Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Kita Ngedate Yuk!!


__ADS_3

...BAB 58 : Kita Ngedate Yuk!!...


...****************...


Raka menarik lengan Santi, Raka tak ingin menghiraukan tatapan tajam Santi kepadanya.


Yana yang melihat tingkah orang tuanya, hanya bisa tersenyum, " Yah!!, mungkin ayah dan bunda sudah lama tidak bertemu. Jadi mereka merindukan masa-masa saat mereka berdua " guman Yana .


Nyonya Maria menatap ke arah Yana," Maaf!!, itu semua karna nenek yang membuat ayah dan ibumu terpisah" ucap Nyonya Maria.


Yana mengelus pipi neneknya dengan sayang," yang terpenting, Nenek sudah bisa menerima Aku dan bunda sekarang" ucap Yana.


Nyonya Maria mengecup kening cucunya," terima kasih tuhan!!, Karna mengirimkan cucu yang sungguh manis untukku " ucap Nyonya Maria dengan pandangannya mengadah ke atas.


Tuan Saputra terharu melihat kehadiran Yana, Yana seperti penyelamat dalam keluarganya. Ia merupakan cucu pembawa kebaikan di dalam keluarga Saputra.


Tuan Saputra menghampiri Yana dan mencium pipi Yana dengan gemas.


...****************...


Santi Hanya mengikuti tarikkan Raka kepada lengannya. Ia seperti pasrah di bawa oleh Raka.


" Ayo Sayang !!, kita tidak pernah ngedate seperti orang lain dari kita berkenalan . Dan biarkan Yana untuk sebentara bersama kakek dan neneknya" ucap Raka


" Tapi..tapi, aku belum mandi dan..-" ucap Santi terpotong," nanti para pelayan yang mengurusimu.


" Lagi?, Haruskah setiap aku kembali ke dunia ini, mengharuskan aku di atur oleh para pelayan?" ucap Santi


Raka mengangguk," kamu jangan sampai kelelahan, dan kamu ingat?, Kamu hanya jadi apa ?" Tanya Raka.


" Jadi wanita!!" Jawab Santi


Raka dengan gemas langsung menggendong Santi," Raka!!, Apa yang kau lakukan?" Tanya Santi yang mencoba untuk meronta.


" kenapa kamu gemesin sih San?, salah kamu sendiri. Jika tadi kau menjawab Ratu, aku tidak akan menggendongmu" Ucap Raka


" tapi Raka!!, aku malu di lihat ole..-" ucapan Santi terpotong.


Raka dengan cepat membungkam mulut Santi dengan bibirnya, Seketika membuat Santi terdiam dengan mata yang melotot.


Raka terus menggendong dengan bibir yang terus membekap mulut Santi. Santi yang merasakan ciuman Raka , membuat debaran pada dadanya seketkka berpacu lebih cepat, Dan kemudian membuat badan santi terasa terbakar.


" Sial!!, kenapa Lelaki ini, selalu membuatku terus menerus untuk jatuh cinta kepadanya? , Karna di setiap perlakuannya, Selalu saja membuat jantungku tak bisa di kontrol " Batin Santi.


" Syukurlah!!, Tuan muda tampak bahagia"


" Iya, sudah lama aku tidak melihat tuan muda sebahagia ini"


" Kita doakan, semoga tuan muda mendapatkan kebahagiannya"


" Ya!!, Sepertinya Nyonya muda , adalah kebahagian untuk tuan muda kita"


Beberapa pelayan yang mengobrol, membuat Santi yang mendengar ucapan para pelayan pun, mengangkat tangannya lalu mengalungkan lengannya di leher Raka.


Raka yang melihat reaksi Santi yang tiba-tiba berubah, melepaskan ciumannya.


" Ada apa?" Tanya Raka


" Mmm..tidak ada apa-apa" jawab Santi


" Terus kenapa pipimu merah?" Tanya Raka

__ADS_1


" Apakah kau bahagia bersamaku?" Tanya Santi


" Jangan bertanya hal yang ngadi-ngadi sayang, Mana ada seorang pria , jika tidak bahagia, memperjuangkan wanitanya?" Ucap Raka


Santi tersenyum," terima kasih!!, Karna kau bahagia bersamaku" ucap Santi


" Mmm... Jangan tanyakan hal seperti itu lagi, jika tidak ada dirimu di kehidupanku, mungkin aku sudah musnah" ucap Raka


Santi mempererat pelukannya," ngomong-ngomong kita mau kemana?" Tanya Santi


" Ke kamar mandi, kita mandi bareng ya!!" Ucap Raka dengan senyum menggoda


Santi yang mendengar , langsung mendorong dada Raka," turunkan sekarang, sudah ku katakan!!, Halalin aku terlebih dulu" pekik Santi meronta.


Raka menurunkan Santi dari gendongannya. Kemudian menatap ke arah Santi yang wajahnya sudah terlihat seperti di beri blush' on," hehehe... Aku suka lihat kamu seperti malu-malu, sebab kamu memang malu-maluin" ucap Raka sembari Menggosok hidungnya ke hidung Santi.


Santi yang sudah tidak tahan di goda, akhirnya berlari meninggalkan Raka," Ya Ampun!!, Memang benar ya, jika perempuan itu pasti akan luluh jika di rayu" batin Santi seraya memegang dadanya.


Raka yang melihat Santi, hanya bisa tersenyum geli.


...****************...


Setelah Santi bersiap-siap, ia menunggu Raka di ruang Tamu. Tak lama, Raka pun Datang dengan setelan cuasal. Santi yang melihat hanya dapat menelan Ludah," apakah aku beruntung ataukah aku sangat sial, karna mendapatkan pria setampan ini?" batin Santi dengan menatap muka pengen pada Raka.


" Jangan terlalu menatapku. Sebentar lagi, aku ini akan menjadi milikmu. Dan tidak ada yang bisa menggeser posisimu di hatiku" Ucap Raka tiba-tiba


Santi teranyak dan membuat Pipi Santi memerah kembali. Karna hanya pipi Santi Yang bisa menjelaskan apa yang Ia rasakan. Senang, bahagia, bangga, beruntung dan yang pastinya juga tersipu malu yang saat ini Santi rasakan.


" he!!. Aku ketahuan ya?" jawab Santi kikuk lalu berdiri dari duduknya.


Saat Santi berdiri, Raka dengan cepat merangkul Pinggang Santi Lalu berjalan ke arah mobil yang telah di siapkan.


Setelah di dalam mobil," kita mau kemana?" Tanya Raka


Raka dengan cepet mengecup bibir Santi dengan sekilas," ayang marah-marah terus ihh!!. Aku ngambek nih ya!!" ucap Raka


Santi yang melihat tingkah Raka pun hanya bisa terkekeh seraya menggelengkan kepalanya.


Raka hanya tersenyum ketika melihat Santi tertawa, karna hal itu yang di inginkan oleh Raka. Selalu mencoba membuat ukiran di bibir Santi.


" kita dinner?" Tanya Raka tiba-tiba.


" Aku bukannya tidak mau, aku tidak suka jika makan di tempat yang mewah" jawab Santi


" Oh iya aku lupa, kau tidak suka tempat yang terlalu ramai dan juga terlalu mewah" guman Raka.


Raka terdiam beberapa saat, " haa!!, Kita ke TomeZone bagimana?" Tanya Raka


Santi mengangguk dengan cepat, Dan akhirkam mereka memutuskan untuk ke tempat bermain. Dan Raka pun melaju ke arah Mall yang terdapat TimeZone di dunia keghaiban.


Tak butuh waktu lama, Raka dan Santi pun tiba. Setelah memarkirkan mobil, Santi dan Raka menuju ke arah Mall tersebut.


" Bukankah itu Tuan Raka?"


" Katanya dia tertidur dan bangkrut"


" Aku dengar-dengar , konfliknya gara-gara manusia itu"


" Ternyata , gadis itu jelek!!. Cantikkan aku di mana-mana "


" Aku pikir , jika mata tuan Raka sudah buta, karna menggandeng wanita seperti itu"

__ADS_1


" Pasti wanita itu menggunakan cara kotor untuk mendapatkan hati tuan Raka"


Terdengar beberapa pekerja mall dan pengunjung yang sedang berbisik-bisik.


Raka yang mendengar hal itu, dengan sengaja merangkul pinggang Santi agar lebih erat dengan tubuhnya.


" Sayang!!, Jangan dengarkan anjing yang sedang menggongong ya!!. Para Anjing, akan menggonggong jika tidak mengenal orang" Ucap Raka dengan suara yang sedikit nyaring.


Para tukang Ghiba pun dengan cepat mencari aktivitas mereka masing-masing.


Santi yang melihat tingkah Raka pun hanya tersenyum, " terima kasih" ucap Santi


" I love you!!" Ucap Raka seraya mengecup pipi Santi.


Saat Tiba di TimeZone, Raka langsung membeli voucer. Raka ingin menikmati kencan ala manusia, tanpa harus ia memikirkan pekerjaan atau ia harus menjadi seorang boss.


" Santi!!, Kita main Capit yuk!!" Ajak Raka yang menarik tangan Santi dengan bersemangat.


Setibanya di depan mesin capit, Raka menoleh ke arah Santi," Kamu mau yang mana?" Tanya Raka


" Itu...yang itu .. Boneka kodok" pinta Santi.


" Idih!!, Sudah tua juga , maenannya masih boneka" ucap Raka.


" Buat Yana!!" Timpa Santi


" alasan!!" Ucap Raka


" Kalau gitu kita pulang saja!!" ambek Santi Yang hendak berlalu dari mesin Capit.


Raka dengan cepat meraih tangan Santi, " Iya..iya.. haduh!!, my sweet heartku ini, jika ngambek sudah seperti nenek-nenek yang kehabisan sirih" Ucap Raka.


Raka dan Santi pun ngedate ala ABG, dengan Canda, dan Tawa yang mereka keluaran dari mulut mereka.


" Nah.. ini boneka kodoknya" ucap Raka seraya menyodorkan boneka yang ia dapat.


Santi dengan cepat langsung memeluk Raka," makasih!!, Hari ini aku sangat bahagia" ucap Santi


Raka mengusap punggung Santi, " bahagiamu, adalah bahagiaku juga. Maka, teruslah kau bahagia, maka aku juga akan Bahagia" ucap Raka di balik punggung Santi.


" Raka!!, Di sana ada photo box. Kita Photo bareng yuk!!" ajak Santi


" Yang mana?" Tanya Raka


" Itu Raka, kamu tidak lihat?, itu tulisannya besar begitu?" ucap Santi sambil menunjuk .


" Bagaimana aku bisa melihat?, kamu memelukku terlalu kencang. sampai-sampai aku tidak dapat bergerak " ucap Raka


" eh!!, Iya maaf!!" Seru Santi yang melepaskan pelukannya.


Raka menoleh ke belakang, " oh itu!!, kamu memelukku kencang sekali Santi. Apa kamu takut jika kamu kehilangan aku?" Tanya Raka.


Santi dengan cepat mengangguk," yah!!, Apa kau tidak lihat?, Semua mata menatapmu dan menginginkan dirimu?" Sahut Santi sembari matanya menatap beberapa pengunjung yang menatap Raka dengan muka pengen.


Raka dengan cepat merangkul Santi, " ayo!!, Kita photo bersama, tidak usah pikirkan mereka. anggap saja mereka itu bunga-bunga yang seperti di film bollywood " Ucap Raka dengan terus bersikap mesra kepada Santi.


Santi hanya bisa tersenyum dan merasa sangat bahagia, ketika Raka menghargainya dan membuat dirinya sangat berarti di kehidupannya.


Raka dan Santi pun menuju ke Arah bangunan kecil yang berbentuk Kotak. Setelah mereka berada di dalam box tersebut, Mereka pun melakukan photo bersama.


__ADS_1




__ADS_2