
...I Love You Paman Dokter ...
...BAB 74 : Ucapan terima kasih Raka...
...****************...
Di Sekolah Baru Yana,.
Yana tampak emosi ketika Ia di panggil J4lang oleh pemuda yang berada di hadapannya.
Dengan cepat , Yana melangkahkan kakinya ke arah pemuda itu. Setelah tepat berada di depan pemuda itu , Yana langsung mencengkram kerah baju pemuda itu.
" Siapa yang kau sebut j4lang keparat?" Teriak Yana tepat pada wajah pria tersebut.
Pemuda itu memundurkan wajahnya, memberi Jarak.
" Hei!!, Jika kau ingin berteriak di depanku, setidaknya kau sikatlah gigimu,"
Ucap pemuda itu dengan santai mengibas- ngibaskan telapak tangannya di antara wajahnya dan wajah Yana.
Yana yang mendengar ucapan pemuda itu, seketika melepas cengkramannya dengan wajah memerah karna malu, lalu menaruh telapak tangannya di antara mulutnya untuk memastikan ucapan pemuda tersebut.
"Bedebah!!, Apakah mulutku bau jigong?"
Batin Yana yang mengeluarkan uap pada mulutnya untuk memastikan.
Pemuda tersebut berjalan ke arah sisi mobilnya, Ia melihat ada bekas penyot akibat di tendang oleh Yana.
" Kau beraninya membuat penyot body mobilku?" Tanya pemuda itu dengan menatap tajam ke arah Yana.
Yana yang sedari tadi sibuk mencium bau mulutnya pun tersadar, ketika pemuda tersebut berbicara kepadanya. Dan Yana pun menoleh ke arah pemuda itu.
Dengan senyum licik, Yana melipat kedua tangannya di dada," aa!!, Memangnya kenapa jika aku merusak mobilmu tuan berwajah helo kitty?, Bahkan jika aku mau, Aku bisa membakar mobilmu," ucap Yana dengan angkuh menatap si pemuda.
Pemuda tersebut berjalan ke arah Yana dengan Wajahnya yang terlihat berapi-api, dengan cepat mencengkram kedua pipi Yana, dengan satu tangannya, " hei J4lang, kau tau?, berapa biaya untuk memperbaiki mobilku ini?" Pekik pemuda itu
" Bu k an...ur usa nku.."
Ucap Yana dengan pengucapan kalimat yang tidak jelas akibat pipinya di cengkram.
" Haduh!!, Nona Yana kenapa kau masih di sini?"
Teriak Zarreth yang datang menghampiri Yana.
Pemuda yang melihat kedatangan kepala sekolah pun melepaskan cengkramannya," kau beruntung kali ini, Tapi ingat!!, Aku akan menuntut masalah ini. Kau mengerti?" Pekik pemuda itu mendorong kasar bahu Yana.
" Cih!!, Dasar pria tidak punya burung!!" Cibir Yana.
Pemuda itu dengan cepat menaiki mobilnya kemudian berlalu dari hadapan Yana.
Yana menatap mobil tersebut dengan wajah yang membara.
" Aku menghubungi bagian staf, Namun mereka mengatakan bahwa Nona belum tiba, aku pikir Nona kesasar. Nyatanya Nona malah membuat masalah dengan Tuan Zean," Ucap Zarreth.
" Tuan Zean?, Siapa dia?" Tanya Yana dengan Alis mengerut.
" Mari saya antar Nona ke kelas, Sembari menjelaskan tentang Tuan Zean," Ajak Zarreth.
Yana mengangguk lalu mengikuti langkah Zarreth yang membawanya ke kelas.
" Tuan Zean adalah cucu dari Raja, dia adalah pemuda yang berpertasi di sini. Selain berperstasi, penggemarnya juga banyak," zarreth memberikan penjelasan.
"Apa!!, Cucu Raja?" Tanya Yana kegat yang langsung menoleh ke arah kepala sekolah.
" Yah Nona, Tuan Zean adalah cucu pertama Raja. Ibunya seorang pewaris tunggal kerajaan," ucap Zerrath kembali.
__ADS_1
Yana menelan ludahnya yang terasa sakit pada tenggorokannya," mampus!!, Pasti aku akan di buat Sambal balado kemudiam hari," Batin Yana Resah. ketika Mendengar kenyataan bahwa pemuda tersebut adalah cucu dari seorang Raja.
"Nah!, Nona Yana, Ini kelas Anda. Silahkan," ucap Zarreth mempersilahkan.
Yana kemudian masuk ke dalam kelas yang di temani oleh Zarreth.
Semua mata tertuju ke Yana, ketika melihat Yana memasuki Ruangan kelas.
" hei-hei, lihat!!, Bukan kah gadis itu yang tadi bersama Tuan Willson?"
" Yah!!, Sepertinya dia bukan anak biasa, kita harus berteman baik dengannya,"
" Ada murid pindahan dari dunia manusia?, lihatlah kulit itu. Begitu bercahaya nan berkilau"
" Wah!!, Dia cantik sekali"
Guman beberapa murid pria dan wanita, ketika melihat Yana yang tengah berdiri di depan, dengan senyum di bibir Yana yang terus mengambang.
" Permisi!! " Ucap Zarreth menghampiri guru yang sedang mengajar.
" Oh pak kepala sekolah, Ada apa?" Tanya guru tersebut.
" Saya kemari untuk mengantar murid pindahan," Ucap Zerrath.
" Oh baik-baik pak, " jawab guru itu.
" Jaga dia dengan baik, Dia anak dari Tuan Raka Saputra," Ucap Zarreth.
" Haaa!!, Tuan terkaya di Blue Lake? Anaknya bersekolah di sini?, Oh!! Kita harus berteman dengannya," guman beberapa murid.
Zarreth menatap ke arah Yana," aku akan pergi dan Nikmatilah Kelas barumu. Dan bertemanlah dengan baik," ucap Zarreth berlalu.
Yana hanya terdiam ketika kepala sekolah meninggalkannya. Lalu diam kembali lalu mematung di depan kelas, karna menunngu perintah dari Guru selanjutnya.
" Baik anak baru, silahkan perkenalkan namamu" Pinta guru yang berada di samping Yana.
" Perkenalkan Nama saya Dayana Eka Ranti, tidak memiliki hoby selain tidur dan bermain game. Mohon bantuannya yah!!" Ucap Yana dengan senyumnya.
" Selamat Datang Yana!!, di Sekolah Halu!!" Sambut para murid.
" Baiklah, Yana. Silahkan duduk di sana!!" Titah guru.
"Terima kasih pak ," ucap Yana seraya membungkuk lalu berjalan ke arah kursi yang telah di siapkan untuknya.
...****************...
Di Tempat Raka Dan Santi,.
Santi mengetuk pintu yang berada di hadapannya, Saat pintu terbuka, Santi begitu terkejut ketika melihat siapa yang berdiri di hadapannya.
Begitu juga dengan seorang wanita yang berdiri di hadapan Santi, " Santi!!" Panggilnya.
" Oh!!, Nilam, Kau?"
Tanya Santi yang ucapannya terhenti ketika melihat Adit yang berjalan ke arah pintu .
" Siapa yang datang Nilam?" Tanya Adit
" Anu mas," Jawab Nilam terhenti.
Adit yang mengangkat wajahnya, Kemudian menatap Santi tidak percaya, dengan Cepat meraih kedua pundak Santi," apa aku bermimpi?, kamu datang menemuiku?, Di mana Yana?" Tanya Adit panik.
Nilam yang melihat Raut wajah Adit, membuat hatinya teriris. Ketika Wajah Adit nampak bahagia ketika ia melihat Santi.
" Adit, aku datang kesini untu..-" ucapan Santi terhenti kembali, ketika Raka mendorong tubuh Adit agar menjauh dari dari Santi.
" Jauhkan tanganmu dari calon istriku bedebah!!" Pekik Raka tidak senang, ketika melihat cara Adit menyapa Santi.
__ADS_1
Adit yang terdorong membuat Nilam dengan cepat menahan punggung Adit," Mas!!, Kau tidak apa-apa?" Tanya Nilam.
" Oh Raka, maafkan aku. Jika tidak nelihatmu," ucap Adit ketika menatap ke arah Raka.
Raka menatap tajam ke arah Adit," jika aku tidak bersama Santi, kau akan memeluknya?" Ucap Raka Sinis.
" Tidak!!, Mana mungkin begitu. Lagian aku sudah menikah. Ya sudah ayo masuk dulu," ucap Adit mempersilahkan.
Santi dan Raka pun masuk ke dalam rumah. Setelah mereka masuk, kini Raka dan santi telah duduk di ruang Tamu.
" Nilam buatkan minum!!" Titah Adit kepada Nilam.
" Baik mas," jawab Nilam berlalu.
" Ada sesuatu yang ingin kalian bicarakan?, sepertinya ada hal yang penting yang ingin kalian sampaikan?" Tanya Adit membuka pembicaraan.
" Yah!!, aku langsung ke intinya saja. Aku datang, karna ingin mengucapkan terima kasih kepadamu Dit . Karna selama ini, kau telah menjaga Santi dan anakku Yana," Ucap Raka.
PRANG!!! ( Bunyi benda Jatuh )
Seketika semua menoleh Asal suara, terlihat Nilam memungut pecahan Gelas yang ia jatuhkan, Karna kaget ketika mendengar bahwa Raka Adalah Ayahnya Yana.
Santi yang melihat, langsung berlari menghampiri Nilam, " apa kau baik-baik saja ?" Tanya Santi mencoba membantu Nilam , karna Nilam saat ini sedang mengadung, sudah terlihat dari perutnya yang membesar.
" Pantas saja ya mba, Kamu tidak mau kembali ke pelukkan mas Adit, Orang Lelakinya saja tampan begitu," sindir Nilam.
" Maksudmu apa ya?, Aku tidak mengerti dengan ucapanmu," Sahut Santi.
" Aku permisi dulu mba, mau buat minuman yang baru," ucap Nilam beranjak dari hadapan Santi.
Santi hanya bisa mendengus seraya menggelengkan kepalanya, Lalu ia pun kembali ke arah Raka.
" Sepertinya Wanita itu iri denganmu," guman Raka berbisik.
" Sst.. Lanjutkan Saja obrolan kalaian ," sahut Santi pelan.
Adit menatap Raka dan Santi dengan pandangan aneh.
Santi yang merasa tatapan Adit berbeda, mencoba menetralkan suasana," hhmmm... Sudah berapa bulan si Nilam Dit?" Tanya Santi kepada Adit.
" Oh!!, Mau menunggu hari untuk melahirkan. Jadi aku minta maaf, jika aku tidak bisa menghadiri undangan kalian, karna Harus menemani Nilam, " jawab Adit.
" Selamat yah!!, Sebentar lagi kamu akan menjadi ayah," Ucap Raka dan santi secara bersamaan, dengan sembari tersenyum.
" Terima kasih!!" Ucap Adit.
" Yah sudah, kami permisi yah Dit. Karna kita harus mempersiapkan pernikahan kita," ucap Raka.
" Kok cepat sekali?, Maaf , Aku tidak bisa memberikan apa-apa. Karna kalian datang begitu mendadak, Aku hanya dapat mendoakan kalian, semoga kalian selalu terus bersama, dan selalu bahagia," ucap Adit.
( walau hati Adit Perih, Namun ia mencoba menguatkannya )
" Yah!!, Terima kasih. Kami permisi dulu. Salam untuk istrimu," Ucap Raka yang kini sedang bersalaman dengan Adit.
" Yah!!, Hati-hati," ucap Adit.
Raka dan Santi pun beranjak dari kediaman Adit.
Setelah melihat kepergian Raka dan Santi yang sudah berlalu, Adit kembali masuk ke dalam rumahnya.
" Loh!!, Mba Santi sama pria tadi sudah pergi?" Tanya Nilam membawa minuman.
" Yah!!, mereka buru-buru," ucap Adit yang berlalu melewati Nilam tanpa menatap ke arah Nilam.
" pantas mas!!, Kamu kalah saing. Wong, Calon Mba Santi , ganteng begitu. di tambah Kaya lagi, dan yang pasti punya nilai plusnya, " Sindir Nilam.
Adit menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah Nilam," Bisakah kau diam Nilam??, Masih beruntung, aku menikahimu. Jadi tutuplah mulutmu itu," pekik Adit berlalu.
__ADS_1
Nilam terdiam, Karna ia tahu. Bahwa Mas Adit menikahinya hanya Karna anak yang ada di dalam kandungannya.