Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Andre Dengan pedangnya


__ADS_3

...BAB 40 : Andre Dengan pedangnya...


...****************...


Di tempat Yana,.


Yana terlihat takjub dengan siluman kucing yang parasnya membuat siapa saja bisa jatuh hati, apa lagi Yana yang merupakan seorang gadis pecinta kucing , melihat hal yang gemoy sudah pasti Yana ingin memilikinya .


" Mpus!!, Apakah kau sendiri di hutan seperti ini?"


Tanya Yana mencoba mendekati silumam yang tak jauh dari hadapannya yang sedang asyik menjilati tangannya.


"Ggrrrhhgg" erangan silumat tersebut ketika Yana mencoba mendekatinya .


" Hei!!, Aku tidak menyakitimu. Ini aku punya ini, kamu mau?" Ucap Yana yang mengeluarkan sebuah bandul dalam saku celananya.


Yana kemudian mengoyang-goyangkan bandul tersebut di depan wajah siluman itu , Membuat siluman kucing di hadapannya merasa tertarik dan terpesona ketika melihat bandul yang sedang bergerak-gerak.


" nah!!, Sekarang beritahu aku, di mana paman-pamanku?, Bisakah kau mengantarku?" Pinta Yana


" Meow!!, Meow" Suara siluman dengan kepalanya mengangguk.


Siluman kucing itu, ternyata tidak bisa berbicara. Namun dengan gerakan tubuh, Yana dapat mengerti apa yang siluman kucing itu katakan.


Kini Yana mengengikuti siluman kucing tersebut, sesekali siluman itu berguling-guling di tanah dan kadang ia minta di usap oleh Yana.


...****************...


Di Tempat Kevin,.


Kevin melangkahkan kakinya di hutan di bawah pepohonannya menjulang, Sikap Kevin selalu waspada akan kehadiran siluman yang akan muncul dengan tak terduga.


" Kemana Andre dan Yana berada?, Sial!!, jika begini terus kita akan membuang waktu yang sangat banyak" guman Kevin


...****************...


Di tempat Andre,.


Andre terlihat sedang memegang sebilah pedang yang di genggam di tangannya, dengan wajah yang terlihat tidak senang.


Yang awalnya perubahan Andre yang tidak memakai tanduk, sekarang kepalanya di tumbuhi tanduk dan di wajahnya terdapat garis-garis merah.


Hal tersebut karena segel dalam tubuhnya telah terlepas, karna efek bunga yang pernah di berikan oleh Yana kepadanya.


" Hahaha!!, Siluman sialan. Beraninya kau membuatku memanggil Senjataku" pekik Andre


Wusshhh....( Angin )


"oh!!, lihatlah ekspresi wajahmu itu?, Sungguh membuatku ingin menjadikanmu sebagai koleksi. Ayo, ikutlah bersama ku dan kita bisa membangun sebuah rumah tangga yang bahagia" tutur wanita misterius.

__ADS_1


" Cuuiihhh!!, Dengan para bangsa siluman?, Jangan harap" geram Andre


" AURA FOG OF DEATH!!, menyebarlah!!! " Teriak Andre kepada Pendangnya.


Bzztt...Bzztt ...( Pedang mengeluarkan energi listrik )


Wusshh...wusshh...( Terlihat cahaya berwarna ungu mulai menyebar yang keluar Dari pedang Andre)


Kabut yang tadinya menghalang, seketika musnah dari pandangan Andre. Saat kabut tersebut hilang, Andre dapat dengan leluasa melihat keadaan di sekitarnya.


" Uhuk...uhuk... Demit sialan!!, Asap apa yang kau gunakan ini?" Pekik wanita tersebut yang sudah tersungkur ke tanah.


" Wahhahaha!!, Ternyata hanya siluman ular kadut rupanya" ejek Andre ketika melihat seorang wanita dengan tubuh manusia dan berbadan ular.



" Sialan!!. Hiiyyaaakkk!!" Pekik wanita siluman ular yang mulai menyerang Andre


" Hahahaa!!, Kau tahu siluman. Dalam mode seperti ini, aku tidak bisa menggendalikan diriku. Jangan salahkan aki jika kau akan terbunuh," ucap Andre dengan tatapan kejam.


Bllzzztt.... Bllzztt...( Kilataan yang keluar dari pedang Andre )


"Hiyaakk!!" Teriak Andre menyerang


" semburan racun!!" Teriak siluman dengan menyeburkan asap


Andre menyeringai," hahahaha!!, Racun?, Tidak akan mempan terhadapku. Asal kau tahu, aku ini bapaknya racun. Hhiiiyaaakkk!!" Pekik Andre menyerang


Siluman itu dengan cepat melangkah mundur memberi jarak, " sial!!, Pedang macam apa yang ia gunakan?, Kenapa luka di di badanku tidak dapat sembuh?" Guman siluman dengan raut yang terlihat ketakuan.


" Kenapa?, Bingung?, baikalah. Akan aku jelaskan, Pedang ini telah ku modifikasi. Sebagai ilmuan, aku menaruh berbagai partikel seperti bakteri,virus ,racun dan kutukan di dalam pedangku" tutur Andre yang hendak mendekat ke arah Wanita siluman.


Wusshhhh....( Angin )


Tiba-tiba angin datang menghadang Andre yang ingin mendekat kepada siluman ular tersebut.


" Sanca kelana!!, Apakah kau baik-baik saja?"


Ucap seorang pria yang menghampiri siluman wanita yang sedang terluka, dan pada luka siluman ular itu terlihat mulai membusuk.


" Senopati!!, Lukaku?, Kenapa membusuk?" tutur siluman wanita kepada pria yang datang.


" kita harus segera pergi dari sini, bala bantuan telah datang" tutur pria itu kepada siluman wanita yang ada di hadapannya.


Andre memiringkan kepalannya, dengan pandangan mengejek ," satu siluman ular kadut, dan yang datang menggangguku malah seekor cacing tanah. Baiklah!!, aku akan mengirim kalian berdua ke dalam pendangku agar kalian menjadi salah satu penghungi di dalam pedangku, hauawahahaha!!" Geram Andre di sertai tawa bahagia.


Andre dengan cepat meloncat ke arah 2 siluman ," hhiiaayyakk. Bergabunglah dengan kutukan bersama pedangku" teriak Andre dengan pedangnya yang siap menebas


Duuaarrrr!!!! ( Ledakkan )

__ADS_1


Ledakan tiba-tiba muncul di hadapan Andre, Membuat Andre dengan refleks menghindar dari ledakan tersebut.


" Cihhh!!, Para cecunguk- cecunguk ini!!, Sunggh Sangat menyebalkan" geram Andre


Asap di hadapan Andre mulai memudar, dan seketika ratusan siluman telah mengepung Andre saat Asap ledakan telah menghilang dari pandangan.


Andre yang melihat dirinya di kepung pun menyeringai," hahahaha...anak-anakku, ayo datanglah kepada bapak. Agar bapak bisa membuat penemuan baru dari tubuh kalian" dengan senyum yang mengambang di bibirnya.


...****************...


Tempat Yana,.


" Hei!!!, Apakah masih sangat jauh?" Tanya Yana kepada Siluman kucing yang menuntunnya.


" Moew!!,meow!!" Jawab siluman kucing dengan tangan yang menunujukkan Arah.


" Baiklah!!, Aku takut jika paman-pamanku bertemu dengan siluman yang jahat" ucap Yana


" Grrrrhhhggg" menggeram tiba-tiba


Yana menatap siluman tersebut," ada apa?" Tanya Yana yang melihat ekspresi siluman kucing tiba-tiba berubah seperti merasa terancam.


" Grrrhhgggg...goarrr!!" Terlihat siluman sangat terancam .


Dehhgg!! ( jantung Yana tiba-tiba berhenti sejenak )


" Aura apa ini?, Kenapa sungguh terasa menakutkan? " Guman Yana bergedik ngeri dengan Aura yang ia rasakan tiba-tiba.


Yana menatap ke arah siluman kucing di hadapannya," jadi hal ini yang membuatmu takut?, Terima kasih karna telah mengantarku. Aku harus segera pergi, kau hati-hati ya di sini" pamit Yana dengan mengelus kepala siluman kucing tersebut.


" Meow..meow" jawab siluman.


Yana dengan cepat melesat ke arah pohon, kemudian mencari arah Aura yang menakutkan itu berasal.


...****************...


Di tempat Kevin,.


" Kenapa aku sepertinya hanya berjalan di tempat?, Perasaan jalan ini telah aku lewati beberapa kali" guman Kevin terlihat bingung.


Kevin menaruh tangannya di atas tanah, " sebenarnya aku ingin mengirit tenagaku. Jika keadaannya sudah begini ,mau bagaimana lagi?" Guman Kevin mencoba melacak .


Kevin terlihat memejamkan Matanya, "DEGGHH" jantung Kevin berhenti berdetak.


Dengan cepat Kevin membuka matanya," ah!!, Sial. Harus segera ke tempat Andre dengan cepat " pekik Kevin


Kevin dengan cepat meluncur ke tempat Andre. Setibanya di tempat Andre, Membuat mata Kevin melebar sempurna dengan apa yang dia lihat di hadapannya.


Tak lama, Yana pun tiba di lokasi," apa yang terjadi di sini?" Guman Yana

__ADS_1


Yana kemudian terbang dan menuju ke arah gumpalan Asap yang berwarna ungu, hitam bercampur merah yang berada Tak jauh dari hadapannya.


Kevin yang tiba-tiba melihat Yana, " Yana!!!!, Jangan kesana!!!. Kau akan mati jika menembus kabut itu" Teriak Kevin mencoba menghentikan Yana


__ADS_2