Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
ke Sekolah


__ADS_3

...BAB 48 : Ke Sekolah...


Di rumah Yana,.


"Paman!!, Aku sudah siap" teriak Yana yang baru keluar dari kamarnya.


Tiba-tiba Yana mencuim bau aroma bumbu yang sedang di tumis di sertai hidung Yana yang terlihat kembang kempis.


" Hhmmm...bau harum ini berasal dari dapur?" Gumana Yana mengikuti jejak bau bumbu.


" ASTAGA!!, Apa yang kalian lakukan paman?" Teriak Yana, ketika melihat dapur sudah nampak sudah seperti terkena bom hiroshima.


Andre dan kevin pun menoleh ke arah Yana yang berteriak, " kamu harus sarapan dulu, ini aku buatin ayam goreng" ucap Kevin menyodorkan sepiring ayam goreng dengan sebagian Ayam telah gosong.


Yana yang melihat, seketika membuat rautn wajahnya menjadi aneh," paman taru saja di meja" ucap Yana


" Ada apa dengan ekspresi wajahmu Yana?" Tanya Kevin


" Tidak apa-apa paman, terima kasih karna telah memasak untukku" ucap Yana dengan memaksa tersenyum.


" Ini makan dulu, aku membuatkan nasi goreng untukmu. Semoga kamu suka" ucap Andre seraya menyodorkan Satu piring nasi goreng untuk Yana .


Yana tersenyum kemudian meraih piring yang di sodorkan oleh Andre kepadanya. Yana manatap Nasi goreng Andre yang sudah di taruh di atas, " kelihatannya enak, terima kasih ya!!" ucap Yana tesenyum .


Andre dan Kevin pun duduk berhadapan dengan Yana, dan menunggu Yana untuk makan.


Yana mulai memasukan satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya, tiba-tiba Yana terdiam dengan wajah menegang.


Yana langsung melepehkan nasi gorengnya kembali ke atas piring, dengan cepat Yana meraih air putih di hadapannya, lalu meneguknya hingga Tandas.


" Paman !!, Nasi goreng yang paman buat itu, garamnya berapa kilo?" Tanya Yana


" Tidak enak?" Tanya Andre


" Paman mau buat aku teroid akibat kelebihan garam?" Tanya Yana


"Bagaiman dengan ayam gorengku ?" Tanya Kevin


Yana menatap ke arah Kevin," rasanya kaya makan arang ,paman" ucap Yana


Andre dan Kevin saling berpandang, bahwa mereka menyadari. Bahwa mereka tidak ada bakat di bidang memasak. Niat mereka ingin membuat sarapan untuk Yana, yang terjadi malah semprot oleh Yana.


"Huuff!!" Yana membuang nafas


" Paman, jika tidak bisa memasak. Tidak perlu melakukannya, aku bisa membeli makan di luar" ucap Yana


"Ya sudah!!, Paman Andre dan paman Kevin segeralah bersiap-siap" sambung Yana


Andre dan Kevin beranjak dari duduknya. Dan kini Yana hanya dapat melihat ayam goreng dengan pandangan sedih," mereka dapat bahan-bahan ini di mana?, Apakah mereka pergi membeli keluar?" Guman Yana berpikir.

__ADS_1


Setelah menunggu sesaat, akhirnya Andre dan Kevin pun telah siap.


" Ayo!!" Ajak Andre


Yana beranjak dari duduknya, kemudian berjalan menghampiri Andre dan Kevin.


" Apakah Paman Kevin juga ikut?" Tanya Yana


Kevin menatap ke arah Yana, " memangnya kenapa jika aku ikut Yana?" Tanya Kevin


Yana memutar bola matanya," terserah paman!!. Awas saja, jika paman membuat masalah" ucap Yana seraya berjalan ke arah pintu.


Kini Andre, Kevin dan Yana , telah berada di dalam mobil. Kini Kevin memacu mobilnya menuju ke sekolah Yana.


" Kevin kamu tunggu di sini, aku akan mengantarkan Yana" ucap Andre ketika mobil mereka telah tiba di depan sekolah Yana.


Kevin menoleh ke arah Andre," aku ikut. Jarang-jarang loh!!, Aku berbaur dengan manusia" pinta Kevin


" Ya sudah ayo, Kalau paman mau ikut mah" timpa Yana yang hendak keluar dari Mobil.


Kevin bergegas turun dari mobil, lalu menyusul Andre dan Yana.


Ketika Kevin dan Andre memasuki gerbang sekolah, semua mata tertuju kepada Andre dan Kevin yang sedang berjalan dengan tegak dan gagah.


" Kyyaaa... Siapa mereka berdua, tampan sekali!!"


" Pria yang rambutnya berwarna manis bangat"


Suara bisik-bisik dari para murid wanita, ketika melihat Andre dan Kevin yang sedang berjalan di area koridor sekolah.


Dengan mata yang liar, Kevin merasa risih dengan tatapan para murid yang menatapnya," Ada ada dengan mereka?, Apakah kita terlihat aneh?" Tanya Kevin heran


" Iya,, pemanpilan Paman yang aneh, karna warna rambut paman sudah seperti pelangi" sahut Yana


" Berarti mereka tidak tahu model gaya rambut" ucap Kevin


" Apakah kalian tidak bisa diam?" Ucap Andre


" Kan paman Kevin yang nanya, aku hanya menjawab kok" sahut Yana


Kini mereka bertiga berjalan ke arah ruang kepala sekolah.


*****


Dari kejauhan, Dhika melihat seseorang yang ia kenal dan ia rindukan," bukankah itu Yana?" Guman Dhika dengan pandang menuju ke arah Yana dengan tatapan memastikan.


Dengan cepat, Dhika berlari ke arah Yana. setibanya Dikah di hadapan Yana, Dhika langsung menghadang.


Hal tersebut membuat langkah kaki Yana terhenti," kak Dhika, ada apa?" Tanya Yana ketika bertatap dengan Dhika.

__ADS_1


" Dari mana saja kamu Yana, selama ini baru kelihatan?" Tanya Dhika


" Oh!!, Kak Dhika mencariku?" Tanya Yana


Dhika mengangguk," beberapa kali aku berkunjung ke rumahmu, Namun rumahmu selalu kosong" jawab Dhika


Yana tersenyum," ayahku sedang sakit keras, jadi aku harus menemani ayahku" jelas Yana kepada Dhika


" Sabar Ndre, itu temannya Yana" ucap Kevin kepada Andre yang wajahnya telah nampak berkobar.


" Woi!!, s3mf4k firaun, untuk apa kau mencari Yana?" Teriak Andre kepada Dhika dengan mengepalkan tanganya .


" Sabar woi!!, Itu anak kecil Ndre" ucap Kevin seraya memegang pergelangan Andre


Dhika yang mendengar teriakan Andre pun dengan seketika menoleh," om!!, siapa yang kamu maksud ****** Firaun?" Tanya Dhika dengan mata yang nyalang menatap Andre .


" Siapa lagi kalau bukan kamu yang wajahnya seperti rendaman Handuk seminggu? " Pekik Andre kepada Dhika.


Yana yang melihat hanya menggoyangkan kepalanya," ya ampun!!, mahkluk satu ini, bisakah setiap bertemu dengan orang lain dia bersikap normal?" Guman Yana


" He om yang mirip Jala bia, bisakah kau tidak usaha mencampuri urusan Anak muda?" Pekik Dhika


" Dia itu keponakanku, Jadi hal tersebut Wajar , dan aku sebagai pamannya, tidak suka jika Yana dekat-dekat dengan pria yang mirip seperti tutup odol macam dirimu" sela Andre


Andre menoleh ke arah Kevin, " Vin kau urus surat kepindahan Yana. Dan bergegaslah ke ruang kepala sekolah" titah Andre


" Ee .. Baik" Jawab Kevin berlalu


Dhika yang mendengar ucapan Andre dengan seketika melebarkan matanya," siapa yang pindah?, Kamu Yana? " Tanya Dhika menatap ke arah Yana .


" Yah!!, Hari ini aku terakhir ke sekolah" ucap Yana


Dhika dengan spontan memegang kedua bahu Yana," apakah kau harus pindah?, Bisakah aku meminta nomormu atau Nama aku Sosmedmu?" Tanya Dhika


Andre dengan cepat menarik tubuh Yana," jagalah tanganmu anak muda, jangan Asal menyentuh Wanita" ucap Andre


Dhika terlihat berapi-api, " Yana!!, om mu ini sangat aneh, kenapa dia selalu ikut campur?" Tanya Dhika kepada Yana


Yana menghela nafas panjang," haa!!, Ka Dhika. Aku minta maaf atas kelakuan pamanku. Namun untuk berkomunikasi lagi, sepertinya tidak bisa" jawab Yana


" apa kau akan pindah ke neptunus?, Sehingga kita tidak bisa dapat berkomunikasi?" Tanya Dhika


Yana menggelengkan kepalanya, "maaf tidak bisa!!" Jawab Yana


" Kau sudah dengar ucapan Yana barusan?, Maka enyalah kau dari hadapanku dan Yana" ucap Andre


Dhika hanya terdiam mendengar jawaban Yana.


" Ya sudah aku pergi dulu ya!!, Salam untuk Adel jika kau bertemu dengannya. Aku tidak bisa lama-lama karna ayahku sedang menungguku" pamit Yana

__ADS_1


" Yah!!, Baiklah. Selalu Hati-hati" jawab Dhika dengan lemah,letih,lesu,lapar .


__ADS_2