Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Kedatangan Belvina Barbara


__ADS_3

...I Love Paman Dokter...


...BAB 92...


...****************...


Andre menengan dengan keterkejutannya. Ketika Yana mencekik si Joni. Dengan Raut wajah memerah di sertai nafas tersenggal, Andre menatap Yana dengan pasrah.


" Yana!. Bisakah kau tidak menyentuh benda itu?" Pinta Andre memelas.


Dengan pandangan polos," Eh... Memangnya kenapa paman?. Bukankah ini hanya sebuah pistol?. Perlihatkan padaku," ucap Yana yang kemudian mencoba membuka dengan gergetan.


" Yana!!!. Hentikan, dan menjauhlah dariku,"


Teriak Andre yang spontan mundur ke belakang dengan menepis tangan Yana yang sedang mencoba membuka kancing. Dengan suara dan nafas yang terdengar ngap-ngap.


" Tuan!. Tuan!. Ada yang ingin menemui anda," Marko berlari dengan nafas tersengal menghampiri Andre.


Andre menarik nafas lega, ketika melihat Marko yang memasuki ruangan.


Andre menatap ke arah Marko," siapa yang mencariku?" Tanya Andre yang kemudian berdiri beranjak dari duduknya.


" Itu seorang ..."


Ucapan Marko terhenti, ketika ia menatap celana Andre yang tidak wajar. Ia menutp mulutnya dengan telapak tangan, di balik telapak tangan Marko menyembunyikan tawanya.


" Siapa yang mencariku?. Dan ada apa dengan sikapmu ini ha?" Tanya Andre.


" Itu Tuan," ucap Marko, sembari telunjuknya mengarah ke benda pusaka Andre yang masih menodong.


Andre melihat ke arah bawah, Seketika ia baru teringat. Gara-gara rubah kecil, Belut Muaranya bisa menegang. Andre menatap Yana dan menatap Marko secara bergantian. Hal memalukan itu, harus di lihat oleh Marko.


" Tuan jika anda menemui tamu, alangkah baiknya. Pistol airmu di turunkan dulu, tidak enak jika kau harus bertemu dengan tamu dengan menodongkan senjata pribadimu," Sambung Marko yang kemudian terkekeh.


Plak!!


Andre menapar Marko dengan kencang, " Lancang!. Pergi sekarang juga!!" Teriak Andre yang mengusir Marko dari hadapannya dengan dada yang terlihat naik turun karena emosi.


" Baik tuan!. Maaf, tapi tolong tuan!. Netralkan barangmu dulu," sahut Marko yang kemudian berlari meninggalkan Andre.


Yana yang mendengar teriakan Andre , sontak menoleh ke arah Andre," Paman!. Kau tidak apa-apa?" Tanya Yana yang masih terduduk dengan beberapa buku.


Andre mengatur nafasnya, lalu menatap ke arah yana. " Kamu teruskan belajarnya, paman ada tamu. Jika tidak mengerti, nanti tanyakan saja pada paman,"


Jawab Andre yang menghampiri Yana lalu mengecup kepala yana kemudian di usapnya dengan sayang.


" Ya.. baik paman, aku akan mencoba soal ini." Sahut Yana.


Andre kemudian beranjak dari ruangan. Meninggalkan Yana yang masih sibuk dengan rumus dan soal yang di berikan oleh Andre.


Andre berjalan ke arah ruang tamu, sesekali ia mencoba mengatur nafasnya,' belut muara sialan. Kenapa kamu menegang di saat waktu yang tidak tepat?. Kau menjatuhkan harga diriku,' pekik Andre membatin yang terus melangkah.


Sesampainya di ruang tamu, " anda mencariku?" Ucap Andre ketika melihat tamu ya yang sedang sedang duduk membelakangi Andre.


Tamu itu menoleh, Lalu tersenyum. Tamu itu berdiri, beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Andre dengan senyum yang lebar.

__ADS_1


" Kak Andre!. Apa kabarnya?" Tanya Wanita itu di sertai pelukan di tubuh Andre.


" Vina?. Sejak kapan kau kemari?. Tolong lepaskan pelukanmu ini," pekik Andre yang mencoba melepaskan pelukan dari Wanita yang bernama Vina.



Di saat bersamaan, Yana berjalan ke arah depan. Karna ia memang mencari Andre untuk menunjukan hasil jawabannya. Namun, matanya melotot ketika ia melihat Andre di peluk oleh wanita lain.


" Kakak, aku rindu. Kenapa kamu sudah tidak pernah berkunjung ke uwentira?" Tanya wanita itu manja.


Uwentira, adalah tempat kerjaan bunian/jin terbesar di daerah sulawesi.


" Lepas Vina!!. Untuk apa aku berkunjung?. Kau sudah sembuh dari penyakitmu!" Pekik Andre.


Yana yang melihat hanya mematung di balik belakang tubuh Andre. Vina, yang melihat Yana. Mengeritkan Alisnya, lalu melepaskan pelukkannya.


" Kak Andre?. Siapa gadis itu?" Tanya Vina seraya menujuk ke arah Yana.


Andre membalikan badannya, ' owhh... Salah paham!. Yah, sudah pasti yana salah paham ' Batin Andre panik ketika melihat Yana berada di belakangnya.


" Yana. Paman bisa jelaskan!" Ucap Andre.


Mata Yana terlihat berbias. Namun sebisanya ia tahan," tidak apa-apa paman. Paman ngobrol saja, maaf jika aku mengganggu." Ucap Yana dengan suara bergetar.


" Kamu keponakannya?" Tanya Vina menghampiri Yana.


Yana mengangguk," Yah!. Saya keponakan Tuan Andre," sahut Yana tersenyum.


" Yana!. Apa maksudmu keponakan. Vina, dia adalah cal...-"


" Yah sudah.. aku tinggal dulu ya!. Silahkan lanjutkan,"


" hei...Yana!!" Teriak Andre ingin melangkah.


" Kak Andre ih, masa tamunya di anggurin," Vina menarik lengan Andre.


" Vina tolong lepaskan!. Dia salah paham," Pekik Andre.


" Siapa dia?. Bukan kah dia hanya keponakanmu?" Ucap Vina.


Andre menepis genggaman Vina pada lengannya. Dan mendorong tubuh Vina dengan kuat.


" Menyingkirlah J4lang!. Gadis tadi adalah calon istriku!!" Bentak Andre.


Vina ternganga mendengar ucapan Andre," oh..god!!. Serius?. Apa kamu sehat Kak?, Dia masih anak-anak," ucap Vina.


Andre tidak menggubris, Andre berlari mengejar Yana. Namun berpapasan dengan Yana yang ingin keluar.


" kau mau kemana?" Tanya Andre mencegat Yana.


" Pulang!" Sahut Yana jutek.


" hei, Rubah kecil. wanita itu dulu adalah pasienku." Ucap Andre memegang pundak Yana.


Yana menatap Andre dengan sendu," Masa paisen peluk-pelukan begitu?. Mana ada begitu?" Teriak Yana.

__ADS_1


Andre tersenyum," kau cemburu?" Tanya Andre.


" Tidak!" Jawab Yana ketus.


" Minggir!. Aku mau pulang," sambung Yana dengan wajah cemberutnya.


" Biarkan dia pulang saja kak Andre, biar kita bisa berduaan. Dan mengenang kembali masa-masa kita, di saat kak Andre sedang merawatku," Sahut Vina yang menyederkan tubuhnya di sebuah dinding dengan melipat kedua tangannya di dada.


Yana yang mendengar, membuat ia emosi. Yana menatap nyalang ke arah wanita yang bernama Vina.


" Minggir paman, selesaikan urusan kalian yang belum tuntas saja." Pekik Yana yang langsung menabrak tubuh Andre dengan kuat. Lalu berlari.


" Yana!!" Teriak Andre sembari berlari mengejar Yana.


" Marko!!. Kunci gerbangnya!!" Teriak Andre, ketika Andre melihat Yana berlari ke arah Gerbang.


Andre berlari, mengejar. " sial!" Umpat Andre ketika melihat Yana melompat dari gerbang memakai kekuatannya.


" Kak Andre!. Biarkan dia pergi, aku datang dari jauh loh!. Apakah ini caramu menyambutku?" Ucap Vina yang mengekori Andre.


Andre berbalik dan mencengkram pipi Vina," apa maksud ucapanmu tadi ha?. Jangan pikir aku tidak bisa menyakitimu. Hubungan kita hanya sebatas seorag pasien dan Dokter. Tidak lebih!!" Pekik Andre.


" Akhh.. sakit Kak. Kakak yang berjanji, jika aku sembuh. Kakak akan menikahiku," sahut Vina.


Degh!!


Jantung Andre terhenti beberapa detik mendengar ucapan Vina. Andre terkejut, bahwa ia bahkan tidak ingat jika ia pernah melontarkan kalimat itu kepada pasiennya.


Cengkraman Andre melonggar di pipi Vina. " Aku mengatakan itu, agar kau sembuh sialan. Karna kau terlalu teropsesi dengan diriku, aku tidak tulus mengatakan hal tersebut." Ucap Andre.


Plak!!


Sebuah tamparan mendarat di pipi Andre, " aku menunggu janji itu. Jangan mempermainkan perasaanku kak," Pekik Vina.


Andre mendorong tubuh Vina dengan kuat," pergi dari hadapanku. Sialan!." Geram Andre emosi.


Andre beranjak dari hadapan Vina, melangkahkan kakinya lebih cepat. Vina terus mengikuti Andre dari belakang.


" Marko!!. Markoooo!!" Teriak Andre.


" Ya Tuan!" Jawab Marko ketika bertatap dengan Andre.


" Buka gerbangnya sekarang!" Titah Andre.


Andre menuju ke arah mobilnya," lalu menaiki mobilnya. Vina dengan cepat menarik pintu mobil yang di naiki oleh Andre.


" Untuk apa kau naik?" Tanya Andre dingin.


" Aku tidak rela jika kakak menikah dengan orang lain," ucap Vina yang telah menaiki mobil Andre.


" Turun dari mobilku!!" Titah Andre.


" tidak!!"


" Ku bilang turun!. Apa aku harus menendangmu keluar dari mobilku?" Pekik Andre geram.

__ADS_1


' sial...sial!. Yana pasti sudah semakin jauh, kemana anak itu pergi?' Bantin Andre khawatir.


Andre menurunkan kaca mobilnya, " Marko!. Seret wanita yang berada di dalam mobilku. Aku tidak ingin mengotori tanganku," titah Andre kepada Marko.


__ADS_2