Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Arah Bukit Tidar


__ADS_3

...BAB 39 : Arah Bukit Tidar...


...****************...


Dalam Perjalanan,.


Setelah berjalan beberapa kilo meter dari Merapi ke arah bukit Tidar, Tiba-tiba di dalam perjalanan, mereka di hadang oleh angin beserta kabut yang menyerang mereka.


Wuuhhhsss.....( Angin berputar )


Andre yang kaget, membuat ia seketika berhenti dan memperhatikan kabut dan angin yang sedang menghadang mereka.


" Kevin!!, Jangan gegabah. Kita sedang di jebak!!" Teriak Andre yang melihat Kevin terus melaju


" Itu hanya Kabut Ndre, tidak perlu secemas itu" teriak Kevin yang sudah berada di depan


Yana dengan cepat merubah bentuk wujudnya, " Paman Kevin!!, Itu jebakan. Jangan ceroboh, tetaplah terus bersama!!" Teriak Yana yang bertolak dari punggung Andre


Yana dengan cepat dan terlihat panik, ingin mengejar Kevin, namun tangannya di tahan oleh Andre.


Yana kemudian menoleh ke arah tangannya dan menatap ke arah Andre yang sedang berada di belakang tubuhnya .


Saat Yana menatap wajah Andre, Andre menggelengkan kepalanya," jangan pergi tetap bersamaku, jika kita terpisah. kita akan menghadapi kesulitan" pinta Andre


Andre dan Yana berpegangan tangan untuk menembus kabut. Saat tubuh mereka memasuki kabut yang tebal tiba-tiba,


Wuuhhssss..... ( Angin yang kencang tiba-tiba datang )


"Aahhkkk!!!" Teriak Yana yang di terpa oleh Angin tersebut, sehingga membuat genggamannya terlepas Dari Andre


"Yana!!" Teriak Andre yang ingin mengejar .


Andre mencari keberadaan Yana, namun pandangannya terhalang oleh kabut, " kabut sialan!!, bisakah kau jangan menghalang jalan kami?" pekik andre dengan mungusir-ngusir kabut dengan tangannya .


Brraakkk!! ( Tubuh Yana terhantam bebatuan)


" Akkkhhh" pekik Yana dengan sontak ia menggosok-gosok punggung belakang tubuhnya karna merasakan sakit.


" Sial!!, Siluman keparat, beraninya mereka membuat kita terpisah" guman Yana dengan tatapan liar menjamah keadaan


Di tempat Kevin,.


Kevin pun terbang melusuri kabut yang menghadang pandangan, " kabut ini sungguh menyebalkan bisakah author memberiku semacam vacum untuk menyedot kabut-kabut ini? " cibir Kevin yang terus melaju


Bruukkk!!! ( Tiba-tiba Kevin menabrak sebuah batu yang menjulang yang muncul di depannya dengan tiba-tiba)


"Awww!!, Keparat. Kenapa ada batu sebesar tekadku yang muncul di sini?" gerutu Kevin jengkel sembari tangannya menggosok-gosok Dahinya yang sakit akibat benturan.


tak lama, kabut di hadapan Kevin pun sirna dari pandangan Kevin . Namun pada saat kabut menghilang, kevin tiba-tiba saja di serang oleh kumpulan lalat yang datang menghampiri Kevin dalam jumlah yang sangat banyak, hingga kumpulam tersebut terlihat menghitam.


Wings ..wings...( Lalat berterbangan )


Kevin dengan cepat mengeluarkan Aura dari tubuhnya , " hewan menjijikan!!, Menjauh dan enyalah dari badanku!!, tidak akan aku injinkan kalian bertelur di tubuhku " Teriak Kevin dengan mengeluarkan api kayo no jutsunya.


Duuaaarrr!!!! ( Keluarnya Aura dalam tubuh Andre )

__ADS_1


Duaarr!!! ( semburan api )


Seketika, para lala-lalat tersebut menjadi lalat bakar.


" Ciihh!!, Untuk apa aku harus melawan siluman lalat ini?, apa kah seorang penulis tidak bisa memberikanku lawan yang lebih tangguh ?" Guman Kevin .


Penulis: " serah lu lah Pekok"


Kevin kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda akibat serangan koloni para lalat yang tiba-tiba menghadangnya.


Di tempat Andre,


"Yana!!!, Kau di mana?" Teriak Andre menembus kabut.


Andre dengan raut kesal terus menelusuri kabut yang membuat ia kesulitan untuk melihat keadaan di sekitar.


Siiittt...siiiit...siit..( bunyi mendesis)


Andre memfokuskan pendengarannya.


"Hi..hi..hi...sangat Tampan" suara misterius seorang wanita


Andre memutar-mutar badannya mencari asal suara" siapa??, Perlihatkan wujudmu??" Teriak Andre


Wussshhh!!! (Angin menerpa wajah Andre )


" Di lihat dari dekat, aku sungguh ingin menjadikanmu sebagai suamiku, Hihihi" ucap suara misterius yang tak nampak


Andre meraskan, ada yang mengelus pipinya. Namun wujudnya tak kasat.


" Pria tampan!!, Jika kamu marah kamu sungguh terlihat menggemaskan" suara misterius


" Woi!!, Siapa pun kamu. Aku tidak suka bermain-main jadi marilah kita duduk sekedar untuk minum kopi ,maka akan aku ceritakan siapa yang menemukan kue cucur pertama kali" ajak Andre


" Oh!!, Hahahaha, Aku tidak suka duduk untuk minum kopi karna aku lebih tertarik untuk beratraksi di atas ranjang" jawab wanita tersebut yang masih belum memperlihatkan wujudnya .


Mendengar ucapan wanita misterius tersebut, membuat alis Andre bergetar naik turun menahan geram.


" Atas ranjang?," guman Andre alis mengkerut


"Atas Ranjang?," guman Andre dengan raut wajah masam.


" Sialan!!!, Kau pikir aku pria seperti apa bedebah!!" Teriak Andre dengan seketika Aura dari tubuhnya terpancar murka.


Duaarr!!! ( Aura Andre menggelegar)


" Perlihatkan wujudmu sialan!!, Apakah aku harus menyeretmu keluar?" Teriak Andre dengan tatapan yang terus mencari


" oh..fantastik!!, Lihatlah dirimu yang macho itu. Membuat aku jadi semakin bernafsu untuk menidurimu" ucap wanita misterius


Andre mendengus kesal," baiklah, aku ingin tahu sampai kapan kau terus bersembunyi dariku Siluman mesum" teriak Andre.


" Pedang Naga bonar!!, Datanglah!!" Teriak Andre dengan tangannya mengarah ke atas.


Wush... ( Suara angin )

__ADS_1


Jeder!! ( Suara gemurah)


Flash..flash... ( Kilatan )


Kini Andre menggenggam senjatanya dengan rambut tertiup angin bah iklan shampoo.


Di tempat Yana,.


Yana berjalan menelusuri jalanan dengan meraba-raba, ia takut jika nanti ia akan terbentur sesuatu.


" Grrrrhhhh... RAOR..." Suara mengerang


Langkah kaki Yana terhenti ketika mendengar seperti suara binantang buas. kink Yana terlihat sangat wasapada.


" Sepertinya ada suara harimau atau sejenisnya yang berada di sekitar sini" guman Yana sambil mengamati keadaan sekitar dengan kabut yang masih menghadang penglihatan.


Srak..srak.. srak..( suara langkah yang terinjak dedauan)


Yana yang mendengar, mulai menutup matanya, dan kemudian telinganya bergerak-gerak.


" aktif!!" Teriak Yana


Seketika Mata yana menjadi merah dan ia dapat mendeteksi keadaan di sekitar di tempat ia berdiri.


" Di sana!!" Pekik Yana seraya berlari ke arah target.


"Hiiiyyyaa-"


langkah kaki Yana terhenti dengan tiba-tiba. Begitu juga dengan serangannya.


" He??" Bingung Yana ketika ia menatap sesuatu di semak-semak


" Meow!!, Meow!!" Kucing mengeong dengan mata yang menatap ke arah Yana dengan mata yang berbinar.


" Haha.. aku pikir siluman apa, ternyata Hanya siluman kucing. Kamu gemoy sekali" ucap Yana menatap seekor kucing berwarna putih di hadapannya.


Yana kemudian mengusap kucing tersebut dengan lembut, dengan cepat Yana menganggat kucing tersebut lalu di tatapnya kucing itu dengan lekat.


Tiba-tiba kucing di hadapannya tersenyum srimk ke arah Yana," Srreettt" kucing tersebut mencakar wajah Yana


"Aaawww!!" Teriak Yana yang langsung melepaskan kucing itu dari tangannya.


" Kucing keparat!!, Kau mau bermain-main dengan ku?" Pekik Yana marah.


Yana kemudain mengejar kucing tersebut, namun kucing tersebut seketika berubah menjadi seseorang yang berdiri di hadapannya.


Crroottt!! ( Yana mimisan )


"Kyyaaa!!, Kowai!!!" teriak Yana


kowai/kuwai \= lucu, imut ,menggemaskan



" meow...moew.. " siluman itu menjilati tangannya.

__ADS_1


Yana menatap dengan terpesona, " Ikutlah denganku, nanti aku beri royal canin padamu, apakah kau mau?" rayu yana kepada siluman di hadapannya dengan tatapan menggemaskan.


__ADS_2