Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Sekolah Baru Yana


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter ...


...BAB 72 : Sekolah Baru Yana ...


...****************...


Di dalam restoran.


Raka dan Santi sedang menikmati makanan mereka dengan Lahap. Karna seharian mereka belum mengisi perut mereka.


" San, Apa sebaiknya aku menemui Adit?"


Tanya Raka tiba-tiba ketika mereka sedang makan.


Santi menghentikan sendoknya yang hendak masuk ke dalam mulutnya. Kemudian menatap ke arah Raka.


" Menurutmu?, Jika kamu ingin, silahkan saja. Aku tidak keberatan," jawab Santi


" Yah!!, Aku merasa berhutang budi kepadanya, karna telah menjaga kamu dan Yana. Alangkah tidak tahu diri jika aku tidak mengucapkan terima kasih kepada'nya,"


Tutur Raka sembari menatap lekap wajah Santi yang sedang menatap ke arah dirinya.


Santi tersenyum," jika begitu, aku akan menemanimu. Namun, dia tinggal sangat jauh dari sini," ucap Santi.


" Tidak masalah, Aku akan menemuinya. Biarpun kadang aku jengkel dengan mantanmu itu," ungkap Raka.


" Haha... Tapi hatiku hanya untukmu seorang," ucap Santi di sertai tawanya.


Raka tersenyum, kemudian meraih tangan Santi. Lalu di kecupnya dengan Sayang, " terima kasih atas kesetiaan yang kamu berikan kepadaku," ucap Raka.


" Oh iya!!, Kamu mau hadiah pernikah seperti apa?, Saat kita menikah nanti?" Sambung Raka bertanya.


Bola mata Santi mengarah ke atas, sambil berpikir," mmm.. Sepertinya aku hanya minta, Punya rumah yang kecil, Yang banyak pohonnya. Dan banyak kucing, terus kita punya tempat duduk yang menghadap Matahari terbenam, Sambil kita berdua menikmati teh. Lalu kita akan bercerita, tentang bagaimana cabai itu merah, dan bagaimana bumi itu berputar dan bagaimana kita akan menua bersama," Ucap Santi panjang lebar.


Raka tersenyum mendengar impian calon istrinya, Dengan lembut , Raka mengelus kepala Santi, " akan aku usahakan ya!!" Ucap Raka.


Santi menanggapi dengan senyuman. Dan kini mereka kembali menikmati makanan mereka yang sempat tertunda.


...****************...


Di tempat Yana,.


Andre memacu mobilnya menuju ke arah sekolah baru Yana. Dalam mobil, Yana tampak murung.


Karna ia benci, ketika harus menghadapi sesuatu yang baru, Sebab waktu ia masih di dunia manusia. Yana sering kali berpindah sekolah karna ia sering di bully.


Membayangkan saat ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru membuat ia merasa sedih.


" Ah!!, Semoga saja aku bisa betah dengan sekolahku yang sekarang. Apalagi di alam yang tidak jelas ini, pasti semua murid mempunyai kekuatan. Dan yang pastinya, aku hanya setengah Bunian, Pasti akan sulit menghadapi Murid-murid yang mempunyai Darah murni," batin Yana.


Andre yang menyadari keluhan Yana pun menoleh ke arah Yana. terlihat, Yana beberapa kali membuang nafas berat.

__ADS_1


Dengan pelan, Andre mengusap kepala Yana," Rubah kecil, kau belum mencoba untuk sekolah di sini. Kenapa kamu begitu ketakutan?" Tanya Andre.


Yana yang merasakan belaian di kepalanya, Langsung menoleh ke arah Andre," aku takut paman, Takut mereka membully atau mengejekku," ungkap Yana dengan wajah yang muram.


" Jangan khawatir, Sekolah yang akan paman daftarkan adalah Sekolah yang menerima saham dari kerluargamu dan paman, mereka tidak akan pernah mampuh menyolekmu," Andre mencoba menenangkan.


" Oh!!, seperti itu?, Syukurlah," guman Yana merasa lega.


" Ini sekolah terbaik di kota Blue Lake, Jadi kau harus benar-benar belajar yang giat. Kalau boleh tahu, Di sekolah lamamu, kamu rangking berapa?" Tanya Andre


" Mmm.. Rangkin satu dari bawah paman!!" Jawab Yana.


Wajah Andre seketika mengalami kemarau di sertai tanah yang bertandus , ketika ia mendengar jawaban Yana, dan dengan pedenya Yana menjawab pertanyaan Andre tanpa merasa malu dengan Status kebodohan yang Di gelar oleh Yana.


" Apakah kau sebodoh itu Yana?" Pekik Andre bertanya.


" Yah mau bagaimana lagi?, Memang kapasitas otakku hanya berjalan di jaringan E , bukannya jaringan 5G," sahut Yana


" Ya...salam!!, Kenapa otakmu seperti ibumu?" Guman Andre dengan wajah yang suram.


Setelah beberapa menit melaju, Akhirnya Andre dan Yana tiba di sebuah gerbang. Dengan tulisan " WELCOME TO HIGH SCHOOL DUNIA HALU"



Seketika Yana terpukau melihat halaman sekolah yang ada di hadapannya," Demi kamu Paman Dokter, aku tidak sanggup sekolah di sini," Batin Yana merasa down.


Setelah mobil Andre menepikan mobilnya, kini Andre pun turun Dari mobilnya. Kemudian Yana pun menyusul.


Andre dan Yana pun berjalan berdampingan menuju ke bangun sekolah.


" Iya, Pemilik Rumah Sakit Blue Sea kenapa berada di sini?"


" gadis itu siapanya?"


" Sepertinya ada murid pindahan,"


Andre yang mendengar bisik-bisik para murid, dengan cepat menggenggam tangan Yana.


Yana yang melihat reaksi Andre, menjadi kikuk kemudian berjalan dengan wajah yang tertunduk.


" Angkat kepalamu Yana, apakah kamu malu bergandengan tangan dengan om-om?" Tanya Andre


Yana yang mendengar ucapan Andre dengan cepat menggelengkan kepalanya," Tidak paman, Aku.. Aku hanya belum terbiasa," sahut Yana kikuk.


Andre tak menjawab, Ia terus melangkah hingga mereka pun tiba di sebuah Ruangan.


" Oh .. Tuan Andre, Suatu kehormatan Anda berkunjung ke sekolah ini. Dan email yang Anda kirim telah masuk," Sambut seorang pria dari dalam Ruangan.


" Zarreht!!, Ini calon Istriku, jadi jaga dia dengan baik di sekolah ini. Jika ada yang lecet, kau akan menanggung akibatnya," ancam Andre dengan to the point.


Yana yang mendengar ucapan Andre, Spontan menatap ke arah Andre dengan terkejut," bisa-bisanya dia bilang aku ini calon istrinya," batin Yana tak menyangka.

__ADS_1


Zarreht yang merupakan pendiri sekolah pun menelan ludahnya," Ba..baik Tuan Andre, akan aku jaga Nona Yana dengan baik selama dia bersekolah di sini ," jawab Zarreht.


Andre menatap ke arah Yana dengan pandangan dingin," ingat!!, statusmu sebagai apa?" Tanya Andre kepada Yana.


" Mmm.. Calon..Istrimu.." jawab Yana terbata.


" Bagus jika kau paham. Maka dari itu, jangan coba-coba menggoda murid pria di sekolah ini. Kau harus ingat dengan statusmu barusan," Ucap Andre.


" Baik," jawab Yana Lesu.


Andre mengusap kepala Yana, " Nikmatilah harimu di sekolah barumu, aku akan pergi," ucap Andre.


Yana mengangguk,.


" Zarreth!!, Aku pergi dulu. Aku titip calon istriku di sekolah ini," ucap Andre berlalu.


Saat melihat Andre yang sudah berlalu dari ruangan, Zarreht menatap ke arah Yana.


" Kamu ini masih muda, bisa-bisanya kau menggoda pemilik Rumah Sakit elite di kota ini," cibir Zarrreht kepada Yana.


" Ck... Aku tidak mengodanya, karna aku punya pelet. Apakah kau mau?"


Ucap Yana yang mulai menunjukan taringnya ketika Andre telah berlalu.


" Oh!!, Terima kasih atas tawaran nona. Mari aku antar kamu ke kelas," ucap Zarreht.


Kini Zarreht Dan Yana berjalan menuju ke araha bangunan kelas melalui koridor.


" Nona Yana, Kamu tinggal menyebarang ke arah bangunan itu, temui Staf di sana. Dan berikan kertas ini. Maka ia akan mengantarmu ke kelas," Ucap Zarreht sembari memberikan sebuah kertas.


" Baik!!, Terima kasih Paman Zerat Iblis!!" Ucap Yana.


" Namaku Zarreth sialan, dan aku ini kepala sekolahmu, bisakah kau lebih sopan?" pekik Zarreth


" oh iya maaf!!" Ucap Yana membungkuk kemudian berlalu dari hadapan Zarreht.


Yana kini menelusuri ruas Jalan sekolah," ya ampun, sekolah saja harus mempunyai Jalan Raya seluas ini?, oh iya, Tadi kata kepala sekolah, bangunannya yang mana ya?" Guman Yana yang sedang berhenti menatap bangunan yang berjejer di hadapannya.


Tit....Tit..Ttiiiittt!!! ( Bunyi klason mobil )


Yana yang merasa terganggu dengan bunyi klason yang mengganggu kosentrasinya pun, menoleh ke arah mobil di belakangnya, lalu berjalan menghampiri mobil tersebut.


BAAMMM!!! ( Yana menendang body mobil dengan kencang )


" Woi!!, Kamu buta?, Lihat!!. Di samping sana jalanan begitu luas, kenapa kau membunyikan klasonmu tepat di belakangku?" Teriak Yana Kesal.


Seorang pria keluar dari mobilnya, dengan menatap Yana dengan Tajam.



Seketika Yana terpaku dan terbengong ketika melihat pria yang keluar dari mobil yang berada di hadapannya.

__ADS_1


" J4lang!!, Menyingkirlah kau dari situ!!" Pekik pemuda di hadapan Yana.


Mata Yana seketika melotot, ketika Ia di panggil J4lang . Dengan cepat Yana menghampiri pria teesebut dengan emosi.


__ADS_2