Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Andre Yang khilaf


__ADS_3

...BAB 41 : Andre Yang khilaf...


Yana yang melihat asap yang mengepul di hadapannya membuat ia tanpa pikir panjang, Dan langsung menerobos asap tersebut.


" Yana!!, Jangan menerobos asap itu, kau akan mati" teriak Kevin


Yana yang mendengar namanya di panggil pun menoleh, Namun ia terlanjur masuk ke dalam asap tersebut.


Saat berada di dalam kepulan asap, mata Yana melotot ketika di dalam asap tersebut, Yana dapat melihat bahwa Semua tamanan yang terkena asap tersebut seketika mati , Dan juga ada beberapa bangkai siluman yang terlihat meleleh dan hanya meninggalkan tulang belulang mereka .


" Uhuk...uhuk... Asap ini, asap apa?" Guman Yana terbatuk dan merasakan perih pada kulitnya.


Dalam samar di balik asap, Yana dapat melihat sosok yang menyeramkan dengan Aura membunuh, emosi, kecewa, kepedihan, kesedihan yang di keluarkan oleh sosok yang sedang berdiri yang dengan Keji membantai para siluman.



" Paman Andre?" Guman Yana tak percaya, jika monster yang menyeramkan tersebut adalah Andre .


Yana mencoba mendekati sosok itu dengan langkah yang tersenggal," apakah asap ini adalah milik paman Andre?, Kenapa mengerikan sekali?" Guman Yana yang terus melangkah.


" Paman!!" Teriak Yana mendekat


Andre tetap dengan senyum smriknya yang mengambang ketika melihat para siluman di hadapan satu persatu meleleh dengan Aura Pedang yang di keluarkan oleh Andre.


" Paman!!, Tolong hentikan. Kau akan merusak alam dengan Aura yang kau keluarkan" ucap Yana terdengar lirih


Andre yang mendengar langkah kaki, langsung berlari ke arah Yana dan mencengkram leher Yana,


" Siapa kau?, Beraninnya menggangguku" pekik Andre menatap Yana


" Uhuk....Paman...ini ..Aku.. Tolong!!, Hentikan" ucap Yana terbata ketika Andre mencekiknya.


" Hahahah,,, semua akan aku musnakan-" suara Andre terhenti, " Buuukkk " sebuah tendangan mengenai pipi Andre.


" Keparat!!, Siapa yang berani menendangku?" teriak Andre yang membuat cengkramannya terlepas dari leher Yana.


" Aahhh... Uhuk..uhuk..." Yana mencari nafas saat terduduk .


" Yana ayo!!, kita Keluar dari sini" ucap Kevin memapah Yana.


" Tapi...Paman Andre bagaimana?" Tanya Yana khawatir


" Mati kalian!!" Teriak Andre tiba-tiba dengan mengarahkan pedangnya ke Arah Kevin


" Jangan paman!!!" Teriak Yana menghadang


Sreeetttt!!!! ( Dada Yana terkena sayatan)


"ahhkkk!!!" Teriak Yana tersungkur dengan darah yang keluar dari mulutnya

__ADS_1


" Yana!!!" Terikan Kevin menghampiri Yana


Kevin menoleh ke arah Andre, " Bangsat kau Ndre!!, Tega kau menyakiti Yana!!" Teriak Kevin yang seketika berubah.



" Yana??" Guman Andre mengingat


Deg..Deg ..Deg... ( seketika kepala Andre berdentum )


" Bukk!!! " Kevin menendang perut Andre dengan Kuat .


Bukk ... Bukkk...Bukk... (Kevin dengan brutal menghajar Andre)


" Jika kau belum bisa mengendalikan kekuatan anehmu ini, kenapa kau harus menggunakannya?, Kau ingin membunuh kami semua ha?"


Pekik Kevin Emosi dengan terus mengahajar Andre dengan Asal bersama mata yang terlihat berkaca-kaca.


Andre terdiam, merasakan sakit pada kepalanya yang berdentum hebat,"kenapa ada rasa sakit di hati ini ketika melihat gadis itu terluka?" Batin Andre yang membiarkan Kevin terus yang terus memukuli dirinya.


Wuuussshhh....( Angin tiba-tiba datang )


" Kacau sekali!!" Ucap seorang pria yang tiba-tiba datang ke arah mereka.


Kevin seketika menoleh ke asal suara yang datang menghampiri , ternyata mereka adalah Eyang Sapu jagad dan bebebera tokoh hebat yang datang.


Wanita cantik mengahampiri Yana yang tenggah sekarat," anak manis, minum ini" ucap seorang wanita memberikan air dalam kendi berukuran kecil.


Wanita tersebut tersenyum," istrahatlah" pinta Ibunda Ratu mengusap wajah Yana, seketika membuat Yana tertidur akibat usapan Ibunda.


Saat Yana tertidur, ibunda mengahampiri asap yang menutupi Area. dimana Andre yang sedang berdiri, ibunda kemudian menghampari andre ,yang wujudnya sudah seperti iblis tersebut.


" Wujud yang sangat mengerikan" ucap Ibunda ratu, kemudian mengarahkan trisulanya ke arah Dahi Andre


Andre pun ambruk dan ia kembali ke wujud yang normal.


" Segeralah untuk mengurusi tempat ini" titah Eyang kepada beberapa yang ia bawa bersamanya


" Salam eyang dan ibunda!!" Ucap tunduk Kevin


" Angkat wajahmu!!. Ananda, segeralah ambil segenggam tanah perjanjian di bukit tidar" titah ibunda.


" Baik!!!" Ucap Kevin memeberi hormat seraya bergegas menuju ke arah bukit tidar.


Eyang yang melihat tumbuhan yang telah hangus dan sebagian lahan telah gundul , membuat eyang hanya dapat menggelengkan kepalanya.


" Anak yang berbakat , namun sayang. Dia belum bisa mengontrol kekuatannya" guman Eyang ketika melihat Andre yang sedang tidak sadarkan diri.


...POV Andre...

__ADS_1


...****************...


Aku tidak tahu apa yang terjadi, saat aku melihat banyak siluman yang datang mengepung. Jiwa tarung yang selama ini tertidur pun terbangkitkan kembali, hal yang aku takuti ketika Hasrat ingin membunuh itu kembali.


Hasrat itu akan memakanku, memakan pikiranku, dan hatiku. Jika hasrat itu telah tumbuh, sulit untuk aku bisa mengontrolnya.


Kekuatanku bermula saat semua anggota keluargaku mati, dan aku di tinggalkan sendirian, Hingga rasa kehilangan itu muncul dan dengan sendirinya tubuhku berubah dari berambut putih, bertanduk hingga ke level saat semua tubuhku menjadi memerah.



Hal tersebut terjadi ketika emosiku sedang tidak stabil, saat ketika aku kehilangan keluargaku.


Emosi yang tidak stabil membuat kesadaranku menghilang dan aku tidak bisa mengontrolnya.


Saat ini di mana aku sangat mengawathirkan keadaan Yana , aku hanya terfokus dengan keselamatan Yana. Namun Aku seperti di permainkan oleh siluman-siluman yang sedang mengulur Waktuku.


Saat itu pula aku tidak bisa menahan emosiku, dan membuat aku tidak sadarkan diri. Entahlah apa yang sudah ku lakukan jika aku sudah berubah menjadi seorang monster seperti ini.


Dalam batinku, hanya ingin melindungi Yana. Yana kau harus selamat dan tidak boleh ada yang menyakitimu.


Saat aku mengayuhkan pedangku kepada seorang gadis, tiba-tiba hatiku merasakan sakit yang luar biasa. Sehingga aku tidak bisa mengontrol dentuman pada kepala dan jantungku.


Namun tiba-tiba, ada cahaya terang yany datang menghampiriku . Cahaya yang datang menghampiriku sangat menyilaukan, sehingga aku tidak dapat melihat apa-apa dan semua terasa gelap.


...POV END...


...****************...


Andre membuka mata berlahan, ia mendapati dirinya telah berada di sebuah kamar dengan nuansa Kolosal.


" Aku dimana?" Guman Andre dengan tangan menekan pelipisnya.


Kevin yang melihat Andre tersadar langsung menghampiri Andre," Jika terjadi sesuatu kepada Yana, aku tidak akan memaafkanmu Ndre" ucap Kevin membuka pembicaraan.


Andre menatap heran kepada Kevin, " ada apa denganmu?, mengapa wajahmu seperti itu?" Tanya Andre bingung ketika melihat wajah Kevin yang terlihat murka.


" Bangsat kau Ndre!!, Hampir saja kau membunuh Yana dengan kekuatan iblismu itu" pekik Kevin emosi, dengan refleks mencengkram baju Andre.


Andre yang mendengar, seketika membuat iris matanya melebar," apa yang kau katakan?" Tanya Andre syok dengan mengoyang-goyangkan bahu Kevin yang berada di hadapannya.


" Sialan, kau bahkan tidak sadar dengan apa yang kau lakukan ah?, Kau mengerluarkan asap kematian. Dan menebas badan Yana" pekik Kevin menjelaskan.


Andre terpaku ketika mendengar penjelasan Kevin, ia menatap tangannya yang terlihat gemeteran dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan.


" Dimana Yana??" Tanya Andre menatap Kevin


" sedang di obati oleh ibunda" jawab Kevin dengan Wajah yang masih terlihat kesal dengan Andre.


Andre dengan cepat beranjak turun dari tempat tidurnya, lalu berlari ke arah pintu.

__ADS_1


" Kau mau kemana Ndre?" Teriak Kevin memanggil dan kemudian mengejar Andre


" Melihat kondisi Yana" jawab Andre yang terus melangkah.


__ADS_2