Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Keraton


__ADS_3

...BAB 11 : Keraton...


Marko melaju, kemudian menuju ke arah alun-alun Utara yang berdekatan dengan Malioboro.


"Tuan, apakah yang di maksud oleh Raja adalah keraton yang ini?" Tanya Marko menatap spion


Andre melihat keseliling, ternyata di gerbang keraton di jaga oleh punggawa yang tak kasat mata.


Andre turun dari mobilnya, kemudian berjalan ke arah keraton. Sesampainya di gerbang, ia di hadang dengan beberapa pertanyaan.


" siapa anda?. Hendak apa anda kesini?" Salah satu pengawal dengan baju khas kerajaan jaman dulu bertanya


" Aku datang untuk bertemu dengan Sultan" jawab Andre


" Keperluan?" Tanya'nya lagi


" Meminta restu beliau" ucap Andre


Salah satu punggawa berlari ke dalam keraton. Tak lama, punggawa tersebut datang menghampiri.


" Silahkan masuk" mereka mempersilahkan Andre untuk masuk ke dalam keraton.


Andre melangkahkan kakinya memasuki area keraton.


Saat memasuki keraton, bau dupa dan berbagai maca kembang menyambut kedatangan Andre.


Setelah penyambutan dengan bau-bauan, Andre kini di sambut oleh beberapa wanita Abdi kesultanan, mereka kemudian mengantarkan Andre di sebuah ruangan. kini Andre duduk di sebuah kursi jati yang penuh dengan ukiran.


Tap ..tap...tap .. ( suara langkah kaki )


Andre mengalihkan pandangannya ke arah suara. Terlihat seorang pria paru baya yang dari badannya mengeluarkan sinar menyilaukan pandangan, sungguh pria yang mempunyai suatu karisma dan terlihat sangat berwibawa saat ia berjalan menuju ke arah Andre.


Saat ini, Andre kehilangan pembaca auranya. Namun kehadiran pria tersebut membuat Andre spontan melakukan sungkeman.


" Salam hamba Sri Sultan, hamba dari seberang lautan datang berkunjung. Mohon maaf jika hamba telah lancang menganggu waktu senggang yang mulia " dengan sungkem dan Kedua tepalak tangan menempel.


"Ada keperluan apa?. Sampai-sampai Ananda jauh-jauh datang kemari?" Ucap Sri Sultan yang berdiri di hadapan Andre


" Hamba datang untuk meminta restu dari Sri Sultan . Karna hamba sedang mencari obat untuk teman saya yang sedang sekarat. Mohon izinkan saya untuk menelusuri kawasan tempat sultan memimpin " dengan posisi sama, Andre menjelaskan niatnya datang ke keraton

__ADS_1


" Berdirilah, restuku bersamamu. Semoga teman Ananda bisa segera sembuh. " jawab Sri Sultan dengan tangan yang menempel di pundak Andre


" Terima kasih, atas restu yang Mulia berikan. Semoga yang mulia selalu di berikan kesehatan" ucap Andre yang kini telah berdiri menatap Sri Sultan dengan membungkukan badannya


" Terimalah plat tembaga kesultanan ini .siapa tahu ini dapat membantumu, jika kau sedang mengalami kesulitan. " Sultan menyodorkan sebuah papan berukuran seperti kartu nama ,yang terbuat dari tembaga


Andre menerima pemberian sultan," terima kasih. Hamba sangat bersyukur bertemu dengan yang mulia" dengan membunguk berulang kali, Karna merasa sangat gembira dengan pemberian sultan.


" Pergilah, hati-hati di jalan" ucap Sultan Kepada Andre yang masih saja membungkuk


" Baik, saya permisi dulu yang mulia. Karna saya harus segera mencari obat untuk teman hamba" Andre mengangkat tubuhnya dan berdiri dengan tegap. Setelah mendapatkan restu dari Sultan.


Kini Andre berjalan keluar dari keraton. Setibanya di dalam mobil, Andre meminta Marko untuk menuju ke parang kusumo.


Setelah beberapa menit berjalan, Andre terlihat bingung dengan rute yang di bawa oleh Marko.


" Hei Marko!. Apa kita tidak salah jalan?.bukankah parang Kusumo adalah pantai?, kenapa kita ke pegunungan begini?." Andre yang heran melihat sisi kiri dan kanan jalananan , Karna laju mobil Andre terus menaiki tanjakang tanpa ada tanda-tanda keberadaan pantai.


Marko menoleh ke arah Andre melalu spion dashbord" sesuai GPS Tuan" jawab Marko


" jangan katakan kau belum upgrade, jangan sampai kita malah tembus ke Blue Lake. Karna GPS Tersebut masih mengarah ke dunia Blue Lake" Andre tiba-tiba teringat dengan satelit wilayah Jawa yang begitu luas, sehingga menanyakan tentang upgrade GPS.


Marko menggaruk kepalanya," maaf Tuan, spertinya apa yang tuan katakan benar" dengan wajah Pucak Marko menjawab


" Iya..tuan, akan saya urus dengan segera" jawab Marko dengan tangan yang sibuk memainkan monitor kecil di dashbord mobil di hadapannya .


...******...


Di Tempat Santi,.


Kini Santi hanya seorang diri di rumah, Karna anak semata wayangnya sedang pergi dan tidak akan pulang hingga esok pagi.


Di dalam kamar,.


Santi mengambil kotak yang di berikan oleh Raka dari sebuah lemari pakaian.


Santi menatap kotak yang ada di genggamannya.


Klek ( Santi membuka kotak tersebut )

__ADS_1


Mata yang tadinya bersinar, kini mulai meredup dengan genangan yang telah menumpuk di pelupuk matanya.


Dadanya terasa bergemuruh ketika melihat isi kotak yang berada di genggamannya.


" Apa kau baik-baik saja?. Sampai kapan aku harus menunggu hadirmu?" Tangis Yana kekita melihat surat beserta isi kotak di hadapannya.


Santi mendekap dengan Kuat kotak Yang di genggam , dengan sebuah bongkahan batu yang terselip di rongga dadanya ," kau tahu?. Anakmu sekarang sudah sangat besar, apakah kau tidak merindukanku?. Sekian lama aku hanya dapat menangis ketika malam menyapa, betapa aku merindukan canda dan tawamu" dekapan kotak di dada Santi, membuat ia semakin merintih kekita sebuah cengkraman mengenai jantungnya. Rasanya sungguh perih .


Santi merebahkan tubuhnya di atas kasur, hal yang selalu Santi lakukan di setiap malam tiba. Terbias dari kegalauan, tak ingin mata ini terpejam barang sejenak. Terhanyut imajinasi menyeret angan santi jauh mengenai hadirnya Raka untuk berada di sini . Seakan Santi terpenjara Karna masuki dunia yang tak nyata tentang bayangan Raka yang selalu menemani malamnya.


" Tolong!. Bebaskan aku dari jeritan panjang ini. jika bukan karena Yana, Sungguh aku tak sanggup menjalani ini semua. Apa kau tahu Raka?. Di Asingkan, di usir dan di cemoh adalah hal yang paling menyakitkan selama aku hidup. Dan sekarang aku harus hidup tanpa satu jiwa yang aku tak tahu keadaannya. " Santi menatap langit-langit kamarnya dengan nalar yang tak tahu pergi kemana.


Sampai tak sadar, akhirnya Santi tertidur dengan rindu yang selalu menyapa dirinya, di kala matahari bersembunyi.


...******...


Tempat Andre,.


" Bagaimana?. Sudah selesai?" Tanya Andre dengan wajah yang di tekuk


" Sebentar lagi tuan, harap bersabar Karna ini ujian. " jawab Marko


" baiklah, aku akan keluar untuk mencari angin" ucap Andre


Andre keluar dari mobilnya, ia menelusuri jalanan berhutan. Namun matanya terfokus dengan beberapa anak-anak manusia yang sedang bersuka cita di depan api unggun.


Andre nampak tertarik, ia menuju ke arah nyala api yang tak jauh dari tempat ia berdiri . Ketika ia tiba di tempat perkumpulan, dia terfokus dengan satu gadis yang ia sangat kenal.


" Bocah sialan itu, kenapa dia seperti punya kagebunsin?. Di mana-mana selalu bertemu dengannya?" dengan pandangan tajam, Andre menatap anak gadis yang sedang berdiri meninggalkan kelompoknya.


(Kagebunsin\= jurus bayangannya Naruto)


" Kenama anak konyol itu pergi?. Jangan-jangan dia mau melakukan sesuatu yang aneh?" dengan penasaran, Andre tidak menyadari. Bahwa langkahnya telah mengikuti gadis yang beranjak ke belakang villa.


Andre terbelalak ketika melihat apa yang terjadi," siapa anak ini sebenarnya?. Dengan santainya memberikan sesuatu pada para setan?" Andre semakin penasaran.


Andre kemudian mulai mendekatkan langkahnya kepada gadis yang terlihat sedang menikmati aktivitasnya.


"Hei..bocah sial..-" ucapan Andre terhenti, bersamaan dengan langkah kakinya. Saat ia melihat ada seorang pria terlebih dulu bertanya kepada Yana.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya seorang pria kepada Yana.


Yana menoleh ke arah suara, namun mata Yana lebih terkejut ketika melihat om Yang berwajah kaku , yang sedang berdiri di belakang tubuh pria yang berada di hadapan Yana.


__ADS_2