Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Pengorbanan Yang Sia-sia


__ADS_3

...BAB 43 : Pengorbanan Yang Sia-sia...


...****************...


Di Sekolah Yana,.


Hari-hari di sekolah Yana tampak seperti biasa, kegiatan belajar mengajar dan kegiatan para siswa dan siswi . Namun yang berbeda, ketika Yana sudah tidak masuk sekolah selama 3 bulan.


Adelia nampak terlihat murung saat 3 bulan kepergian Yana.


" Yana, apakah kau sudah pindah?. Jika kau pindah, kenapa kau tidak memberi tahuku?" Guman Adel menatap ke arah balik jendela.


Tap...tap..tap.. ( suara langkah seseorang berlari )


" Del!!," Panggil seorang pria menepuk pundak Adel yang sedang termenung menatap jendela.


Adel terenyak dari lamunan ketika pundaknya di tepuk oleh seseorang. Dengan cepat langsung menoleh," Eh!!, Kak Dhika kaget lob aku" sahut Adel menatap Dhika.


" Maaf jika aku mengangetmu, aku hanya ingin bertanya. Apakah kamu tahu di mana rumah Yana?" Tanya Dhika


" Aku Tahu, sudah coba beberapa kali aku ke rumahnya, namun rumahnya selalu kosong" jawab Adel


" Apakah kamu punya nomor ponselnya Yana?" Tanya Dhika


" Punya" jawab Adel


" Bisa kau berikan nomor Yana kepadaku?" Pinta Dhika


" Aku bisa berikan tapi, Nomor ponselnya juga tidak bisa di hubungi. Selalu di Luar jangkauan" jelas Adel


Dhika terdiam sejenak," Del!!, Apakah kau tidak tahu dimana Yana berada?" Tanya Dhika


Adel menggelengkan kepalanya," aku tidak tahu. Terakhir, ia berkata bahwa ingin menjenguk ayahnya yang sedang sakit" jawab Adel


" Mmm!!, apakah Yana sudah pindah ke luar negeri ya?. Karna berhubung Ayahnya Yana itu kan bule" sambung Adel menerka.


" Bisa Jadi demikian," sahut Dhika


" Mmm... Ka Dhika, apakah kau menyukai Yana?" Tanya Adel dengan tatapan ingin tahu


Dhika menatap ke arah Adel," apakah aku harus menjelaskannya?" Timpa Dhika


" Yah sudah, aku pergi dulu ya. Jika ada kabar tentang Yana, tolong beritahu aku" sambung Dhika beranjak dari hadapan Adel


Adel menatap punggung Dhika yang sudah berlalu," Mmmm, beruntung sekali Yana. Ada seseorang yang peduli, semoga kau selalu baik-baik saja di mana pun kau berada" Batin Adel yang sedang memikirkan keberadaan Yana.


...****************...

__ADS_1


Di Tempat Adit,.


Adit kini tengah terburu-buru untuk keluar dari rumah,lalu menuju ke arah mobilnya. Terlihat di sana ada seorang wanita yang sedang mengejar Adit dari arah belakang.


" Mas!!, Apakah kau akan pergi ke rumah janda itu?" Teriak Nilam mengerjar Adit


Adit menghentikan langkah kakinya," Nilam, bisakah kau tidak memanggil Santi dengan sebutan Janda ?" Ujar Adit yang membelakangi Nilam.


Nilam memutar ke dua bola matanya," beruntung mas, jika aku hanya memanggil Santi janda. Bukan pel*cur" Sindir Nilam


PLAAKK!! ( Tamparan)


" AAAAWWW!!" Nilam meringis dengan memegang pipinya.


Dengan cepat Adit membalikkan badannya dengan spontan menampar pipi Nilam," Tarik kembali ucapanmu Nilam, Kau tahu Santi tidak seperti yang kau pikirkan" ucap Adit dingin.


" Kamu gila Mas!!, Aku ini tunanganmu. Perempuan mana yang tidak sakit hati jika pasangannya masih ada rasa terhadap perempuan lain?"


Pekik Nilam dengan mata berkaca-kaca dengan tangan memegang pipinya seraya menatap Ke arah Adit dengan sendu .


" Yah!!, Maafkan aku jika tidak mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Jika kamu keberatan, kamu bisa mencari yang lebih baik dariku" ucap Adit seraya menarik pintu mobilnya.


BAAMM!!! ( Adit membanting pintu mobil )


" Mas!!, Tolong. Aku minta maaf, Mas Adit!!" Teriak Nilam di balik kaca, seraya mengedor-gedor kaca yang ada di hadapannya.


Nilam terdiam ketika ia melihat mobil kekasihnya telah melaju meninggalkannya," kurang apa aku mas??, Padahal Santi tidak mencintaimu. Namun kenapa kamu masih kekeh dengan Wanita yang sudah jelas-jelas mengandung anak dari lelaki lain?"


...****************...


...POV Aditya Prastyo...


Di Dalam Mobil,.


Adit memacu laju mobilnya dengan perasaan bersalah. Tidak seharusnya dia berlaku seperti itu terhadap Nilam, apalagi selama ini Nilam sungguh baik terhadapnnya.


"Hhrrrgggghh!!" Gusar Adit yang sesekali memukul Stir mobil yang ia kemudikan.


" Maafkan aku Nilam, memang aku tidak pantas untuk dirimu" Guman Adit sesal.


Adit terus melajukan mobilnya, sampai ia tiba di sebuah rumah yang di setiap hari Adit mengunjungi rumah tersebut.


Kini Adit beranjak dari mobilnya lalu melangkahkan kakinya ke arah Rumah yang berada di hadapannya.


Setelah tiba di teras rumah, Adit terduduk di sebuah kursi yang berada di teras rumah tersebut.


Kini Adit terduduk sendiri, terbayang Akan Santi yang telah pergi, lewati hari tanpa Santi dan Yana yang tak terasa hari telah berganti.

__ADS_1


" Haaa!!, Masih belum kembali?. Santi selama ini aku berharap, jika aku menyayangi anakmu. Kau akan membuka hatimu kembali kepadaku, ternyata aku salah" rapuh Adit tertunduk dengan tangan menopang pada kepalanya.


" Aku berjuang begitu keras untuk bisa menepis rasa, namun yang aku terima hanyalah perih?. Cihh!!, Adit ..Adit, lihatlah dirimu yang terlihat sangat menyedihkan ini. Bahkan untuk bisa melupakan Santi, kau mencoba membuka hati kepada Nilam. Namun pada kenyataannya, kau malah menyakiti hati Nilam" Bantin Adit terasa Rancu


" Haaaa!!, Sepertinya benar. Aku harus menyerah dengan Rasa ini, rasa yang sampai kapan akan terbalas?. Dan lagi, Raka telah kembali . Seharusnya aku belajar lebih ikhlas untuk melepaskan Santi dan Yana" Guman Adit


Adit beranjak dari duduknya, kemudian menatap ke arah pintu yang berada di hadapannya," Santi!!, Kau adalah cinta pertama dan terakhir dalam hidupku. Jika kau sudah tidak kembali , ingatlah aku yang selalu mencintaimu " ucap Adit dengan perih di dadanya.


Adit mebalikkan badannya lalu beranjak dari rumah Santi, kemudian berjalan ke arah mobilnya yang terparkir.


Di dalam mobil, Adit kembali memacu mobilnya dengan perasaan perih," Adit!!, Tak selamanya cinta harus saling memiliki, tak semestinya sayang , di jadikan perhiasan yang terus kau simpan sebagai harapan. Dan bukan juga satu alasan untuk kau harus memiliki santi"


Adit mencoba menguatkan dirinya untuk dapat menepis Rasa yang selama ini di pendam oleh Adit .


Kini Adit melajukan mobilnya ke arah sebuah Club. Setibanya Adit di sebuah club, Adit menatap club di hadapannya dengan tatapan sendu mengingat pengorbanan yang selama ini ia lakukan untuk Santi.


Namun yang ia terima hanyalah rasa kecewa, sekuat apapun ia berusaha, Santi tetap kembali ke pelukkan pria gaibnya," sepertinya aku akan hancur mulai saat ini" guman Adit seraya beranjak dari mobilnya.


...POV Adit Prasetyo End...


...****************...


Di tempat Yana,.


Kevin dan Andre terlihat berjalan saling merangkul, dengan canda yang sering mereka berdua lakukan.


Yana yang melihat, hanya menekuk wajahnya sembari mengekori belakang punggung ke dua pamannya.


" Ndre!!, Sepertinya Yana sedang kesal. Apakah loli itu juga menyimpan rasa terhadap dirimu?" tutur Kevin berbisik ke arah telinga Andre


Andre yang mendengar ucapan Kevin, membuat Andre membalikkan badannya dan menoleh ke arah Yana.


" Rubah kecil!!, Sini, kenapa kau harus berjalan sendiri begitu? " Ucap Andre mengajak Yana.


Yana dengan cepat berlari berhampur di antara ke-2 pamannya.


Kevin dengan cepat mengacak-ngacak Rambut Yana dengan gemas," kamu masih terlalu belia untuk ukuran om-om seperti Andre Yana!!" Ucap Kevin


PLAKK!! ( Sebuah ketuk'kan mendarat di kepala Kevin )


" Awww!!, Kau gila Ndre?, Lama-lama aku bisa geger otak gara-gara kau selalu mengetok kepalaku" pekik Kevin kesal menatap ke arah Andre


" Aku ini om-om berwibawa, siapa saja yang melihatku akan terpesona" sahut Andre


Yana yang mendengar ucapan Andre dengan cepat menyubit perut Andre.


" Awww" teriak Andre mengosok-gosok perutnya

__ADS_1


" Iya!!, Sampai bisa tebar pesona ya??" Cibir Yana kepada Andre


Andre hanya menatap Yana seraya tersenyum .


__ADS_2