Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Di Alam Andre


__ADS_3

...BAB 8 : Di Alam Andre...


Sebelum Andre Ke Dunia Manusia,.


Tap..Tap..Tap..( langkah kaki)


Semua orang membungkuk memberi hormat. ketika seorang yang di segani di negeri Blue Lake, kini sedang menapaki kakinya di sebuah koridor Rumah Sakit Hospital Blue Sea.


Kreekkk ( pintu terbuka )


" Sembah hamba yang mulia!!"


Seketika Andre membungkukan badannya, ketika melihat siapa yang memasuki ruang laboratoriumnya.


" Bagaimana keadaan tuan Raka?. Sudah bertahun-tahun dia tertidur"


Tanya Raja ketika ia berjumpa dengan Andre.


" Hamba juga tidak tahu ya mulia. Namun beberapa tahun yang lalu, tubuh Tuan Raka mengeluarkan sinar. Sejak saat itu, Tuan Raka tidak ada reaksi"


Jelas Andre kepada Raja mengenai kondisi Raka yang tak kunjung ada perubahan.


" Ya.. baiklah!. Jika begini keadaannya, kerajaan akan mengalami banyak kerugian. Andre, Hukuman yang kau terima telah terbebas. Tanda perngelanganmu sudah hilang, itu artinya kamu Sudah bisa ke dunia manusia"


Ucap raja memberi kebebasan kepada Andre, bahwa perjanjian hukuman telah selesai di lalui Andre, begitu juga dengan Kevin dan Tuan Saputra.


" Hamba sangat berterima kasih atas keputusan yang mulia" ucap Andre


" Baiklah, kau segara ke alam manusia. Pergi ke tanah Jawa, carilah penguasa laut Selatan. Dan minta pentunjuk beliau" titah raja kepada Andre


Andre mengangkat kepalanya, " petunjuk?. Yang di maksud yang mulia?" Tanya Andre


Raja mengalihkan pandangannya kepada Andre," beberapa hari yang lalu, aku melakukan tapa. Dan aku di berikan petunjuk, bahwa obat untuk Raka ada di tanah Jawa" ucap raja


Andre terkejut mendengar ucapan Raja, " akan hamba laksanakan yang mulia" jawab Andre


" Sebelum kau berjumpa dengan penguasa laut Selatan, kau harus temui Baginda Sultan terlebih dahulu dan mintalah restunya" ucap raja


" Hamba mengerti" jawab Andre


" Baiklah, restuku bersamamu. Kau harus menemukan obat untuk Raka secepatnya" ucap Raja seraya tangannya di letakan di atas kepala Andre


" Baiklah ya mulia, akan hamba laksanankan titah yang mulia" jawab Andre, merima sebuah restu dari sang Raja


"Baiklah, aku akan segera kembali" ucap raja, Raja kemudian berlalu dengan beberapa punggawanya, meninggalkan laboratorium Andre.


Andre menatap Raka yang berada di dalam cangkang," ka, ini sungguh kabar baik. Selama bertahun-tahun, akhirnya aku bisa melalang buana. aku akan mencari Santi dan membawanya kesini untuk menemanimu. Dan aku bisa bertugas dengan tenang jika ada Yang menjagamu" dengan semangat Andre berbicara kepada Raka, yang seakan-akan Raka dapat mendengarkannya.


Andre meraih ponselnya, kemudian menekan tombol panggil .


Tut ..Tut ..Tut .. (suara nada penghubung)


(Halo!!. Kenapa Ndre?) Tanya Kevin di sambungan telfon.


"Aku akan ke dunia manusia, kamu bisa menjaga Raka?" Tanya Andre .

__ADS_1


(Apa!!, Ke dunia manusia?. Apa hukuman kita sudah selesai?) Tanya kevin


" Yah, Raja yang memintaku untuk mencari obat untuk Raka" jawab Andre


( Darius?. Ok, aku akan segera kesana) jawab Kevin


Sambungan telfon terputus...


Andre menatap Raka dengan penuh harapan, di sisi lain. Dia khawatir tentang keadaan Santi, " Santi.. bagaimana kabarmu?. Apakah kau sudah menikah dan mempunyai anak?. 16 tahun hitungan di alammu, hal tersebut sudah sangat lama" guman Andre


Krrreekkk ( pintu terbuka)


Andre menoleh ke arah pintu, " akhirnya kau datang juga" Ucap Andre menghampiri Kevin yang sedang berjalan ke arahnya.


" Oh .. bro, aku terharu. Ketika penantian panjang ini akhirnya selesai juga kita lewati" ucap Kevin seraya memeluk tubuh sahabatnya


Andre memukul-mukul punggung Kevin," secepatnya aku akan membawakan obat untuk Raka. Kita harus kembali berkumpul" ucap Andre di balik badan Kevin


" ku doakan semoga segala urusanmu di lancarkan. Aku sedang membayangkan bagaimana reaksi kakak ipar jika bertemu denganmu" ucap Kevin yang kini telah melepaskan pelukannya, kemudian menatap Andre


" Yah, sebelum aku ke tanah Jawa. Aku akan pergi menemui Santi terlebih dulu" ucap Andre.


" Baiklah, segeralah berkemas. Karna lebih cepat lebih baik" ucap Kevin


" Aku titip Raka" ucap Andre


"Siap" Jawab Kevin.


Andre kemudian berlalu dari ruang laboratorium. Lalu berjalan menelusuri koridor rumah sakit dengan segala harapan yang ia bawa. Berharap semua sesuai dengan apa yang di rencanakan.


" Marko, kita ke tempat nyonya Santi terlebih dulu. Ada yang ingin aku katakan padanya" ucap Andre ketika berada di dalam mobil


" Baik tuan" jawab Marko sang supir .


Mereka melaju dan tak lama, Andre telah berada di depan rumah Santi.


Andre turun dari mobilnya, " kenapa aura Santi tidak ada disini?" Ucap Andre bingung


Andre kemudian memejamkan matanya beberapa menit. " Owh shhiiittt... Kekuatan sebagain masih di segel" guman Andre


Andre terlihat bingung, Karna tidak bisa berbuat apa-apa. Sebentara ilmu pendeteksinya tidak dapat bekerja.


"Apakah, pembaca uara juga masih di segel?" Pikir Andre


Andre kemudian mencoba masuk ke dalam rumah Santi, ia mencoba menelusuri ruangan demi ruangan . Hal ini memang tidak baik, namun demi bertemu Santi, Andre harus melakukannya.


Andre hanya dapat melihat ibu Santi yang tengah menonton sinetron ikan terbang. Namun Andre tak menggubris, tiba-tiba Andre melihat ibu Santi yang terlihat kedinginan.


" Haduh...masa tengukku merinding, padahal masih siang begini. Apa jangan-jangan ada hantu yang sedang lewat?" Ucap ibu Santi seraya memegang tengkuknya yang terasa dingin.


Andre mengerutkan dahinya," hantu?. apakah ada hantu yang menawan aku Bu? " Guman Andre, lalu kembali menelusuri rumah Santi.


Namun tidak ada yang di dapatkan oleh Andre.


Kini Andre sudah pasrah, Andre keluar dari rumah Santi dengan wajah yang muram.

__ADS_1


Seketika ia ingat tentang Mona, Karna pernah melihat ingatan Santi pada waktu itu. Bahwa yang menjahit lengan Santi ,saat Santi terluka adalah Mona.


Andre kemudian berlari menuju ke arah mobilnya. Sesampainya di mobil, " Marko, antar aku ke puskesmas daerah sini. Gunakan mode terlihat untuk menuju ke sana" pinta Andre


" Baik tuan" jawab Marko


Sesampainya di puskesmas, Andre langsung turun dari mobilnya.


Kemudian berjalan dengan cepat ke arah loket," perawat yang bernama Mona?" Tanya Andre ke petugas .


"Siapa pria itu? "


" Ya ampun baru kali ini melihat seorang pria setampan ini"


Terjadi ricuh di puskesmas akibat kedatangan Andre.


Bruukk ( bunyi benda jatuh )


" Eh.. maaf...maaf .. " ucap salah satu perawata yang gagal fokus ketika melihat Andre.


Andre yang melihat hal tersebut hanya memutar bola matanya. melihat tingkah para manusia ketika melihat kehadirannya.


" Oh... Iya tunggu..sebentar mister... E.. bapak" jawab petugas loket kikuk.


Petugas tersebut kemudian berlari memanggil Mona. Tak lama Mona muncul di hadapan Andre.


" Anda mencari saya? " Tanya Mona ketika bertemu dengan Andre


" Yah.. apa kau mengenal Santi?. Santi Dwi Putri?" tanya Andre


" oh... Iya, itu teman saya. Kenapa ya?" Tanya Mona


" Kamu tahu dia dimana?" Tanya Andre dengan tatapan penuh harap


" Terakhir aku bertemu di rumah sakit bersama Adit. Untuk kabar terakhir, Santi ke Jogja. Namun itu sudah 15 tahun yang lalu. Karna Santi sudah mengganti nomornya" jelas Mona


" Ok terima kasih" ucap Andre seraya berlalu


" Eh... Pak...haduh..," ucap Mona terpotong ketika melihat Andre yang telah berlalu


Andre kemudian menuju ke mobilnya, " ayo Marko kita balik ke blue lake. Kita harus menuju ke Jogja, kebutulan tugas yang di berikan oleh Raja juga di Jogja" titah Andre


" Baik tuan" jawab Marko. Kemudian melajukan mobilnya.


Tiba di alamnya, Andre langsung memerintahkan seorang Pilot Private Jet untuk menerbangkan Andre ke Jogja.


( Bayangin dah ,di dunia gaib ada pesawat punya Pilot Private Jet hadu-hadu )


...********...


...Yogyakarta...


Setibanya di jogja, Andre langsung meminta marko untuk pergi ke keraton. Namun dalam perjalanan, ternyata Marko buta arah dan salah salah.


Dan mereka harus bertemu dengan Yana yang menabrak belakang mobil Andre yang mendadak berhenti dengan tiba-tiba.

__ADS_1


__ADS_2