?. Berlagak sakali kau di depanku" Ejek Tukang foto


Yana hanya tertawa, ketika ia melihat Andre yang sedang berdebat dengan tukang foto.


" Kau!!, Kau lihat saja. Akan aku pastikan, Mulai besok, Studiomu sudah tidak akan beroperasi lagi" pekik Andre mengancam.


" Sudah-sudah paman, tinggal satu kali pemotretan saja. Ayolah, mengalah untuk kali ini saja, " pinta Yana mencoba menenangkan Andre


" Tapi dia benar-benar ingin di mutilasi Ya...-" ucapan Andre terpotong ketika ponselnya berdering.


Andre meraih ponselnya, Namun saat Andre menatap layar ponselnya, yang muncul adalah nomor privasi.

__ADS_1


" nomor siapa ini ?" Guman Andre.


Andre kemudian meriject panggilan tersebut.


" Siapa yang menelfon?" Tanya Yana


" Entalah, mereka memakai nomor privasi," Jawab Andre.


Ponsel Andre berdering kembali, saat Andre menatap layar kembali, Andre mengerutkan Alisnya.


" Angkat saja, siapa tahu itu penting" Saran Yana.


Dengan ragu, Andre menggeser tombol hijau.


📞 " Hallo!!, Siapa?" Tanya Andre ketika panggilannya tersambung .


📞 " Tuan!!, Maaf, ini saya. Jack," Jawabnya dengan suara terdengar Panik


📞 " Yah Jack ada apa?, Tumben kau menelfonku. Di mana Kevin?" Tanya Andre


📞 " Anu Tuan, Tuan Kevin Di bawa orang, " jawabnya


📞" Maksudnya?" Tanya Andre memastikan


📞" Ada penyusup yang datang ke Casino, Saat Tuan Kevin keluar. Tuan Kevin di tembak, lalu mereka membawanya, lalu kami mengejar . Namun mereka sudah berlalu," Jelasnya.


📞" Apa!!!, Mereka menggunakan Plat mobil apa?" Tanya Andre panik


📞 " Kami tidak Tahu " jawabnya


" Paman Kevin kenapa?" Tanya Yana panik


" Ayo!!, Kevin saat ini sedang dalam bahaya" ucap Andre seraya menggenggam tangan Yana.


Andre menarik Yana dengan cepat meninggalkan studio.


" Tuan!!,. Tunggu!!, Itu Tuan!!" Teriak tukang foto memanggil Andre.


Andre tidak menghiraukan , Andre malah memepercepat langkah kakinya bersama Yana yang terengah-engah mengikuti langkah Andre.


" Apakah mereka berdua kawin lari?"


" Kasihan ya, gadis belia itu. Sepertinya ia tertekan"


" Dasar om-om tidak tahu diri, Anak sekecil itu di seret-seret "


Andre merasa bingung , ketika ia mendengar ucapan orang-orang di sekitar, yang menatap ke arah dirinya dengan pandangan geram dan jijik.


Andre kemudia menghentikan langkah kakinya , dan menatap ke arah Yana yang terlihat kerepotan dengan baju pengantin yang ia pakai.


" Oh Sial!!" Pekik Andre seraya menepuk Jidatnya.


" Paman!!, aku berkali-kali memanggilmu. Begitu juga si tukang foto. Namun kau tidak menghiraukannya, " ucap Yana yang terlihat kelelahan.


" Hei Tuan!!,Kau ingin membawa kabur kostumku?" Ucap pemilik kostum yang menghampari Andre .

__ADS_1


" Aku sedikit terburu-buru, Kostum ini aku beli dengan harga 5x lipat" ucap Andre.


" Ya sudah!!, Mana Uangnya," ucap Si tukang foto


Andre kembali menepuk jidatnya," Dompetku ketinggalan di ruang Ganti studiomu . Aku akan menyuruh orang untuk mengambil dompetku. Sekalian untuk mengantarkan uang yang kau minta, namun , jangan coba-coba kau memegang dompetku, jika kau tidak ingin aku menaruhmu ke dalam tabung eksperimenku" Ucap Andre Menegaskan.


Andre dengan cepat langsung menggendong tubuh Yana," maafkan !!, jika Aku telah membuatmu kelelahan. Kita harus segera bertemu dengan ayahmu segera," ucap Andre bersama Yana Yang berada di dalam gendongannya.


Yana terdiam, ketika ia di gendong. Saat berada di dalam gendongan Andre , Yana tidak merasakan apa-apa, Selain berpikir tentang keadaan Kevin.


" Paman, apakah paman kevin akan baik-baik saja?" Tanya Yana khawatir.


" Semoga saja kita bisa secepatnya menemukan siapa orang yang berani membawa Kevin," jawab Andre.


Andre kemudian memasukan Yana ke dalam mobil. Setelah itu , ia pun menyusul masuk. Lalu dengan Cepat menuju ke arah Kediaman Saputra.


...****************...


Di tempat Raka dan Santi,.


Setelah beberapa saat melaju, akhirnya Raka dan Santi pun tiba di kediaman Saputra. Seperti biasa, Raka akan meminta Juru parkir untuk memakirkan mobilnya.


Raka menggandeng tangan Santi saat saat memasuki Rumah. Namun ia tidak mendapati siapa-siapa, selain para pelayan.


" Papi kemana?, Dan juga di mana Yana kenapa dia tidak menyambut kami pulang?" Tanya Raka kepada seorang pelayan.


" Tuan besar sedang berada di ruang kerjanya, sedangkan Nyonya kecil, sedang keluar bersama Tuan Andre," jawab pelayan.


Santi dan Raka pun saling berpandang, " Anak kita tidak mau kalah dengan orang tuanya, diam-diam Yana sudah pergi berkencan bersama Dokter bedebah itu" ucap Raka


Santi tersenyum," kita juga sama, jadi jangan salahkan perasaan mereka. Ayo, kita ganti baju dulu. Selesai itu, Kita tunggu mereka di depan" Ucap Santi


Raka mengecup dahi Santi," ganti baju bareng ya, ok?" Ucap Raka .


Santi dengan cepat menyubit perut Raka, "Awww!!, Atit tau," Raka meringis manja ketika merasakan cubitan Santi pada perutnya.


" Sudah!!, Jangan lebay," ucap Santi dengan membalikkan badannya berlalu.


Raka pun demikian, ia menuju ke arah kamarnya untuk mangganti pakaian. Setelah selesai, Raka menuju ke arah gazebo depan.


Saat sedang berjalan menuju ke arah teras, " rabihe, sini!!" Panggil Raka kepada seorang Pelayan.


" Iya Tuan!!" Jawab pelayan tersebut.


" buatkan 2 cangkir teh pappermint dan cemilan, beserta beberapa buah, antarkan ke gasezo taman depan, " pinta Raka


" Baik Tuan!!" Ucap pelayan berlalu.


Raka kemudian berjalan ke arah teras depan rumah, Yang sudah ada Santi yang menunggu Raka di sana.


" Lama ya sayang nunggunya?" Tanya Raka


Santi menoleh," tidak Juga" jawab Santi


" ayo!!, Kita depan," ajak Raka.

__ADS_1


Santi dan Raka pun berjalan bergandengan tangan ke arah Gazebo.


__ADS_2