Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Beri Aku Alasan


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter ...


...BAB 88 ...


Harapan Andre pupus, ketika ia membayangkan makan siang yang romantis antara dia dan Yana. Yang pada kenyataannya, Yana adalah gadis yang tidak ada romantis-romatisnya.


Namun, Andre tetap bersyukur. Jika ia masih dapat melihat senyum Yana dan kekonyolan Yana yang bisa membuat jantung Andre terus berdetak lebih cepat. Tidak ada yang hal lain yang Andre inginkan, yang Andre inginkan hanya dapat membahagiakan orang yang ia cintai.


Andre memacu laju mobilnya menuju ke arah Kediamannya.


" Paman!" Panggil Yana di saat Andre sedang menyetir.


" Iya!"


" Bukankah kau akan mengajariku Fisika?"


" Mmm... Memangnya kenapa?"


" Mmm... Bisa tidak, kita mampir ke swalayan?"


" Apa yang ingin mau kamu beli?" Tanya Andre.


" Mau beli cemilan."


" Di kediamanku banyak!. Apa perlu swalayan aku bawa ke kediamanku?"


" Tidak asyik!. Jika semua harus tersedia, aku maunya paman yang menemaniku berbelanja," Sahut Yana memonyongkan bibirnya.


Andre menatap ke arah Yana sambil tersenyum," baiklah, jika itu yang kau mau. Paman akan menemanimu, " Jawab Andre dengan satu tangannya mengusap Rambut Yana dengan lembut.


Yana tersenyum lebar," makasih ya!, Paman kaku ku ini, tampangnya saja seperti bihun. Tapi yakinlah, hati paman itu berwaran pink ." Tukas Yana.


Andre menatap Yana dengan pandangan tajam," jika kamu masih berbicara yang aneh-aneh, kita tidak jadi ke swalayan." Pekik Andre.


Yana mengusap Rambut Andre dengan kasar," ih.. paman. kalau wajahmu begitu terus. Aku jadi takut loh!" Sahut Yana dengan tawanya, dengan telapak tangan yang terus membelai kepala Andre.


Andre dengan tiba-tiba menepikan Mobilnya di bahu jalan. Dengan cepat, tangan Andre meraih tangan Yana yang sedang mengusap kepalanya.


Andre menarik tangan Yana dengan kuat, membuat tubuh Yana terhuyung ke tubuh Andre, Andre menatap lekat ke netra yang terlihat keabua-abuan.


" Berhentilah mengelus kepalaku. Karna Aku ini, bukan kucing peliharaanmu!" Ucap Andre.


Andre dengan seketika mendaratkan bibirnya ke bibir Yana. Yana yang merasakan hal itu, hanya terdiam dan menikmati setiap sentuhan bibir Andre yang lembut.


Andre merasakan, desiran darahnya mengalir begitu cepat. Perasaan hangat dan damai. ' Rubah kecil, duniaku pernah kacau. Tawaku pernah hilang. Hadirmu mengembalikan semua, Apa jadinya aku, jika tidak bertemu denganmu?.' Banti Andre, meresapi setiap kecupan yang ia rasakan.


Andre mendorong wajah Yana dengan pelan lalu menatap Yana dengan lekat," berikan aku alasan, kenapa kau mau denganku?. Bahkan Pria yang jauh lebih tua denganmu. Padahal di luar sana banyak yang menginginkan dirimu?" Tanya Andre dengan serius.


Yana tersenyum," Karna hanya kasih sayang yang paman butuhkan. Dan aku yang dapat memberikan itu kepada paman, ketika orang lain takut dan menjauh dari paman. Dan aku dan paman itu sama, Di asingkan dari orang-orang. Karna kita berbeda, di dunia manusia. Aku di kucilkan karna mereka mengatakan bahwa aku anak iblis, di dunia Paman, aku di hina karna aku jenis yang tidak sempurna. Nah!, bedanya aku dengan dengan paman. Aku mengukir tawa dalam luka , sedangkan paman ,menghidar dan menyendiri ." Ucap Yana.


Andre yang mendengar ucapan Yana, langsung berhambur dalam pelukan Yana. Andre memeluk tubuh Yana dengan erat, Andre pernah berpikir. Bahwa dirinya tidak akan pernah jatuh cinta, Karna tidak ada satu wanita yang bisa menyetuh hatinya. Tapi tidak dengan Yana, kekonyolannya. Sering membuat Andre merasa jengkel, namun, kenyonyolan itulah yang menghadirkan rindunya sendiri di hati Andre.


" Jangan pergi!. Jangan buat aku kecewa, Aku tak sanggup jika melihatmu dengan yang lain." Ucap Andre di balik tubuh Yana.


Yana mengusap punggun Andre dengan lembut," aku akan tetap berusaha menjaga hatiku. Seperti bundaku menjaga hatinya untuk ayah," Sahut Yana.


" Paman!" Panggil Yana dengan suara manjanya.


" Iya!. Aku masih sangat nyaman di pelukanmu." Sahut Andre yang masih memeluk tubuh Yana.


" Kapan kita ke swalayan?. Jika kita terus berpelukan seperti teletubuies?"


" Oh iya!. Maaf!" Ucap Andre yang kemudian melepaskan pelukkannya.

__ADS_1


Andre kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke swalayan. Jangan sampai, rubah kecilnya merajuk. Sedangkan Andre tidak pandai membujuk seseorang yang sedang ngambek. Yang Andre bisa lakukan, hanya menuruti kemauan rubah kecilnya.


Sesampainya di swayalan, Yana keluar dari mobil dan langsung berlari dengan riang.


Sedangkan Andre, nampak ragu-ragu. Karna di tempat umum, apalagi di pusat perbelanjaan tampa menggunakan masker. Takut jika publik melihatnya.


" Paman!. Ayo sini..ke sini!"


Teriak Yana dengan tangan memanggil dari jarak 20 meter.


Dengan terpaksa, Andre berjalan menuju ke arah Yana.


" Tuan Willson!"


" Hei...hei.. Ada Tuan Willson. Ayo kita ajak berfoto bersama,"


Andre di kerumuni oleh emak-emak yang minta berfoto.


" Eh.. maaf! Kalian salah orang." Ucap Andre dengan panik dan mencoba menghindar.


" Tuan Willson pemilik Blue Sea. Bisa foto bersama?" Ucap satu Wanita.


" Menyingkirlah kalian!!" Teriak Andre.


Membuat para emak-emak pun seketika terdiam.


" Jangan menyentuhku!" Pekik Andre menatap tajam ke arah para kerumunan.


Dengan menahan emosi Andre mengibas-ngibaskan bajunya yang di pegang oleh wanita-wanita tersebut.


" apakah Tuan Willson seperti ini?"


" Iya sombong sekali"


Yana kemudian mengambil sebuah troli, dan mendorongnya ke arah Andre. Saat mendekati kerumunan, Yana pun berlari sembari mendorong troli.


" Awas!. Menyingkir .. menyingkir... Air panas!. Ada Air panas!" teriak Yana yang menerobos kerumunan tersebut.


Para wanita-wanita yang mendengar dengan spontan memberi ruang dan jalan untuk Yana.


" Naik paman!" Pinta Yana.


" Aku naik ke troli?" Tanya Andre dengan raut wajah yang kebingungan.


Yana mengangguk, " Yah!. Cepatlah!. Sebelum para emak-emak melemparmu dengan panci ke kepalamu," Ucap Yana.


Andre terbengong. Jelas Andre malu, Karna tingkah Yana sangatlah konyol. Untuk apa dia menyuruhku naik ke troli belanjaan?.


Yana kesal, karna melihat Andre yang hanya berdiri mematung.


" Cepatlah paman!" Pinta Yana mengulang.


" Itu pacarnya Tuan Willson?"


"Sepertinya itu adalah anaknya!"


" Sudah!. Tadi kita di bentak oleh Tuan Willson, lempar mereka dengan sayuran saja!" Teriak Satu ibu-ibu.


" Iya!. Biar tidak sombong lagi!" Salah satu mengomporinya.


" sialan!. Kita di bentak, ayo!. kita beri mereka pelajaran."


Para sebagian emak-emak mulai bendekati Andre dan Yana.

__ADS_1


Andre terlihat panik ketika bu Ibu mulai berjalan mendekati Yana dan Andre dengan tatapan garang dan buas., karna takut Yana menjadi sasaran para bu ibu yang mengamuk, Akhirnya Andre menggendong tubuh Yana dengan cepat. lalu menaruh Yana di atas troli.


Dengan panik, Andre mendorong troli tersebut dengan kencang," Minggir!!. Berani kalian mengotori calon istriku dengan sayuran!!, akan ku panggang kalian hidup-hidup," Teriak Andre menerobos kaum ibu-ibu.


" Hahahaha.. Ya ampun Paman!, Ini menyenangkan. Terus dorong paman!"


Teriak Yana kegirangan Sambil tangannya di angkat-angkat dengan kepalanya di geleng-geleng.


" Menyenangkan Palamu Sengklek!" Pekik Andre yang terus berlari memasuki bangunan Swalayan.


Sengklek \= Miring


" Hahaa.. Paman!. Dorong yang kencang!" Pinta Yana.


" Tidak, Ini sudah Aman." Sahut Andre, yang memberhentikan trolinya dengan nafas tersengal.


Yana menoleh ke belakang," paman masih Capek?" Tanya Yana.


" Aku tidak capek!. Aku hanya sedang lelah." Sahut Andre mengatur deru nafasnya.


" Yah sudah, paman istrahatlah. Aku akan menelusuri Swalayan sendiri." Yana yang hendak beranjak turun dari troli.


" Diam di situ dan jangan kemana-mana." Titah Andre dengan suara tegasnya.


Yana mengurungkan niatnya untuk turun. Tak lama, Andre kembali mendorong troli beserta isinya. yaitu Yana.


" Paman ke situ!" Titah Yana sembari menujuk Sebuah Rak.


Amdre hanya mengikuti perintah Yana yang berada di dalam troli dengan terus mendorong troli tersebut, Sesuai dengan arahan Yana.


" Ke situ!"


" Sana!"


" Itu...itu paman!"


" Paman tolong ambilkan itu!"


" Paman!"


" Paman!"


" Paman!"


Andren mengeluarkan asapnya dari tubuhnya. "Bedebah kau Yana!!" Teriak Andre kesal.


Yana berbalik badannya, kemudian terkekeh melihat Andre yang tampak seperti keluar dari oven.


" Ya ampun paman!. Kenapa dengan wajahmu?" Ledek Yana.


" Kau mengerjaiku ha?. Kau akan menerima hukumannya Nanti!" Hardik Andre.


Yana meloncat dari troli, lalu berjalan menghampiri Andre," Muuuaaaccchhhh!" Yana mengecup pipi Andre.


" Paman sayang!. Ini salah satu cara, agar paman dapat mengontor emosi paman. Jika kelak aku tidak ada di sisi Paman. Paman akan dapat mengontrol emosi paman tanpa aku," ucap Yana.


Wajah Andre yang tadinya Nyalang, berubah dengan cepat ketika mendengar ucapan Yana. Andre meraih tangan Yana lalu menggenggamnya dengan kuat.


" Apa maksud dari ucapanmu itu?" Tanya Andre dengan suara menekan.


Yana menoleh kembali ke arah Andre , sambil tersenyum," semua mahkluk akan mati, aku takut. Jika aku mati duluan, dan paman belum sempat mengontrol emosi paman," Sahut Yana.


Degh!!

__ADS_1


Mendengar ucapan Yana, hati Andre merasakan sakit dengan tiba-tiba.


__ADS_2