
...I Love You Paman Dokter ...
...BAB 113...
...********...
Andre membuka matanya, ia mendapati tubuhnya telah terikat di sebuah bed dengan kaki dan tangannya yang di rentangkan.
Terlihat Elvina sedang berjalan menuju ke arah Andre dengan sebuah suntikan pada tangannya di sertai senyum menyeringai ketika menatap Andre.
"Vin--Vina, apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Andre dengan meronta.
"Tenanglah Kakak, kau harus tenang agar kau cepat sehat. Sini di suntik dulu," jawab Vina.
Andre menatap Vina dengan bergedik, "kau gila? Kamu pikir aku ini sapi atu printer, mengapa suntikan'mu terlihat seperti suntikan Reffil tinta?" Pekik Andre.
"Hehe... Kakak suntikan ini agar kau cepat sembuh," ucap Elvin dengan tangan yang meraih pergelangan Andre.
Andre terlihat meronta, tidak ingin di suntik. Melihat bentuk suntikan'nya saja. Membuat Andre ketakukan. Ia tidak pernah menyangka bahwa ia akan menjadi bahan eksperiman oleh sepupunya yang gila.
Cus!!
"Aaahhhh! Elvina! Sialan kau!" Teriak Andre ketika jarum suntik itu berhasil menembus kulit Andre.
*******
POV Elvina
Hai, Namaku Elvina Barbara. Aku adalah sepupu Andre Willson dan dia merupakan Anak dari Bibiku. Kami adalah keluarga Ilmuwan, sebelum'nya kami adalah manusia. Eksperimen membuat kami bisa menjadi Mahkluk seperti ini.
Aku teropsesi dengan Kak Andre dan mengikuti jejak'nya. Namun, yang aku alami malah mejadi gila dan yang mengobatiku adalah Kakak Andre sendiri. Jujur saja aku ingin bersaing dengan Andrean Wilsson. Waktu Kak Sndre merawatku. Dia begitu kejam, dan sekarang aku akan membalasnya.
********
Andre meringis kesakitan dengan tatapan tajam ke arah Elvina yang terlihat bahagia karna ia telah berhasil mengerjainya.
"Awas kau Elvina, jika aku sembuh. Akan ku mutilasi badan'mu." Hardik Andre.
"Hihihi.. Kak Andre, aku takut loh!" Ejek Elvina.
Elvina berjalan keluar dari ruangan Andre di rawat. Karna Elvina berhasil memasukan Jantung Yana ke dada Andre. Namun, Andre harus beradaptasi dengan jantung yang ia miliki sekarang.
Andre menatap pungung Elvina yang telah hilang di balik pintu. Setelah kepergian Elvina, Andre teringat dengan Yana. Entalah Andre tidak tahu sudah berapa lama ia berada di kediaman Elvina si Gadis gila itu.
__ADS_1
"Haa... Rasanya rindu sekali dengan Yana. Apa yang sedang dia lakukan di sana?" Guman Andre menatap nalar ke arah langit-langit di ruangan yang ia tempati.
Klek!
Pintu ruangan terbuka kembali, Andre menoleh. Ia melihat Elvina yang membawa sebuah troli dengan alat-alat yang mengerikan. Andre yang melihat hal tersebut, hanya bisa pasrah jika kalau Elvina menganiaya'nya.
"Haaa... Aku pasrah," keluh Andre.
"Kakak, jangan seperti itu. Aku harus mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuhmu. Karna kau sungguh tidak waras Kak," ucap Elvina dengan tangan yang sedang sibuk menyiapkan alat yang ia bawa.
"Apa maksud ucapanmu?" Tanya Andre bingung.
"Iya, Kakak gila. Mengapa banyak sekali racun yang kau sisip'kan di dalam tubuhmu? Kau kira jika begini, Istrimu akan hamil? Boro-boro hamil. Yang ada Anak'mu wujud'nya seperti K0l0r ijo." Sahut Vina.
"Kau mengutuk'ku hah!?" Pekik Andre.
"Bukan'nya aku mengutuk'mu Kakak, coba Kakak bayangkan. Jika racun ini menyebar ke Janin di saat Kakak menikah nanti, pasti Istrimu akan mengalami keguguran. Dan lagi, jika bisa bertahan. Sudah pasti warna kulit bayi kalian itu, ada yang warna Merah,kuning dan hijau. Karna telah terkontaminasi dengan racun di di dalam tubuhmu itu," Elvina memberi penjelasan.
Elvina mengoyang-goyangkan kepalanya. "Kau kan seorang Dokter, bagaimana bisa kau se'dun9u ini Kak," Sambung Elvina.
Andre terdiam mendengar perkataan Elvina. Apa yang di katakan memang benar.
Dan ini'lah alasannya mengapa Andre menghilang selama 1 Tahun, karena Andre harus membersihkan racun yang menumpuk di dalam tubuhnya. Racun yang banyak, membuat Elvina kualahan hingga memakan waktu 1 tahun untuk Andre dapat menemui Yana.
Flashback End
********
Kevin dan Raka menekuk wajah mereka. Ketika mendengar cerita Andre. Kevin dan Raka nampak snagat kecewa.
"Kau sialan Ndre, kau berjuang dan bertarung sendirian meninggalkan Raka yang tersedu-sedu melepas kepergianmu," ucap Kevin.
"Demi Neptunus. Kau malah bersenang-senang dengan Raja. Dan kami seperti kena prank dari'mu." Timpal Raka.
Andre menatap ke dua sahabat'nya secara bergantian, "Haa.. maafkan aku, bukan maksudku demikian. Aku hanya tidak ingin ada korban lagi." Ucapa Andre.
"Woi, kemaren kamu janji apa sama Andre?" Ucap Kevin tiba-tiba sembari menyengol pergelangan Raka memberi kode.
Raka menatap ke arah Kevin dengan alis yang bertautan. Ia tidak mengerti apa yang di maksud oleh Kevin.
"Apa maksudmu?" Tanya Raka tidak mengerti.
Kevin menatap ke arah Andre dengan wajah yang yang nampak di penuhi oleh bunga, "Ndre, kau tahu? Waktu kamu mati. Dan ternyata peti itu kosong. Raka sempat mengatakan 'Ndre! Jika kamu hidup kembali, aku janji langsung menikahkan'mu dengan Yana. Hu..hu.. sambil tersedu' begitu ucapan Raka pada waktu pemakamanmu," ucap Kevin kepada Andre.
__ADS_1
"Uhuk!" Raka terselek dengan tiba-tiba. Ketika ia mendengar ucapan Kevin.
Andre menatap Raka dengan iris mata berbintang-bintang, "apakah benar begitu Ka? Ayo segera kamu menjadi wali'nya untuk Yana." Ucap Andre dengan semangat kepada Raka.
Raka menjadi salah tingkah. Ia tidak mengira, kalimat yang ia ucapkan. Di dengar oleh Kevin si keparat saat pemakaman itu.
"Sialan kau Vin, kenapa kau harus mengatakan hal demikian di saat begini?" Ucap Raka.
"Pria sejati, harus memegang janji'nya," Sahut Kevin.
"Bagimana Ayah mertua. Aku siap jadi menantumu," ucap Andre.
Raka menatap ke arah Andre,"bukan sekarang juga sialan. Sepertinya kau memang benar-benar seorang pedofil Ndre," sahut Raka.
"Terus kapan? Ayo'lah sebelum Zean kesini dan mencoba merayu Yana." Ucap Andre.
Raka menatap ke arah Andre dengan lekat. Ketika Andre menyebutkan nama Zean. "Cucu Raja keparat itu masih hidup?" Tanya Raka.
"Hei jangan bilang begitu. Walaupun aku dan Zean bersaing, dia yang membantuku menemukan Yana." Sahut Andre.
"Terus, Anak itu di mana?" Tanya Raka.
"Elvina sedang mengajarinya. Dan dia sama sekali tidak keberatan saat Ibu'nya mati." Jawab Andre.
"He.. Aneh, ada Anak yang model begitu juga rupanya. Ketika Ibunya di bunuh dia bahkan sangat santi menanggapinya," Tutur Raka.
"Mmm.. Zean lebih sedih ketika Ibunya hidup, karena tersiksa. Karna Zean berpikir, lebih baik Ibunya tenang dari pada harus hidup namun seperti orang mati." Jelas Andre.
"Pa--man,"
Andre dan Raka langsung menoleh ke arah suara. Raka dan Andre pun beranjak dari duduk lalu berlari menghampiri Yana.
"Kau sudah sadar? Bunda mengkhawatirkan dirimu." Ucap Raka ketika menghampiri Yana.
Yana menatap ke arah Andre, tidak di hiraukan ucapan Ayahnya. Ia masih nampak syok dengan kehadiran Andre yang tiba-tiba.
"Paman, jangan pergi lagi. Aku tidak sanggup," ucap Yana lirih.
Andre menggelengkan kepalanya," tidak Dear, Paman akan selalu di sisimu sekarang," ucap Andre.
Kring! Kring!
Terdengar bunyi krincingan seperti langkah kaki kuda. Mendengar hal tersebut, Andre,Kevin dan Raka menatap ke araj jendela. Terlihat di sana ada iringan kereta kencana yang yang berjalan menuju ke arah mereka.
__ADS_1
Setelah kereta itu tiba, dan seorang permpuan keluar dari kereta itu. Membuat Raka,Andre dan Kevin pun membungkuk memberi hormat.
"Salam Ibunda!" Ucap mereka secara bersamaan.