
...BAB 32 : perjalanan ke Blue Lake...
Setibanya di dalam rumah, Yana mendapati ibunya, Kevin Dan Adit yang telah menunggu kedatangannya.
Santi kini menghampiri Yana," cepatalah ganti Bajumu" titah Santi kepada Yana
Yana mengangguk, kemudian berlari ke arah kamarnya.
Kini Yana telah berganti pakain lalu keluar menuju ke tempat ibunya yang telah menunggu.
" Yana!!, Jangan bandel ya di sana. Jika ada apa-apa kembalilah ke sini, ada papa yang selalu menyambutmu" ucap Adit ketika menghampiri Yana
" Ya pa, Yana kan masih balik. Papa Adit sama tente Nilam baik-baik ya?, I love you" jawab Yana dengan memeluk tubuh ayah angkatnya tersebut.
" Love you too dear!!" Ucap Adit seraya mengecup Dahi Yana
" Sudah puas melakukan Drama ?, Ayo kita harus berangkat" ucap Andre dengan tiba-tiba menarik tubuh Yana dari Adit.
Hal tersebut membuat Adit geram, kemudian menatap Andre dengan tatapan listriknya.
" Sudah!!, Apa-apaan dengan sikap kalian ini?" Pekik Kevin yang jenggah melihat sikap Andre belakangan ini.
Santi yang melihat, hanya dapat menggelengkan kepalanya.
Santi kemudian berjalan menghampiri Adit," kami jalan ya Dit, hati-hati di sini. Dan salam untuk Nilam" ucap Santi seraya memeluk tubuh Adit
" Yah!!, Nanti ku sampaikan salammu kepada Nilam, Kamu juga hati-hati dalam perjalanan" jawab Adit di balik tubuh Santi seraya mengusap punggung Santi.
Kini Andre, kevin, Yana dan Santi berjalan ke arah mobil Andre. Kevin duduk di depan dan 3 orang bersedak-desakan di kursi belakang.
" Sabarin yah!!, perjalanan kita ke parkiran jet cuma sebentar kok" ucap Marko
Tak lama, mobil Andre pun melaju. Dan tak lama, mereka tiba di sebuah lahan kosong yang sudah terparkir sebuah jet yang terlihat gagah.
" Waw!!, Ini punya siapa?" Tanya Yana takjub melihat sebuah pesawat yang terparkir di hadapannya.
" Milik paman Andre," jawab Kevin
" Apakah paman Andre sangat Kaya?" Tanya Yana
" Dia Bahkan punya rumah sakit di atas laut" sahut Santi
Yana menoleh ke arah ibunya," benarkah?" Tanya Yana dengan tak percaya
" Sudah!!, Ayo naik" ajak Andre
Marko kemudian menaiki mobil Andre di bagasi pesawat. Setelah semua siap, mereka pun menaiki Jet dan memulai penerbangan.
Yana hanya menatap takjub ketika berada di dalam pesawat , desain dalam pesawat terlihat sangat elegant.
" Yana!!, Duduklah dengan tenang" titah Santi, ketika melihat Yana sedang mondar-mandir seperti setrika panas di dalam pesawat.
__ADS_1
" Biarkan saja, toh hanya kita yang berada di dalam pesawat" ucap Andre dengan menenguk secangkir teh yang telah di buat oleh pelayannya.
" Paman, apakah tempat kalian sungguh indah?" Tanya Yana kepada kevin.
" Yah!!, Kamu akan betah jika berada di sana" jawab Kevin .
Kini Santi hanya menatap jendela dengan perasaan yang bercampur aduk. Santi tidak sabar untuk melihat separuh jiwanya yang sudah 16 tahun tidak bersua.
Membayangkan perjuangannya, membuat satu tetes air menetes dari sudut matanya," Raka aku kembali, reaksi apa yang harus aku berikan ketika melihatmu kembali?" Guman Santi
" Kakak ipar, mau kue?" Tawar Kevin menyodorkan sebuah cake berfla coklat kepada Santi
Santi terperanjat ketika mendengar suara Kevin, dengan cepat santi menghapus air matanya, lalu menoleh ke arah Kevin.
" Terima kasih Kevin" ucap Santi dengan tangannya yang meraih cake, yang di berikan oleh Kevin. Seraya tersenyum.
" Kakak ipar, ketika tiba di Blue Lake, Kakak ipar harus kuat ya" pinta Kevin
Santi tersenyum," akan ku coba" jawab Santi dengan suara yang sendu
Kini pesawat Andre memasuki rute di jalur Blue Lake.
Yana terpana ketika melihat pemandangan dari balik jendela," waw... Apakah ini tempat tinggal paman?" Ujar Yana kepada Andre ketika melihat Hamparan laut yang luas.
ket photo: pulau widi (kampung Author)
Kini Yana tak bisa berkata apa-apa, ketika melihat alam yang begitu indah.
Terlihat, air di lautan begitu bening seperti berada di dalam aquarium. Rasa-rasanya Yana ingin melompat untuk terjun ke arah pantai yang sangat indah tersebut.
ket foto : pulau dodola ( kampung author)
Kini pesawat Andre telah memasuki Air terjun di atas laut. Tak lama, pesawat yang mereka tumpangi kini tiba di kediaman Andre.
ket foto: 3 photo di atas adalah pantai khatola ( masih di kampung author )
Mereka pun turun dari pesawat, kemudian di jemput oleh para bawahan Andre.
Yana terlihat seperti orang yang sedang kesurupan, karna setiap ia melihat sesuatu, pasti Yana akan terkejut dan Takjub.
" Selamat datang di Blue Lake" ucap Andre sembari terus berjalan memasuki kediamannya.
__ADS_1
( Aku kesini lagi?, Sudah berapa lama aku tidak kesini?, Oh!!, Dadaku, kenapa kau begitu liar ketika aku tiba di sini?) Batin Santi yang merasa nerfers dan mencoba untuk terus berjalan.
"Ndre, kita harus melapor pada Raja terlebih dahulu" ucap Kevin
"Yah!!, Setelah itu, kita ke laboratorium" sahut Andre
Kini Yana dan Santi telah memasuki kediaman Andre. Setibanya di dalam rumah Andre, Yana terkejut ketika mendapati para pelayan yang membungkuk ketika mereka tiba.
(Yana!!, Ternyata om-om yang selalu kau kerjai adalah Tuan Muda yang terpandang di negerinya) Batin Yana dengan senyum terpaksa ketika melihat kenyataan bahwa Andre bukan orang sembarang.
" Pelayan!!, Antarkan nona kecil dan Nyonya Santi ke kamar mereka, setelah itu siapkan makanan" titah Andre
" Baik tuan!!" Jawab beberapa pelayan.
Santi dan Yana pergi beranjak ke kamar yang telah di sediakan yang di antar oleh beberapa pelayan.
" Silahkan Nyonya, istrahatlah dulu. Kami akan menyiapkan Alat mandi untuk Nyonya dan nona kecil" ucap pelayan seraya berlalu
Setelah pelayan beranjak, Yana menghampiri ibunya yang tengah duduk dengan tatapan kosong.
" bunda!!, Aku tidak menyangka. Bahwa kota Ayah begitu indah" ucap Yana di balik badan ibunya
" Yah!!, Ini adalah tempat tinggal Ayahmu" jawab Santi lirih
Yana yang mendengar suara ibunya yang serak, langsung memeluk tubuh ibunya.
" Bunda!!, Perih ya?, Terima kasih bunda, karna mau merawat Yana seorang diri dengan beban yang bunda pikul sendiri" ucap Yana
Santi memegang lengan anaknya dengan kuat, berharap akan mendapatkan kekuatan," hati bunda belum sanggup bertemu, setelah sekian lama Yana, Bunda takut jika tak sanggup melihat Ayahmu" ucap Santi lirih
" Bunda!!, Ayah membutuhkan kita, siapa tahu kehadiran kita membuat ayah bisa tersadar dari tidur panjangnya," jawab Yana menguatkan ibunya
Santi mengangguk," terima kasih!!, Karna selalu menguatkan bunda" ucap Santi
" I love you mom" ucap Yana seraya mencium kelapa ibunya.
" Permisi nyonya, tuan memanggil nyonya untuk makan" ucap seorang pelayan yang berdiri di pintu kamar
Santi menghapus air matanya, " baik!!, Kita akan segera ke sana" jawab Santi
" Ayo, kita menghampiri paman-pamanmu di bawah" ajak Santi kepada Yana
Yana dan Santi beranjak dari kamar, kemudian pergi ke arah meja makan yang telah di tersaji berbagai macam menu makanan di atas meja.
Yana kini terlihat canggung ketika ia ingin duduk, karna biasanya jika ia makan harus mengangkat kakinya. Namun meja makan ini, terlihat seperti meja makan para bangsawan.
Andre yang melihat sikap Yana menatap Aneh," he..rubah kecil, duduk dan makanlah. Agar kau cepat besar" ucap Andre
Yana menganguk dan ia pun duduk di samping ibunya. Kemudian mengambil lauk di atas meja dengan hati-hati, karna ia takut jika piring yang terlihat sangat mahal tersebut akan pecah .
Kini mereka pun makan dalam diam. Setelah selesai makan, Andre meminta pelayannya untuk mengantarkan Yana dan Santi untuk Mandi.
__ADS_1
Karna mereka harus bertemu Raja terlebih dahulu.