
...I Love You Paman Dokter...
...BAB 79 : Andre Ngamuk di sekolah...
...****************...
Yana berlari ke arah depan rumah sembari menggenggam sepotong Roti.
" Yana!!, Pelan- pelan, jangan berlari," teriak Santi mengingatkan Putrinya.
Yana tanpa menjawab, Dengan cepat masuk ke dalam mobil.
" Maaf paman Marko, Jadi lama," ucap Yana ketika ia tiba di dalam mobil.
" Tidak apa-apa Nyonya kecil, " Sahut Marko , yang kemudian melaju meninggalkan Kediaman Saputra.
Kini mobil Marko telah tiba di gerbang sekolah.
" Nyonya kecil, Nanti hubungi saya saja. Jika Nyonya hendak pulang," ucap Marko yang melihat Yana yang sudah beranjak dari mobil.
" Iya Paman, terima Kasih!, Aku masuk dulu," sahut Yana berlari.
Tap..Tap...Tap.. ( langkah kaki Yana berlari menuju ke arah bangunan sekolah )
" Sial!!, Kenapa sekolah ini luas sekali?" Guman Yana yang terus berlari.
Hingga Yana tiba di Lorong koridor bangunan dengan nafas tersengal. Dengan cepat, Yana melangkah. Namun dari kejauhan ada seorang pria yang menyenderkan tubuhnya di pilar bangunan.
Setelah jaraknya dekat, Yana baru tersadar bahwa pria tersebut adalah Zean. Zean beranjak sembari memainkan bola basket yang di putar-putar pada tangannya.
" Wanita bau bawang!!, Aku mencarimu dari kemarin, Apakah kau ingin menghindar dari hutangmu?" Ucap Zean sembari melempar bola yang ia pegang ke arah Yana.
Yana dengan cepat menangkap bola tersebut, " Sepertinya kamu sangat Sensi ketika meihatku," ucap Yana.
Zean berjalan menuju ke arah Yana, " Oh Jadi kamu mahkluk setengah-setengah yang baru pindah?" Ucap Zean menatap Dingin.
Yana melempar bola yang ia tangkap ke arah wajah Zean, " aku buru-buru," ucap Yana beranjak.
Zean dengan cepat menahan tangan Yana," Woi j4lang, Kau wanita pertama yang berani terhadapku," pekik Zean dengan menggenggam kuat pergelangan Yana.
Yana menatap Zean dengan tajam," kamu hanya anak Raja, Bukan anak Tuhan. Jika aku berani memangnya kenapa?" Pekik Yana Menantang.
Zean dengan emosi, langsung mencekik Leher Yana," kau Benar-benar Lancang!, jangan kira kau anak dari Tuan Raka, Kau bisa membentakku, Kamu pikir statusmu apa?" Pekik Zean.
Yana tersenyum smrik , " Cih!!, Kau berlindung dari nama kakekmu?. Menyedihkan sekali, Apakah aku harus memberikan Rokku kepadamu?" Sindir Yana.
Plak!! ( Sebuah Tamparan mendarat di pipi Yana )
" Hutangku lunas!!" Ucap Yana yang mendorong Tubun Zean.
Zean terdiam ketika ia menampar Yana, " Wanita itu kenapa tidak membalas?, Ada apa denganku?" Guman Zean tidak percaya, bahwa ia menampar Seorang wanita.
Yana berjalan dengan wajah datar tampa ekspresi, " Jika bukan demi nama baik Kakeku dan Ayahku, Mungkin aku sudah akan mengamuk di sini," Guman Yana dengan emosi.
__ADS_1
Kini Yana sudah berada di dalam kelas, Ia menatap halaman Sekolah dari balik jendela dengan pikiran mengambang.
" Adel!!, Apa kabarmu?. Kadang aku Rindu saat kita pergi bersama," Batin Yana menatap kosong.
" Wah!!, Tuan Zean, Ada apa dia datang ke kelas kita?"
Terdengar ricuh di dalam kelas, namun Yana tidak menggubris. Ia lebih fokus menatap jendela dengan kenangan bersama Adel.
Tak lama, Guru pun datang ke dalam kelas. Yana mengikuti pelajaran dengan pandangan kosong dan sepertinya Yana tidak bersemangat , hingga Pelajaran Selesai.
Yana merapikan Alat tulisnya, Lalu berjalan ke luar kelas. Banyak murid yang menyapa Yana dan mengajak Yana ke Kafetaria sekolah, Namun Yana sepertinya tidak bernafsu.
Dan lagi, Yana tidak suka denga teman-teman yang ada di dunia halu ini. Karna mereka berteman dengan Yana, Karna mereka tahu. Bahwa Yana adalah anak dari Raka Saputra.
" Oh ini murid yang menantang Tuan Zean?" Ucap seorang murid wanita.
Yana mengangkat wajahnya, lalu berjalan kembali melewati murid tersebut.
" Woi!!, Aku berbicara denganmu!!" Teriak murid tersebut sembari menahan kerah kemeja Yana dari belakang.
"Lepaskan tanganmu!!" Ucap Yana dingin tanpa menoleh.
" Cih!!, Hanya anak dari Saputra Saja sungguh berlagak," ucap Murid tersebut.
Bruk!!! ( Yana dengan cepat menendang perut murid itu )
Murid tersebut tersungkur, Ia bangkit dengan perubahan Wujud, " bedebah!!, Berani sekali kau menendangku dengan kaki kotormu," pekik Wanita tersebut.
Hal tersebut memicu para murid yang ada di sekolah untuk berkumpul menyaksikan pertarungan Yana.
Wanita yang mendapatkan tendangan, berlari ke arah Yana dan melayangkan serangan.
Yana dengan wajah dinginnya, seketika menarik Rambut wanita tersebut Lalu menghantam murid tersebut ke arah lantai dengan wajah murid itu berada di Bawa.
Bruk!! ( Hantaman Yana membuat Lantai retak )
" Akkhhh!!" Teriak Murid itu.
Yana dengan tanpa ampun terus menghajar murid yang sedang berada di hadapannya dengan menginjak-nginjak kepala murid tersebut.
Di tempat Lain, Seseorang yang menggunakan jas hitam, Sedang melihat aksi Yana dari kejauhan.
📞" Tuan!!, Nona Yana berkelahi," ucapnya ketika panggilan telfon tersambung.
Murid yang di hajar oleh Yana, Merasa harga dirinya di injak-injak, membuat ia mengeluarkan senjatanya. Lalu menyerang Yana dengan buas, Serangan asal yang di lakukan oleh murid itu, Berhasil menggores pipi Yana.
Yana yang mempunyai 4 mustika di tubuhnya, membuat luka yang berada di pipi, dapat sembuh dengan seketika.
" Wanita Terkutuk, Kau hanya setengah dari kami, kenapa kau sungguh berlagak ah!!" Pekik wanita itu.
Yana hanya terdiam tak menanggapi ucapan wanita itu.
Zean terkejut, Ketika mengetahui bahwa Yana yang merupakan setengah dari bunian, Memiliki mustika yang langkah pada tubuhnya.
__ADS_1
" Mmm..menarik!!" Guman Zean memperhatikan Yana dari kejauhan sembari tersenyum.
Yana yang mencoba menghindar dari serangan murid wanita yang ada di hadapanya, Yana tidak ingin menyerang. Yana hanya mencoba untuk mengelur waktu, berharap ada guru yang datang melerai.
" Yana!!"
Yana yang mendengar namanya di panggil pun menoleh ke asal Suara.
" AWAS!!" Teriak Zean dan Andre secara bersamaan, yang berlari menghadang senjata murid wanita yang ingin menikam Yana.
Dengan cepat Andre menghempaskan senjata dari tangan Murid itu.
" Kau tidak apa-apa?" Tanya Zean kepada Yana.
" Lepaskan tanganmu dari pundakku," pekik Yana menatap emosi ke arah Zean.
Andre yang yang melihat sikap Zean kepada Yana, dengan cepat menghampiri Zean.
" Lepaskan tanganmu!!" Titah Andre kepada Zean.
Zean melepaskan tangannya dari pundak Yana.
" Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Andre.
Yana menggelengkan kepalanya.
" Kita pergi ke ruang kepala sekolah dulu ya?" ucap Andre.
Yana mengangguk..
Kini Yana dan Andre menuju ke arah Ruang kepala sekolah.
Zean yang melihat kepergian Andre dan Yana hanya bisa tersenyum, " gadis yang menarik, Bahkan Paman Willson yang hampir melelehkan separuh blue lake pun bisa kau taklukkan. Hebat!!, Sungguh hebat untuk mahkluk setengah seperti dirimu," Guman Zean.
Kini Andre telah masuk ke dalam ruang kepala sekolah.
"Zarreth!!" Panggil Andre
" Zarreth!!"
Tidak ada Sahutan...
Andre kemudian mengacak-ngacak isi ruangan.
" Sudah ku katakan, jangan sampai Yana terluka. Kenapa kau berdiam diri saat Yana berkelahi?" Pekik Andre.
" Tuan Willson!, Apa yang kau lakukan terhadap ruanganku? " Tanya Zarreth yang muncul dari arah pintu.
Andre dengan cepat menendang tubuh Zarreth, membuat Zarreth tersungkur.
" Sekali lagi aku mendapatkan kabar, jika calon istriku terancam di sekolah ini!, Kau tahu sendiri apa yang akan aku lakukan," pekik Andre beranjak.
" Tuan!!, Aku sedang menghadiri acara jadi tidak tahu menahu apa yang terjadi," guman Zarreth seraya melihat kepergian Andre yang berlalu.
__ADS_1